MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 111


__ADS_3

"I love you kak, i love you!!!" bisik Aneisha namun masih bisa di dengar oleh Alisa yang berada di sebelah Gavin.


Gavin dan Alisa tentu saja terkejut mendengar ucapan Aneisha yang tiba-tiba itu, sampai akhirnya pintu lift tertutup dan mulai turun ke parkiran.


"Nei, kamu waras kan?" tanya Gavin.


"Waras kak yaampun, aku ini lagi memutus urat malu aku loh.." ucap Aneisha.


Alisa yang melihat ekspresi wajah Gavin yang bahagia segera menekan tombol lantai selanjutnya agar bisa keluar lebih dulu.


"Loh, kamu mau kemana kok mencet lantai 1? Kita mau ke parkiran Al." ucap Gavin.


"Kayaknya ada yang harus kalian bicarakan berdua, jadi aku akan berkeliling sebentar kak, kalian berdua ngobrol aja dulu, nanti chat kalo kak Gavin udah di mobil ya." ucap Alisa yang di balas anggukan oleh Gavin.


Setelah Alisa keluar dari lift, Gavin dan Aneisha berada dalam suasana canggung di dalam lift.


"Kamu berani mengatakan hal itu kepadaku?" tanya Gavin.


Aneisha hanya menundukkan kepalanya karena malu dengan apa yang dia lakukan tadi.


Gavin menggenggam tangan Aneisha dengan erat.


"Kenapa malu-malu begitu? Coba kalo kamu ngomong kayak gini dari dulu Nei..." ucap Gavin menggoda Aneisha.


"Apaan sih kak, masa iya perempuan yang mulai duluan!" ketus Aneisha.


"Lah sekarang kamu juga ujung-ujungnya yang ngomong." balas Gavin.


"Dih aku salah ngomong tau! Aku mau minta maaf tadinya." ucap Aneisha.


"Oh jadi ceritanya mulutnya kepeleset?" tanya Gavin yang di balas anggukan oleh Aneisha.


Gavin hanya tersenyum gemas melihat sikap Aneisha yang menggemaskan itu.


Tepat setelah pintu lift terbuka, Gavin menggandeng tangan Aneisha menuju mobilnya.


"Mau kemana kak?" tanya Aneisha.


"Aku mau mengajakmu kencan, kencan pertama kita.." ucap Gavin.


"Apaan sih kak, emang kita udah pacaran?" tanya Aneisha.


"Sudah, karena aku juga menyukaimu kita saling menyukai dan kita sekarang sudah resmi berpacaran." ucap Gavin.

__ADS_1


Aneisha tersipu malu mendengar ucapan Gavin, dia hanya bisa diam sambil tersenyum dan menuruti ucapan Gavin untuk masuk ke dalam mobilnya.


Gavin lupa jika Alisa masih ada di dalam mall dan menyuruhnya untuk memberi kabar kepadanya jika Gavin sudah ada di parkiran.


Sedangkan di dalam mall, Alisa hanya berjalan tidak ada tujuan kesana kemari menunggu kabar dari Gavin.


"Kemana kak Gavin? Apa mereka masih belum selesai bicara?" gumam Alisa.


Lalu Alisa tiba-tiba kembali memikirkan tentang kejadian di lift yang membuatnya kesal namun tidak bisa melakukan apapun.


"Apa mereka akan berkencan setelah ini? Senangnya bisa menjadi kak Aneisha yang bisa mendapatkan semuanya.. Cantik, artis terkenal dan sekarang dia akan mendapatkan orang yang dia sukai."ucap Alisa.


Alisa terus saja melihat hpnya menunggu kabar dari Gavin, sampai akhirnya Alisa tanpa sengaja menabrak seseorang.


"Maaf, maafkan aku aku tidak sengaja." ucap Alisa yang terkejut karena orang yang dia tabrak adalah Lita.


"Kau? Bukankah kamu adalah managernya kak Anei?" tanya Alisa kepada Lita.


"Hm, aku managernya Aneisha, kamu sedang apa di sini? Kamu ga ikut dengan Aneisha dan Gavin?" tanya Lita.


"Engga, kenapa aku harus ikut?!" tanya Alisa dengan nada kesal.


"Ah begitu, baguslah jika kamu sadar diri kalau laki-laki yang selama ini kamu ikuti kemanapun itu bukanlah jodohmu." ucap Lita.


"Benarkah? Bukankah kita ga ada yang tau jodoh kita siapa? Sebelum janur kuning melengkung, tidak ada yang tau jodoh kita siapa!" ucap Alisa yang langsung berjalan melewati Lita begitu saja.


"Walaupun dia bukan jodohku, aku akan membuatnya menjadi jodohku!" batin Alisa yang terus berjalan masuk ke dalam lift.


Sedangkan Lita hanya diam menatap Alisa yang sudah masuk ke dalam lift.


"Aku ga akan membiarkan siapapun merebut kebahagiaan Aneisha." gumam Lita yang akhirnya pergi dari sana.


***


Di rumah sakit, Aneska dan ketiga bayinya sudah di ijinkan untuk pulang ke rumah karena semuanya sudah normal dan Aneska pulih dengan cepat.


"Benarkah sudah boleh pulang dok?" tanya Mala yang masih was-was jika ada sesuatu yang terjadi kepada menantunya.


"Benar nyonya, kami melakukan operasi caesar yang terbaik sehingga luka lebih cepat kering dan nona Aneska bisa langsung beraktifitas setelah beberapa jam setelah operasi." jelas dokter tersebut.


Mendengar penjelasan dokter tersebut membuat Mala merasa lebih lega dan tenang.


"Kalo gitu baiklah dok, kami akan segera bersiap untuk pulang ke rumah." ucap Mala yang di balas anggukan oleh dokter tersebut.

__ADS_1


Mala dan Elvan segera merapihkan barang-barang Aneska dan bayi mereka untuk di bawa pulang. Sedangkan Bagas tidak ikut karena harus mengikuti rapat penting menggantikan Elvan.


"Biar Aneska aja ma.." ucap Aneska yang tidak tega melihat mertuanya merapihkan barang-barangnya.


"Stop Nes, kamu harus banyak istirahat karena sesampainya di rumah kamu harus mengurus ketiga anakmu." ucap Elvan.


"Kenapa kamu bilang gitu Elvan, ada mama yang mau membantu Aneska menjaga anak-anak kalian." ucap Mala.


"Engga ma, aku sama Aneska sudah sepakat untuk pindah ke rumah kita sendiri setelah Aneska melahirkan." jelas Elvan.


"Apa!? Kenapa kalian mau pindah? Engga, gabisa! Aneska masih baru menjadi ibu dan langsung harus mengurus anak kembar kalian itu adalah hal yang berat." ucap Mala.


"Kami sudah sepakat ma.."


"Engga, sampai anak-anakmu sudah sedikit lebih besar." ucap Mala.


Elvan mau membalas ucapan Mala kembali namun di halangi oleh Aneska.


"Mas sudah jangan di teruskan, kita turuti aja maunya mama." ucap Aneska.


Akhirnya Elvan hanya bisa pasrah dan menuruti ucapan mamanya.


Di tengah-tengah kesibukan mereka, tiba-tiba Kanaya masuk ke ruangan Aneska.


"Hai Nes, selamat pagi.." sapa Kanaya dengan semangat.


"Pagi tante Mala, pagi kak Elvan.." lanjutnya.


"Pagi Nay, kamu ga bilang sih mau ke sini?" tanya Mala.


"Sengaja tante, Naya mau ngasih kejutan sambil bawa makanan buat kalian." ucap Kanaya sambil mengangkat kantong plastik yang ada di tangannya.


"Kayaknya kita makan nanti aja deh, mending kamu bantu mama sama mas Elvan buat rapihin pakaianku." ucap Aneska.


"Kenapa harus di rapihin?" tanya Kanaya yang tidak menyadari apapun.


"Anes udah di ijinkan pulang Nay, jadi kami mulai beres-beres." jawab Elvan.


"Benarkah? aku kira kalo operasi bakalan lama sekali." ucap Kanaya.


"Iya Nay sekarang cepet banget, mama aja awalnya ga yakin tapi sekarang operasi sudah memakai alat yang canggih, ga kayak waktu tante lahiran dulu." ucap Mala.


Mendengar ucapan Mala akhirnya Kanaya membantu semuanya untuk membereskan barang-barang Aneska dan bayi-bayinya.

__ADS_1


Sedangkan Aneska hanya bisa melihat ke arah semua orang karena dia masih di haruskan istirahat sebelum pulang ke rumah.


__ADS_2