
“Hai Nei..” sapa Kanaya sambil berjalan menghampiri sahabatnya.
“Wah, siapa ini? Kamu bawa anak dari mana Nay?” tanya Aneska yang melihat Alisa berada di sebealah Kanaya.
“Namanya Alisa, cantik kan?”
“Cantik sekali,, calonnya Gavin?” tanya Aneska.
“Enak aja! Gavin ga boleh punya calon dulu, dia aku suruh belajar dulu yang bener.” Ucap Kanaya.
“Lah terus dia siapa?” tanya Aneska.
“Kamu nyuruh kita duduk dulu kek.” Ucap Kanaya.
“Eh iya lupa hahaha, ayo duduk dulu.” Ajak Aneska.
Akhirnya ketiga wanita cantik itu duduk di sofa ruang tamu dan saling mengobrol satu sama lain.
“Jadi? Siapa wanita cantik ini Nay?” tanya Aneska kembali.
“Dia Alisa, semalem habis pulang dari rumah sakit Gavin ga sengaja nabrak dia, bukan nabrak sih lebih tepatnya keserempet gitu.” Jelas Kanaya.
“Yaampun, tapi kamu baik-baik aja kan Alisa?” tanya Aneska dengan wajah khawatirnya.
__ADS_1
Alisa benar-benar tidak percaya jika orang-orang yang ada di hadapannya sangat mengkhawatirkannya, Alisa tau betul ekspresi wajah Aneska dan juga Kanaya saat mengkhawatirkannya, padahal mereka baru mengenal tapi sudah memperhatikannya.
“Al? Kenapa kamu diem aja?” tanya Kanaya.
“Alisa ga nyangka aja kalo Alisa bakal ketemu sama orang-orang baik kayak kak Naya dan kak Aneska.” Ucap Alisa.
Aneska bingung dengan ucapan Alisa, kenapa Alisa sepertinya senang sekali bertemu dengan orang-orang baik? Fikir Aneska.
Akhirnya Kanaya menjelaskan kepada Aneska kalau Alisa adalah korban dari keluarganya, harta orang tuanya di ambil alih oleh paman dan bibinya dan semua yang di alami Alisa di ceritakan kepada Aneska hingga membuatnya terkejut.
“Kenapa kita bisa bernasib sama? Setidaknya saat aku di usir oleh om Alex, aku masih memiliki Aneisha di sisiku, tapi dia? Dia hanya seorang diri di usianya yang bahkan lebih muda dari pada Aneisha.” Ucap Aneska.
“Aneisha siapa kak?” tanya Alisa.
Alisa hanya menatap Aneska dan Kanaya secara bergantian, Alisa tidak mengerti apa maksud dari ucapan Aneska.
“Anak dari orang tua angkatku sekarang menjadi suamiku Alisa.” Sambung Aneska yang mengerti kalau Alisa sedang kebingungan.
“Ah begitu, hehe maaf kak aku ga paham tadi.” Ucap Alisa sambil memamerkan gigi putihnya.
Aneska dan Kanaya hanya tertawa mendengar kepolosan Alisa.
“Oh iya Nes, aku berniat menitipkan Alisa di sini karena katanya kamu mau cuti kan selama kehamilan di trismester pertama, jadi biar ga bosen aku mengajak Alisa ke sini untuk memamerkanmu.” Ucap Kanaya.
__ADS_1
“Hm, terimakasih banyak ya Nay, kamu memang tau apa yang aku butuhkan.” Ucap Aneska.
“Tentu saja, Alisa akan bersikap baik di sini jadi kamu tenang saja.” Ucap Kanaya yang di balas anggukan oleh Aneska.
“Oh iya, kamu ga bareng Evano Nay?” tanya Aneska.
“Dih ogah!” ketus Kanaya yang langsung berjalan keluar rumah.
Sedangkan Aneska yang berhasil menggoda sahabatnya hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Kanaya.
Setelah melihat Kanaya menaiki mobilnya, Aneska langsung mengajak Alisa untuk berkeliling melihat rumah megah yang dia tinggali.
“Kamu sudah sarapan Al?” tanya Aneska.
“Sudah kok kak, kak Aneska sudah sarapan?”
“Sudah juga kok..”
“Kak, kakak ga bosen sendirian di rumah?” tanya Alisa.
“Bosen, tapi biasanya aku ga sendirian kok, ada mama mertuaku dan kadang ada adikku hanya saja sekarang dia sedang berada di rumah sakit menjaga temannya.” Jelas Aneska.
Alisa menganggukkan kepala menandakan mengerti dengan penjelasan Aneska, lalu keduanya memutuskan untuk duduk dibangku taman yang ada di belakang rumah sambil berbincang-bincang.
__ADS_1