
"Kamu ini benar-benar menyebalkan Anei!" ucap Aneska yang berdiri lalu berjalan masuk ke tengah-tengah kerumunan.
Aneisha yan mendengar suara kakaknya itu langsung menoleh ke asal suara dan membuka kedua matanya sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"Kakak!? Yaampun kakak kamu kembali!?" ucap Aneisha yang langsung berlari memeluk Aneska dengan erat.
"Uhukk,, uhukk,, Nei kamu mau bunuh aku ya?! Aku ga bisa nafas!" ucap Aneska sambil terbatuk-batuk.
Mendengar ucapan kakaknya membuat Aneisha segera melepaskan pelukannya dan meneliti semua tubuh kakaknya.
"Apa ada yang sakit kak? Kamu baik-baik saja kan? Maaf aku terlalu bersemangat." ucap Aneisha.
"Bukankah lebih baik kita pulang dulu? Mereka semua melihat ke arah kita Anei." Bisik Aneska.
Aneisha juga baru menyadari jika memang semua orang menatap ke arah mereka hingga membuat Aneisha malu dengan tingkahnya sendiri.
"M-maaf semuanya karena sudah menyusahkan kalian semua.. Di syuting selanjutnya aku akan berusaha mengatasi traumaku." ucap Aneisha sambil membungkukkan badannya dengan sopan.
"Aneisha, kalau kamu mau mengatasi traumamu aku bisa kenalkan kamu dengan anakku Jody! Dia adalah anak keduaku, dia baru pulang dari luar negeri dan dia sangat menyukai hutan."
__ADS_1
"Mungkin dia bisa menemanimu untuk masuk ke dalam hutan dan membuatmu merasa aman." lanjut Anthony.
Mendengar tawaran Anthony membuat Aneisha ragu, dia ingin meminta Gavin membantunya tapi dia juga tidak mau mengganggu waktu Gavin yang sedang sibuk dengan skripsinya.
Namun belum saja Aneisha menjawab perkataan Anthony, tiba-tiba saja Aneska sudah menyahut.
"Tentu saja tuan! Itu sangat bagus jika Aneisha memiliki teman untuk membantunya, apa lagi tuan muda Jody sangat menyukai hutan jadi dia bisa menjaga Aneisha." ucap Aneska.
"Jangan terlalu sungkan padaku kak, panggil saja aku Jody dan anggap saja aku adikmu juga." ucap Jody.
"Baiklah kalau begitu, besok kamu akan mengantar Aneisha kan? Kalian harus saling bertukar nomer telfon bukan?" Tanya Aneska.
Dengan ragu Aneisha memberikan hpnya kepada Jody sambil menatap wajah kakaknya.
Setelah itu Jody kembali memberikan hpnya kepada Aneisha, lalu semua orang pergi dari lokasi syuting untuk pulang ke rumah masing-masing.
Aneska, Elvan dan Aneisha juga masuk ke dalam mobil untuk kembali pulang ke rumah.
"Kak, bukankah kak Anes terlalu mudah percaya sama laki-laki itu?" Tanya Aneisha saat mereka berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Menurutku juga begitu.. Seengganya Aneisha perempuan Nes, dan dia juga tidak mengenal laki-laki itu." sambung Elvan.
"Kenapa kalian kompak sekali?! Jody sepertinya laki-laki yang baik kok." ketus Aneska.
"Yaelah kak, emang udah pernah kenalan?"
"Kan udah kenalan tadi! Pokoknya dia pasti bisa membuat kamu mengatasi traumamu!" tegas Aneska.
Mendengar ucapan Aneska membuat Elvan dan Aneisha memilih untuk mengalah dan tidak mengatakan apapun lagi.
"Kenapa kalian diam?" Tanya Aneska saat merasa tidak ada perdebatan lagi di dalam mobil.
"Kita berdua ga mau debat sama kak Aneska, nanti main kabur-kaburan lagi!" jawab Aneisha.
"Aku kabur juga gara-gara siapa!" ketus Aneska sambil melirik ke arah Elvan.
Elvan hanya memamerkan gigi putihnya lalu kembali fokus menyetir mobilnya.
Sesampainya di rumahnya, Elvan, Aneska dan Aneisha segera masuk ke dalam rumah untuk memberi kejutan kepada orang tua mereka.
__ADS_1
Namun sebelum mereka bertiga memberi kejutan, mereka lebih dulu di beri kejutan oleh kedatangan seseorang di rumahnya.