MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 116


__ADS_3

Acara pun di mulai, Bagas mulai memberikan pidato sambutan untuk semua tamu yang ada di ruangan itu.


Lalu setelah Bagas memberikan sambutan, barulah Elvan mulai berbicara menggantikan papanya.


"Selamat siang semuanya, pertama-tama saya ingin berterimakasih sebanyak-banyaknya kepada semua tamu undangan yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir di acara penting kami." ucap Elvan dengan tegas dan gagah.


"Di kesempatan hari ini saya ingin mengenalkan anak kami yang baru lahir tiga bulan yang lalu kepada kalian semuanya." lanjut Elvan.


Semua orang berebut memberikan pertanyaan kepada Elvan, ada yang bertanya jenis kelaminnya, ada yang bertanya bagaimana rupanya, dan ada pula yang bertanya bagaimana dengan Aneska yang memang jarang di munculkan di depan publik.


Memang setelah menikah Aneska hanya beberapa kali muncul di publik itupun masih bisa di hitung dengan jari, karena Aneska juga sempat kabur dari rumah dan itu membuat tanda tanya kepada publik tentang keberadaan Aneska.


Namun Elvan hanya membalas semua pertanyaan itu dengan senyuman hangat sebelum kembali berbicara.


"Saya Elvan Bagaskara dan istri saya Aneska Fabian ingin mengucapkan syukur karena kami di berkahi oleh tiga orang anak kembar yang sangat menggemaskan." jelas Elvan yang membuat semua tamu undangan terkejut.


Pasalnya tidak ada yang mengetahui kalau Aneska melahirkan bayi kembar tiga. Tentu saja semuanya terkejut mendengar pengumuman tersebut.


"Kembar tiga? Apa jenis kelaminnya tuan Elvan? Apa mereka bertiga lahir dengan keadaan sehat?" pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan kepada Elvan.


"Kami memiliki dua putra dan satu putri yang sangat menggemaskan dan kami juga akan mengenalkannya kepada kalian semua." ucap Elvan.


Elvan menoleh ke arah Aneska yang sedang menggendong bayi perempuannya dan memberi tanda untuk naik ke atas panggung.


Aneska dengan senyum cantiknya berjalan menaiki panggung di bantu oleh Elvan, semua orang bersorak saat melihat kecantikan Aneska yang memang di beritakan oleh banyak orang.


"Cantik sekali, benar-benar sempurna!" ucap salah satu wartawan yang ada di sana.


"Iya kamu benar! Mereka tampan dan cantik anak-anak mereka pasti sangat sempurna!" seru yang lain.


Aneisha naik ke atas panggung dan mengambil keponakan perempuannya dari sang kakak agar Aneska bisa mengenalkan diri dengan leluasa.


Sedangkan Kanaya dan Evano juga ikut menaiki panggung membawa baby boy.


Aneska berdiri dengan anggun menghadap ke wartawan yang sedang memotretnya, sama sekali tidak ada ketegangan di diri Aneska saat itu dan membuat Elvan kagum dengan istrinya itu.



Semua orang benar-benar kagum dengan sikap Aneska yang terlihat berkelas dan sangat anggun, bahkan berbadan yang masih sangat bagus walaupun sudah melahirkan.

__ADS_1


"Wah benar-benar seperti dewi."


Semua orang memuji penampilan dan kecantikan Aneska yang berada di atas panggung.


"Salam kenal semuanya, saya Aneska istri Elvan Bagaskara, saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya karena kalian semua sudah menyempatkan diri untuk datang di hari yang bahagia ini." ucap Aneska sambil membungkukkan badannya.


"Kami akan mengenalkan ketiga anak kami kepada kalian semua yang hadir di sini." ucap Aneska.


Elvan mulai mengambil anak pertamanya untuk di kenalkan kepada publik.



"Dia adalah putra pertamaku, dia yang lain lebih dulu dari saudara-saudaranya... Namanya Kamal Narendra Elvaneska yang akan di kenal sebagai Kamal." ucap Elvan.


Semua orang bersorak untuk Kamal dan juga mendoakannya agar menjadi putra kebanggaan keluarga dan bisa menjadi penerus perusahaan papinya.


Lalu Elvan beralih mengambil putra keduanya dan menunjukkan wajahnya kepada para tamu undangan.



"Dia adalah putra keduaku yang aku beri nama Kemal Narendra Elvaneska yang akan di kenal sebagai Kemal." ucap Elvan.


Dan terakhir, Elvan mengambil putri kesayangannya dan menunjukkannya kepada semua orang.



"Dan ini adalah anak terakhir kami, putri tercinta yang akan menjadi ratu di dalam rumah kami, Kalila Narindi Elvaneska yang akan di kenal sebagai Kalila." ucap Elvan


Semua orang semakin heboh berteriak saat melihat kecantikan Kalila.


"Kami keluarga besar Bagaskara, sedang berbahagia hari ini dan akan memberikan banyak hadiah untuk orang-orang yang ada di sini dan juga aku akan memberikan hadiah kepada semua rakyat yang membutuhkan." ucap Elvan.


"Terimakasih karena sudah hadir di acara kami, silahkan nikmati acaranya dan juga makanannya, terimakasih.." ucap Elvan berpamitan.


Aneska pun menundukkan kepalanya sambil tersenyum kepada semua tamu undangan lalu merangkul lengan Elvan dan turun dari panggung bersama.


Setelah acara pengenalan selesai, semua tamu undangan menikmati prasmanan yang di sediakan sambil mendengar alunan musik jazz yang di bawakan oleh musisi terkenal.


"Apa tidak masalah mengenalkan anak-anak kepada masyarakat luas?" tanya Aneska.

__ADS_1


"Kenapa harus masalah? Semua orang harus mengetahui anak-anak kita.." ucap Elvan.


"Tapi, aku takut justru hal itu yang membuat mereka dalam bahaya."


"Tidak akan, mereka hanya mengetahui wajah bayi mereka, mereka tidak akan tau apapun jika saat sudah dewasa nanti karena anak-anak akan aku sekolahkan di luar negeri." ucap Elvan.


"Luar negeri? Kenapa? Kenapa kamu mau menyekolahkan mereka di luar negeri?" tanya Aneska.


"Apa aku tidak boleh menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anakku?" tanya Elvan.


"Ya boleh dong, tapi bagaimana denganmu? Kamu ga ikut sama kita ke luar negeri? Kamu ga mungkin meninggalkan pekerjaanmu di sini." ucap Aneska.


"Aku memiliki cabang di Paris dan aku memutuskan untuk pindah kesana saat anak-anak kita sudah mulai sekolah SD." jelas Elvan.


Mendengar ucapan suaminya membuat Aneska menganggukkan kepala lalu segera berjalan menghampiri Kanaya untuk mengambil bayi perempuannya.


"Nay, Nei, bantu aku bawa si kembar ke kamar ya, mereka sudah lelah sepertinya." ucap Aneska.


"Iya, kasian juga kalo terus di sini rame jadi tidurnya ga tenang." sahut Kanaya.


Aneisha hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu segera mengikuti Aneska dan Kanaya berjalan menaiki tangga dan menaruh baby triplet di kamarnya.


Sedangkan Elvan menyambut para tamu dan berbincang-bincang dengan mereka.


"Congratulation tuan Elvan! Anak-anakmu sangat sempurna! Dan aku yakin kemampuan mereka juga akan jauh lebih baik di bandingkan dirimu!" ucap salah satu rekan bisnisnya.


"Ya, aku sudah lama sekali menunggu, ternyata sainganku baru di lahirkan di dunia ini dari rahim istriku sendiri, hahaha..." canda Elvan.


Semua orang tertawa mendengar candaan Elvan, dan mereka kembali berbincang dengan asik.


Sedangkan di dalam kamar Aneska sudah mengganti pakaian karena merasa sudah lelah, dia juga menyuruh Kanaya dan Aneisha untuk turun ke bawah dan meninggalkannya dengan ketiga anaknya.


"Kamu ga apa-apa sendirian di sini?" tanya Kanaya.


"Ga apa-apa kok Nay, tolong bilang ke mas Elvan ya aku capek banget jadi ga turun lagi." ucap Aneska.


"Iya tenang aja, aku akan memberitahu kak Elvan kok, kamu istirahat aja deh kalo gitu mumpung anak-anakmu tidur semua." ucap Kanaya yang di balas anggukan oleh Aneska.


Setelah memastikan Aneska baik-baik saja, Kanaya segera keluar dari kamar Aneska bersama dengan Aneisha yang terus memperhatikan kakaknya karena dia merasa sang kakak sangat kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2