
Sesampainya di mall yang mereka tuju, Aneisha dengan ramahnya menggandeng tangan Alisa dan mengajaknya berkeliling berdua karena Aneska sudah merasa kelelahan dan ingin minum minuman dingin lebih dulu sebelum berkeliling, sedangkan Kanaya memutuskan untuk menemani Aneska beristirahat.
“Ayo Al kita harus segera bergegas mencari peralatan sekolahmu karena kalo ngikutin kak Anes dan kak Naya pasti bakal lama banget.” Ucap Aneisha.
“Yaampun kak pelan-pelan dong nanti kita jatoh.” Ucap Alisa.
Aneisha yang mendengar ucapan Alisa segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alisa yang berada di belakangnya.
“Sorry Al, aku terlalu semangat ya? Kamu tau? Aku itu udah dua hari sama sekarang tau ada di rumah sakit jadi aku udah bosen banget dan kangen sama mall.” Ucap Aneisha.
“Kan kak Anei bisa ke mall kapan aja setelah pulang dari rumah sakit.” Balas Alisa.
“Ga bisa Al, kalo Jody sudah keluar dari rumah sakit aku harus kembali syuting dan aku ga akan punya waktu untuk ke mall kayak gini.” Jelas Aneisha.
Mendengar kata syuting membuat Alisa ternganga, mulutnya bahkan terbuka lebar hingga lalatpun bisa masuk ke dalam mulutnya.
Dengan segera Aneisha menutup mulut Alisa dengan tangannya dan menatapnya dengan rasa penasaran.
“Awas lalat masuk kalo nganga begitu Al.” ucap Aneisha.
“Eh, maaf kak habisnya aku kaget kakak tadi ngomong apa? Syuting? Syuting apa kak?” tanya Alisa.
“Aku? Syuting sinetron, kamu bisa menyebutnya sinetron Al.. Aku juga baru kok di dunia perfilman jadi sudah pasti kamu ga tau aku.” Ucap Aneisha.
“Wah,, jadi kak Aneisha jadi artis dan akan muncul di tv? Aku pasti akan menonton sinetron atau film apapun yang kakak mainkan, jadi kakak harus memberiku banyak tanda tangan biar aku bisa memamerkannya kepada teman-temanku nanti.” Ucap Alisa yang terlalu senang hingga dirinya tidak sadar kalau mereka baru saja saling mengenal.
“Eh, ternyata kamu orang yang ceria sekali ya Al…” ucap Aneisha samba menahan tawa.
“Duh maaf kak aku keceplosan kan jadinya,, hehe..” ucap Alisa.
“Ga apa-apa, aku lebih suka kayak gitu kok kamu bisa jadi diri kamu sendir sama kami jangan sungkan.” Ucap Aneisha.
“Keluarga kakak bahagia sekali ya kak,, tidak seperti keluargaku yang menjadikan aku sebagai pembantu mereka padahal itu rumah orang tuaku.” Ucap Alisa.
__ADS_1
“Kata siapa? Emang kamu ga di ceritain sama kak Anes? Kalau semua milik orang tuaku bahkan perusahaan orang tuaku di ambil alih oleh pamanku dan mengusir kami dari rumah yang kami tinggali.” Jelas Aneisha.
“Terus tante Mala itu keluarga kakak juga? Dia orang yang sangat baik.” Ucap Alisa.
“Papa Bagas dan mama Mala adalah sahabat orang tua kandungku, saat di pemakaman dan pamanku mengusirku, kebetulan ada papa Bagas dan dia langsung menyuruh aku dan kak Anes tinggal bersamanya walaupun awalnya kak Anes menolah, tapi akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di sana.” Jelas Aneisha.
“Dan kak Anes? Kenapa tiba-tiba dia bisa menjadi menantu mereka?” tanya Alisa kembali.
“Sebenarnya ceritanya panjang sekali Al, intinya mereka menikah karena calon suami kak Anes saat di pernikahan tidak datang dan tidak ada kabar, jadi kak Elvan berkorban untuk kak Anes.” Jelas Aneisha.
“Kamu emang tidak bertemu dengan kak Elvan?” lanjutnya.
“Engga kak, kayaknya semua orang sudah berangkat saat aku ke sana.” Ucap Alisa yang di balas anggukan oleh Aneisha.
“Udah ah yuk kita cepetan cari keperluan sekolah kamu aja.” Ajak Aneisha yang kembali menggandeng tangan Alisa.
Alisa hanya tersenyum sambil mengikuti kemana Aneisha berlari, Alisa benar-benar bahagia karena bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat baik kepadanya.
Aneisha juga mengambil semua peralatan sekolah yang lucu-lucu untuk Alisa, dia tidak mendengarkan penolakan Alisa dan terus saja mengambil semua barang yang menurutnya lucu.
“Anak SMA juga kan manusia, emang salah kalo suka sama barang yang lucu kayak gini? Liat deh ini tuh imut banget sama kayak kamu Al.” ucap Aneisha sambil menunjukkan tempat pensil yang bergambar princess Ariel.
“Kalo banyak kayak gini aku ga mampu buat bayar kak…” ucap Alisa.
“Aku yang akan bayar semuanya Al kamu tenang aja ya,,” ucap Aneisha.
“Tapi kan kak, aku ga mau nyusahin kalian, aku juga punya uang kok ini ga seberapa sih aku ngambil dari uang tabunganku sebelum kabur kemarin.” Ucap Alisa sambil mengeluarkan dompet yang sudah terlihat ketinggalan jaman.
“Yaampun Al, kamu terakhir beli dompet itu kapan?” tanya Aneisha.
“Ini hadiah dari mamaku kak, mungkin waktu SD.” Jawab Alisa.
“Pantesan akuinget ini model yang sudah lama, tapi kalau pemberian dari orang yang kita sayang ya pasti berharga banget sih.” Ucap Aneisha.
__ADS_1
Alias hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala mendengar ucapan Aneisha.
“Kalau begitu, sekarang aku ingin memberimu dompet, ini adalah hadiah dariku untukmu jadi kamu hars menerimanya ya?” ucap Aneisha.
“Apa kak? Tapi dompet di sini mahal kak, aku gap antes menerimanya.” Ucap Alisa.
“Ga boleh bilang gitu, semu orang pantes kok menerima sesuatu yang mahal dan bagus, selama kamu tidak mencuri dan meminta kenapa tidak? Ayo, aku akan tunjukkan tempat jual dompet yang sangat aku sukai.” Ajak Aneisha sambil berjalan, sedangkan Alisa hanya mengikuti ke mana aneisha berjalan dengan semangat.
Sedang di lain tempat, Aneska dan Kanaya mulai berdiri dan mencari keberadaan Aneisha dan Alisa.
“Kemana anak-anak itu Nay?” tanya Aneska.
“Ga tau tuh kemana mereka, pasti udah banyak banget barang yang mereka beli deh.” Jawab Kanaya.
Aneska dan Kanaya terus berjalan sambil melihat-lihat dan juga mencari keberadaan Aneisha dan Alisa.
***
Braakkk!!!
“Apa?! Bukannya anakku harusnya bisa keluar setelah aku membayar rugi!?” tanya Alex dengan emosi karena sang putri tercinta tidak bisa keluar dari penjara walaupun dia sudah membayar banyak.
“Tuan anda bisa tenang dulu ya, saya akan mengusahakan kalau anak anda akan segera keuar dari penjara.” Ucap pengacara yang membela Belvina.
“Gimana aku bisa tenang di saat anakku sau-satunya harus berada di jeruji besi dan tidak bisa di keluarkan dengan uang jaminan hah?!” tanya Alex.
“Lagipula kenapa bisa ini terjadi? Bukankah selama membayar jaminan anakku bisa keluar?” lanjutnya.
“Nona Belvina selama berada di dalam penjara selalu mencari masalah dengan yang lain, nona Belvina selalu memulai pertengkaran tuan, bahkan penjaga penjara juga pernah dia kata-katain.” Jelas pengacaranya.
“Apa!? Ini semua karena para pe*acur kecil itu! Karena mereka anakku sampai berada di jeruji besi seperti ini!” ucap Alex.
“Tuan, saya akan meminta keringanan kembali lusa jadi anda bisa tenang dulu karena saya akan berusaha semaksimal mungkin.”
__ADS_1
“Tentu saja kamu harus berusaha maksimal karena aku membayarmu untuk membebaskan anakku bukan untuk bersantai!” ketus Alex dengan nada yang tinggi.
Begitu lah Alex, semenjak Belvina di penjara karena sudah mencampur obat di minuman Aneska, Alex menjadi tidak karuan, rasanya dia ingin menghancurkan Aneska dan Aneisha secara bersamaan dan tidak ingin keduanya bahagia di atas penderitaannya dan anaknya.