MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 50


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Aneska harusnya melakukan fitting pakaian bersama Kevin, namun sayangnya Kevin tidak bisa menemaninya.


"Nes, kamu kenapa lemes begitu masih pagi begini?" Tanya Elvan.


"Gimana ga lemes kak, harusnya hari ini aku fitting gaun pengantin, tapi kak Kevin malah ga bisa ikut." ucap Aneska lemas.


"Kalau begitu, aku akan menemanimu untuk fitting gaun pengantin, bagaimana?" Tanya Elvan.


"Benarkah kak? Kak Elvan mau nemenin aku?" Tanya Nirmala.


"Tentu saja! Apa sih yang engga buat tuan putriku?" ucap Elvan dengan senyum manisnya.


Aneska bersemangat karena dia tidak batal fitting gaun pengantin. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Aneska dan Elvan akhirnya segera pergi menuju butik langganan Mala.


"Hai tante Susi.." sapa Elvan.


"Hai Elvan, kamu sudah besar sekarang ya semakin tampan saja!" puji Susi yang tidak lain adalah teman mama Elvan.


"Ah tante bisa aja deh! Tante juga semakin cantik dan awet muda saja!" puji Elvan.


"Hm,, kamu bisa aja! Eh, ini siapa? Calon pengantinmu?" Tanya Susi.


"Bukan tante, dia adik Elvan namanya Aneska! Mama bilang dia sudah buat janji sama tante."


"Iya Van, mamamu memang sudah membuat janji dengan tante, tante kira kamu yang akan menikah." ucap Susi.


"Kalau begitu langsung saja ya, kamu cantik sekali." puji Susi kepada Aneska.


"Terimakasih tante.." balas Aneska.


Susi menyuruh salah satu pelayannya untuk memberikan gaun pengantin yang sudah di pesan oleh Mala sebelumnya dan menyuruh Aneska segera mencobanya.



Srett!!! Pelayan tersebut membuka tirai untuk menunjukkan gaun yang sudah di pakai Aneska.


Elvan yang awalnya sedang mengobrol dengan Susi seketika mematung di tempatnya, dia benar-benar terpaku dengan kecantika Aneska saat itu.


"Cantik sekali! Andai wanita yang ada di hadapanku sekarang adalah calon pengantinku, mungkin aku akan langsung berlari dan memeluknya dengan erat!" batin Elvan yang masih terpaku di tempatnya.


"Wah, cantik sekali!" ucap Susi sambil bertepuk tangan hingga membuat lamunan Elvan hancur.


"Dimana pengantin prianya? Kenapa tidak datang di hari penting seperti ini? Bagaimana bisa kami mengukur ukuran tubuhnya?" Tanya Susi.


"Ukur kak Elvan aja tante, sepertinya ukuran calon suamiku sama dengan kak Elvan." sahut Aneska.

__ADS_1


"Kalau begitu, Elvan kamu coba jas itu ya, dan Aneska sayang kamu ganti gaun yang lain ya." ucap Susi.


Dengan segera Elvan dan Aneska segera masuk ke dalam ruang ganti masing-masing untuk mengganti pakaian mereka.


Di dalam ruang ganti, Elvan sedang melihat dirinya sendiri di dalam cermin, dia berharap kalau dia bukan hanya sebagai pengganti, dia ingin menjadi calon suami Aneska yang sesungguhnya.


"Apa aku berdosa jika aku merasa ingin menjadi suaminya?" gumam Elvan kepada pantulan cermin yang ada di hadapannya.


Aneska dan Elvan keluar dari ruang ganti secara bersamaan, dan itu membuat Susi terkejut karena mereka berdua sangat cantik dan juga tampan.


"Wah! Kalian berdua sangat canti dan tampan, kalian sangat cocok dan akan menjadi pasangan yang sempurna!" ucap Susi.


Susi yang heboh segera mengambil hpnya untuk memotret keduanya.


"Tunggu sebentar, aku akan memfoto kalian berdua, dan akan aku kirimkan kepada Mala." ucap Susi.


Aneska dan Elvan sama sekali tidak canggung, justru keduanya tertawa bersama seperti pasangan yang sesungguhnya.


Sesekali Elvan menggoda Aneska dan juga memujinya hingga membuat Aneska tersipu malu.


CEKREK!!



Susi berhasil mendapatkan foto mereka berdua, dengan segera Susi mengirimkannya kepada temannya itu.


Di rumah keluarga Bagas, Mala yang baru mendapat pesan masuk langsung berteriak histeris hingga membuat Bagas terkejut.


"Yaampun mama ada apa sih!? Kenapa harus teriak begitu?" Tanya Bagas.


"Yaampun papa! Papa lihatlah ini, mereka berdua sangat serasi bukan? Ah andaikan mereka benar-benar menikah, pasti mama akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini!" ucap Mala.


"Mama! Ingat kalau Elvan sudah bertunangan dengan Clair!"


"Mama tau pa! Tapi sebelum janur kuning melengkung, tidak ada salahnya untuk tetap berharap!" ketus Mala yang langsung berjalan ke kamarnya meninggalkan sang suami.


"Yaampun dia itu ada-ada saja! Papa juga mau kalau Aneska menjadi menantu kita, tapi mau bagaimana lagi, mereka berdua sudah memiliki pasangan masing-masing." gumam Bagas sambil melihat istrinya yang sudah menjauh.


Sedangkan Mala sibuk mengetuk pintu kamar Evano dan juga Aneisha untuk memberitahu foto yang baru saja dia dapatkan.


"Yaampun ini beneran kak Anes sama kak Elvan?" Tanya Aneska tidak percaya.


"Tentu saja benar! Mereka berdua sangat cocok bukan?"


"Hm! Mereka adalah pasangan yang sempurna ma!" ucap Aneisha dengan semangat.

__ADS_1


"Apa!? Jadi Aneska menikah dengan kak Elvan, bukan dengan Kevin?" Tanya Evano yang terkejut saat melihat foto tersebut.


"Hus! Tante maunya seperti itu, tapi apa daya kalau bukan jodohnya." ucap Mala.


"Yah, setidaknya aku lebih merestui hubungan Aneska dan kak Elvan, daripada dengan si nenek lampir!"


"Nenek lampir siapa?"


"Yah siapa lagi, calon menantu tante yang sok kecantikan itu!" ketus Evano.


"Hus ngawur kamu! Kamu juga calon suami adiknya tau, ingat itu!" ketus Mala.


"Oh Noooo!!" teriak Evano.


Dengan cepat, Mala menutup telinganya dan langsung pergi dari kamar Evano.


Mala segera masuk ke dalam kamarnya, mengambil jaket dan tasnya lalu pergi ke bawah.


"Kamu mau kemana ma?" Tanya Bagas.


"Mau keluar pa, refreshing! Bosen liat muka papa terus!" ketus Mala yang langsung keluar dari rumahnya.


"Eh dasar istri tidak tau di untung! Udah di kasih uang masih ngatain suaminya, untung cinta kalo ga udah aku buang ke sungai!" gumam Bagas sambil menatap tajam ke arah istrinya yang sedang berjalan dengan senang.


Sedangkan Mala menyuruh supirnya pergi ke studio foto, dia ingin mencetak foto yang tadi dia dapatkan dengan ukuran yang sangat besar dengan bingkai berwarna gold hingga membuat foto tersebut semakin terlihat mewah.


"Wah, ini foto siapa nyonya?" Tanya salah satu pegawai di sana.


"Anak saya."


"Mereka pasangan yang serasi cantik dan juga tampan, semoga hubungan mereka langgeng sampai maut memisahkan." ucapnya.


Mala hanya bisa tersenyum mendengar ucapan pelayan tersebut, akan ribet urusannya kalau dia mengatakan mereka bukanlah pasangan.


Namun tidak di pungkiri kalau Mala juga berharap kalau keduanya bisa menjadi pasangan yang sesungguhnya.


"Saya mau tinta dengan kualitas yang bagus ya, jangan sampai hanya bertahan beberapa bulan lalu luntur!" ucap Mala.


"Tenang saja nyonya, kami akan memakai tinta terbaik untuk mencetak foto ini agar foto ini tidak mudah luntur dan selalu menjadi kenangan terindah." ucap pelayan tersebut.


"Baguslah kalau begitu, aku akan kembali lagi nanti, masih ada urusan yang belum aku selesaikan." ucap Mala yang di balas anggukan oleh pelayan tersebut.


Dengan segera Mala kembali masuk ke dalam mobil.


"Mau kemana lagi nyonya?" Tanya supir pribadinya.

__ADS_1


"Ke butik Susi ya pak, saya mau melihat anak-anak saya." ucap Mala.


Dengan segera supir pribadinya melajukan mobilnya menuju butik teman baiknya itu.


__ADS_2