
Pagi hari di apartmentnya, Kanaya sedang sibuk bersiap untuk pergi mewakili papanya dengan terpaksa.
Gavin merasa aneh karena tidak biasanya sang kakak sudah rapih pagi-pagi.
"Kak, kamu mau kemana pagi-pagi gini udah rapih banget." Tanya Gavin.
"Aku mau gantiin papa ada meeting penting hari ini."
"Wah, kakak sudah memutuskan untuk bekerja untuk papa?"
"Tidak! Tentu saja tidak! Papa sedang di rawat di rumah sakit karena tubuhnya tiba-tiba drop, kamu masih kuliah tentu saja aku yang terpaksa harus mewakilinya!" jelas Kanaya.
"Papa drop? Tidak mungkin! Papa sangat menjaga kesehatannya, jadi kali ini dia pasti sengaja membohongi kak Naya." batin Gavin sambil tersenyum.
"Kenapa kamu tertawa?! Aku aneh ya?" Tanya Kanaya.
"Kak, kamu lebih cocok memakai stelan jas dari pada seragam pramugari, aku serius!" tegas Gavin dengan wajah bersungguh-sungguh.
"Kamu terlalu berlebihan!"
"Aku bicara yang sebenarnya kak!"
"Sudahlah, cepat turun ke bawah aku akan memasak sarapan untukmu sebelum berangkat."
"Lalu kak Naya mau makan apa?"
"Aku makan roti dan susu aja nanti, sudah tidak sempat jika harus ikut sarapan bersamamu." ucap Kanaya.
Gavin hanya diam tidak mengatakan apapun lagi, karena kakaknya memang jarang makan nasi saat sarapan.
"Oh iya Gavin, kenapa kamu jarang sekali bertemu Aneisha?" Tanya Kanaya yang tetap fokus memasak.
"Em,, akhir-akhir ini kami berdua sibuk kak, jadi aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi kami selalu kirim pesan kok, dia masih sering menceritakan kejadian yang dia alami." ucap Gavin.
Kanaya hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus memasak, hingga akhirnya makanan yang di masaka sudah matang dan siap di makan.
"Makanlah yang banyak, kalau begitu kakak berangkat dulu ya Gavin, kamu hati-hati kalau mau ke kampus." ucap Kanaya lalu pergi keluar apartment.
__ADS_1
Kanaya memutuskan untuk membawa mobilnya sendiri menuju restaurant yang sudah di beritahu oleh mamanya.
Drrtt,, drrtt..
Baru saja Kanaya masuk ke dalam mobilnya, mamanya menghubunginya, dengan segera Kanaya mengangkatnya.
"Halo apa ma?" Tanya Kanaya.
"Sayang, kamu ga lupa kan pertemuan itu?"
"Engga ma, ini Kanaya juga mau berangkat ke restaurant yang mama kasih alamatnya."
"Baguslah, kalau begitu mama sudah tidak perlu khawatir lagi."
"Ingat ya ma, ini terakhir kali aku melakukan hal ini!" tegas Kanaya.
"Jangan bilang begitu Naya, kalau papamu membutuhkanmu, kamu harus siap kapanpun itu!"
"Iya iya terserah deh ma, udah dulu aku mau berangkat." ucap Kanaya yang langsung mematikan telfonnya.
Setelah selesai berbicara dengan mamanya, Kanaya segera menancap gas mobilnya menuju restaurant tempat dia mengadakan pertemuan.
"Wah, ini sih bukannya mau meeting kesananya malah kayak mau kencan buta aja!" gumam Kanaya saat melihat restaurant bintang lima yang biasa di datangi oleh pasangan muda mudi.
"Ah sudahlah aku masuk aja daripada nunggu lama."
Kanaya akhirnya masuk ke dalam restaurant dan mengatakan kalau namanya adalah Kanaya, lalu dengan cepat pelayan yang ada di sana mengantar Kanaya ke meja yang sudah di siapkan.
"Silahkan nyonya, di sini meja anda." ucap pelayan tersebut.
"Terimakasih.."
Kanaya tersenyum ke arah pelayan tersebut, lalu dia segera duduk di meja yang sudah di siapkan.
"Kenapa lama sekali sih!" gumam Kanaya sambil melihat jam tangan miliknya.
"Semoga saja CEO perusahaan itu seorang wanita, atau dia mengurus sekretarisnya untuk bertemu denganku!" gumam Kanaya lagi.
"Maaf kalau saya mengecewakan anda nona." ucap seseorang yang berada di belakang Kanaya.
__ADS_1
Kanaya yang mendengar suara laki-laki itu langsung terkejut dan menoleh ke belakang.
"K-kamu? Siapa?" Tanya Kanaya.
"Saya Bilal Prakash, saya adalah CEO dari Prakash company." ucap Bilal sambil mengulurkan tangannya kepada Kanaya.
Mendengar nama Prakash company membuat Kanaya terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Ah maaf tuan Bilal, saya tidak mengenali anda! Saya Kanaya Adibrata." ucap Kanaya sambil membalas uluran tangan Bilal.
"Silahkan duduk tuan." ucap Kanaya.
Akhirnya Bilal dan Kanaya duduk berhadapan, Bilal terus saja menatap Kanaya sambil tersenyum membuat Kanaya tidak merasa nyaman.
"Kanaya? Kamu temannya Aneska bukan?" seseorang mengejutkan Kanaya.
"T-tante?" ucap Kanaya saat melihat Cherry berada di hadapannya.
"Wah, hebat sekali kamu Kanaya! Kemarin kamu menggoda anakku, sekarang kamu menggoda laki-laki kaya lainnya?" Tanya Cherry dengan nada mengejek.
"Tante jangan asal bicara! Saya bukan wanita seperti itu!" tegas Kanaya.
"Lalu apalagi? Kamu berada di sini bertemu dengan laki-laki?"
"Maaf nyonya, tapi kami sedang melakukan meeting penting, anda juga tidak bisa seenaknya mengatai seseorang di depan orang lain." ucap Bilal.
"Apa!? Berani sekali kamu!" ketus Cherry.
"Sudahlah tuan Bilal, tidak perlu membantuku." ucap Kanaya mencoba untuk menenangkan Bilal.
"Tante,, Naya mohon kita bisa membahas hal ini kembali nanti, sekarang Naya sedang melakukan meeting penting jadi kami tidak memiliki waktu yang banyak." jelas Kanaya mencoba untuk membuat Cherry mengerti.
"Cih! Meeting apa yang di lakukan di restaurant yang di penuhi dengan pasangan seperti ini!" ketus Cherry yang langsung pergi meninggalkan Kanaya dan Bilal.
Sedangkan Kanaya hanya bisa menghela nafas lega karena Cherry sudah meninggalkannya.
***
Mohon maaf kakak-kakak, author bener-bener sibuk banget akhir-akhir ini huhuhu😭🙏
__ADS_1
Hari ini sedikit dulu ya author update, lain kali author update lebih banyak lagi🥰