MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 110


__ADS_3

Aneisha sudah berada di mall untuk membeli hadiah yang ada di berikan kepada Jody.


"Hadiah apa yang bagus untuk kak Jody kak?" tanya Aneisha kepada Lita.


"Hemm, apa ya? Tuan Jody ga punya apa emang?" tanya Lita.


"Ih ga tau lah! Kayaknya kak Jody punya semuanya deh, apa aja bisa dia beli kan kak? Arrgghh, bingung!!" ucap Aneisha frustasi.


"Kayaknya yang di butuhkan tuan Jody itu liburan deh Nei, dia kan sibuk kerja jadi kalo liburan kayaknya dia seneng deh." ucap Lita.


"Bener juga ya kak! Kalo gitu aku akan mengajaknya berlibur ke pantai aja deh setelah party selesai, aku free kan besok?" tanya Aneisha kepada Lita.


"Yap! Free Nei, kamu bisa mengajaknya berkencan." jawab Lita.


"Kencan? Bukan kencan kak, tapi liburan!" tegas Aneisha.


Lita hanya tertawa karena bisa menggoda artisnya itu.


"Ih kak Lita kenapa ketawa sih? Sengaja ngeledek ya?" tanya Aneisha.


"Engga kok siapa yang ngeledek, udah sana kamu mending beli pakaian untukmu dan untuk tuan Jody selama kalian liburan, aku akan meluangkan waktumu selama beberapa hari." ucap Lita.


Aneisha senang bukan main mendengar ucapan managernya itu, dia akhirnya memiliki waktu untuk beristirahat dari syuting-syutingnya yang padat.


Akhirnya dengan senang hati Aneisha segera memilih pakaian untuknya dan juga Jody agar bisa di pakai untuk liburan.


Dan saat memilih pakaian Jody di toko khusus pakaian pria, tiba-tiba saja Aneisha bertemu dengan Gavin dan Alisa yang juga sedang memilih pakaian.


"Kak Anei, hai.." sapa Alisa dengan ramahnya.


Namun di balik keramahan itu Aneisha tau betul kalau Alisa menyimpan perasaan khawatir jika dia akan merebut Gavin.


"Hai Nei, kamu lagi milih pakaian buat siapa?" tanya Gavin saat melihat Aneisha sedang memegang kemeja santai untuk laki-laki.


Tentu saja Aneisha tidak mau kalah dari Gavin dan Alisa, akhirnya Aneisha tersenyum manis ke arah keduanya.


"Ini pakaian untuk kak Jody, kami ingin pergi berlibur besok karena besok adalah hari ulang tahun kak Jody." jelas Aneisha.


Gavin yang mendengar jawaban dari Aneisha langsung terdiam dan menatap wajah Aneisha dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


Sedangkan Alisa hanya melirik ke arah Gavin untuk melihat ekspresi wajah laki-laki yang diam-diam dia sukai itu.


"Benarkah? Kalian berlibur hanya berdua saja?" tanya Gavin yang langsung di balas anggukan oleh Aneisha.


"Kenapa managermu tidak ikut?" tanya Gavin kembali.


"Selama ini dia sudah kelelahan mengikuti jadwalku yang padat, jadi aku memberinya ijin untuk beristirahat sendiri." jelas Aneisha.


"Apa kamu tidak khawatir kalau ada paparazi yang memotret kalian dan membuat gosip?" tanya Gavin.


"Ya emangnya kenapa? Toh selama ini juga aku dan kak Jody sudah sering mendapatkan gosip bersama." ucap Aneisha.


"Apa? Kamu tidak masalah dengan hal itu? Walaupun itu bisa membuat reputasimu buruk?" tanya Gavin.


"Ah, bicara soal reputasi.. Bukankah lebih baik jika aku dan kak Jody memiliki gosip bersama? Seorang artis baru berkencan dengan anak pemilik agensi yang dia naungi." ucap Aneisha dengan senyuman sinisnya.


Mendengar ucapan Aneisha membuat Gavin benar-benar merasa kesal dan mengepalkan kedua tangannya untuk menahan rasa kesalnya kepada Aneisha.


"Ah begitu? Baiklah kalau begitu selamat karena sudah berhasil menjerat anak pemilik agensi ke dalam rencanamu!" ketus Gavin yang langsung pergi meninggalkan Aneisha dan Lita yang terdiam di tempatnya.


Sedangkan Alisa yang juga terkejut segera berlari menyusul Gavin yang sudah jauh dari pandangannya.


Setelah melihat Gavin dan Alisa pergi, Aneisha langsung terhuyung dan hampir terjatuh, sedangkan Lita yang melihat sahabatnya hampir terjatuh segera memeganginya.


"Maaf kak aku sedikit kaget sama ucapan kak Gavin tadi,, dia ga pernah sekesal itu sampai bicara begitu kepadaku." ucap Aneisha.


"Lagian kamu sih Nei keterlaluan tau! Asal kamu tau ya, walaupun dia jauh dan gaada kabar, tapi dia tetap menanyai kabarmu terus menerus tau!" ucap Lita yang membuat Aneisha terkejut.


"Apa kak? Bisakah kamu ulangi ucapanmu tadi? Kak Gavin nanya kabarku?" tanya Aneisha.


"Hm, dia selalu bertanya padaku kapan kamu selesai syuting, apa kamu sudah makan, apa yang sedang kamu lakukan." jelas Lita.


"Ga mungkin! Kenapa kak Lita ga pernah bilang sama aku!?" tanya Aneisha.


"Karena dia tidak pernah mengijinkan aku mengatakan kepadamu! Dia mau memantaskan diri dan sukses agar pantas untuk berada di sampingmu, agar kamu tidak malu memiliki dia di sampingnya." jelas Lita.


"Kenapa dia melakukan itu? Aku tidak pernah memintanya untuk melakukan itu kak.." ucap Aneisha tidak percaya.


"Karena dia ingin membuatmu bangga Nei, coba bayangin gimana perasaannya setelah semua perjuangannya kamu malah mengatakan hal seperti itu." ucap Lita.

__ADS_1


"Kakak harusnya diem-diem ngasih tau aku kalo kak Gavin ternyata ga menghilang gitu aja!" ucap Aneisha.


"Ya kamu juga ga pernah tanya, aku kan ga tau kalo ternyata dia ga pernah menghubungimu." ucap Lita.


"Terus aku harus gimana sekarang kak?" tanya Aneisha.


"Ya minta maaf lah, kejar, minta maaf padanya, bilang kalau kamu menyesal sudah mengatakan hal itu kepadanya." ucap Lita.


"Tapi Alisa juga menyukainya kak."


"Terus kamu mau kalah sama dia? Kamu ga mau perjuangin cinta kamu?" tanya Lita.


"Inget ya Nei, cinta itu gabisa di paksain, kalo Gavin menyukaimu juga artinya kalian saling menyukai dan kamu ga bisa maksa Gavin buat pacaran sama Alisa atau orang lain sekalipun!" lanjut Lita.


"Jadi aku harus ngejar dia? Terus gimana pakaian untuk liburan?" tanya Aneisha.


"Jangan memikirkan masalah itu, aku akan mencarikannya untukmu." ucap Lita.


Aneisha tersenyum bahagia memeluk erat tubuh managernya itu.


"Makasih kak Lita,, kamu memang yang terbaik!!" ucap Aneisha dengan bahagia.


Aneisha segera memasang maskernya dan topinya untuk menutupi wajahnya, lalu berlari dengan kencang mencari Gavin kemana-mana.


Aneisha menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Gavin, namun ada banyak sekali orang di mall itu dan banyak yang melihatnya karena berlarian kesana kemari.


"Duh kak Gavin kemana sih? Aku kan malu di liatin sama orang-orang.." gumam Aneisha yang masih tetap mencari keberadaan Gavin.


Sampai akhirnya Aneisha melihat Gavin sedang menaiki lift yang di susul oleh Alisa.


Dengan segera Aneisha berlari dengan kencang melewati banyak orang yang menghalanginya dan menjulurkan tangannya di sela-sela pintu lift yang hampir tertutup rapat karena takut terjepit.


"Oh my God, untung saja tanganku tidak habis!" ucap Aneisha sambil mengatur nafasnya setelah pintu lift terbuka.


Gavin yang melihat wajah Aneisha terkejut karena kejadian yang tiba-tiba itu.


"Anei?" ucap Gavin yang tidak jelas melihatnya.


Aneisha mendangakkan lehernya dan melihat Gavin yang sedang mematung di tempatnya.

__ADS_1


Aneisha masuk ke dalam lift dan langsung memeluk tubuh Gavin dengan erat.


"I love you kak, i love you!!" bisik Aneisha di telinga Gavin dan membuatnya mematung di tempatnya.


__ADS_2