
Sepanjang perjalanan Aneska dan Elvan terusw saja terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun. Hingga akhirnya Elvan mengajak Aneska untuk makan siang lebih dulu.
"Kenapa berhenti di sini?" Tanya Aneska.
"Kita makan siang dulu, ayo turunlah." ucap Elvan yang turun dari mobil lebih dulu.
Elvan juga membukakan pintu mobil untuk Aneska dan membantunya untuk turun. Keduanya duduk di meja yang ada di pojok ruangan.
"Mau makan apa Nes?" Tanya Elvan.
"Ga tau kak."
Elvan segera memanggil pelayan dan meminta menu makanan yang ada di sana. Aneska melihat buku menu tersebut dan memesan banyak sekali makanan hingga membuat Elvan terkejut mendengarnya.
"Nes, kamu pesen banyak banget buat kamu sendiri apa sama aku?" Tanya Elvan dengan ragu.
"Buat aku sendiri lah kak, kak Elvan pesen sendiri lah." ketus Aneska.
Elvan hanya mengangguk-angguk dan menghela nafas panjang dengan pasrah. Elvan segera memesan satu menu makanan dan minuman dingin.
"Aneska makan sebanyak itu karena balas dendam padaku atau memang kelaparan?" batin Elvan sambil menatap wajah Aneska yang masih serius melihat buku menu yang ada di tangannya.
***
"Lepas! Kalau kamu tidak mau melepaskannya, aku akan menembakmu!!" teriak Aneisha dengan wajah yang berapi-api dan pistol di tangannya dengan tubuh di basahi oleh hujan.
"Oke cut!! Bagus Aneisha, ekspresi kamu sempurna!" ucap sutradara sambil bertepuk tangan.
"Terimakasih semuanya, terimakasih.." ucap Aneisha sambil membungkukkan badannya kepada semua kru pembuatan drama.
Dengan segera Lita menghampiri Aneisha dan memberikan handuk besar kepadanya.
__ADS_1
"Nih langsung keringin Nei, nanti kamu masuk angin." ucap Lita.
"Nanti aku pesenin teh hangat ya Nei." lanjutnya.
"Terimakasih Lita, kamu emang baik banget!" ucap Aneisha.
Aneisha mengambil pakaian gantinya dan segera berjalan ke ruang ganti. Aneisha kembali duduk di kursinya sambil memainkan hpnya.
"Aku telfon kak Elvan ah,, dia pasti kesepian deh." gumam Aneisha yang segera menelfon Elvan.
"Halo Nei.."
"Halo kak Elvan... Kakak lagi dimana? Anei udah selesai syuting nih ayo makan di luar." ajak Aneisha.
"Maaf Nei, kak Elvan masih diluar kota nih.. Nanti kakak bawain oleh-oleh aja ya, sekalian bawain kamu kejutan." ucap Elvan.
"Yah... Okedeh yang penting bawa oleh-oleh yang banyak gapapa kak hehe, kalo gitu udah dulu ya Anei mau makan dulu keluar." ucap Aneisha yang langsung mematikan telfonnya.
"Eh Anei, kamu mau kemana? Ini teh hangatnya." Ucap Lita yang baru saja menghampiri Aneisha.
"Aku bawa ya Lit, aku mau keluar dulu nyari makan, mau ikut?" Tanya Aneisha.
"Tentu saja aku ikut! Tapi kamu ga boleh keluar kayak begini."
"Kenapa? Emang baju aku ada yang salah?" Tanya Aneisha.
"Engga ada yang salah, tapi kamu harus pake ini sekarang karena wajahmu sudah bertebaran di mana-mana." ucap Lita sambil memberikan topi dan masker kepada Aneisha.
"Bertebaran? Emangnya aku ini sampah bertebaran?" ketus Aneisha.
"Udah jangan banyak ngomong! Pake aja."
__ADS_1
"Oke kan?" Tanya Aneisha.
"Oke! Kamu di apain juga tetep oke Nei!" puji Lita.
"Udah yuk!" ajak Lita sambil menggandeng tangan Aneisha.
Aneisha dan Lita berjalan keluar lokasi syuting untuk mencari makanan.
"Tunggu sini ya, aku keluarin mobil dulu." ucap Lita yang di balas anggukan oleh Aneisha.
Aneisha menunggu Lita sambil memainkan hpnya untuk melihat sosial medianya.
Ada banyak sekali pujian di foto yang dia upload di sosial media, ada juga yang menghujatnya, mengatakan kalau dirinya tidak pantas menjadi artis.
BRUKK!! Tiba-tiba saja ada seseorang yang tanpa sengaja menabrak Aneisha hingga membuat hpnya terjatuh.
"Aw!" teriak Aneisha.
"Sorry, sorry! Aku ga sengaja sorry ya." ucap seorang laki-laki yang membantu Aneisha mengambilkan hpnya.
Laki-laki itu melihat foto yang berada di layar hp Aneisha sebelum dirinya memberikannya kepada Aneisha.
"Wah, cantik sekali! Yang di layar hp kamu ini seorang model ya?" Tanya laki-laki tersebut.
"Kamu tidak mengenal siapa dia?"
"Tidak, memangnya aku harus mengenalnya?"
"Ah, t-tidak juga sih, dia artis baru pantas saja kamu tidak mengenalnya." ucap Aneisha.
__ADS_1
"Lagian aku juga baru sampai di Indonesia, kalau begitu aku permisi, sekali lagi maaf ya." ucap laki-laki tersebut lalu segera pergi meninggalkan Aneisha.