MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 106


__ADS_3

“Kapan kita bisa melihat ibu dan bayinya dok?” tanya Mala kepada dokter tersebut.


“Nanti ya, bayinya masih di bersihkan, setelah itu tuan Elvan bisa masuk untuk mengadzani anak-anaknya.” Ucap sang dokter.


“Baiklah dok terimakasih banyak ya..” ucap Mala yang di balas anggukan oleh dokter tersebut.


Setelah menjelaskan tentang kondisi Aneska dan ketiga bayinya, dokter tersebut segera masuk ke dalam ruang operasi kembali.


Sedangkan semua orang yang sejak tadi tegang menunggu kelahiran anak-anak Elvan sudah bisa bernafas lega.


“Selamat sayang, kamu sekarang sudah menjadi papi dan mama harap kamu akan menjadi papi yang baik dan bertanggun jawab.” Ucap Mala sambil mengelus punggung anak laki-lakinya.


Bagas tersenyum melihat interaksi Mala dan Elvan, lalu senyumnya hilang saat melihat Aneisha yang sedang menundukkan kepala dan menangis dalam diam.


“Kamu menangis Nei?” tanya Bagas.


“Hikss,, papa… Aku jadi aunty sekarang hikss,, hikss..” ucap Aneisha yang langsung mengeluarkan suara tangisnya yang dia tahan.


Bagas hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu menghampiri Aneisha dan memeuk tubuh anak perempuannya itu.


“Kenapa kamu menanis Nei? Kamu harusnya bahagia bukan? Sekarang kamu memiliki tiga keponakan yang sangat menggemaskan.” Ucap Bagas.


“Hikss,, hikss,, Aneisha ga nyangka aja kalo ternyata waktu cepet banget berlalu pa,, baru kemarin aku dan Anes bertemu papa dan mama, rasanya baru kemarin hidupku dan kak Anes hancur karena kehilangan orang tua kandung kami, tapi sekarang kak Anes sudah menjadi seorang mami..” ucap Aneisha.


“Sudahlah jangan bersedih lagi, kita sekarang harus bahagia karena sudah memiliki anggota keluarga baru dan sekarang rumah papa akan semakin ramai.” Ucap Bagas.


Aneisha hanya menganggukkan kepala, tersenyum sambil menghapus air matanya yang membasahi pipinya.


“Evano, Daniel, kalian berdua harus kembali bekerja sekarang karena semua sudah baik-baik saja.” Ucap elvan kepada saudara sepupunya itu.


“Tapi kak, aku juga mau melihat keponakanku.” Ucap Evano.


“Nanti saja pulang kerja Van, kamu juga ga akan bisa masuk sekarang karena masih banyak yang harus di lakukan kepada anak-anakku.” Ucap Elvan.


“Iya Elvan benar Vano, kamu balik kerja aja dulu dan kembali lagi setelah pulang kerja.” Sambung Bagas.


“Hem, baiklah kalau begitu aku dan kak Daniel pergi dulu ya, congratulation ya kak atas kelahiran anak-anakmu.” Ucap Evano dengan tulus.

__ADS_1


“Terimakasih Van, kamu segera miliki kekasih dan menikah sebelum mamimu menjodohkanmu lagi.” Ucap Elvan.


“Cih aku tidak mau di jodohkan lagi seperti dulu! Aku juga udah punya incaran tapi sayangnya dia suka kabur-kaburan.” Ucap Evano sambil melirik Kanaya.


“Ya di kejar dong tuan putrinya, kayak aku yang ngejar Aneska kayak dulu.” Ucap Elvan menyemangati adik sepupunya.


“Kemarin aku masih sibuk jadi tidak bisa mengejarnya, setelah semua pekerjaan selesai nanti aku akan mengejarnya sampai dapat!” tegas Evano.


Kanaya yang mendengar ucapan Evano seketika merinding dan menatap tajam ke arah Evano.


“Nay, Gavin, Jody, Alisa kalian juga sebaiknya pulang dan kembali bekerja.” Ucap Elvan kepada Kanaya, Gavin dan Jody.


“Ya mereka lebih baik pulang saja.” Sambung Aneisha.


“Kamu juga Nei! Kamu ada jadwal syuting nanti siang jadi kamu juga harus ikut Jody ke lokasi syuting.” Ucap Elvan.


Aneisha yang mendengar ucapan Elvan hanya bisa menatap wajah kakak iparnya itu dengan tatapan memelas dan memohon untuk membiarkannya tetap di rumah sakit.


“No Anei! Kamu harus segera bekerja juga!” tegas Elvan.


Jody dengan sigap merangkul leher Aneisha secara tiba-tiba dan membuat Aneisha terkejut.


“Ah mama, papa… Help me..” ucap Aneisha yang melihat ke belakang memohon pertolongan orang tuanya.


Namun Bagas dan Mala hanya menggelengkan kepala sambil tertawa melihat tingkah lucu anak angkatnya itu.


Sedangkan Gavin yang melihat kedekatan antara Jody dan Aneisha hanya bisa tersenyum walaupun hatinya merasakan sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan.


Alisa yang menyadari hal itu langsung mendekati Gavin dan tiba-tiba merangkul lengan Gavin dan membuat Gavin yang awalnya melihat ke arah Aneisha dan Jody mengalihkan pandangannya ke Alisa.


“Kak Gavin ayo kita pulang ke apartment aja, kakak sama kak Naya pasti capek kan baru kembali ke sini lagi.” Ucap Alisa dengan manjanya.


Gavin yang memang hanya menganggap Alisa sebagai adiknya sendiri itu langsung tersenyum sambil mengelus rambut Alisa dengan lembut.


“Ayo kita kembali, kak Nay, ayo pulang.” Ajak Gavin kepada kakaknya.


Kanaya hanya menanggukkan kepala, meminta ijin kepada Bagas, Mala dan Elvan, lalu menatap tajam ke arah Evano sambil berjalan melewatinya.

__ADS_1


Evano dan Daniel juga memutuskan untuk kembali ke perusahaan dan kembali bekerja sesuai dengan perintah yang di berikan Elvan.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya perawat keluar dari ruang operasi dan menyuruh Elvan untuk masuk ke dalam ruang operasi.


“Tuan Elvan, silahkan masuk ke dalam untuk menadzani anak-anak tuan..” ucap perawat tersebut.


Dengan segera Elvan beranjak dari tempat duduknya dan segera masuk ke dalam ruangan, namun sebelum masuk ke ruangan operasi Elvan harus mensterilkan tubuhnya agar tidak ada kuman yang menempel di tubuh Elvan yang


nantinya akan mempengaruhi kesehatan anak-anaknya.


Setelah semuanya steril, Elvan dengan antusias masuk ke dalam ruang operasi dan melihat Aneska yang sedang menatap ke tiga incubator yang ada di sebelahnya sambil meneteskan air mata bahagianya.


“Sayang..” panggil Elvan sambil memegang pipi Aneska dengan lembut.


“Mas, anak-anak kita sudah lahir dengan sehat tanpa kekurangan satu apapun.” Ucap Aneska.


“Hmm,, aku tau sayang, terimakasih banyak karena sudah berjuang melahirkan malaikat-malaikat lucu kita sayang..” ucap Elvan yang berkali-kali menciumi wajah Aneska.


“Tuan, silahkan..” ucap perawat tersebut sambil menunjuk ke arah tiga bayinya.


Elvan menganggukkan kepalanya lalu segera mengadzani satu per satu anak-anaknya dengan air mata yang terbendung di kedua matanya.


“Anak-anak anda sangat tampan dan cantik tuan, wajah mereka perpaduan dari anda dan istri anda.” Ucap salah satu perawat yang ada di sana.


“Iya, mereka memang sangat tampan dan cantik.” Balas Elvan.


Setelah selesai mengadzani anak-anaknya, para perawat membawa anak-anak Elvan ke ruangan yang akan di tempati oleh Aneska selama berada di rumah sakit.


Elvan membantu perawat untuk mendorong tempat tidur Aneska dan membawanya ke ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh Elvan.


Bagas dan Mala yang melihat Aneska keluar dari ruang operasi segera mengikuti kemana Aneska di dorong, sampai akhirnya mereka sampai di ruangan VVIP yang menyediakan fasilitas yang terbaik dan terlengkap di rumah


sakit tersebut.


“Silahkan menikmati layanan VVIP kami tuan, nyonya, kami juga akan memberikan pemeriksaan terbaik untuk ibu dan anak-anaknya.” Ucap dokter yang menangani Aneska.


“Lakukan apapun yan terbaik untuk menantu saya dok, saya tidak perduli dengan biaya atau apapun, yang penting menantu dan cucu-cucu saya sehat.” Ucap Bagas.

__ADS_1


“Baiklah tuan kalau begitu saya permisi dulu, silahkan berbincang-bincang dengan pasien dan bayi-bayinya.” Pamit dokter tersebut yang di balas anggukan oleh semuanya.


__ADS_2