
Pagi hari di rumah sakit, Aneisha yang sudah terbangun dari tidurnya segera pergi ke kantin untuk membeli teh hangat untuk Jody yang masih tertidur dengan lelap.
“Kak Jody, Anei ke kantin dulu ya, kakak jangan kemana-mana…” bisik Aneisha dengan perlahan.
Saat pintu lift terbuka, Aneisha terkejut karena Gavin sudah berada di dalam lift sambil memainkan hpnya.
“Loh kak Gavin? Kakak ada di sini?” tanya Aneisha yang terkejut melihat Gavin berada di hadapannya.
“Hm aku mau mengunjungimu Nei, kamu mau kemana?” tanya Gavin.
“Aku mau ke kantin beli teh hangat kak, sama beli makan kali aku udah laper banget.” Jawab Aneisha.
“Kalo gitu ayo aku anter, aku juga mau ngajak kamu sarapan.” Ajak Gavin.
Akhirnya Gavin dan Aneisha segera pergi ke kantin bersama untuk sarapan. Keduanya mengobrol dan sarapan bersama seperti biasanya.
“Udah lama banget ga sarapan bareng kayak gini ya Nei.” Ucap Gavin.
“Hmm,, semenjak aku pindah ke rumah papa Bagas kita jadi jarang sarapan bersama.” Jawab Aneisha.
“Kamu betah di rumah sakit?” tanya Gavin.
“Ya mana ada yang betah di rumah sakit sih kak? Cuma mau gimana lagi, aku kan juga harus bertanggung jawab sama keadaan kak Jody sekarang.” Jawab Aneisha.
“Tapi kamu ga perlu bertanggung jawab sama keadaan dia Nei, karena saat itu juga kewajiban dia buat jagain kamu tapi dia malah buat kamu marah dan akhirnya kejadian ini terjadi.” Ucap Gavin yang tiba-tiba terlihat seperti sedang kesal.
Aneisha yang tau kalau Gavin sedang kesal langsung menggenggam tangan Gavin hingga membuat Gavin mematung dan menatap wajah Aneisha.
“Kak, semuanya sudah terjadi dan kita tidak bisa menyalahkan siapapun, yang aku tau aku melakukan ini karena aku merasa sedikit bertanggung jawab atas keadaan yang menimpa kak Jody.” Jelas Aneisha.
“Ya, ya baiklah kalau begitu… Aku akan selalu kemari setiap pagi untuk mengajakmu sarapan bersama.” Ucap Gavin.
“Siap bos!” tegas Aneisha sambil bersikap hormat layaknya upacara bendera.
“Oh iya Nei, aku juga mau mengenalkanmu dengan seseorang.”
“Seseorang? Siapa kak?” tanya Aneisha yang penasaran.
“Ada pokoknya, aku akan mengenalkannya padamu nanti karena sepertinya kak Naya sedang mengajaknya bertemu dengan kak Anes.” Jelas Gavin.
__ADS_1
“Siapa sih kak? Aku jadi penasaran nih..” ucap Aneisha.
“Ada pokoknya kan kejutan.”
“Cewe apa cowo?” tanya Aneisha.
“Aku ga akan ngenalin kamu kalo cowo Nei!” tegas Gavin.
“Ah, jadi cewe ya? Kak Gavin udah punya pacar?” tanya Aneisha yang wajahnya terlihat sedikit kecewa.
“Eh, engga bukan pacar lah! Aku udah punya cewe yang aku suka tau!” tegas Gavin.
Aneisha yang mendengar ucapan Gavin hanya bisa menganggukkan kepala, dia sedih karena Gavin sudah memiliki wanita yang dia sukai.
“Kalau kak Gavin punya pacar nanti, pasti kak Gavin ga akan punya waktu buat aku lagi kan kak?” tanya Aneisha.
“Hah? Ya engga lah Nei, kamu tetep jadi prioritas aku sampe kapanpun!” tegas Gavin.
“Nanti pacar kak Gavin marah terus ga ada cewe yang mau sama kak Gavin kalo tau kakak menomersatukan aku.” Ucap Aneisha.
“Udah deh jangan bahas yang engga-engga, pokoknya sekarang aku hanya ingin lulus dan segera bekerja, karena aku ingin mapan sebelum memiliki keluarga sendiri.” Ucap Gavin.
“Kamu akan selalu menjadi wanita yang pantas di mataku Nei, jadi kamu jangan berkecil hati oke? Kamu juga jangan asal menyukai laki-laki karena belum tentu laki-laki itu sebaik aku.” Ucap Gavin membanggakan dirinya sendiri.
“Cih pede sekali.” Ucap Aneisha yang membuat keduanya tertawa bersama.
Setelah selesai sarapan bersama, Aneisha dan Gavin akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruangan Jody dengan teh hangat yang ada di tangan Gavin.
“Kak Gavin mau ikut masuk ke ruangan kak Jody juga?” tanya Aneisha saat mereka sudah berada di depan ruangan Jody.
“Engga deh, titip salam aja ya buat Jody aku mau ke kampus dulu ada bimbingan siang ini.” Ucap Gavin.
“Baiklah kalau begitu, makasih ya kak udah mau nemenin aku sarapan… Mungkin dua hari lagi kak Jody sudah boleh pulang dan aku juga sudah kembali syuting.” Jelas Aneisha.
“Baiklah, besok pagi aku akan kemari lagi dan menemanimu sarapan.” Ucap Gavin yang di balas anggukan oleh Aneisha.
“Hati-hati ya kak.” Ucap Aneisha yang di balas anggukan oleh Gavin.
Setelah berpamitan, Gavin segera menaiki lift kembali sedangkan Aneisha segera masuk ke dalam ruangan Jody.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Kanaya dan Alisa sedang berada di dalam mobil untuk menuju ke suatu tempat tanpa di ketahui oleh Alisa.
“Kak, kita mau kemana ya?” tanya Alisa.
“Aku mau kerja, jadi kamu aku titipin ke rumah temanku namanya Aneska.” Jawab Kanaya.
“Tapi kak, aku kan ga kenal sama temen kakak, aku malu.” Ucap Alisa.
“Jangan malu Alisa, temanku sangat baik dan sekarang dia sedang hamil muda jadi dia mengambil cuti.. Aku mau kamu menemaninya.” Jelas Kanaya.
“Hmm, baiklah kalau begitu kak aku akan berusaha untuk bertemu dengan teman kakak.” Ucap Alisa.
“Good girl! Tiga hari ini kamu libur dulu aja, saat masuk sekolah nanti aku atau Gavin akan mengantar kamu sampai di sekolah.” Ucap Kanaya.
“Aku bisa ke sekolah sendiri kak, aku bisa naik ojek online.”
“No Alisa! Keluargamu bisa menemukanmu nanti kalau sampai kamu ke sekolah sendiri, sodara kamu juga pasti sekolah di sekolah yang sama kayak kamu kan?” tanya Kanaya.
Alisa hanya menganggukkan kepala sambil mengiyakan ucapan Kanaya, hingga akhirnya keduanya sampai di rumah keluarga Bagaskara yang begitu megah.
Jujur saja, Alisa tidak aneh dengan rumah yang megah dan mewah karena dirinya sendiri pun tinggal di rumah yang megah, namun rumah yang dia datangi sekarang bahkan dua kali lipat lebih besar dari rumah keluarganya yang saat ini sedang di kuasai oleh om dan tantenya.
“Ini adalah rumah mertua sahabatku, semua orang yang ada di sini orang baik kok jadi kamu jangan khawatir dan jangan takut.” Jelas Kanaya.
Alisa hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat ke luar jendela mengagumi interior taman yang menurutnya sangat indah.
Setelah memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu rumah, Kanaya segera menyuruh Alisa turun dan mengikutinya masuk ke dalam rumah.
“Wah…” ucap Alisa.
“Kenapa Al?”
“Cantik banget kak Nay…” jawab Alisa sambil menunjuk bingkai foto yang berisi foto Aneska yang berukuran besar.
“Hai Naya..” sapa Aneska yang baru saja menuruni tangga.
Alisa semakin terpaku saat melihat Aneska yang sedang menuruni tangga sambil tersenyum bahagia, karena menurutnya Aneska terlihat lebih cantik saat melihatnya secara langsung.
__ADS_1