
"CHERRY CUKUP!" bentak Bagas hingga membuat semua orang terkejut.
Selama hidupnya, Bagas tidak pernah membentak Cherry, selama ini jika Cherry berbuat salah Bagas hanya memberitahunya atau bernada tinggi sedikit tidak pernah membentaknya seperti ini.
"Kamu membentakku kak? Karena dia?" Tanya Cherry.
"Apa aku dan orang tua kita pernah mengajari kita merendahkan orang lain hah!"
"Aku mengatakan yang sebenarnya kak."
"Sudah aku mohon berhentilah kalian berdua! Ada anak-anak di sini, jangan bertengkar seperti ini!" tegas Mala.
"Om, tante, maaf jika karena aku kalian jadi bertengkar seperti ini." ucap Kanaya.
"Nay, ini bukan salahmu!" ucap Evano.
"Ya, ini adalah salahmu!" sambung Mala.
"Mami diam!"
"Lihat bukan? Kamu jadi melawan sama mami karena dia!"
"Cukup mami! Ini adalah kesalahan Evano, aku yang menyuruhnya untuk berpura-pura menjadi kekasihku!" ucap Evano yang membuat semua orang terkejut.
"Apa maksudmu Evano? Berpura-pura?" Tanya Elvan.
"Kak dengarkan dulu penjelasanku."
"Kamu diam Evano! Biarkan Kanaya yang menceritakan semuanya." tegas Elvan.
Mendengar ucapan Elvan membuat Evano terdiam, sedangkan Kanaya menjelaskan semuanya dari awal pertemuan mereka.
Mendengar penjelasan Kanaya membuat Elvan dan yang lainnya terkejut.
"Apa!?" teriak Cherry sambil menatap tajam ke arah Evano.
"Jangan memarahinya tante, jika aku jadi Evano aku juga akan melakukan hal yang sama, jaman sekarang sudah tidak ada perjodohan tante, mungkin kalau Evano itu aku, aku pasti sudah kabur dari rumah." Ucap Kanaya yang mencegah Cherry memarahi Evano.
"Dan tante tenang saja, aku juga tidak menyukainya jadi tante tidak perlu khawatir tentang hal itu." ucap Kanaya.
"Ini semua berarti karena kamu Evano! Papa dan aunty Cherry sampai berdebat karena dirimu!" ketus Elvan.
"Kak sudah jangan ikutan emosi.."
"Jangan membelanya untuk saat ini Aneska! Lebih baik kamu ajak Aneisha dan Kanaya ke kamarmu." tegas Elvan.
Aneska yang tidak mau berdebat akhirnya mengajak sahabat dan adiknya untuk pergi ke kamarnya.
"Apa tidak masalah membiarkan mereka di sana Nes?" Tanya Kanaya.
"Tidak masalah, sudahlah kita ke kamarku saja! Aku juga mau ganti baju nih." ucap Aneska.
Setelah mengganti pakaiannya, Aneska dan yang lainnya duduk di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Kenapa semuanya jadi rumit begini sih?" Tanya Kanaya
"Entahlah, biarkan Evano bertanggung jawab! Dia itu seringkali melakukan hal-hal yang salah tapi lari begitu saja!"
"Biarkan Kita lihat apakah dia sudah dewasa atau belum." lanjut Aneska.
"Lagian kak Naya kenapa mau sih jadi pacar boongan kak Elvan?" Tanya Aneisha.
"Itu semua tidak terduga dan tidak di rencanakan Nei! Aku juga ga tau kenapa tiba-tiba dia merangkulku dan mengatakan kalau aku adalah kekasihnya."
"Sudah jangan berdebat, lebih baik Aneisha kamu keluar dan menguping pembicaraan mereka." perintah Aneska.
"Hah? Apa kak!? Ih ga mau ah!"
"Kenapa ga mau?"
"Nanti kuping Aneisha jadi panjang!"
"Hah? kata siapa!?"
"Kak Anes ga inget, dulu mama bilang kalau kita sering nguping pembicaraan orang dewasa, kupingku jadi panjang!" ucap Aneisha.
Mendengar hal itu membuat Aneska dan Kanaya saling menatap satu sama lain karena merasa aneh dengan ucapan Aneisha.
"Emang mama pernah bilang gitu?" Tanya Aneska.
"Iya kak, mama pernah mengatakannya kepadaku!" tegas Aneisha.
"Engga Nei, kamu fikir kamu pinokio? Sana nguping dulu dengarkan apa yang mereka bicarakan." ucap Aneska.
"Apa ga masalah membiarkannya menguping?" Tanya Kanaya
"Tidak masalah tentu saja!" balas Aneska.
***
Di bawah, Evano habis-habisan di marahin oleh Cherry dan Elvan karena sudah melakukan hal yang salah.
"Maaf, aku minta maaf karena sudah melakukan kesalahan." ucap Evano
"Kamu bukan hanya harus meminta maaf kepada kami, tapi kamu juga harus meminta maaf kepada Kanaya! Karena dia sudah menerima makian dan hinaan dari aunty Cherry!" ketus Elvan.
"Iya kak, aku pasti akan meminta maaf kepada Kanaya."
Setelah masalah selesai, Bagas, Mala, Elvan, Cherry dan Evano meminta maaf dengan tulus kepada Kanaya karena semua sikap yang harus di terima oleh Kanaya.
Tentu saja Kanaya memaafkan semuanya karena memang sejak awal dia tidak pernah memasukkan ke dalam hati ucapan Cherry.
"Kalau begitu Kanaya pulang dulu om, tante.." pamit Kanaya.
"Aku akan mengantarmu." ucap Evano.
"Iya, biarkan Evano mengantarmu sebagai penebus kesalahannya." ucap Elvan.
__ADS_1
Dengan sedikit ragu, akhirnya Kanaya menganggukkan kepalanya menandakan setuju
Awalnya Kanaya mau menolak dan meminta jemput oleh Gavin, tapi Kanaya yakin kalau Gavin tidak akan bisa menjemputnya karena sedang berkuliah.
Akhirnya dengan terpaksa dia mengiyakan tawaran Evano untuk mengantarnya sampai ke apartment.
Selama di perjalanan, mereka berdua tidak mengatakan apapun, Evano tidak berbicara karena merasa bersalah sedangkan Kanaya sudah malas berbicara dengan Evano.
Hingga sampailah mereka berdua di apartment milik Kanaya.
"Terimakasih sudah mengantarku." ucap Kanaya yang langsung keluar dari mobil.
"Tunggu Nay!" teriak Evano yang membuat Kanaya kembali menoleh ke dalam mobil.
"Sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuatmu mengalami hal seperti ini, aku juga minta maaf atas ucapan mamiku kepadamu." ucap Evano.
"Tapi percayalah, mami sebenarnya orang yang baik, entah kenapa dia berbicara seperti tadi kepadamu." lanjut Evano.
"Aku tau mamimu adalah orang yang baik, dia seperti itu karena takut kalau anak kesayangannya memilih wanita yang salah." ucap Kanaya sambil tersenyum kepada Evano.
senyuman Kanaya membuat hati Evano tenang dan merasa hangat.
"Apa kamu mau menjadi kekasihku?" Tanya Evano spontan membuat Kanaya terkejut bukan main.
"Engga! Kamu lupa kalau mamimu sangat menentangku? Lagipula sejak awal aku tidak menyukaimu!" ucap Kanaya yang langsung menutup pintu mobil dengan kencang dan berjalan masuk ke dalam apartment.
"Apa dia sudah gila!? Aku tidak akan mau menjadi kekasihnya!" gumam Kanaya sambil berjalan ke dalam apartment.
Setelah masuk ke dalam apartmentnya, Kanaya langsung mendapatkan telfon dari papanya yang membuatnya malas.
Kanaya tidak mengangkat telfonnya tapi papanya terus saja menghubunginya, akhirnya dengan terpaksa dia mengangkat telfonnya.
"Mau apa lagi sih pa?" ucap Kanaya dengan malas.
"Naya, sayang.." ucap seorang wanita dengan nada yang khawatir.
"Mama? Ma ada apa ma?" Tanya Kanaya.
"Papa kamu Nay hikss,, papa kamu masuk rumah sakit, tiba-tiba kesehatannya menurun.." ucap mama Kanaya.
"Tenanglah ma, jangan panik begitu! Kalau begitu aku dan Gavin akan kesana ya ma."
"Tidak Naya, mama mau meminta bantuanmu untuk bertemu dengan client papamu di Indonesia."
"Ma, bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak mau mengurus perusahaan."
"Hanya kali ini Naya, Gavin masih kuliah tidak mungkin kami menyuruhnya karena rekan bisnis akan menganggap kalau kita meremehkannya, lebih baik kamu yang pergi."
"Tapi ma..."
"Tolong ya sayang, besok pagi jam 10 pagi semangat..." ucap mama Kanaya yang langsung mematikan telfonnya.
Kanaya kesal karena mamanya mematikan telfon begitu saja.
__ADS_1
"Cih! Selalu saja seenaknya!" ketus Kanaya lalu melempar hpnya ke atas tempat tidurnya.