MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 39


__ADS_3

Bagas, Elvan dan Evano sudah berada di depan salon untuk menjemput Mala, dan Aneisha.


“Kenapa mereka lama sekali? Bagaimana dengan aunty Cherry? Apa dia sudah selesai?” tanya Elvan.


“Dia pasti sudah berada di sana, kakak tau kan mamiku itu ngapain aja pasti lebih suka sendirian." ucap Evano.


Tidak lama kemudian, Mala dan Aneisha keluar dari salon, mereka berdua sangat cantik membuat semua orang tertegun melihatnya.


"Wah, cantik sekali kalian.." puji Bagas.


"Terimakasih pa!" ucap Aneisha dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Papa gimana sih, adiknya siapa dulu dong.." ucap Elvan yang di balas tawa oleh semuanya.


"Oh iya, dimana Aneska? Dia belum selesai?" Tanya Elvan.


"Kakak baru mulai kak, dia terlalu baik mengijinkan semua orang berdandan lebih dulu " ucap Aneisha.


"Anes bilang kalo kita bisa berangkat duluan aja, lagian dia udah telfon Kevin." ucap Mala.


"Kalau begitu biar aku menunggu di sini, jaga-jaga kalo Kevin ga bisa datang." ucap Elvan.


"Baiklah kalau begitu, kamu duduk di sini saja pasti Aneska hanya sebentar karena dia sudah cantik, tidak ada yang bisa di lakukan oleh perias itu lagi." ucap Mala sambil tersenyum.


Akhirnya semua orang kecuali Elvan berangkat ke perusahaan Clair lebih dulu.


Tidak lama kemudian, ada mobil yang terparkir di depan Elvan, lalu Kevin keluar dari mobil tersebut.


"Hai tuan Elvan." sapa Kevin.


"Akhirnya kamu datang juga tuan Kevin, kalau begitu aku bisa tenang meninggalkan adikku." ucap Elvan.


"Tentu saja, aku pasti datang untuk Aneska tuan Elvan." balas Kevin yang di balas senyuman oleh Elvan.


Belum sempat Elvan meninggalkan salon tersebut, Aneska sudah keluar dari salon dengan gaun merah muda yang membuat tubuhnya menjadi anggun.



Elvan dan Kevin terpaku melihat kecantikan Aneska.


"K-kenapa kalian melihatku seperti itu? Apa dandananku terlalu menor?" Tanya Aneska.


"T-tidak!" teriak keduanya.


"Benarkah? Kalau begitu kenapa kalian melihatku seperti itu?"


"Karena kamu terlalu cantik Nes." ucap Kevin.


"Terimakasih." ucap Aneska dengan tersenyum malu mendengar pujian dari Kevin.


"Kalau begitu aku berangkat duluan ya." ucap Elvan yang mencoba untuk tidak mengganggu pasangan itu.

__ADS_1


"Baiklah kak, hati-hati di jalan ya.." ucap Aneska yang di balas anggukan oleh Elvan.


Elvan segera melajukan mobil sportnya menuju ke perusahaan Clair, sepanjang jalan Elvan terus saja memikirkan Aneska yang benar-benar sangat cantik dan anggun saat itu.


"Kenapa aku memikirkan Aneska? Ingat Elvan, walaupun dia bukan adik kandungmu, dia tetaplah adikmu, lagipula dia sudah bersama Kevin yang lebih baik dariku." gumam Elvan.


Hingga akhirnya Elvan sampai di tempat tujuan dan segera turun dari mobilnya.


Elvan melihat dekorasi yang menurutnya sangat berlebihan untuk pesta penyambutan, ada banyak sekali tamu undangan yang hadir malam itu.


"Hari ini aku akan mengumumkan pertunangan tanpa sepengetahuanku, mungkin besok aku akan mengumumkan pernikahan tanpa sepengetahuanku." gumam Elvan yang berjalan memasuki perusahaan tersebut.


"Elvan!? Selamat datang!" sambut Clair dengan semangat.


Seperti biasa, Clair langsung berlari menghampiri Elvan dan merangkul lengannya membuat Elvan risih di buatnya.


"Karena semua sudah di sini, ayo kita mulai acaranya." ucap Clair kepada yang lain.


"Tidak!" seru Elvan hingga semua orang yang ada di sana melihat ke arahnya.


"Elvan, apa yang kamu lakukan?" Bisik Clair yang tetap tersenyum kepada para tamu.


"Aneska belum datang! Dia adalah adikku jadi kalau dia belum datang maka acara belum bisa di mulai." ucap Elvan.


"Tapi dia lama sekali Elvan, mungkin dia masih sibuk berdandan!" ketus Clair.


Belum saja Elvan menjawab ucapan Clair, Aneska dan Kevin sudah datang dan masuk ke dalam perusahaan.


Sama seperti reaksi Kevin dan Elvan saat pertama kali melihat penampilan Aneska, semua tamu undangan di perusahaan itu terpana akan kecantikan Aneska yang menurut mereka sangat natural dan anggun.


Bahkan Clair yang hari itu harusnya menjadi pemeran utama pun kalah di bandingkan dengan Aneska.


"Kenapa? Kenapa dia harus berdanda secantik itu? Apa dia sengaja agar membuatku terlupakan?" batin Clair sambil mengepal kedua tangannya.


Aneisha tersenyum senang saat melihat ekspresi wajah Clair yang melihat kakaknya sampai segitunya.


"Kak Kevin memang baik, tapi saat aku sadar kalau kak Elvan sepertinya menyukai kak Aneska, tentu saja aku akan memilih kak Elvan." batin Aneisha.


Akhir-akhir ini Aneisha sering sekali melihat Elvan memperhatikan Aneska di manapun dia berada, saat Aneska bertemu dengan Kevin juga Elvan menunjukkan ekspresi wajah yang sedih, dan itu membuat Aneisha yakin kalau kakak sambungnya itu memiliki perasaan kepada kakak kandungnya.


MC acara di sana menghentikan keramaian dan membuat semua orang kembali mengalihkan pemandangan ke arah MC.


Clair dan Elvan di persilahkan untuk maju ke depan, semua orang memberi tepuk tangan meriah untuk keduanya terlebih saat MC mengumumkan acara pertunangan Elvan dan Clair dua minggu lagi.


Semua wartawan langsung memotret mereka berdua, media akan heboh dengan berita pertunangan mereka karena keduanya sama-sama pewaris perusahaan besar di dunia.


"Mereka adalah pasangan sempurna, sama-sama memiliki derajat yang tinggi." Bisik Salah satu tamu undangan di sana.


"Iya kamu benar, mereka juga sama-sama memiliki penampilan yang baik." balas yang lain.


Aneska dan Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan para tamu undangan tersebut. Namun Aneska melihat wajah Elvan yang tidak bersemangat sama sekali membuat Aneska merasa kasihan kepada Elvan.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita yang berada di atas sana, apa mereka juga akan se heboh ini?" Tanya Kevin secara tiba-tiba hingga membuat Aneska terkejut.


"Hah? M-maksudnya apaan Kevin?"


"Bagaimana kalau kita yang mengumumkan kabar pertunangan kita?"


"Hahaha, emang siapa yang mau bertunangan denganmu?" Tanya Aneska sambil tertawa.


"Kamu! Ayo kita bertunangan juga Aneska."


"Apa!?" teriak Aneska yang terkejut mendengar ucapan Kevin.


Orang yang berada di sekitarnya menoleh ke arah Aneska yang berteriak hingga membuat Aneska menundukkan kepala dan meminta maaf kepada semuanya.


"Kamu seseneng itu ya sampe teriak?" ejek Kevin.


"Dih engga! Aku kaget aja kamu ngomong kayak gitu Kevin, jangan suka bercanda jadi orang."


"Aku serius Nes, kalo kamu mau aku akan segera ke rumah om Bagas besok untuk meminta ijin mereka."


Mendengar ucapan Kevin membuat Aneska terdiam dan melihat ke arah Kevin, Aneska melihat keseriusan di wajah Kevin.


"Beri aku waktu untuk berfikir Kevin, permintaanmu terlalu mendadak untukku." ucap Aneska.


Evano menghampiri Aneska dan Evano yang sedang berbicara.


"Hai Nes, kamu cantik sekali hari ini, aku tidak menyangka kamu bisa secantik ini." ucap Evano.


"Kamu muji apa ngehina ya?" Tanya Aneska.


"Muji lah! Jarang-jarang kan aku muji kamu begini."


"Hem, lalu kamu menyesal sudah kehilangan kekasih sepertiku?" goda Aneska.


"Engga! Aku hanya mau bertanya kemana Kanaya? Bukannya kamu bilang akan menyuruhnya datang?" Tanya Evano.


"Dia akan datang tapi entahlah kapan dia datang, aku akan menunggunya di depan pintu masuk nanti."


"Tidak, biar aku saja yang menunggunya datang, yang penting aku tau kalau dia akan datang." ucap Evano.


Evano langsung berjalan ke arah pintu masuk untuk menunggu kehadiran Kanaya.


"Kanaya siapa?" Tanya Kevin.


"Kanaya sahabatku, mereka bertemu di pesawat karena kebetulan Kanaya adalah pramugari di pesawat itu."


"Lalu Evano sangat menyukainya dan sedang mengejarnya." lanjut Aneska.


Kevin hanya menganggukkan kepala mendengar ucapa Aneska.


***

__ADS_1


Visual Elvan author ganti ya hihihi.. semoga cocok sama visual Aneska.



__ADS_2