MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 84


__ADS_3

"Kak Gavin, stop!!!" teriak Aneisha.


Gavin yang mendengar teriakan Aneisha langsung menghentikannya dan mepelaskan tangannya dari kerah baju Jody.


"Dia sudah membuatmu tersesat Anei! Aku akan menghajarnya!" ucap Gavin.


"Tidak kak, aku tadi hanya terlalu berlebihan sampai aku lari dan tersesat.. Dia yang sudah membantuku saat ada binatang buas tadi kak, sudah jangan di pukul lagi." ucap Aneisha.


"Tapi tetap saja dia tidak bisa menjagamu sampai terjadi hal seperti ini." ucap Gavin.


"Sudah kak sekarang aku sudah baik-baik saja.. Tenang ya.." ucap Aneisha menenangkan Gavin.


Akhirnya Gavin mencoba untuk bersabar dan menatap Jody dengan tatapan tajamnya.


"Kak, lebih baik sekarang kak Gavin bantu kak Jody berjalan, pasti sakit banget dia habis di seruduk." ucap Aneisha.


"Emang hewan apa sih yang menyerang kalian?" Tanya Gavin.


"Aku juga ga tau, mungkin babi hutan.. Aku ga percaya di sini ada hewan besar selain itu." jawab Aneisha.


Jody sudah tidak bisa berbicara karena menahan sakit, Gavin yang melihat Jody menahan sakit langsung membopongnya dan membantunya berjalan ke mobilnya.


"Kalo bukan karena kasian, gue ga akan bantuin lo!" ketus Gavin dengan nada pelan yang hanya bisa di dengar oleh Jody.

__ADS_1


***


Aneska terus saja berjalan ke sana kemari karena belum mendapatkan kabar dari adiknya. Elvan yang sejak tadi menemani Aneska hanya bisa melihat istrinya yang khawatir seperti itu.


"Nes, duduklah.. Aneisha akan baik-baik saja, aku sudah menyuruh tim untuk mencarinya juga." ucap Elvan.


"Kenapa belum ada kabar kak? Kenapa aku masih belum menerima kabar dari Aneisha kak?" Tanya Aneska.


Drrtt,, drrtt..


Tiba-tiba saja hp Aneska berdering, Aneska bergegas untuk mengambil hpnya dengan harapan kalau itu adalah kabar dari adiknya.


"Halo Anei!?" ucap Aneska tanpa melihat siapa yang menelfonnya.


"..."


"Itu hpku Nes." ucap Elvan saat melihat hp yang di pegang Aneska.


Aneska langsung memberikan hp yang dia pegang kepada Elvan, lalu Aneska duduk di sofa di sebelah suaminya dengan putus asa, sedangkan Elvan berbicara dengan orang yang menghubunginya sambil menatap ke arah Aneska dengan pasrah.


Drrtt,, drrtt... Telfon kembali berdering, tentu saja kalau ini adalah suara dari hp Aneska karena hp Elvan sedang di pakai untuk menelfon.


Dengan segera Aneska mengangkat telfon.

__ADS_1


"Halo?" ucap Aneska.


"Halo kak, ini Gavin.. Anei sudah ketemu dan baik-baik saja, aku akan segera membawanya pulang." ucap Gavin.


"Benarkah? Syukurlah kalau Aneisha baik-baik saja,, terimakasih banyak ya Gavin.." ucap Aneska.


"Sama-sama kak.." ucap Gavin yang langsung mematikan telfonnya.


Setelah itu, Aneska langsung menghela nafas panjang dan seketika merasa tenang karena sudah mendapatkan kabar dari adiknya.


Elvan melihat Aneska dan menaikkan kedua alisnya seperti bertanya tentang keberadaan Aneisha karena Elvan sedang berbicara di telfon.


Aneska langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, dan itu sudah membuat Elvan tau kalau Aneisha sudah di temukan dan baik-baik saja.


"Sudah tenang sekarang?" Tanya Elvan saat selesai menelfon.


"Sudah.. Maaf karena membuatmu ikut bingung." ucap Aneska.


"Tidak masalah, aku juga khawatir.. Tapi kamu terlalu berlebihan Nes,, toh kalau kamu lari keliling perusahaan ini juga ga akan ngebuat Anei ketemu." ucap Elvan.


"Iya maaf kak.." ucap Aneska yang merasa bersalah.


"Jangan meminta maaf, aku tau kamu pasti khawatir." ucap Elvan.

__ADS_1


"Mau pulang? Kamu pasti pengen ketemu sama Aneisha kan?" ajak Elvan.


Aneska hanya menganggukkan kepalanya dan segera mengambil tasnya untuk segera pulang ke rumahnya.


__ADS_2