MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 118


__ADS_3

Hai semuanya kakak-kakak tersayang yang selalu setia menunggu novel author update walaupun lama sekali huhuhu...


Pertama author mau mengucapkan minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin semuanya🙏


Alhamdulillah di bulan ramadhan tahun ini author banjir orderan, jadi author cuma bisa nyuri-nyuri waktu buat ngetik bab baru huhuhu🥺


Terimakasih karena sudah mau mengerti, dan maaf untuk yang merasa ga sabar karena updatenya kelamaan...


Author akan berusaha semaksimal mungkin update di waktu senggang 💪🏻


I Love You All, saranghae đź’™


Selamat lebaran semuanya, semoga puasa tahun ini menjadi berkah buat semuanya... Aamiin🤲🏻


***


Syuting pun selesai tepat pukul 10 malam, para kru dan para aktris telah bersiap untuk pulang dan beristirahat.


“Nei, ayo kita pulang..” ajak Lita yang saat itu sudah berkemas untuk pulang.


“Kamu duluan aja deh kak, aku masih mau nunggu kak Gavin menjemputku.” Jawab Aneisha.


“Tapi ini udah malem banget Nei, yang lainpasti akan segera pulang dan kamu mau menunggu sendirian di sini?” tanya Lita.


Aneisha menoleh ke kanan dan ke kiri melihat orang-orang yang sudah siap dan beberapa ada yang sedang mengemasi barang-barangnya.


Tetapi saat itu Aneisha tetap pada pendiriannya yang ingin menunggu Gavin menjemputnya.


“Tapi kak Gavin sudah berjanji akan menjemputku, jadi dia pasti akan datang kak.” Ucap Aneisha.


“Haah, baiklah kalau begitu aku akan menunggumu di sini sampai Gavin datang, eh tidak! Hanya sampai jam 11 malem aku akan menunggu Gavin menjemputmu, jika lebih dari itu dia masih belum datang juga, maka kamu harus pulang bersamaku!” tegas Lita.


“Baiklah kak tenang saja, aku akan ikut denganmu kalau kak Gavin belum juga menjemputku,, lagian kenapa buru-buru banget sih kak pulangnya? Biasanya juga kita pulang pagi biasa aja.” Ucap Aneisha.


“Ya justru karena jarang-jarang nih kita pulang cepet gini makanya aku mau langsung pulang dan tidur sampai besok!” seru Lita.


“Ya kalo gitu kak Lita duluan aja sana biar bisa langsung istirahat.” Ucap Aneisha.


“No! Aku ga mau sampai artisku kenapa-kenapa, yang ada aku yang di salahin orang sekampung gara-gara kamu!” ketus Lita.


“Lah kok bisa begitu?” tanya Aneisha.


“Iyalah, kamu ini artis baru yang lagi naik daun, banyak banget fans kamu yang tergila-gila, kalo sampe kamu ilang atau kenapa-kenapa bisa-bisa aku di keroyok sama mereka!” jelas Lita.


“Hahaha, apaan sih kak! Lagian aku ga naik daun tuh, aku naik mobil… Kalo naik daun ya kasian ga kuat.” Ucap Aneisha menggoda managernya.


“Anei… Aku ini lagi serius tau.”

__ADS_1


“Udah ah kak jangan mikir aneh-aneh deh! Ayo kita duduk di sana aja kayaknya lebih hangat.” Ajak Aneisha sambil menunjuk ke tempat duduk yang terletak di tempat yang lebih terang.


Lita menganggukkan kepala mendengar ucapan Aneisha dan akhirnya keduanya segera berjalan ke tempat duduk tersebut.


***


Di sebuah ruangan, Gavin sedang duduk di kursi kejayaannya dengan wajah yang kebingungan karena dirinya harus segera menjemput Aneisha sedangkan dirinya masih harus menandatangani berkas-berkas laporan yang menumpuk.


“Apa aku masih belum bisa pulang Ron? Ini sudah malam!” ucap Gavin kepada asisten pibadinya, Roni.


“Maaf tuan Gavin, tapi masih banyak berkas yang harus anda tanda tangani.” Ucap Roni.


“Haah, aku sudah berjanji pada Aneisha, sebaiknya aku menghubunginya lebih dulu.” Gumam Gavin yang langsung mengambil hp di dalam kantung celananya.


Saat itu Gavin berusaha untuk menyalakan hpnya dan ternyata hpnya mati dan tidak bisa menyala.


“Sh*t!! Pake ati seggala ini hp!” ketus Gavin tiba-tiba dan membuat Roni terkejut.


“Tuan, ada apa?” tanya Roni.


“Ah, sorry hp ku mati, aku charger dulu.” Jawab Gavin yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan mencari kabel casan miliknya.


“Di mana kabel chargerku?! Aarrgghh hari ini kenapa aku sial sekali!” gumam Gavin yang membuat Roni menatapnya dengan heran.


Roni hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu kedua matanya mengitari ruangan untuk membantu gavin mencari kabel chargernya.


“Tuan…” panggil Roni.


“Duh bentar Ron, aku ini lagi kebingungan nyari charger!” ucap Gavin tanpa menoleh ke arah Roni.


“Tuan, ini charger hp tuan..” ucap Roni.


Gavin yang mendengar ucapan asisten pribadinya segera menoleh dan melihat charger yang ada di tangan Roni.


“Haah… Kamu ketemu ini di mana?” tanya Gavin.


“Di meja tuan Gavin.” Jawab Roni.


“Aneh, kayaknya tadi aku ga liat ada charger deh.” Gumam Gavin yang masih bisa di dengar oleh Roni.


“Yaelah, gimana mau liat orang ga di cariin.” Gumam Roni.


“Kamu ngomong apa Ron?” tanya Gavin yang samar-samar mendengar ucapan Roni.


“Eh? Engga kok tuan ga ngomong apa-apa, mungkin tadi tuan ga lihat kalau chargernya ada di meja.” Ucap Roni mencari alasan.


“Haah sudahlah, aku lelah sekali hari ini tolong biarkan aku pulang dan menyelesaikan tugas yang lainnya besok.” Ucap Gavin dengan lemas.

__ADS_1


Roni merasa sangat kasihan dengan atasannya itu, tetapi semua tugas yang dia berikan adalah tugas yang di berikan oleh papinya Gavin sendiri dan Roni hanyalah perantara saja.


“Tapi tuan,, tuan besar bilang..” ucapan Roni seketika di hentikan oleh tangan kanan Gavin yang membentuk angka lima.


“Aku mohon kali ini aja kamu jangan ngikutin papi, dia bisa membuatku gila hanya untuk membuat aku peduli dengan pekerjaan.” Ucap Gavin.


Melihat atasannya merasa sangat putus asa membuat Roni akhirnya luluh dan memberikan Gavin kelonggaran dan mengijinkannya untuk pulang lebih dulu.


“Baiklah tuan, untuk hari ini saya akan memberikan kompensasi karena sepertinya ada hal penting yang harus anda lakukan.” Jelas Roni.


Mendengar persetujuan dari Roni membuat Gavin langsung memberikan ekspresi yang ceria sambil tersenyum bahagia.


“Seriusan?! Wah kamu memang yang terbaik Ron!!” seru Gavin yang langsung mencabut kembali hp yang baru dia charger dan segera berlari keluar ruangannya tanpa memperdulikan Roni.


Sedangkan Roni yang melihat atasannya bahagia bukan main itu hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.


“Sebenarnya siapa yang mau dia temui sampai sesenang itu?” gumam Roni yang segera merapihkan berkas-berkas yang ada di atas meja Gavin dan segera keluar dari ruangan.


Sedangkan Gavin yang senang segera menuju lift dan berlari di lobby perusahaannya yang saat itu sudah sepi karena memang sudah waktunya jam pulang.


Dengan segera Gavin menancap gas mobilnya menuju lokasi syuting Aneisha dengan perasaan senang yang tidak bisa di tutupi.


***


“Gimana? Udah jam setengah 11 tapi Gavin belum jemput loh Nei..” ucap Lita sambil melihat jam di tangannya.


“Tunggu sebentar lagi kak, pasti kak Gavin datang kok..” ucap Aneisha.


“Kamu udah hubungin dia? Yakin dia bakalan dateng? Cepetan telfon dulu!” ucap Lita.


“Aku udah telfon, tapi hpnya ga aktif kak.. Mungkin batrenya habis dia sibuk sampai ga bisa ngecharger.” Jelas Aneisha.


“Haduh Nei… Orang dia ga jelas gitu kok bisa-bisanya masih di tungguin, mungkin aja dia lagi sibuk ga bisa jemput dan ga bisa ngabarin.” Ucap Lita.


“Pliss kak,, tungguin ya, ya..” rengek Aneisha.


“Haah,, baiklah kita akan menunggu beberapa menit lagi!” tegas Lita.


Mendengar persetujuan Lita membuat hati Aneisha bahagia dan langsung tersenyum lebar.


Sedangkan petugas kebersihan yang ada di lokasi syuting tiba-tiba menghampiri mereka berdua.


“Kalian kenapa belum pulang? Hari sudah malam dan semuanya sudah pulang satu per satu, kalian berdua ini perempuan, ga baik kalau pulang berdua sendirian di tengah malam.” Ucap petugas tersebut.


“Eh maaf pak, kami lagi nunggu teman yang akan menjemput, sebentar lagi kami akan pulang setelah teman kami menjemput.” Jelas Aneisha.


“Baiklah, hati-hati karena sebentar lagi saya juga akan pulang.” Ucap petugas tersebut yang di balas anggukan oleh Aneisha dan Lita.

__ADS_1


__ADS_2