
"Papa! Mama!" teriak Elvan sambil berlari masuk ke dalam rumah.
"Berani sekali kamu masuk ke dalam rumah dengan wajah seperti itu Elvan!" ketus Bagas dengan wajah tidak bersahabat.
"Pa, Elvan mohon maafkan Elvan.. Elvan punya kabar baik untuk kalian berdua." ucap Elvan.
"Kabar baik apa yang bisa kamu berikan kepada kami hah!?" ketus Bagas.
"Pa sudahlah biarkan Elvan bicara dulu.. Bicaralah Elvan, ada kabar baik apa?" Tanya Mala.
"Aku sudah menemukan Aneska! Bukan, Aneska menghubungiku dan mengatakan dimana dia berada." ucap Elvan.
Bagas dan Mala terkejut, mereka langsung menoleh ke arah Elvan dengan tatapan tidak percaya.
"Benarkah!?" Tanya Bagas.
"Benar pa! Aneska sendiri yang menghubungi Elvan."
"Lalu dimana dia? Kita harus segera menjemputnya!" ucap Bagas.
"Papa! Biarkan Elvan sendiri yang menjemput Aneska." sambung Mala.
Awalnya Bagas ragu, namun akhirnya dia menganggukkan kepalanya mengiyakan saran dari istrinya.
"Terimakasih ya pa, karena sudah mengijinkanku menjemput Aneska." ucap Elvan.
"Jangan berterimakasih! Aneska adalah istrimu masa iya papa yang jemput!" sahut Mala.
Elvan hanya tersenyum lalu segera pergi meninggalkan rumah orang tuanya.
__ADS_1
Elvan tidak perlu bertanya dimana rumah Irma kepada Kanaya, karena Aneska sudah memberitahu Elvan.
Elvan segera melajukan mobilnya ke kota tempat tuan putrinya berada, walaupun harus menempuh perjalanan 24 jam lebih, Elvan tidak masalah jika untuk Aneska.
"Aku akan mengejarmu, tuan putriku.." gumam Elvan dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
***
Sehari berlalu, Aneska sedang sibuk menata pakaiannya karena Elvan akan segera datang untuk menjemputnya.
"Entah kenapa, kemarin-kemarin aku sangat membencinya, tapi sekarang aku senang sekali akan bertemu dengannya." gumam Aneska sambil memasukkan pakaian ke dalam kopernya.
"Aneska, kamu sudah menghubungi suamimu?" Tanya Irma yang sudah masuk ke dalam kamar Aneska.
"Iya te, ini Anes lagi packing karena sebentar lagi pasti kak Elvan sampai." ucap Aneska.
"Syukurlah kalau ternyata kamu sudah mau berlapang dada memaafkannya." ucap Irma.
"Tante, terimakasih banyak karena sudah mau menampung Anes di sini, terimakasih karena sudah mau menjadi tante Anes dan mengajarkan banyak hal kepada Anes." ucap Aneska.
"Duh kenapa kamu bicara seperti itu? Kamu akan membuat tante bersedih tau!" ketus Irma.
"Ah tante... Aku akan sering-sering datang kemari nanti.." ucap Aneska sambil memeluk erat tubuh Irma.
"Awas kalo bohong ya! Setelah melahirkan, sering-seringlah bawa anakmu kemari." ucap Irma.
"Siap boss!!" tegas Aneska.
Drrtt,, drrtt..
__ADS_1
Telfon Aneska berdering, dia segera melihat siapa yang menelfonnya dan segera mengangkat telfon tersebut.
"Halo kak Elvan dimana?" Tanya Aneska.
"Aku sudah sampai di pusat kota, kamu kirimkan lokasinya ya biar aku mengikutinya." ucap Elvan.
Dengan segera Aneska mematikan telfonnya dan segera mengirimkan lokasinya kepada Elvan.
Beberapa menit kemudian akhirnya Elvan sampai di rumah Irma. Elvan turun dari mobilnya dan mengetuk pintu rumahnya.
"Eh, ini Elvan ya? Masuklah, Aneska sedang merapihkan barang-barangnya." ucap Irma dengan ramah menyuruh Elvan masuk ke dalam rumahnya.
"P-permisi ya tante.." ucap Elvan sambil berjalan masuk ke dalam ruang tamu dan duduk di kursi yang ada di sana.
Elvan melihat sekeliling ruang tamu dengan seksama, dia melihat interior yang sederhana namun masih terlihat berkelas. Elvan juga melihat bingkai foto berukuran besar tertempel di tembok tepat di hadapannya.
Sebuah foto keluarga yang sangat bahagia, suami, istri dan anaknya.
"Itu mungkin suami dan anaknya.. Tapi kemana mereka?" gumam Elvan sambil kembali melihat ke sekelilingnya.
Tidak lama kemudian, Aneska dan Irma keluar dari kamar dan berjalan menghampiri Elvan.
Melihat Aneska yang terlihat semakin cantik itu membuat Elvan terpaku di tempatnya, dia berdiri untuk menyambut istrinya kembali, tapi siapa sangka kalau ternyata Aneska langsung berlari memeluk tubuh Elvan.
Jujur saja perasaan Elvan saat itu benar-benar bercampur aduk, Elvan senang sekaligus terkejut dengan apa yang dilakukan Aneska saat ini.
Aneska yang merasa tidak ada balasan dari Elvan langsung melepaskan tangannya, namun belum saja melepaskan pelukannya Elvan tiba-tiba membalas pelukan dari Aneska.
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu tuan putriku..." ucap Elvan dengan lirih hingga dirinya meneteskan air mata.
Irma yang melihat pemandangan harmonis di hadapannya langsung tersenyum senang.