MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 70


__ADS_3

"Aneisha!!!" teriak semua orang saat melihat Aneisha tiba-tiba pingsan di tengah-tengah syuting.


Semua orang khawatir dengan keadaan Aneisha, termasuk Aneska dan Elvan yang baru saja sampai di hutan tersebut.


"Anei!!" teriak Aneska.


Elvan segera berlari menghampiri Aneisha, sedangkan Aneska mengikutinya dari belakang.


"Bawa ke rumah sakit kak!" ucap Aneska dengan wajah khawatir.


"Tunggu!! Kalian berdua siapanya Aneisha? Jangan sembarangan bawa orang!" ketus Lita.


"Kamu siapa?" Aneska kembali bertanya kepada Lita.


"Aku manager pribadinya!" ketus Lita.


"Lita, aku kakaknya dan dia suamiku.. Apa kami masih tidak boleh membawanya?" Tanya Aneska dengan santai.


Anthony yang baru datang saat mendengar kabar tentang Aneisha terkejut saat melihat Elvan di sana. Elvan adalah salah satu orang berpengaruh di negaranya.


"T-tuan Elvan? Kenapa anda yang membawa Aneisha? Dia adalah artis kami, kami sudah memanggil ambulance." jelas Anthony.


"Tuan Anthony, apa anda tidak pernah memeriksa kesehatan jasmani dan rohani para artis anda?" Tanya Elvan yang sudah sedikit emosi.


Aneska segera memegang lengan Elvan dan menyuruhnya untuk tenang.


"Jangan emosi kak, sebaiknya kamu segera pergi ke rumah sakit, biar aku menunggu kalian di sini.. Aneisha akan baik-baik saja." ucap Aneska.

__ADS_1


Melihat Aneska yang santai membuat Elvan sadar jika tidak akan ada hal buruk yang terjadi kepada Aneisha.


Setelah Elvan pergi membawa Aneisha, Aneska langsung menoleh ke arah Anthony dan yang lainnya.


"Kenalkan, aku Aneska kakak kandung Aneisha." ucap Aneska dengan senyuman.


"Kakak kandung?" Tanya Lita.


"Iya, kamu managernya ya? Terimakasih karena sudah mengurus Aneisha dengan baik selama ini.. Tapi kamu juga harus tau hal ini, kalau Aneisha punya trauma sama hutan, dia pernah tersesat di hutan." jelas Aneska.


"Apa!? Kamu ini bagaimana, masa artisnya ga tau!?" ketus Anthony kepada Lita.


"Maaf tuan.."


"Jangan menyalahkan Lita tuan Anthony, Aneisha tidak akan mau mengatakan tentang hal ini karena dia tidak mau menjadi beban untuk yang lainnya." ucap Aneska.


"Jangan terlalu sungkan tuan, panggil Aneska aja ya." ucap Aneska.


Aneska duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh Anthony, semua orang menyambutnya dengan sangat khusus hingga membuatnya merasa risih.


Setelah menunggu beberapa lama, Aneska mengeluarkan hpnya untuk menghubungi Elvan.


"Halo.." ucap Elvan.


"Halo kak, gimana? Udah sampe rumah sakit?" Tanya Aneska.


"Sudah Nes, ini Aneisha lagi di tangani sama dokter."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, titip Aneisha ya kak Elvan, nanti anterin langsung ke sini ya." ucap Aneska.


"Siap tuan putri,, kamu hati-hati di sana ya.." ucap Elvan yang langsung mematikan telfonnya.


***


"Aish! Bagaimana ini, kenapa kak Elvan ga jawab sih!?" gumam Evano sambil berjalan kesana kemari seperti setrikaan.


"Kamu kenapa Vano?" Tanya Daniel.


"Kak, aku telfon kak Elvan kok ga di angkat ya? Padahal aku mau nanya tentang pertemuan hari ini, kakak kan mau bertemu klient yang lain, aku grogi kalo ga ada asisten.." ucap Evano.


"Kamu ini, Elvan lagi keluar kota jadi ga akan bisa di kabarin mungkin hpnya habis batrenya." ucap Daniel.


"Siapa ya.." gumam Evano.


"Kanaya? Bagaimana dengan Kanaya?" Tanya Daniel.


"Kanaya? Kanaya teman Aneska? Dia adalah pramugari kak, ya ga akan bisa lah." ucap Evano meremehkan.


"Kamu ga tau kalo dia itu sebenarnya penerus perusahaan orang tuanya! Dia pernah belajar tentang bisnis kok." jelas Daniel.


"Benarkah? Eh, tapi tunggu! Kak Daniel kenapa tau semua tentang Kanaya?" Tanya Evano curiga.


"Semua yang dekat dengan keluarga Bagaskara pasti akan aku cari asal-usulnya."


"Hmmm, awas kalo sampe kak Daniel suka sama Kanaya!" ketus Evano.

__ADS_1


Daniel hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Evano. Daniel segera pergi dari ruangan Evano untuk melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2