
"Kamu masih marah karena kejadian tadi?" Tanya Elvan saat melihat wajah Aneska yang kesal di dalam mobil.
"Tidak!" ketus Aneska.
"Kamu marah?"
"Tidak!"
"Aku ini suami kamu Nes! Aku wajib untuk memenuhi semua kebutuhanmu!" tegas Elvan.
"Tapi kita menikah pura-pura kak!" balas Aneska.
Elvan yang sedang menyetir langsung menghentikan mobilnya seketika karena mendengar ucapan Aneska, namun Elvan dengan sigap merentangkan tangannya untuk menahan Aneska agar tidak terbentur.
"Yaampun kak Elvan kenapa berhenti mendadak?!" Tanya Aneska.
"Aku tau kalau pernikahan kita bukan karena dasar suka sama suka, tapi pernikahan ini suci Aneska! Jangan berbicara seenaknya!" bentak Elvan membuat Aneska terkejut.
Untuk pertama kalinya Elvan membentak Aneska selama mereka bersama, Aneska tau kata-katanya memang sudah berlebihan, tapi dia tidak tau kalau itu akan membuat Elvan sampai membentaknya.
"M-maaf kak kalau memang kata-kataku membuatmu tersinggung.." ucap Aneska dengan wajah yang ketakutan.
Elvan yang melihat ekspresi wajah Aneska langsung tersadar kalau dia sudah membentak Aneska dan membuatnya ketakutan.
"Maaf Nes, aku tidak bermaksud membentakmu seperti itu." ucap Elvan yang merasa bersalah.
"Tidak masalah kak, aku yang salah maafkan aku.." ucap Aneska.
Keduanya melanjutkan perjalanan mereka menuju apartment, dan di sepanjang jalan keduanya hanya diam tidak mengatakan apapun satu sama lain.
•
•
•
"Hai ma, selamat pagi..." sapa Aneisha yang baru saja menuruni tangga.
"Wah anak mama cantik sekali kamu.." puji Mala.
"Hari ini Aneisha ada audisi ma jadi Aneisha harus memakai pakaian yang indah!" ucap Aneisha.
"Mama harap kamu bisa menjadi pemeran utama sayang!"
"Anei juga berharap seperti itu ma, tapi sepertinya tidak bisa karena ada banyak sekali artis senior yang mengikuti audisi ini juga." ucap Aneisha dengan lemas.
__ADS_1
Sejak hari di mana dia di kontrak, Aneisha sudah memutuskan untuk menjadi artis dan melupakan cita-citanya menjadi model.
Menurutnya, jika menjadi artis membuat dirinya bisa menghasilkan banyak uang kenapa tidak? Dia bisa membantu kakaknya dan dia ingin membanggakan kedua orang tua angkat yang sudah merawatnya dan menyayanginya seperti anak sendiri.
"Sarapan dulu yuk, bibi sudah membuat sarapan yang enak untukmu sayang." ajak Mala.
"Kemana yang lain ma?" Tanya Aneisha saat tidak melihat siapapun di rumah itu.
"Evano sudah berangkat, entah kenapa dia berangkat pagi sekali. Papa sedang di ruang kerjanya memeriksa pekerjaan Elvan dan Evano." jelas Mala yang di balas anggukan oleh Aneisha.
Aneisha dan Mala duduk di kursi makan dan siap untuk sarapan bersama.
"Kamu berangkat sama siapa Nei?" Tanya Mala di sela-sela makannya.
"Sama kak Gavin ma, hari ini kebetulan dia tidak sibuk jadi aku minta tolong untuk mengantarku."
"Jangan terus-terusan merepotkan Gavin, kamu tau kan dia sedang menyusun skripsi, jadi biarkan dia fokus mengerjakan skripsinya." ucap Mala.
"Iya ma, hari ini aja kok.. Setelah ini aku tidak akan mengganggunya karena pihak agensi akan memberikan aku manager yang akan mengurus semua keperluanku." jelas Aneisha.
"Baguslah kalau begitu, setelah kamu memiliki manager nanti, jangan lupa kenalkan dia kepada papa dan mama agar kami bisa meminta nomer telfonnya untuk bertanya tentang keadaanmu."
"Siap bos!" tegas Aneisha sambil bersikap hormat.
Tidak lama setelah keduanya selesai sarapan, Gavin datang dan langsung masuk ke dalam rumah karena memang sudah terbiasa datang ke sana.
"Hai tante,, Gavin mau jemput Aneisha nih te, kemana dia?" ucap Gavin.
"Iya tante tau kok, Aneisha lagi di kamar mandi sabar ya,, tante juga minta maaf ya Vin jadi ngerepotin kamu deh Aneisha."
"Ih engga kok tante, kebetulan lagi ga ada kerjaan apa-apa kok."
"Gimana skripsi kamu?"
"Aman tante, udah tinggal sidang bulan depan, doain ya tante.." ucap Gavin.
"Tenang saja, tante pasti akan selalu mendoakanmu agar sukses!"
Gavin tersenyum mendengar ucapan Mala, lalu dia melihat Aneisha yang baru turun dari kamarnya.
"Dia memang selalu cantik!" batin Gavin yang terpukau dengan penampilan Aneisha.
"Hai kak Gavin! Ayo kita berangkat." ajak Aneisha.
"Nei, kamu ini bukannya di tawarin makan dan minum dulu malah langsung ngajak berangkat!" ucap Mala.
"Eh iya ma lupa hehe, kak Gavin makan dulu yuk, pasti kak Gavin belum sarapan kan."
__ADS_1
"Sudah kok, tadi Gavin sudah sarapan kak Naya yang buat." ucap Gavin
"Kalau begitu kalian berdua hati-hati di jalan, Gavin kalau ada apa-apa segera kabari tante ya.."
"Siap tante, kalau begitu Gavin dan Aneisha berangkat dulu ya.." ucap Gavin yang di balas anggukan oleh Mala.
Tidak lupa Aneisha memeluk dan mencium pipi Mala terlebih dahulu. Hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi Aneisha, terlebih setelah Elvan dan Aneska pindah, hanya Aneisha lah satu-satunya yang sangat Mala dan Bagas manjakan.
"Bagaimana perasaanmu Nei? Ini adalah audisi pertamamu bukan?" Tanya Gavin.
"Iya kak, ini adalah audisi pertamaku dan aku sangat gugup!" ucap Aneisha.
"Kamu adalah yang terbaik Nei, aku yakin kalau kamu pasti bisa menjadi pemeran utama!"
"Kak, kamu ini sama saja seperti papa dan mama, kalian akan menganggapku yang terbaik jadi aku tidak akan membuat saran kalian sebagai patokan, aku harus berusaha semampuku karena sainganku banyak sekali." jelas Aneisha.
"Tentu saja, aku tau kamu akan berusaha semaksimal mungkin!"
Setelah melakukan perjalanan berjam-jam, akhirnya mereka sampai di tempat audisi yang memang bertempat cukup jauh dari rumah Aneisha.
Gavin memarkirkan mobilnya di depan gedung tempat audisi di adakan, dia menoleh ke arah Aneisha dan melihatnya sedang tertidur pulas.
"Dia pasti sangat lelah, kasihan sekali." gumam Gavin yang akhirnya memutuskan untuk membangunkan Aneisha.
"Nei, bangunlah.." panggil Gavin.
Setelah beberapa kali Gavin memanggilnya, akhirnya Aneisha membuka kedua matanya secara perlahan.
"Eh kak Gavin.."
"Kita sudah sampai, bangunlah."
Mendengar ucapan Gavin membuat Aneisha segera menoleh ke luar jendela dan terkejut saat dirinya ternyata sudah berada di depan gedung audisi.
"Yaampun kak, maaf ya aku ketiduran, kalau gitu aku masuk dulu ya kak.." ucap Aneisha sambil membuka sabuk pengaman.
Gavin hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Aneisha. Gavin memutuskan untuk menunggu Aneisha di tempat yang sedikit lebih tertutup agar dirinya tidak kepanasan.
Di dalam, Aneisha yang baru datang langsung bertemu dengan manager agensinya, dia membawa seseorang untuk di kenalkan kepada Aneisha.
"Nei, ini adalah manager pribadimu, namanya Lita, dia yang akan menghandle semua jadwalmu kedepannya." jelas manager agensinya.
"Wah, tapi aku belum memiliki banyak jadwal pak.." ucap Aneisha.
"Tidak apa, aku dan pihak agensi yakin kalau kamu pasti akan sukses kedepannya." ucap manager tersebut yang di balas senyuman oleh Aneisha.
Aneisha menyapa Lita dengan ramah, begitu juga sebaliknya, Aneisha senang sekali karena dia sudah memiliki manager sendiri dan dia berharap kalau bisa mendapatkan peran menjadi pemeran utama.
__ADS_1