
Hari itu di kediaman Bagaskara, semua orang sedang di sibukkan untuk mendekorasi rumah untuk acara pengenalan triplet baby yang akan di adakan di rumah.
Bagas hanya mengundang beberapa rekan kerja samanya dan para wartawan agar ketiga cucunya bisa di kenalkan pada semua orang.
“Pa, emang harus ngundang wartawan banyak banget? Bahkan banyakan wartawannya sama tamu papa.” Ucap Elvan kepada Bagas.
“Emang kenapa? Mama juga udah setuju kalo kita akan membesarkan acara ini agar semuanya mengenal si kembar.” Ucap Bagas.
“Papa ga takut kalo ada orang yang berniat jahat sama si kembar setelah melihat mereka dan mengetahui nama mereka?” tanya Elvan.
“Justru jika mereka semua tau nama dan wajah sikembar, tidak akan ada yang berani melakukan hal jahat kepada mereka karena takut sama papa.” Ucap Bagas.
“Yaampun papa ada-ada aja sih, terserah papa aja deh pokoknya setelah ini Elvan akan memberikan pengawalan untuk si kembar.” Ucap Elvan yang langsung meninggalkan sang papi.
Sedangkan di atas, Aneska sedang memakaikan pakaian ketiga anaknya sambil bersenandung karena hatinya yang sangat bahagia melihat ketiga anaknya.
“Ciye kayaknya seneng banget hatinya..” ucap Elvan menggoda sang istri.
“Eh mas, pasti bahagia lah bahkan aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini!” ucap Aneska.
“Hah? Kenapa begitu?” tanya Elvan.
“Karena aku memiliki suami yang hebat dan bertanggung jawab, aku juga memiliki tiga anak yang sangat menggemaskan, aku memiliki semua kebahagiaan yang di impikan wanita lain.” Jelas Aneska.
Elvan yang mendengar ucapan Aneska langsung tersenyum dan mencium kening Aneska dengan lembut.
“Aku benar-benar bersyukur karena bisa merasakan kebahagiaan ini, istri yang cantik dan baik hati, anak-anak yang hebat karena pulih dengan cepat.” Ucap Elvan.
“Kadang aku bersyukur loh karena waktu itu aku mabuk.” Bisik Elvan yang membuat Aneska tersipu malu.
Jujur saja, Aneska dan Elvan baru melakukan hal seperti itu dua kali, sekali saat mabuk dan kedua kalinya saat Aneska sedang hamil, setelah itu Elvan tidak menyentuk Aneska karena dia tidak ingin membahayakan janinnya dan merasa kasihan dengan sang istri yang sering kelelahan.
“Apaan sih kamu!” ucap Aneska sambil memukul lengan Elvan pelan.
“Setelah kamu bisa melakukannya kembali, aku tidak akan memberi kamu ampun sayang..” bisik Elvan kembali.
“Mas…”
“Itu hukuman karena kamu sudah membiarkan adik kecilku menganggur..” bisik Elvan kembali.
Setelah itu Elvan segera menggendong salah satu anak kembarnya lalu pergi dari kamar Aneska, lebih tepatnya melarikan diri setelah menggoda sang istri.
Elvan yang baru keluar dari kamar terkejut saat dirinya hampir menabrak Evano.
“Yaampun Evan! Kenapa kamu ngagetin aja sih?! Kalo anakku jatuh gimana coba?” ketus Elvan yang terkejut dan khawatir kalau anaknya terjatuh.
__ADS_1
“Yaelah, bukan aku yang ngagetin, tapi kak Elvan keluar sambil nunduk terus senyum-senyum gitu kayak habis dapet lotre!” balas Evano yang tidak mau di salahkan.
“Kamu ini ada aja jawabannya!” ketus Elvan yang langsung berjalan melewati Evano.
Evano yang melihat kakak sepupunya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang, Evano langsung masuk ke dalam kamar untuk melihat keponakannya.
“Wah mereka benar-benar sangat menggemaskan..” ucap Evano.
“Makanya cepetan nikah biar dapet yang menggemaskan juga..” ejek Aneska.
“Salahkan temanmu yang selalu lari saat aku kejar.” Balas Evano.
“Hah! Kenapa harus menyalahkan temanku? Kak Elvan juga ga pernah menyalahkan aku saat aku lari waktu itu.” Ucap Aneska.
“Tapi aku ga sesabar kak Elvan.”
“Karena itu, anggap saja saat ini kamu sedang di uji agar menjadi lebih sabar.”
“Terserah deh! Sini aku bantu membawa keponakanku.” Ucap Evano.
Aneska segera membantu Evano menggendong anak laki-lakinya dengan perlahan.
“Apa kamu yakin bisa menggendongnya?” tanya Aneska.
“Yaampun, kemarin tante Mala sudah mengajarkan aku kok jadi aku pasti bisa menggendongnya sekarang.” Jawab Evano.
“Iya iya, dasar emak-emak bawel!” ketus Evano yang langsung pergi saat sudah menggendong anak dari kakak sepupunya itu.
Sedangkan Aneska hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela nafas panjang melihat tingkah Evano.
“Uncle kamu yang satu itu memang menyebalkan, sabar ya nak..” ucap Aneska kepada anak perempuannya yang masih berbaring di tempat tidur bayinya.
Aneska mendandani anaknya dengan bandana dan juga baju yang lucu penuh dengan gemerlapan layaknya tuan puteri.
Setelah selesai barulah Aneska membawa putrinya untuk turun ke bawah dan menemui semua tamu dan wartawan.
Di bawah, Evano yang sedang menggendong si kembar langsung menghampiri Kanaya yang sedang diam di dekat tangga sambil melihat sekeliling.
“Hai mama Naya, aku udah ganteng loh anaknya papa Vano..” ucap Evano dengan nada layaknya anak kecil.
Kanaya yang mendengar suara Evano segera mengerutkan keningnya dan mundur selangkah menjauhi Evano.
“Kenapa kamu menjauhiku?” tanya Evano saat melihat Kanaya melangkahkan kakinya ke belakang.
“Karena kamu sudah gila! Sini biar aku yang menggendongnya, jangan sampai dia ketularan omnya yang gila ini!” ketus Kanaya.
__ADS_1
“Enak aja! Dia ini tau kalau omnya tergila-gila sama onty Naya, lihatlah dia tersenyum bukan? Bukankah dia sangat menggemaskan? Bagaimana kalau kita memiliki satu yang seperti ini?” tanya Evano yang membuat kedua mata Kanaya melotot bahkan hampir keluar.
“Kamu gila ya?!” ketus Kanaya.
“Kamu udah dua kali ngatain aku gila loh, tiga kali dapet gelas kamu nanti Nay.” Ucap Evano.
Kanaya yang awalnya mau marah-marah tiba-tiba terdiam saat melihat Aneska menuruni tangga dengan anak perempuannya.
Dengan segera Kanaya menghampirinya dan tidak memperdulikan Evano yang sedang menggodanya.
“Naya…” teriak Evano namun tidak di gubris oleh Kanaya.
“Anes..” panggil Kanaya yang sudah berada di sebelah Aneska ambil merangkul lengannya.
“Hai Nay..” balas Aneska.
Kanaya menciumi pipi anak perempuan Aneska dengan gemas, sampai hampir membuatnya menangis.
“Yaampun Nay, kamu ini bikin anak orang nangis aja deh..” ucap Aneska.
“Hehehe, habisnya gemes banget Nes.. Aku mau nyium yang satunya lagi jadi bulan-bulanan para tamu, aku mau nyium satunya lagi eh omnya gila.” Ucap Kanaya.
“Hah? Hahaha, maksudnya Evano gila?” tanya Aneska.
“Hm emang dia gila kan? Dari tadi ngomongin hal yang ga jelas!” ketus Kanaya.
“Emang kapan hubungan kalian berdua mau di bawa ke jenjang yang serius?” tanya Aneska.
“Dih, dia itu playboy Nes, kamu kan tau sendiri dulu dia nyelingkuhin kamu sama banyak wanita, terus kamu mau kalo aku dapet playboy kayak dia?” tanya Kanaya.
“Nay, dia emang playboy tapi kan itu dulu, buktinya sekarang aku ga pernah liat dia sama wanita manapun.” Ucap Aneska.
“Ya masa dia mau absen sama kamu setiap deket sama cewek?”
“Ya tapi seenggaknya aku tau kalo selama ini dia sibuk sama kerjaannya, jadi ga mungkin kan dia punya waktu deket sama cewek?” tanya Aneska.
“Ah ga tau deh, kamu kenapa jadi belain dia sih!” ketus Kanaya yang langsung pergi meninggalkan Aneska dan berjalan mendekati Mala yang sedang berbincang dengan teman-temannya.
***
Hai hai kakak-kakak semuanya,,, author numpang promosi nih hihihi....
Jangan lupa baca novel author yaaa judulnya MY BODYGUARD
__ADS_1
jangan lupa favorit, like, dan komen... Author tunggu jejak kakak-kakak semuanya, selamat membaca, saranghae💙💙