MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 61


__ADS_3

Aneisha langsung berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menemui Bagas dan Mala.


"Pa! Ma!!" teriak Aneisha.


"Yaampun Aneisha, kamu kenapa tiba-tiba masuk sambil teriak-teriak gitu sih?!" Tanya Mala.


"Ma, mama tau dimana kak Aneska?" Tanya Aneisha sambil mengatur nafasnya.


"Ya di apartment Elvan dong Nei, kenapa?"


"Engga ma! Anei yakin kak Anes pasti tidak ada di sana karena kak Anes kabur!" ucap Aneisha.


"Yaampun sayang, papa tau kamu pasti kangen sama kakakmu kan? Ayo kita menjenguknya." ucap Bagas.


"Iya Nei, ga mungkin Aneska kabur la wong semalem mama telfonan sama dia kok." sambung Mala.


"Coba mama dan papa telfon kak Elvan, kak Anes tadi nelfon Aneisha pas Anei lagi meeting jadi ga Anei angkat, terus nih baca pesan yang kak Anes kirimkan." ucap Aneisha sambil melihatkan pesan yang dikirim oleh kakaknya.


"Tidak mungkin, Aneska tidak mungkin pergi pa.. Apa sebabnya dia pergi coba?" ucap Mala.

__ADS_1


"Mama tenang saja. Papa akan coba menghubungi Elvan." ucap Bagas yang langsung mengambil dan menghubungi anak laki-lakinya.


Aneisha menunggu dengan perasaan khawatir, dia menyesal karena tidak mengangkat telfon dari kakaknya.


"Bagaimana ini, kak Aneska tidak mungkin pergi begitu saja jika tidak ada masalah." gumam Aneisha yang tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu mau kemana Nei?" Tanya Mala.


"Anei mau ke perusahaan kak Elvan ma, Anei harus melihat sendiri apa kak Aneska ada di sana apa engga." ucap Aneisha.


"Sayang tenanglah, papamu masih mencoba untuk menghubungi Elvan."


"Tapi ma..."


Mendengar ucapan mamanya membuat Aneisha menghela nafas panjang lalu kembali duduk di sebelah mamanya.


Sedangkan di sisi lain, Bagas sedang berusaha menghubungi anak laki-lakinya itu untuk meminta kejelasan tentang kepergian Aneska.


"Halo pa..." ucap Elvan dari sebrang telfon.

__ADS_1


"Kamu dimana Elvan? Apa benar kalau Aneska pergi dari apartment!?" tegas Bagas.


Hawa yang Bagas keluarkan benar-benar sangat kuat hingga membuat seisi rumah merasakannya.


"Pa.. tenanglah, Elvan bisa jelaskan."


"Tidak ada penjelasan Elvan! Aneska adalah anak yang kuat, jika dia pergi dari apartment itu pasti karena kesalahanmu yang tidak bisa di maafkan!" tegas Bagas.


"Pa, tenanglah Elvan mohon... Elvan sedang berusaha mencarinya pa.."


"Selama kamu mencari Aneska, kamu tidak perlu lagi datang ke perusahaan! Sebelum Aneska ketemu, perusahaan akan di pegang oleh Evano dan kamu tidak boleh menginjakkan kaki di perusahaan!" tegas Bagas yang langsung mematikan telfonnya.


Mendengar hal itu membuat Mala dan Aneisha terkejut, mereka berdua tidak percaya kalau ternyata Bagas bisa sekeras itu kepada anak laki-lakinya.


"Ma, apa itu perlu? Bukankah kak Elvan juga bisa mencari kak Aneska sambil bekerja?" Tanya Aneisha berbisik kepada Mala.


"Mungkin itu adalah cara papa menunjukkan kalau Aneska juga bagian terpenting di dalam keluarga ini, dan mama mendukung hal itu " ucap Mala.


Aneisha benar-benar terkejut mendengar ucapan Mala, dia benar-benar bersyukur karena mendapatkan keluarga sambung seperti keluarga Bagaskara yang sangat menyayangi mereka berdua.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu mandi dulu sana terus ganti baju, Aneska akan segera kembali." ucap Mala.


Akhirnya Aneisha mengangguk dan langsung berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.


__ADS_2