MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 32


__ADS_3

Makan siang pun tiba, sesuai perjanjian Kanaya datang ke perusahaan Elvan untuk makan siang bersama dengan Aneska.


Kanaya yang sudah berada di perusahaan Elvan langsung memasuki lobby dan berjalan ke arah sofa yang ada di sana karena dia tidak mungkin masuk begitu saja ke perusahaan orang, mungkin kalau di perusahaan papa Aneska dulu dia sering sekali keluar masuk seenaknya.


Kanaya segera menghubungi Aneska dan mengatakan kalau dia sudah berada di perusahaan, setelah itu Kanaya kembali menaruh hpnya di dalam tasnya dan menunggu Aneska di sana.


Saat sedang menunggu Aneska, tiba-tiba saja Evano melewati Kanaya yang sedang duduk di sofa, Evano yang mengenal Kanaya langsung berbalik dan menghampiri Kanaya.


“Hai cantik, kita bertemu lagi! Aku bilang bukan kalau kita ini memang jodoh.” Ucap Evano yang membuat Kanaya melihat ke asal suara.


“Kamu? Sedang apa kamu di sini!?” ketus Kanaya dengan tatapan tidak suka.


“Lalu kamu? Sedang apa kamu di sini?” balas Evano.


“Bukan urusanmu!” ketus Kanaya.


“Naya!!” teriak Aneska yang sedang berjalan ke arah Kanaya.


Aneska tidak melihat Evano karena saat itu Evano mengarah ke arah Kanaya jadi Aneska tidak bisa melihat wajah Evano, namun saat Aneska menoleh ke arah Evano Aneska langsung membuka matanya lebar-lebar.


“Evano? Kamu sudah di sini ternyata, padahal aku nyariin kamu dari tadi.” ucap Aneska.


“Hah? Maksudnya apa Nes?”


“Ya katanya kamu mau kenal Kanaya, jadi aku nyariin kamu karena Kanaya sudah berada di sini, dan ternyata kamu ada di sini sekarang.”


Evano dan Kanaya sama-sama terdiam dan mencerna ucapan Aneska dengan baik, setelah mereka mencerna kata-kata Aneska tiba-tiba saja mereka berdua membuka mata lebar-lebar dan saling menatap satu sama lain.


“J-jadi dia Kanaya?” tanya Evano.


“Jadi dia Evano mantan kamu yang selingkuh itu?!” tanya Kanaya.


“Kalian berdua sudah saling mengenal?” tanya Aneska.


“Duh,, kenapa kita jadi saling tanya begini sih!” ucap Aneska sambil menggelengkan kepalanya karena bingung.


“Oke aku akan mengenalkan kalian berdua, Nay ini Evano mantan yang sekarang mejadi temanku, Vano ini Kanaya sahabat baikku yang sering sekali aku ceritakan padamu.” Ucap Aneska.


“Wah, ternyata kita benar-benar berjodoh ya.” ucap Evano dengan semangat.


Mendengar hal itu membuat Aneska langsung menjitak kepala Evano hingga membuatnya kesakitan.

__ADS_1


“Aw! Kamu kenapa jitak aku Nes!?”


“Ngimpi aja dulu sana! Aku ga mau sahabatku mendapatkan laki-laki buaya buntung sepertimu!” ketus Aneska.


“Buaya buntung itu setia kalau sudah menemukan pujaan hatinya tau! Begitu juga aku yang setia kalau sudah mendapatkan Kanaya.” Gombal Evano sambil menatap ke arah Kanaya dengan penuh harap.


“Orang gila!” ketus Kanaya.


“Sudahlah Nay, ayo kita ke kantin sekarang aku sudah lapar sekali! Jangan dengarkan buaya buntung ini.” ucap Aneska sambil mengulurkan tangannya.


Dengan segera Kanaya merangkul lengan sahabatnya itu dan berjalan ke arah kantin, sedangkan Evano mengikuti mereka dari belakang.


“Hei tunggu aku!” teriak Evano.


***


Di kediaman Bagaskara, semua orang sedang berkumpul karena ingin menyambut seseorang yang menurut mereka sangat special.


“Sebenarnya siapa yang akan datang sampai aku tidak boleh ikut kelas kak?” tanya Aneisha kepada Elvan.


“Auntyku akan datang, dan dia juga akan menjadi aunty kamu dan Aneska itulah kenapa papa menyuruh kalian tidak melakukan kegiatan apapun.” Jelas Elvan yang di balas anggukan oleh Aneska.


“Oh iya kemana Aneska?” tanya Elvan.


Mendengar hal itu membuat Elvan tidak percaya dan hanya menggelengkan kepalanya.


Tidak lama kemudian, Evano menuruni tangga dan berkumpul dengan yang lainnya membuat semua orang melihat ke arahnya.


“Lihatlah, dia juga kesiangan ck,ck,ck” ucap Elvan.


“Untung saja dia dan kak Anes sudah putus, kalau belum mungkin aku tidak akan setuju karena mereka akan menjadi pasangan kesiangan.” Ucap Aneisha dengan polosnya.


Elvan yang mendengar hal itu langsung tertawa karena menurutnya ucapan polos Aneisha sangat lucu, dia mengacak-acak rambut Aneisha membuat Aneisha melihatnya secara tajam karena sudah merusak rambutnya.


“Kalau sama Kevin kamu setuju?” tanya Elvan.


“Em,, sepertinya kak Kevin orang baik, dia juga bertanggung jawab setelah menabrakku jadi sepertinya dia akan menjadi pasangan yang sempurna untuk kakakku.” Ucap Aneisha.


“Hm, kamu benar! Kevin memang orang baik dan cocok untuk Aneska.” Balas Elvan.


“Tapi kak Elvan tetap yang terbaik, kalau kak Elvan ada banyak aku pasti akan pesan satu!” ucap Aneisha sambil merangkul lengan Elvan dengan manja.

__ADS_1


Elvan tersenyum mendengar ucapan Aneisha, entah perasaan apa yang dia rasakan saat mengucapkan kalau Kevin cocok untuk Aneska.


Tidak lama setelah Evano turun, Aneska juga menuruni tangga dan berdiri di dekan Elvan dan Aneisha, dia sudah tau kalau mereka akan menyambut kedatangan mami Evano tapi Aneska sedikit gugup karena mami Evano sudah pernah melihatnya beberapa kali karena dulu Evano pernah membawanya ke rumah.


“Kak Anes! Kakak kan mantannya kak Evano, berarti kakak mengenal maminya kak Evano dong?” tanya Aneisha.


“Pernah, beberapa kali aku bertemu dengannya di rumah mereka yang ada di Indonesia, tapi ga tau deh maminya masih mengenalku atau tidak.” Ucap Aneska.


Tidak lama kemudian, ada mobil sport keluaran terbaru yang terparkir di depan pintu rumah Bagaskara.


“Hah,, tante Cherry memang tidak berubah, dia masih menyukai barang-barang mahal.” Gumam Aneska yang masih bisa di dengar oleh Elvan.


“Kamu sangat mengenal aunty Cherry ya Nes.” Bisiknya.


“Hm, kurang lebih begitulah kak, tapi tante Cherry baik sekali padaku dulu.” Balasnya.


Saat masuk ke dalam rumah, Cherry langsung membuat keributan dengan suaranya yang cempreng itu, dia berteriak dan berlari memeluk Bagas dan Mala secara bergantian, dia juga memeluk anak kesayangannya dan juga keponakan kesayangannya.


“Waduh siapa gadis cantik ini.” ucap Cherry sambil memegang dagu Aneisha dengan lembut.


“Dia anak sahabat mas Bagas yang kami angkat menjadi anak kami Cher, namanya Aneisha.” Ucap Mala.


“Wah, akhirnya aku memiliki keponakan sekaligus anak perempuan sekarang..” ucap Cherry sambil memeluk tubuh Aneisha.


“Selamat datang di keluarga kami ya sayang, aunty akan sering mengajakmu berbelanja nanti.” Ucap Cherry yang di balas senyuman oleh Aneisha.


Setelah fokus kepada Aneisha, pandangan Cerry mengarah ke arah Aneska yang berdiri di belakang Aneisha.


“A-Aneska kan? Kamu Aneska kan?” tanya Cherry sambil membolak-balik tubuh Aneska.


“Yaampun mami, jangan begitu nanti Aneska pusing!” tegur Evano.


“Hai tante, sudah lama tidak bertemu tante semakin cantik saja.” puji Aneska.


“Yaampun sayang, kamu semakin cantik sekarang! Kamu dan Evano balikan? Syukurlah aku senang sekali kalian kembali bersama.” ucap Cherry sambil memeluk tubuh Aneska.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Cherry, Cherry sudah sangat bersemangat dengan hubungan Aneska dan Evano.


“Ehem! Tante, Aneska dan Evano tidak kembali bersama, Aneska adalah kakak Aneisha dan menjadi anak angkat papa Bagas dan mama Mala juga.” Jelas Aneska.


“Apa?! Benarkah itu? Kenapa dunia ini sempit sekali? Padahal aku sudah berharap sekali.” ucap Cherry dengan wajah yang kecewa.

__ADS_1


“Mami tenang saja, Evano sedang mengejar pujaan hati Evano sekarang! Evano akan segera memberikan mami menantu yang cantik!” sahut Evano dengan semangat.


“Cih, kamu selalu bermain dengan wanita sana sini jadi mami tidak akan mempercayainya!” ketus Cherry yang membuat semua orang yang ada di sana tertawa.


__ADS_2