
Aneisha yang sudah terbangun dari tidurnya langsung terkejut karena mengingat Jody yang sedang di rawat di rumah sakit karena dirinya.
Aneisha segera berlari keluar kamar dan menuruni tangga mencari keberadaan kakaknya dan minta di antar ke rumah sakit untuk menjenguk Jody.
“Non Anei, non kenapa?” tanya pelayan yang ada di rumah itu.
“Bi, bibi! Bibi liat kak Anes sama kak Elvan?” tanya Aneisha yang bertanya dengan buru-buru.
“Yaampun non tenang non tenang,, nafas dulu non..” ucap pelayan tersebut mencoba untuk menenangkan Aneisha.
“Bibi panggil tuan Bagas dan nyonya Mala dulu ya non.. Non Anei duduk dulu saja di sini ya.”
Pelayan rumah tersebut mendudukkan Aneisha di sofa ruang tamu dan memberikannya segelas air putih untuk menenangkan Aneisha, setelah itu pelayan tersebut segera menaiki tangga untuk memanggil kedua majikan besarnya di kamar mereka.
“Tuan besar,, nyonya.. Cepat keluar anu non Anei sudah bangun.” Panggil pelayan tersebut sambil mengetuk pintu kamarnya.
Tidak lama kemudian Mala segera membuka pintu karena mendengar ucapan pelayannya dengan wajah panik saat mendengar nama Aneisha di sebut.
“Di mana Aneisha bi?” tanya Mala.
“Di bawah nyonya, udah bibi suruh dudukk dan minum dulu soalnya bangun-bangun panik gitu nanyain non Aneska dan tuan Elvan.” Jelas pelayan tersebut.
“Kalau begitu ayo kita ke bawah.” Ucap Mala yang di balas anggukan oleh pelayan tersebut.
Sesampainya di bawah, Mala segera duduk di sebelah Aneisha dan memeluk tubuhnya dengan erat.
“Sayang, tenanglah semua sudah baik-baik saja sekarang…” ucap Mala untuk menenangkan Aneisha.
“Ma, di mana kak Anes dan kak Elvan? Kenapa aku tidak melihatnya?” tanya Aneisha.
“Mereka sudah ke rumah sakit Nei menjenguk Jody, kamu tadi masih tidur jadi Aneska tidak mau membangunkanmu.” Jelas Mala.
“Kalau begitu Anei juga mau ke rumah sakit ma, biarin Aneisha sama supir ya.” Ucap Aneisha.
“Tidak sayang, kamu sama papa dan mama akan berangkat ke rumah sakit.” Ucap Bagas yang baru saja menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapih.
“Nah itu papa, ayo kamu siap-siap dulu baru kita berangkat.” Ucap Mala.
Aneisha tidak berbicara apa-apa, dia hanya segera berdiri dan berlari menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Setelah selesai bersiap, Aneisha segera kembali turun dan mengajak kedua orang tuanya untuk segera berangkat ke rumah sakit.
“Nei jangan panik ya, Anes dan Elvan bilang kalau Jody sudah baik-baik saja..” ucap Bagas sambil fokus menyetir mobilnya.
“Iya pa, Anei berusaha tenang kok.” Balas Aneisha.
__ADS_1
Sampai akhirnya mereka bertiga tiba di rumah sakit dan segera bergegas ke ruangan yang sudah di beritahu oleh Aneska.
“Kak! Kak Jody!” teriak Aneisha sambil membuka pintu ruangan dengan tiba-tiba membuat orang yang ada di dalam ruangan terkejut karenanya.
“Yaampun Anei! Bisa ga sih jangan teriak kayak gitu, ga sopan!” ucap Aneska yang terkejut karena teriakan adiknya.
“Kak, di mana kak Jody? Kenapa ga ada di sini?” tanya Aneisha sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
“Duduk dulu! Jody masih di kamar mandi!.” Tegas Aneska.
Tidak lama kemudian, Bagas dan Mala masuk ke dalam ruangan menyusul Aneisha.
“Duh Anei kamu jangan lari kayak tadi dong… Kalo jatuh gimana?” ucap Mala.
“Mama… Di mana papa?” tanya Aneska yang menyapa mertuanya yang baru masuk ke dalam ruangan.
“Papa tadi ngeliat Elvan sama tuan Anthony sedang minum kopi di kantin jadi dia gabung deh.. Oh iya di mana Jody?” tanya mala.
“Jody lagi di kamar mandi ma..” ucap Aneska.
Tidak lama kemudian Jody keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Mala dan Aneisha yang sudah berada di ruangannya.
“Anei, tante Mala, sejak kapan datang?” tanya Jody.
“Jody baik-baik saja kok tante.” Ucap Jody.
Jody menoleh ke arah Aneisha yang hanya menundukkan kepalanya dengan tatapan aneh.
“Nei, kamu baik-baik saja?” tanya Jody yang berjalan mendekati Aneisha secara perlahan.
“Hikss,, hikss,, kak Jody maafkan Anei kak hikss..” ucap Aneisha yang tiba-tiba menangis dan memegang tangan Jody hingga membuatnya terkejut.
“Nei jangan seperti ini, aku baik-baik saja kok.” Ucap Jody berusaha untuk menenangkan Aneisha.
“Hikss,, aku yang salah kak maafkan aku, aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku.” Ucap Aneisha.
“Apapun?” tanya Jody.
“Hm, apapun!” tegas Aneisha.
“Kalau begitu aku mau kamu yang menjagaku di sini sampai aku di bolehkan pulang.” Ucap Jody yang membuat Aneska dan Mala terkejut mendengarnya.
“Apa aku ga salah dengar Jody? Aneisha ga bisa apa-apa loh, yang ada nanti kamu juga yang susah.” Ucap Aneska.
“Maka dari itu aku mau Aneisha belajar untuk menjadi orang yang bisa melakukan apapun.” Ucap Jody dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
“Biarkan saja Nes, itung-itung biar Aneisha belajar untuk bertanggung jawab.” Ucap Mala.
“Selama Aneisha mau melakukannya aku tidak masalah kok.” Ucap Aneska sambil menatap ke wajah sang adik.
“Aku baik-baik saja kak, aku juga mau kok menjaga kak Jody di sini.” Jawab Aneisha.
“Baiklah kalau kamu mau menjaga Jody di sini, aku akan pulang bersama kak Elvan dan membawakan pakaian untukmu selama di sini.” Ucap Aneska yang di balas anggukan oleh Aneisha.
Setelah beberapa menit mereka mengobrol segala macam hal, Elvan, Bagas dan Anthony masuk kembali ke dalam ruangan.
“Nah ini mereka baru datang, kalian betah banget lama-lama di kantin sih.” Ucap Mala saat melihat ketiga pria masuk ke dalam ruangan.
“Jangan-jangan di kantin pelayannya cantik-cantik ma makanya mereka betah hihihi..” sambung Aneska.
“Apa!? Benarkah itu?” tanya Mala dengan kening yang berkerut.
“Nes, kamu kok malah bikin orang ribut sih.” Ucap Bagas kepada Aneska yang masih tertawa karena melihat ekspresi wajah mertuanya yang menegang.
“Hehehe ampun pa ampun..” ucap Aneska.
“Oh iya, kak Elvan kita pulang dulu yuk ambil pakaian buat Anei yang mau menjaga Jody di sini.” Ajak Aneska.
“Loh, Aneisha mau menjaga Jody di sini?” tanya Anthony tidak percaya.
“Iya tuan Anthony, Anei mau menjaga kak Jody di sini jadi tuan Anthony bisa pulang dan beristirahat, kita bergantian menjaga kak Jody.” Jelas Aneisha.
“Apa benar tidak apa-apa?” tanya Anthony sambil menatap ke arah Bagas dan Mala selaku orang tuanya.
“Tidak apa tuan Anthony, anggap saja ini adalah bentuk tanggung jawab Aneisha karena sudah membuat Jody terbaring di rumah sakit.” Ucap Bagas sambil memegang kepala Aneisha perlahan.
“Kalau begitu Aneska dan kak Elvan pamit dulu ya, Anes juga harus menyiapkan makan malam untuk makan bersama Gavin dan Kanaya juga.” Ucap Aneska.
“Kak Gavin? Kak Gavin mau makan malam di rumah kak?” tanya Aneisha.
Mendengar Aneisha menyebut nama Gavin membuat Jody tidak suka dan memalingkan wajahnya ke tempat lain.
“Hm, aku mengundangnya untuk makan malam di rumah, kenapa? Kamu juga mau ikut makan malam dulu?” tanya Aneska yang semakin membuat Jody kesal karena dia tau kalau Aneisha pasti memilih untuk makan malam dengan Jody.
“Engga deh kak, aku mau di sini aja jagain kak Jody.. Titip salam aja buat kak Kanaya sama kak Gavin ya.” Ucap Aneisha yang membuat Jody bahagia dan tidak percaya dengan jawaban yang di berikan oleh Aneisha.
“Baiklah kalau begitu Elvan dan Aneska duluan ya, tuan Anthony sekali lagi maaf karena sudah membuat Jody seperti ini.” Ucap Elvan.
“Kamu sudah belasan kali mengucapkan kata maaf tuan Elvan, tidak usah di pikirkan.” Ucap Anthony.
Akhirnya setelah berpamitan, Elvan dan Aneska lebih dulu pulang untuk menyiapkan makan malam dan juga pakaian yang ada di bawa untuk Aneisha selama berada di rumah sakit.
__ADS_1