MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 98


__ADS_3

Waktu berlalu sudah 8 bulan, namun Alex masih belum bisa mengeluarkan anak kesayangannya dari penjara dan itu membuatnya frustasi.


“Tuan, kami akan membebaskan nona Belvina bagaimanapun caranya!” tegas salah satu pengacara yang saat itu berjajar di hadapan Alex.


“Aku tidak membutuhkan janji, aku mau anakku keluar dari tempat yang hina itu secepatnya!” bentak Alex.


“Baik tuan!” ucap para pengacaranya yang langsung berjalan keluar dari ruangan Alex.


Alex yang sedang duduk di kursi kerjanya hanya bisa melamun memikirkan rencana untuk menghancurkan Aneska dan Aneisha.


“Sepertinya aku harus menjual perusahaan ini dan membuat perusahaan baru untuk membuat dua pe*acur itu hancur!” gumam Alex dengan senyum sinisnya.


Di sisi lain, Aneska yang kandungannya sudah 8 bulan sedang menunggu kelahiran tiga anak kembar mereka.


Hari ini adalah hari di mana Aneska harus periksa kandungan, namun Elvan tidak bisa ikut bersama Aneska ke rumah sakit karena ada pekerjaan yang sangat mendadak dan dia harus pergi ke luar kota.


“Kamu ini gimana sih Elvan! Istri kamu lagi mau periksa keadaan anak-anak kamu, tapi kamu malah pergi!” ketus Mala yang kesal dengan anak laki-lakinya.


“Maaf ma, aku juga udah minta maaf sama Aneska kalo aku harus ke luar kota ma..” ucap Elvan.


“Percuma, Aneska ga butuh maaf! Kamu ini bos Elvan, kamu bisa menyuruh bawahan kamu buat ngurus semua pekerjaan kamu.” ucap Mala.


“Mama tau kan kalau asisten pribadi aku minta resign karena istrinya sedang sakit parah dan tidak ada yang merawatnya, aku juga sedang mencari orang untuk menggantinya.” Jelas Elvan.


“Tapi…” kata-kata Mala terpotong karena Aneska mulai berbicara.


“Ma,, sudahlah jangan marah-marah lagi, sebelumnya kak Elvan emang udah bilang kok sama Aneska kalau dia harus ke luar kota dan menyuruh Aneska mengganti jadwal pemeriksaan, tapi Anes ga mau.” Sambung Aneska.


“Hah, terserah kalian deh! Pokoknya mama mau Elvan segera mencari asisten baru dan hal seperti ini tidak akan terulang kembali!” tegas Mala yang langsung mengambil tasnya dan berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah.


Elvan hanya menghela nafas panjang melihat mamanya pergi sambil mengoceh sepanjang jalan sampai ke mobil.


“Maaf sayang..” ucap Elvan sambil mendekati Aneska dan membelai rambut panjangnya.


Yap, selama 8 bulan ini hubungan antara Aneska dan Elvan semakin dekat dan semakin baik, Aneska sudah mulai membuka hati untuk Elvan dan keduanya menjadi pasangan yang sangat harmonis.


“Hm, tidak apa-apa kak lagian kan ada mama juga yang nganter aku.” Ucap Aneska sambil tersenyum ke arah suaminya.


“Tapi mama udah marah-marah sama aku gitu.” Ucap Elvan.


“Udahlah kak jangan di pikirin, mama kan emang gitu semenjak kehamilanku semakin besar mama semakin protektif sama aku.” Jelas Aneska.

__ADS_1


Mendengar ucapan Aneska membuat Elvan menganggukkan kepala sambil tersenyum ke arah Aneska.


“Lain kali jangan panggil aku kak lagi! Panggil aku mas atau sayang.” Ucap Elvan.


“Hm, aku masih suka lupa sayang…” ucap Aneska dengan manjanya.


Ucapan Aneska membuat Elvan gemas dan segera mendekati wajah Aneska untuk menciumnya, namun usahanya gagal karena suara mamanya yang berasal dari luar.


“Aneska!!” teriak Mala dari dalam mobil membuat Elvan dan Aneska terkejut dan langsung menoleh ke asal suara.


“Yaampun mama ini bener-bener terlalu menyukaimu dan calon cucunya.” Ucap Elvan yang di balas senyuman oleh Aneska.


“Sudahlah mas, aku berangkat dulu bye…” ucap Aneska.


Elvan hanya tersenyum membiarkan Aneska pergi, sedangkan dirinya segera menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan berkas keberangkatannya.


Di dalam mobil, Mala masih memasang wajah kesal karena Elvan tidak bisa menemani menantunya memeriksa kandungan.


“Mama, sudahlah jangan kesal lagi ya.. Kak Elvan juga baru sekali ga nemenin Anes ma..” ucap Aneska.


“Anak kalian sudah mau lahir tapi dia tidak bisa membagi waktu untuk mengantar istrinya periksa.” Ucap Mala.


Mala hanya menghela nafas panjang dan diam tidak berbicara apapun lagi karena menantunya itu akan selalu membela suaminya.


***


“CUT!! Bagus!” teriak sutradara kepada Aneisha yang sedang mendalami perannya.


Aneisha yang mendengar ucapan sang sutradara segera berterimakasih kepada lawan mainnya dan kru film yang lain.


“Terimakasih semuanya..” ucap Aneisha kepada semua orang.


“Kamu memang yang terbaik Aneisha!” ucap sutradara tersebut memuji keahlian acting Aneisha yang bagus.


“Jangan memujiku terus pak sutradara, nanti aku akan jadi besar kepala..” balas Aneisha dan di sambung tawa oleh keduanya.


Selama 8 bulan ini, Aneisha semakin baik memainkan peran apapun yang dia dapatkan, sudah ada 1 drama dan 2 film yang dia bintangi dan saat ini dia sedang membuat film ketiganya.


Banyak sekali orang yang bangga kepadanya dan ada juga orang yang iri karena karirnya yang langsung naik hanya dalam 8 bulan saja.


Aneisha segera berjalan menuju mobilnya dan menemui managernya yang sedang menunggunya di depan pintu mobil sambil memegang botol minuman.

__ADS_1


“Akting kamu bagus sekali Nei!” puji Lita, managernya.


“Apa sih Lit jangan memujiku terus deh.” Balas Aneisha.


“Ini minum.” Lita memberikan botol minuman kepada Aneisha dan langsung di rebut oleh seseorang yang membuat Aneisha dan Lita terkejut melihatnya.


Aneisha dan Lita segera melihat ke arah seseorang yang sedang berdiri di sebelah mereka dengan senyuman mengembang di wajahnya.


“Kak Jody!? Kenapa kakak ada di sini?” tanya Aneisha kepada Jody yang sudah mengambil botol minumnya.


“Aku? Aku ingin melihatmu dan mengajakmu makan siang bersama, apa tidak masalah Lita?” tanya Jody kepada Lita selaku manager Aneisha.


“Tentu saja tidak masalah! Ah kalian jangan lupa memakai masker agar tidak tertangkap paparazi oke?” ucap Lita.


“Yaampun Lit, emang harus banget?” tanya Jody.


“Tentu saja harus dan wajib tuan! Kamu ga mau Aneisha kena masalah karena rumor berkencan dengan anak dari pemilik perusahaan film bukan?” tanya Lita.


Jody hanya mengangkat kedua bahunya, sedangkan Aneisha segera menuruti ucapan managernya untuk memakai masker dan topi agar wajahnya tertutupi.


“Udah nurut aja!” ucap Aneisha yang langsung berjalan ke arah mobil Jody yang terparkir di dekat mobilnya.


Sedangkan Jody yang melihat Aneisha sudah berjalan segera mengambil masker dan langsung berlari menyusul Aneisha lalu merangkulnya dan Aneisha melepaskan tangannya dan berlari, sedangkan Jody ikut berlari mengejar


Aneisha dan bercanda dengannya layaknya pasangan yang sedang bahagia.


Semua orang menatap ke arah Aneisha dan Jody yang sedang tertawa bersama sambil saling berbisik satu sama lain.


“Sebenarnya apa sih lebihnya wanita itu? Kenapa sepertinya anak dari atasan kita sangat menyukainya?” bisik salah satu kru film tersebut.


“Entahlah aku juga tidak tau.” Balas yang lain.


“Denger-denger dia itu di rekrut langsung sama pak Dio, tau kan? Pemilik agensi Dipra management?”


“Ah iya, pak Dio omnya tuan Jody kan? Yang sekarang lagi di luar negeri?”


“Iya..”


Semua kru film membicarakan Aneisha, mereka semua bingung karena Aneisha yang artis pendatang baru sudah bisa menjadi tenar dan namanya berada di mana-mana, terlebih lagi Aneisha dekat dengan semua laki-laki tampan


yang membuatnya semakin menjadi omongan.

__ADS_1


__ADS_2