MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 42


__ADS_3

"Ada apa ini tante?" Tanya Aneska yang menghampiri keramaian itu.


"Aneska! Lihatlah Evano membawa kekasihnya yang tidak sopan itu!" ketus Cherry.


Aneska melihat ke arah Kanaya dan Evano, dia bingung dengan situasi yang ada di hadapannya.


"Tunggu tante! Kekasih? Siapa? Dia?" Tanya Aneska sambil menunjuk ke arah Kanaya.


Kanaya yang bertatapan dengan Aneska hanya mengangkat kedua bahunya menanyakan kalau dia tidak mengetahui apapun, sedangkan Evano menggelengkan kepala seperti sedang memohon kepada Aneska.


"Kenapa Nes? Kamu mengenalnya?" Tanya Cherry.


"Ah iya tante, Aneska mengenalnya sangat! Dia adalah sahabat Aneska sejak kecil, tapi Aneska tidak begitu mengetahui tentang hubungan pribadinya." ucap Aneska berbohong.


"Dia sahabatmu?! Lihatlah dia berbeda darimu kenapa kamu mau berteman dengannya!?"


"Maksud tante apa?"


"Dia hanya seorang pramugari yang menghidupi adiknya, orang tuanya bahkan tidak memikirkan mereka dan entah apa pekerjaan orang tuanya!" ketus Cherry.


"K-kenapa tante bicara seperti itu?! Dia.."


"Ah! Maafkan aku kalau tante merasa aku kurang sopan, aku memang tidak pernah di didik oleh orang tuaku jadi bagaimana bisa aku tau sopan santun." ucap Kanaya yang memotong ucapan Aneska.


Mendengar hal itu membuat Aneska terkejut mendengarnya, kenapa Kanaya menutupi identitas dirinya, kenapa Kanaya tidak mengatakan kalau orang tuanya memiliki perusahaan.


"Kalau begitu, Aneska akan membawa Kanaya keluar dulu ya tante, sekali lagi Aneska juga ikut minta maaf jika tante merasa kalau sahabat Aneska tidak sopan." ucap Aneska sambil menarik tangan Kanaya keluar dari kerumunan itu.


Sedangkan Cherry menatap tajam ke arah Evano, Evano kesal saat melihat Clara merangkul tangan maminya dengan manja, dia juga yang sudah mengadukan Kanaya.


"Duh Nes, jangan tarik-tarik juga kali!" ucap Kanaya sambil melepaskan tangannya dari genggaman Aneska.


"Kamu kenapa bisa tiba-tiba jadi kekasihnya Evano?"


"Aku juga ga tau Nes, ini gara-gara kamu tau! Kamu yang mengundangku kesini, dan kamu yang menyuruh laki-laki itu menjemputku!"


"Hah? Aku tidak pernah menyuruhnya untuk menjemputmu Nay, justru dia yang menawarkan diri untuk menunggumu di depan." ucap Aneska.


"Apa!? Aish sudah aku duga dia memang sengaja! Dia pasti sengaja membuatku menjadi kekasih bohongannya di depan maminya yang sombong itu!" ketus Kanaya.


"Maafkan tante Cherry ya Nay, walaupun dia bukan siapa-siapaku tapi dia adalah adiknya papa Bagas jadi secara tidak langsung dia juga menjadi tanteku."


"Yaampun Nes, aku tidak apa-apa kok serius deh! Kamu pasti berada di posisi yang sulit sekali tadi."

__ADS_1


"Hmm,, lagian kamu kenapa ga ngomong kalau orang tuamu adalah pengusaha terbesar di Korea?!" Tanya Aneska.


"Kenapa kamu dan Evano ga cocok? Kalian berdua sama-sama memiliki perusahaan terbesar hanya beda negara saja!" lanjutnya.


"Aku sedang bercemin padamu Aneska! Dulu kamu juga tidak pernah mengaku kalau kamu adalah anak dari seorang pengusaha terkenal." ucap Kanaya.


"Jika bukan karena kamu menjadi pewaris papamu dulu, mungkin sampai saat ini kamu masih menyembunyikan identitasmu." lanjutnya.


Aneska yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak bisa mengelak lagi karena semua yang di katakan Kanaya memang benar adanya.


***


"Cherry, kenapa kamu nyari ribut di acara orang hah!?" tegas Bagas.


"Tau tuh om, marahin aja tuh mami! Bikin Evano malu aja!" ketus Evano dengan wajah yang kesal.


"Apa kamu bilang! Ini semua karena kamu meninggalkan Clara hanya demi pramugari itu!" ketus Cherry.


"Cukup!!!" bentak Bagas yang membuat keduanya terdiam.


Mala, Aneisha dan Elvan yang berada di sana hanya bisa diam karena jika Bagas sudah marah maka semua orang tidak bisa membantahnya.


"Sebenarnya apa yang sedang kamu permasalahkan Cherry!?" Tanya Bagas.


"Kak, aku tidak suka jika Evano berhubungan dengan seorang pramugari!"


"Kak! Kakak bicara seperti ini karena anak kakak akan mendapatkan istri yang derajatnya sama dengan kita! Sedangkan aku? Aku tidak mau anakku mendapatkan wanita yang tidak sederajat dengan kita!" ketus Cherry.


Semua orang terkejut dengan ucapan Cherry, begitu juga dengan Bagas, dia tidak pernah mendengar adiknya mengatakan hal seperti ini.


"Apa sikapmu selalu seperti ini Cherry!?" Tanya Bagas.


"Pa, sudahlah malu di sini banyak orang, kita sebaiknya pulang dan membicarakan hal ini di rumah ya." ucap Mala sambil memegang lengan suaminya.


"Kalau begitu Elvan akan berpamitan kepada orang tua Clair." ucap Elvan.


"Lalu bagaimana dengan kak Anes ma?" Tanya Aneisha.


"Dia berangkat dengan Kevin, jadi biarkan Kevin yang mengantarnya pulang sayang, lebih baik kamu pamit dulu sama kakakmu agar dia tidak mencari kita." ucap Mala.


Akhirnya Aneisha segera mencari keberadaan kakaknya untuk mengatakan kalau mereka akan pulang lebih dulu.


Setelah melihat kakaknya sedang berbicara dengan Kanaya di pojok ruangan, Aneisha segera menghampiri mereka.

__ADS_1


"Kak, kami akan pulang karena keadaan semakin memanas antara papa Bagas dan tante Cherry." ucap Aneisha.


"Kalau begitu aku juga akan mengajak kak Kevin pulang."


"Nes, aku ikut denganmu dan kak Kevin ya? Setidaknya aku harus bertanggung jawab karena hal ini terjadi karena aku juga." sambung Kanaya.


"Baiklah kalau begitu, kamu naik mobil Kevin aja sama aku." ucap Aneska yang di balas anggukan oleh Kanaya.


Bagaskara dan yang lainnya lebih dulu sampai di rumah, mereka semua segera turun dari mobilnya.


Bagas meminta semua orang mengganti pakaiannya lebih dulu lalu berkumpul di ruang tamu bersama.


"Pa, kamu jangan emosi ya.." ucap Mala kepada Bagas yang kebetulan sedang berada di dalam kamar.


"Gimana aku tidak emosi melihat adikku yang sekarang mementingkan status orang lain!"


"Iya aku tau pa,, tapi bicarakan baik-baik jangan terbawa emosi pa.."


"Aku akan mencoba untuk tidak emosi, entah jika dia memancing emosiku aku tidak bisa bertahan." ucap Bagas.


Mala hanya diam mendengar ucapan suaminya, dia segera mengikuti suaminya keluar dari kamar.


Di ruang tamu, semuanya sudah berkumpul menunggu kedatangan Bagas dan Mala.


Saat itu, Kevin baru saja sampai di depan rumah Bagas dan mengantar Aneska dan Kanaya masuk ke dalam rumah.


"Sampai sini saja kak Kevin, aku tidak mau kamu jadi ikutan ke dalam masalah keluarga ini." ucap Aneska.


"Baiklah, jika sudah selesai segera kabari aku ya Nes." ucap Kevin yang di balas anggukan oleh Aneska.


Kevin segera masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari kediaman rumah Bagaskara.


"Gimana? Kamu siap?" Tanya Aneska.


"Kamu tidak perlu datang kemari sebenarnya Nay, ini semua rencana Evano jadi dialah yang bersalah." ucap Aneska lagi.


"Tidak Aneska, aku juga Salah karena sudah setuju dengannya."


"Baiklah, tapi kamu harus berjanji padaku kalau kamu tidak akan emosi jika tante Cherry mengataimu."


"Kamu tenang saja Nes.."


Setelah berbicara berdua, akhirnya Aneska mengajak Kanaya masuk ke dalam rumah, di Sana mereka melihat semua keluarga yang sudah berkumpul di ruang tamu dengan suasana yang sangat canggung.

__ADS_1


"Kau! Kenapa kamu berada di sini!? Ini semua karena kamu!" ketus Cherry.


"CHERRY CUKUP!" bentak Bagas hingga membuat semua orang terkejut.


__ADS_2