
“Permisi semuanya, ijinkan Aneisha untuk ke belakang ya..” pinta Aneisha.
“Tentu saja sayang, pergilah mama tau kamu pasti bosan di sini.” Ucap Mala yang di balas anggukan oleh Aneisha.
Setelah mendapatkan ijin dari Mala, Aneisha segera pergi ke belakang dan memutuskan untuk berdiam diri di taman belakang untuk melihat ikan.
“Jadi bagaimana Elvan, Evano? Bukankah mereka berdua sangat cantik dan juga cocok untuk kalian berdua?” tanya Cherry kepada Elvan dan Evano.
Elvan tersenyum dengan penuh paksaan, sedangkan Evano hanya menatap sinis ke arah keduanya.
“Evano! Mata kamu mau mami colok?!” ketus Cherry saat melihat anaknya menatap sinis ke arah Clair dan Clara.
“Tidak apa-apa tante, wajar jika dia menata kami seperti itu karena memang perjodohan ini terlalu mendadak untuk kami semua.” Ucap Clair yang di balas anggukan oleh Clara.
“Aneska, bagaimana menurutmu? Bukankah mereka cocok untuk dua bujang kapuk itu?” tanya Cherry kepada Aneska.
Aneska yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung mematung karena bingung harus mengatakan apa, dia melihat ke arah Elvan dan Evano yang sedang melotot ke arahnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Namun Aneska tidak mungkin bilang tidak karena itu akan menyinggung semua orang yang ada di sana.
“Tentu saja tante, mereka berdua sangat cocok untuk kak Elvan dan juga Evano.” Ucap Aneska dengan senyuman lebarnya.
“Kamu! Kamu tidak mendukung kami? Jahat sekali Nes!” ketus Evano.
Aneska hanya tersenyum penuh arti ke arah Evano, sedangkan Cherry hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak.
Tidak lama kemudian, ada laki-laki tampan yang datang dan masuk ke dalam rumah membuat semua perhatian tertuju ke arahnya.
“Kevin?” ucap Elvan.
“T-tuan Kevin sedang apa di sini?” tanya Aneska.
“Katanya kamu tadi mau di jodohin, jadi aku datang untuk menjegah perjodohan itu!” ucap Kevin.
Semua orang yang tadinya bingung seketika langsung tertawa mendengar ucapan Kevin, sedangkan Aneska hanya menepuk keningnya.
“Kenapa kalian semua tertawa?” tanya Kevin.
“Yang di jodohin itu kak Elvan dan Evano, bukan aku! Lagian kamu tidak mendengar ucapan Aneisha sampai selesai, jadi salah paham kan!” ucap Aneska.
__ADS_1
“Wah, siapa laki-laki ini?” tanya Cherry.
“Dia Kevin, laki-laki yang sedang mengejar Aneska mi.” ucap Evano yang langusng di balas tatapan tajam oleh Aneska.
“Oh jadi ini calon menantu keluarga kami, duduklah nak.” Ucap Cherry.
“Ah tidak usah tante, Aneska akan membawa tuan Kevin ke taman belakang aja sekalian nyusul Aneisha di sana.” Ucap Aneska yang langsung menarik tangan Kevin dan membawanya ke taman belakang.
Elvan dan Evano terus saja menatap Aneska yang sedang menggenggam tangan Kevin dan membawanya ke taman belakang.
“Oh iya, Elvan Evano kalian berdua ajak Clair dan Clara keliling rumah gih sana.” Ucap Cherry.
“Bolehkah tante?” tanya Clara dengan bersemangat.
“Tentu saja boleh! Elvan, Evano cepat ajak mereka berkeliling rumah kita.” Ucap Bagas.
Elvan dan Evano dengan malas langsung berdiri dan mengajak kedua wanita itu berkeliling rumahnya yang sangat megah itu.
“Kak, ngapain sih kita ngajak merek keliling rumah?” bisik Evano kepada Elvan.
“Sudahlah diam saja! turuti apa kata mamimu, kamu tau bukan kalau mami kamu adalah adik kesayangan papaku, jadi kita tidak bisa membantahnya.” Balas Elvan.
Clara menghampiri Evano dan berjalan di sebelahnya, begitu juga dengan Clair yang berjalan bersebelahan dengan Elvan.
“Kamu ngapain deket-deket!” ketus Evano.
“Ih kenapa galak banget sih, aku kan cuma mau deket kamu.”
“Cih, menyebalkan!” gumam Evano yang berjalan dengan cepat agar Clara tidak mengikutinya.
Sedangkan di sisi lain, Elvan lebih tenang saat berjalan dengan Clair karena dia tau kalau dia sudah tidak bisa mengelak untuk di jodohkan dengan Clair.
Saat mereka semua melewati taman belakang, Clair melihat ke arah Aneska yang sedang tertawa bersama dengan Aneisha dan Kevin dan membuatnya sedikit merasa aneh.
“Ehem! Elvan, bolehkan aku bertanya sesuatu kepadamu?” tanya Clair.
“Tanya apa?”
“Maaf kalau pertayaanku terdengar lancang, tapi apa Aneska dan Aneisha adalah adik kandungmu? Selama ini aku tidak pernah mendengar kalau keluarga Bagaskara memiliki anak perempuan.” ucap Clair.
__ADS_1
“Mereka adalah anak sahabat orang tuaku, belum lama ini orang tua mereka mengalami kecelakaan dan meninggal hingga akhirnya papa dan mamaku mengangkat mereka menjadi anak mereka.” Jelas Elvan.
Medengar penjelasan dari Elvan membuat Clair sedikit terkejut dan juga merasa takut kalau Elvan akan menyukai Aneska karena dari tadi Elvan terus menatap Aneska dengan senyum tipis yang mengembang di wajahnya.
“Kenapa ekspresinya berbeda sekali jika sedang melihat Aneska.” Gumam Clair di dalam hatinya.
“Elvan, mau ke sana?” tanya Clair.
“Eh, tidak perlu, aku tidak mau mengganggu mereka bertiga biarkan saja.” ucap Elvan yang melanjutkan jalannya.
Sedangkan Clair langsung mengikuti Elvan yang sudah berjalan mendahuluinya.
Di taman, Aneisha dan Kevin terus saja bercanda satu sama lain hingga membuat Aneska ikut tertawa karena tingkah keduanya.
“Sudahlah tuan Kevin, lebih baik tuan Kevin pulang saja karena aku ga enak dengan orang rumah.” Ucap Aneska.
“Nes, menikahlah denganku, ikut tinggal bersamaku jika kamu merasa tidak nyaman di sini, aku tau kalau kamu dan Aneisha bukanlah anak kandung keluarga ini.” ucap Kevin yang membuat Aneska dan Aneisha terkejut.
“Apa maksud kak Kevin? Kakak mau nikahin kak Anes?” tanya Aneisha.
“Hm, apa Aneisha tidak mengijinkannya?” tanya Kevin.
“Kak Kevin baik, tentu saja aku mengijinkannya! Tapi aku juga harus menerima keputusan kak Anes.” Ucap Aneisha sambil menoleh ke arah Aneska.
“Apa kamu gila tuan Kevin!? Kamu dan aku baru saja bertemu beberapa minggu yang lalu dan hubungan kita juga tidak baik, lalu kamu mengajakku menikah secara tiba-tiba?” tanya Aneska yang tidak percaya.
“Hm, bukankah kamu sebenarnya tidak nyaman di sini? Aku tau keluarga ini sangat menyayangimu dan adikmu, tapi tetap saja mereka adalah orang asing, tapi kalau kamu menikah denganku aku tidak akan menjadi orang asing bagimu, aku akan membiayai kebutuhan Aneisha juga.” Ucap Kevin.
“Maaf tuan Kevin, tapi mereka adalah keluargaku, mereka memberikan kami kasih sayang sama seperti anak kandung mereka sendiri, jadi mereka bukanlah orang asing bagiku dan Aneisha!” tegas Aneska.
“Baiklah jika itu mau kamu, tapi ijinkan aku menjadi kekasihmu dulu, kita harus saling mengenal bukan? Maka jadilah kekasihku, aku akan membuatmu percaya kalau aku adalah laki-laki yang akan membuatmu bahagia.” Ucap Kevin.
“Terima saja kak, kak Kevin baik kok.” Bisik Aneisha.
“Diamlah, kamu tidak tau apa-apa!” ketus Aneska.
Aneisha yang mendengar ucapan kakaknya langsung memanyunkan bibirnya dan duduk di bangku taman dengan kedua tangan menyilang di depan dadanya.
“Baiklah, aku akan menerima kamu menjadi kekasihku tapi aku mau jangan terlalu berusaha karena itu akan membuatku justru semakin tidak menyukaimu.” Ucap Aneska.
__ADS_1
“Tentu saja! Aku tidak akan terlalu berusaha, aku hanya akan membuatmu nyaman.” Ucap Kevin dengan senyum yang berseri-seri.