MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 57


__ADS_3

Pertama-tama author mau minta maaf yang sebesar-besarnya karena lama tidak update, nenek author baru meninggal seminggu yang lalu jadi author sibuk di rumah huhuhu😭


Tapi karena acaranya sudah selesai, insyaallah jika memungkinkan author akan update lebih sering dari biasanya..


Di Mohon pengertiannya ya kakak-kakak semua.. Semoga tidak bosan membaca dan menunggu cerita author...😍


💙💙💙


Hari ini adalah hari pertama Elvan dan Aneska mulai bekerja, keduanya sedang sibuk menyiapkan diri di dalam kamar mereka masing-masing.


"Nes, kamu sudah menyiapkan semua berkas yang akan di presentasikan hari ini?" Teriak Elvan dari dalam kamarnya.


"Sudah kak, semua sudah aku siapkan di meja ruang tamu, coba di cek lagi kak." balas Aneska.


Dengan segera Elvan keluar dari kamarnya dan mengecek kembali berkas yang sudah di siapkan oleh Aneska.


"Gimana kak? Sudah semua?" Tanya Aneska yang baru saja keluar dari kamarnya.


Elvan membuka lembaran terakhir berkas tersebut lalu menoleh ke arah Aneska.


"Sudah semua, ayo kita berangkat Nes." ajak Elvan.


Dengan segera Aneska mengambil tasnya dan mengikuti Elvan turun ke bawah dan masuk ke dalam mobil.


"Nes, kamu tidak masalah?" Tanya Elvan tiba-tiba.


"Masalah tentang apa kak?"


"Hari ini adalah pertemuan dengan perusahaan Kevin, dia sudah tau bukan kalau kamu jadi menikah denganku?" Tanya Elvan.


Elvan sebenarnya ragu untuk bertanya kepada Aneska karena hari ini adalah pertama kalinya mereka akan bertemu kembali.


"Tidak masalah kak, aku tidak memperdulikan dirinya! Bagaimanapun juga ini adalah pekerjaan dan aku harus bersikap profesional." jelas Aneska.


"Baiklah kalau begitu, jika dia berani macam-macam kepadamu, kamu harus segera menghubungiku!" tegas Elvan yang di balas anggukan oleh Aneska.


Tidak lama kemudian, keduanya sampai di perusahaan. Daniel sudah berdiri di depan pintu masuk untuk menunggu kedatangan Elvan dan Aneska, karena rekan mereka sudah hampir sampai.


"Kamu kenapa menunggu di sini?" Tanya Elvan.

__ADS_1


"Rekan bisnis kita sudah berada di jalan dan akan segera sampai di sini." jelas Daniel sambil melirik ke arah Aneska.


"Nes, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Daniel yang akhirnya membuka suara.


"Tentu saja aku baik-baik saja kok! Apa aku terlihat sakit kak Daniel?" Tanya Aneska.


"Tidak, bukan begitu... Hanya saja kita akan bertemu dengan..." belum sempat Daniel melanjutkan perkataannya, tiba-tiba saja Aneska merentangkan tangannya untuk menyuruh Daniel berhenti.


"Jangan berbicara tentangnya lagi kak, aku di sini sebagai sekretaris pribadi CEO perusahaan bukan sebagai Aneska yang dulu pernah mau menikah dengan laki-laki itu!" ketus Aneska.


Mendengar hal itu membuat Daniel terdiam, begitu juga dengan Elvan yang berada di sebelah Aneska.


Tidak lama kemudian, sebuah mobil mewah terparkir tepat di hadapan mereka bertiga, lalu keluarlah sang supir yang langsung membukakan pintu mobil untuk seseorang yang tidak lain adalah Kevin.


Kevin keluar dari dalam mobil dengan senyum yang terpancar di wajahnya, benar-benar seperti tidak terjadi apapun kepadanya.


"Sial! Laki-laki itu benar-benar tidak punya muka!" batin Daniel yang kesal dengan sikap Kevin.


Elvan hanya tersenyum tipis melihat Kevin lalu melirik ke arah Aneska untuk melihat ekspresi wajahnya.


"Selamat pagi tuan Elvan.." sapa Kevin sambil mengulurkan tangannya.


Elvan membalas uluran tangan Kevin sambil tersenyum dengan penuh paksaan.


"Nona Aneska, eh bukan! Sekarang sudah menjadi nyonya Elvan bukan? Bisakah saya bicara sebentar?" Tanya Kevin.


Mendengar hal itu membuat Elvan geram, dia menggenggam tangan Aneska dan menatap tajam ke arah Kevin.


"Maaf tuan Kevin, sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus di bahas dengan istri saya!" tegas Elvan.


"Tidak apa kak, setidaknya aku harus menyelesaikan semuanya dengan laki-laki ini!" ketus Aneska sambil memberikan tatapan yang tidak bisa di artikan kepada Elvan.



Kevin tersenyum senang mendengar Aneska yang ingin berbicara dengannya, Kevin pun segera berjalan ke arah yang berlawanan dengan yang lain.


Elvan tidak bisa mengatakan apapun lagi saat Aneska sudah berbicara seperti itu, dia langsung melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Aneska mengikuti Kevin dari belakang.


Setelah Kevin menghentikan langkahnya, Aneska pun ikut berhenti dan berdiri jauh dari Kevin.

__ADS_1


"Kenapa jauh seperti itu!?" Tanya Kevin dengan nada yang tidak bersahabat.


"Bicarakan apa yang mau kamu bicarakan!" ketus Aneska.


"Jadi begini sikapmu setelah menikah dengan laki-laki lain Aneska!? Apa kamu tidak membaca pesanku untuk menungguku?" Tanya Kevin yang sudah terbawa emosi.


Mendengar ucapan Kevin membuat Aneska benar-benar tidak tau harus mengatakan apa lagi.


"Benar-benar tidak tau diri!" ketus Aneska.


"Apa kamu bilang!? Tidak tau diri katamu? Kamu yang tidak tau diri Aneska!"


"Apa kamu tidak bisa mengaca tuan Kevin!? Bagaimana caranya aku menanggung malu saat aku membatalkan acara pernikahan di depan semua tamu undangan?!


Bagaimana aku bisa membuat kedua orang tuaku malu karena anaknya gagal menikah karena calon mempelai prianya tidak datang!?" ucap Aneska yang benar-benar sudah kesal.


"Lalu kamu lebih memilih menikahi orang lain!?"


"Iya! Dan kamu sendiri? Kamu lebih memilih meninggalkan aku karena orang tuamu bukan?"


Kevin terkejut saat Aneska bicara seperti itu, karena dia tidak tau kalau Aneska mengetahui tentang hal itu.


"Mama sakit, tentu saja aku harus pergi melihatnya Aneska!" ucap Kevin.


"Tidak perlu berbohong tuan Kevin, aku tau kalau sebenarnya orang tuamu terutama mamamu tidak menyukaiku! Kenapa kamu ga bilang aja dari awal sih!? Kenapa harus membuatku terbang tinggi lalu di jatuhkan begitu saja?" Tanya Aneska.


"Tau dari mana kamu kalau mama tidak menyukaimu?" Tanya Kevin.


"Tidak perlu bertanya tentang hal itu! Intinya, kamu yang meninggalkanku, sejak awal kamu hanya coba-coba siapa tau mamamu akan mengijinkan kita menikah! Tapi akhirnya dia justru masuk ke rumah sakit." ucap Aneska.


"Nes, tapi saat itu aku memintamu menungguku karena aku yakin mama akan merestui hubungan kita suatu saat nanti."


"Maaf tuan Kevin, sayangnya anda sudah terlambat! Saat ini wanita yang ada di hadapan anda adalah seorang wanita yang sudah bersuami!" ketus Aneska.


"Nes! Kembalilah padaku Nes! Elvan menikahimu bukan karena ingin membantumu tapi dia memang menyukaimu!"


"Jaga ucapanmu! Kak Elvan tidak menyukaiku, dia hanya membantuku agar tidak menanggung malu saat calon suamiku tidak menghadiri pernikahannya!"


"Jika memang Elvan tidak menyukaimu, maka ayo kita buktikan! Dia akan membiarkanmu kembali padaku jika dia memang hanya ingin membantumu! Sedangkan, jika dia menyukaimu maka dia tidak akan pernah mau melepaskanmu!" ketus Kevin.

__ADS_1


"Jangan gila! Walaupun kak Elvan mau melepaskanku, aku tidak akan pernah mau kembali padamu!" tegas Aneska yang langsung pergi meninggalkan Kevin sendirian.


Kevin yang melihat kepergian Elvan hanya bisa terpaku tidak berkutik sedikitpun sambil menatap tubuh Aneska yang semakin lama semakin menjauh.


__ADS_2