
Di restaurant, Aneisha yang baru saja menerima panggilan dari Alisa segera menaruh kembali hp Gavin dan segera memberitahu Gavin saat dirinya melihat Gavin yang sudah kembali dari toilet.
“Kak Gavin, tadi Alisa nelfon.. Kamu lupa ya kalo kamu menyuruh Alisa menunggu di mall.” Ucap Aneisha kepada Gavin yang saat itu baru mau duduk namun tidak jadi mendengar ucapan Aneisha.
“Apa?! Yaampun bagaimana bisa aku melupakan Alisa di mall.” Ucap Gavin sambil menepuk keningnya.
Gavin segera berbalik mau menjemput Alisa hingga membuat Aneisha merasa kalau Gavin sampai melupakannya, namun siapa sangka jika ternyata Gavin kembali ke mejanya dan mengulurkan tangan kepada Aneisha.
“Ayo.” Ajak Gavin.
“Hah? Kak, mobil kak Gavin hanya muat di tumpangi dua orang saja, kalau aku ikut dengan kakak bagaimana dengan Alisa?” tanya Aneisha.
“Aku akan mengantarmu lebih dulu, rumahmu tidak jauh dari sini bukan? Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama menyuruh seorang gadis menunggu sampai aku melupakannya.” Jelas Gavin.
Mendengar ucapan Gavin membuat Aneisha tersenyum lalu segera menganggukkan kepala dan membalas uluran tangan Gavin hingga keduanya masuk ke dalam mobil dan Gavin segera mengendarai mobilnya ke rumah Aneisha.
“Karena ada hal tidak terdua kita jadi tidak bisa berbicara banyak, maaf ya.. Lain kali saat jadwal syutingmu senggang aku akan mengajakmu kencan lagi.” Ucap Gavin.
“Tidak usah minta maaf kak, aku juga merasa bersalah karena melupakan Alisa.” Ucap Aneisha.
“Jangan di pikirkan, Alisa pasti akan mengerti dan sekarang dia pasti sudah berada di apartment.” Ucap Gavin.
“Em,, kak, bolehkah aku bertanya kepadamu?” tanya Aneisha dengan ragu.
“Hm, ada apa?”
“Apa tidak ada yang terjadi di antara kalian selama pergi keluar kota?” tanya Aneisha.
“Di antara kalian? Maksudnya aku dan Alisa?” tanya Gavin yang di balas anggukan oleh Aneisha.
Mendengar pertanyaa Aneisha bukannya di jawab oleh Gavin justru Gavin tertawa mendengar pertanyaan Aneisha.
“Hahaha, apa kamu bercanda Nei? Aku hanya menganggap Alisa sebagai adikku saja, selama ini tidak ada perhatian berlebih untuknya.” Jelas Gavin.
“Lalu dia? Apa kak Gavin bisa memastikan kalau dia tidak menyukai kakak?” tanya Aneisha.
Mendengar pertanyaan kedua Aneisha membuat Gavin terdiam dan langsung memikirkan tentang ucapan Aneisha.
“Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?” tanya Gavin.
“Ya ga ada, aku cuma tiba-tiba kepikiran aja.” Balas Aneisha.
“Terus kamu sendiri, apa hubunganmu dengan kak Jody? Apa tidak ada yang terjadi di antara kalian berdua selama aku tidak ada di sini?” tanya Gavin.
“Wah jadi ceritanya bales dendam nih nanya kayak begini?” tanya Aneisha.
__ADS_1
“Hm bisa di bilang begitu,, kamu emang ga pernah merasakan apapun kepadanya?” tanya Gavin.
“Em,, engga tuh biasa aja, aku sama kak Jody cuma temenan biasa ya bisa di bilang kaka adik lah karena selama ini kak Jody selalu menjagaku menggantikanmu.” Jelas Aneisha.
“Lalu, apa kamu tau bagaimana perasaan Jody kepadamu?” tanya Gavin.
“Entahlah, aku kan ga pernah liat isi hatinya gimana aku tau di dalem hatinya ada aku apa ngga.” Balas Aneisha dengan candaan.
“Jangan bercanda Nei… Oh iya besok kamu jadi pergi bersama Jody?” tanya Gavin.
“Iyalah kak, aku sudah merencanakan semuanya jadi ga mungkin kalau aku membatalkannya begitu saja.” Ucap Aneisha.
“Tidak boleh! Aku tidak suka kalau kamu hanya pergi berdua dengannya!” ketus Gavin.
“Jangan seperti itu kak, aku hanya berlibur dan merayakan ulang tahun kak Jody aja kok ga lebih.”
“Engga, kecuali aku dan Alisa ikut bersamamu.”
“Hah? Kenapa?”
“Aku mau mendekatkan Alisa dengan Jody, jadi di antara kita berdua tidak ada lagi perasaan takut di hianati.” Ucap Gavin.
“Apaan sih kak, ngaco deh!” ketus Aneisha.
“Udah ga usah di bahas lagi deh ngaco ah! Aku turun dulu ya kak, makasih makan romantisnya.” Ucap Aneisha sambil tersenyum ke arah Gavin.
Aneisha segera masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Gavin yang sudah memastikan Aneisha masuk ke dalam rumah segera melajukan mobilnya kembali dan segera menghubungi Alisa untuk memastikan apakah Alisa sudah pulang atau masih berada di mall.
“Halo Al.” ucap Gavin saat telfonnya di angkat oleh Alisa.
“Halo kak, ada apa?” tanya Alisa.
“Apa kamu sudah sampai di rumah? Maafkan aku karena aku lupa kamu masih menunggu di mall.”
“Tidak apa kak, apakah semuanya berjalan dengan lancar?” tanya Alisa.
“Hmm,, lumayan untuk hari pertama.” Balas Gavin.
“Hari pertama? Berarti bakalan ada hari berikutnya kak?” tanya Alisa.
“Tentu saja! Ini masih belum apa-apa, aku masih memiliki banyak kencan bersama Aneisha.” Ucap Gavin.
Alisa yang mendengar ucapan Gavin hanya bisa diam lalu segera mematikan telfonnya tanpa mengatakan apapun hingga membuat Gavin merasa aneh.
“Kenapa dia langsung mematikan telfonnya?” gumam Gavin sambil menggelengkan kepala lalu menaruh kembali hpnya.
__ADS_1
Sedangkan di rumah, Aneisha terkejut saat melihat keadaan rumah yang sudah ramai dengan para kerabat.
“Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?” tanya Aneisha.
“Loh, Aneska ga ngasih tau kamu kalo hari ini dia pulang ke rumah?” tanya Kanaya.
“Hah? Engga tuh kak, aku baru aja di anter kak Gavin tadi tapi dia udah pulang.” Ucap Aneisha.
“Ga penting, udah biarin aja kalo dia! Kamu yang penting, emang kamu ga mau melihat keponakanpu yang cantik dan tampan?” tanya Kanaya.
“Mau lah kak! Kenapa ga ada yang ngasih tau aku sih? Tau gitu aku langsung pulang tadi setelah syuting.” Ucap Aneisha.
Aneisha segera berlari ke atas ke kamar kakaknya untuk melihat ketiga keponakannya yang sangat menggemaskan.
“Wait!!” ucap Mala yang berada di depan pintu kamar Aneska.
“Kenapa ma? Kenapa mama ga bolehin aku masuk?” tanya Aneisha.
“Kamu mending pergi ke kamarmu dulu, mandi, cuci muka, cuci tangan, cuci kaki dan ganti bajumu.” Ucap Mala.
“Kenapa ma?”
“Kamu ga mau keponakan kamu sakit kan Nei? Pakaian dari luar itu bisa membawa penyakit ke dalam rumah tau.” Jelas Mala.
Aneisha segera menganggukkan kepala mendengar ucapan Mala, lalu Aneisha segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri agar bisa melihat ketiga keponakannya.
“Baiklah kalau begitu Aneisha mandi dulu ya mamaku sayang,,, mama masih berhutang penjelasan karena tidak memberitahu Anei tentang kepulangan kakak!” ketus Aneisha yang langsung pergi meninggalkan Mala dan masuk ke dalam kamarnya.
Mendengar ucapan anak sambungnya itu membuat Mala menggelengkan kepala sambil tersenyum ke arahnya.
“Tante! Tante!” teriak Kanaya dari lantai bawah hingga membuat Mala segera berjalan menuju lantai bawah.
“Ada apa Kanaya? Kenapa kamu berteriak begitu?” tanya Mala.
“Tante, lihatlah dedemit itu kembali keluar dari penjara!” ucap Kanaya sambil menunjuk ke arah Belvina.
“Apa?! Bagaimana bisa kamu keluar lagi dari penjara!” ketus Mala yang terkejut dengan kehadiran Belvina dan Alex.
Pertama kali Belvina di penjara karena dia sudah membuat Aneska meminum obat perangsang dan mau mencelakainya.
Sedangkan saat pertama kali Alex membantu Belvina keluar dari penjara, Belvina langsung mendatangi Aneska dan membuat Aneska ketakutan karena kedatangannya dan akhirnya Belvina kembali di masukkan ke dala penjara oleh
Elvan.
Alex frustasi karena anak semata wayangnya kembali masuk ke dalam penjara sampai akhirnya hari ini Alex berhasil mengeluarkan sang putri setelah beberapa bulan.
__ADS_1