MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 83


__ADS_3

"Hutan? Kenapa Aneisha berada di hutan? Dia kan punya trauma." ucap Kanaya setelah tepat setelah Gavin menutup telfonnya.


"Iya, dia kayak melakukan pengobatan pake metode gitu kak, jadi dia mengatasi trauma dengan cara mendatangi tempat yang membuatnya trauma." jelas Gavin.


"Kenapa ga sama kamu aja? Kalo cuma gitu bukannya bisa di lakukan sejak dulu?"


"Iya, mungkin sebenarnya Anei ga mau melakukan ini, tapi karena syuting harus di lakukan di hutan jadi dia berusaha keras."


Gavin berjalan menuju sofa ruang tamunya dan merebahkan tubuhnya di sana.


"Hahh,, padahal aku lagi libur mau ngajak dia keluar, tapi ga apa-apa deh nanti malam aja aku ke rumahnya." gumam Gavin.


"Kalau kamu laper di lemari makan ada mie instan, aku juga punya roti tawar, aku mau bertemu Evano dulu." ucap Kanaya.


"Kak, sebaiknya kamu bekerja di perusahaan saja, sepertinya kamu suka sekali bekerja menggantikan kak Anes kemarin." ucap Gavin.


"Gila kamu! Aku masih menyukai menjadi pramugari, jadi jangan ngaco kalo ngomong!" ketus Kanaya.


"Tapi kan emang beneran kak.. Aku ngeliat kamu kayaknya menikmati pekerjaan sementaramu ini."


"Diamlah! Aku berangkat bye.." ucap Kanaya sambil melambaikan tangannya kepada Gavin.


Drrtt,, drrtt..


Hp Gavin kembali berbunyi, kali ini Aneska yang menghubunginya.


"Halo kak Anes? Kakak sudah kembali?" Tanya Gavin.

__ADS_1


."Iya Gavin, jangan bahas itu dulu ya.. Aku mau minta tolong kamu tolong bantu cari Aneisha di hutan ya, dia menghilang." ucap Aneska.


"Apa kak!? Barusan aku dan Aneisha telfonan kak.."


"Iya tapi sekarang dia hilang!"


"Baik kak, aku akan mencarinya.. Kakak tenang saja Aneisha pasti baik-baik saja." ucap Gavin yang langsung mematikan telfonnya.


Gavin segera mengambil jaket kulitnya dan langsung berlari bahkan melewati Kanaya yang baru saja mau masuk ke dalam mobilnya.


"Yaampun Gavin! Kamu ini apaan sih! Mau kemana buru-buru?" Tanya Kanaya.


"Aku mau mencari Aneisha kak, sorry!" ucap Gavin yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Kanaya hanya mematung di tempatnya sambil menatap mobil Gavin yang sudah tidak terlihat.


***


"Aneisha!!!" teriak Jody yang terus mencari keberadaan Aneisha.


"Nei keluarlah aku minta maaf karena sudah membentakmu tadi.." lanjutnya.


"Aaa!!!" seseorang berteriak sangat kencang hingga membuat Jody langsung terdiam.


Jody yakin jika itu adalah suara Aneisha jadi dia segera berlari dengan kencang menghampiri asal suara.


"Anei!" teriaknya lagi.

__ADS_1


Hingga akhirnya Jody terkejut saat melihat Aneisha yang sedang ketakutan melihat hewan seperti babi hutan namun Jody sendiri juga tidak tau lebih tepatnya hewan apa itu.


Jody melihat hewan tersebut mau berlari ke arah Aneisha, dengan segera Jody berlari dan memeluk tubuh Aneisha untuk melindunginya.


"Arghh!!" teriak Jody saat hewan tersebut menyeruduk punggungnya.


Aneisha terkejut saat mendengar teriakan Jody, dia tidak tau kalau Jody sudah berada di hadapannya untuk melindunginya.


"Kak Jody? K-kamu baik-baik saja?" Tanya Aneisha.


Tidak lama kemudian hewan tersebut pergi begitu saja, sedangkan Jody sudah mulai lemah karena kesakitan.


"Kak, kak Jody baik-baik saja?" Tanya Aneisha.


"M-maaf Nei, aku tidak sengaja membentakmu tadi.." ucal Jody sambil menahan rasa sakit.


"Kamu masih memikirkan untuk meminta maaf di saat seperti ini!?" ketus Aneisha.


Aneisha segera membantu Jody berjalan, lalu tiba-tiba...


Bugh!!! Satu pukulan mendarat di pipi Jody dan membuat Aneisha terkejut di buatnya.


"Kak Gavin!!!" teriak Aneisha.


"Laki-laki apa lu hah! Bukannya ngejagain Aneisha lu malah ngebuat dia ilang!" teriak Gavin.


"Kak Gavin stop!!" teriak Aneisha.

__ADS_1


__ADS_2