MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 112


__ADS_3

Hari itu Gavin mengajak Aneisha ke restaurant bintang lima yang sangat mewah, Gavin adalah orang yang paling bahagia hari itu karena ternyata wanita yang dia sukai juga menyukainya bahkan mengungkapkan perasaannya lebih dulu.


“Yaampun kak, ngapain ngajak aku ke sini?” tanya Aneisha.


“Ya buat makan lah Nei, emang kalo aku ajak ke restaurant mau ngapain? Tidur?” ucap Gavin.


“Ya ngapain makan di tempat mahal begini kak? Kita bisa makan di café biasanya kita datangi.” Ucap Aneisha.


“Pertama, kamu ini artis Nei, sekarang kamu sudah terkenal! Kalau aku mengajakmu ke sana yang tempatnya selalu ramai, kamu akan kesulitan.” Ucap Gavin.


“Dan yang kedua, aku sekarang sudah bekerja dan memiliki cukup uang untuk membawamu makan di tempat seperti ini.” Lanjut Gavin.


Aneisha hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Gavin, lalu akhirnya dia duduk saat Gavin menarikkan kursi kepadanya.


Gavin segera memesan makanan dan minuman untuk mereka, dan karena di sana hanya ada beberapa pelayan dan pelanggan yang sepertinya tidak memperdulikan keadaan mereka, Aneisha berani membuka masker dan topinya dengan nyaman.


“Enak kan di sini? Kamu bisa bebas melepas masker dan topimu.” Ucap Gavin.


“Hm, kak Gavin memang selalu benar.” Balas Aneisha.


Keduanya tertawa bahagia saat itu, tanpa mengingat kalau mereka sudah membuat seseorang menunggu di mall sendirian.


Di mall, Alisa baru saja sampai di parkiran untuk mencari keberadaan Gavin dan sesekali mengecek hpnya untuk melihat jika Gavin menghubunginya.


“Kenapa tidak ada mobilnya kak Gavin? Apa jangan-jangan dia meninggalkanku sendirian?” gumam Alisa.


Akhirnya Alisa segera menghubungi Gavin untuk bertanya tentang keberadaannya.


“Halo kak Gavin?” ucap Alisa saat Gavin sudah mengangkat telfonnya.


“Alisa? Halo Al? Ada apa ya, kak Gavin lagi ke toilet.” Ucap Aneisha yang mengangkat telfon dari Alisa.


“K-kalian sedang bersama? Bukankah kak Gavin menyuruhku untuk menunggunya?” tanya Alisa.


Aneisha yang mendengar ucapan Alisa benar-benar terkejut bukan main, dia lupa kalau Gavin menyuruh Alisa untuk menunggunya.


“Yaampun Alisa! Aku dan kak Gavin lupa kalau kamu masih menunggu di mall, sebentar ya saat kak Gavin keluar dari toilet aku akan menyuruhnya kembali ke mall.” Ucap Aneisha.


“Tidak perlu! Kalian berdua nikmati saja waktu kalian berdua, aku akan pulang ke apartment sendiri.” Ucap Alisa yang langsung mematikan telfonnya.


Alisa yang kesal segera kembali masuk ke dalam lift untuk pergi ke lantai satu karena mau pulang ke apartment menggunakan ojek online.


“Apa akhirnya aku akan di buang lagi? Hanya kak Gavin dan kak Kanaya yang menyayangiku dengan tulus.” Gumam Alisa sambil menunggu ojeknya datang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian seseorang menekan klakson dengan kencang tepat di depan Alisa dan membuat Alisa terkejut.


“Yaampun siapa sih ngagetin aja!” ketus Alisa sambil melihat ke dalam mobil lewat kaca mobil yang gelap itu.


Saat kaca mobil turun secara perlahan, barulah Alisa mengenali laki-laki itu yang tidak lain adalah Jody.


“Al, kamu ngapain sendirian di sini?” tanya Jody.


"Ah kak Jody, aku lagi nunggu ojek online kak." jawab Alisa.


"Ojek online? Bukannya kamu selalu bersama Gavin?" tanya Jody.


"Kak Gavin lagi pergi berduaan sama kak Anei kak, dan mereka lupa kalo aku ada di sini." jelas Alisa dengan wajah sedihnya.


"Apa? Jadi mereka meninggalkan kamu karena mau pergi berdua?" tanya Jody yang di balas anggukan oleh Alisa.


"Kalo gitu ayo aku akan mengantarmu pulang, dari pada naik ojek." ajak Jody.


"Ga usah kak, aku udah pesen ojek loh." ucap Alisa.


"Ya ga apa-apa lah cancel aja, ayo naik." ucap Jody.


Dengan penuh pemikiran akhirnya Alisa menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke dalam mobil Jody.


"Ga usah bilang makasih, ini kewajiban seorang laki-laki untuk mengantar teman perempuannya pulang." ucap Jody.


"Kak Jody kenapa lewat mall tadi!" tanya Alisa.


"Ah aku melihat status wa Lita video dia dan Aneisha belanja di sini, aku niatnya mau jemput mereka eh ternyata udah ada yang nganter pulang." ucap Jody.


"Ah begitu, semuanya merebutkan kak Anei ya?" gumam Alisa yang masih bisa di dengar oleh Jody.


"Apa kamu menyukai Gavin?" tanya Jody.


"Hah? M-maksudnya apa?" tanya Alisa yang terkejut dengan pertanyaan Jody.


"Apa kamu menyukai Gavin? Kenapa kamu terkejut begitu? Itu menandakan kalau kamu memang suka dengan Gavin." ucap Jody sambil tertawa kecil.


"Haah,, sepertinya percuma aku mencari alasan sama kamu kak, kamu juga ga akan percaya bukan?" ucap Alisa yang akhirnya mengalah.


"Jadi kamu beneran menyukai Gavin? Berarti nasib kita sama dong! Sama-sama cinta sebelah tangan." ucap Jody dengan nada bercanda.


Namun wajah Alisa tiba-tiba menegang, dia tidak percaya kalau Jody akan mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


"Jadi selama ini kak Jody menyukaiku? Bukan kak Anei?" tanya Alisa yang membuat Jody terkejut.


"Hah? Hahahaha apaan sih Al, jangan bercanda deh!" sahut Jody sambil tertawa.


"Kenapa kak Jody ketawa?"


"Karena kamu lucu! Aku menyukai Aneisha tapi selama ini di hatinya hanya ada Gavin." ucap Jody.


Alisa mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Jody, ternyata Jody tidak menyukainya batin Alisa.


"Kalau begitu, gimana kalo kita kerja sama kak!" sahut Alisa.


"Kerja sama? Kerja sama gimana?"


"Kerja sama membuat hubungan mereka berdua renggang dan membuat kesempatan untuk kita masuk ke dalam hati mereka." jelas Alisa.


Jody benar-benar menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis.


"Apa begini pikiran anak kecil? Kamu terobsesi dengan memilikinya, sedangkan aku terobsesi untuk membuatnya bahagia." ucap Jody.


"Hah? Maksudnya?"


"Aku akan merelakan Aneisha dengan siapapun asal dia bahagia, aku akan bahagia selama dia bahagia."


Mendengar ucapan Jody membuat Alisa berfikir dan menatap wajah Jody dengan penuh tanda tanya.


"Kak Jody bisa ngomong kayak gitu, tapi aku engga! Aku akan tetap memperjuangkan kak Gavin, aku akan melakukan apapun untuk merebut kak Gavin!" ketus Alisa.


Ciitt!!! Jody tiba-tiba menginjak pedal rem hingga membuat Alisa hampir terpental jika tidak memakai sabuk pengaman.


"Kak!" ucap Alisa.


"Kamu bilang apa? Akan melakukan apapun? Termasuk mencelakai Aneisha?" tanya Jody.


"Hah?"


"Kalau sampai kamu menyakiti Aneisha, aku tidak akan pernah tinggal diam Al." ucap Jody.


"Apa kak Jody ga pernah berfikir untuk merebut kak Aneisha kembali?" tanya Alisa.


"Bukannya aku sudah bilang, selama dia bahagia aku akan selalu mendukungnya, aku juga tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya." jelas Jody.


Mendengar hal itu membuat Alisa terdiam sejenak, dia tidak ingin merelakan Gavin begitu saja.

__ADS_1


Selama ini dia selalu menderita, dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang kecuali kasih sayang dari Gavin dan Kanaya, Alisa tidak ingin Aneisha merebut kasih sayang Gavin darinya.


__ADS_2