
Saya lebih suka mencoba untuk melakukan sesuatu yang luar biasa dan gagal daripada mencoba untuk tidak melakukan apa-apa dan berhasil.
“Aneska, kemarilah, aku ingin berbicara denganmu.” Ucap Elvan yang melihat Aneska baru saja keluar dari dapur.
“Ada apa kak?” tanya Aneska yang berjalan menghampiri Elvan.
“Nanti malam, aku ingin mengajakmu ke pesta perkumpulan para pebisnis di Indonesia, ada banyak orang yang berhubungan dengan bisnis di sana, dari perusahaan yang biasa saja sampai ke perusahaan yang paling terkenal.” Jelas Elvan.
“Wah, itu adalah suatu kehormatan untukku kalau bisa ikut ke pesta itu kak.” Ucap Aneska.
“Baiklah kalau begitu, nanti kamu akan menjadi pasanganku dan ikut menghadiri pesta itu oke?” ucap Elvan yang di balas anggukan oleh Aneska.
Aneska duduk di sebelah mama Mala dan melihat ke sekeliling seperti mencari sesuatu. Mama Mala yang menyadari kebingungan Aneska langsung bertanya kepadanya.
“Kamu nyari apa Aneska?” tanya mama Mala.
“Aneisha kemana ya ma? Di kamar ga ada loh, Anes kira dia ada di sini.” Ucap Aneska.
“Oh Aneisha lagi ke halaman belakang sama Gavin.” Jawab mama Mala.
“Gavin? Gavin ada di sini ma? Ngapain dia di sini?” tanya Aneska sambil mengerutkan keningnya.
“Dia tadi nelfon Aneisha gitu, terus pas tau kalau Aneisha habis kecelakaan dia langsung matiin telfon dan tiba-tiba teriak-teriak gitu manggil Aneisha.” Jelas mama Mala.
“Hahaha, pasti mama dan papa kaget banget ya? Gavin emang kayak gitu ma, kalo udah bersangkutan sama Aneisha pasti heboh banget.” Jelas Aneska sambil tertawa mendengar tingkah Gavin yang di ceritakan oleh mama Mala.
“Benarkah, berarti lain kali mama dan papa harus terbiasa.” Ucap mama Mala sambil tersenyum ke arah Aneska.
“Aneska nyusul Anei dan Gavin dulu ya ma, pa, kak.” Ucap Aneska meminta ijin untuk menghampiri adiknya di halaman belakang.
Papa Bagas, mama Mala, dan Elvan mengangguk mengiyakan ucapan Aneska, setelah mendapatkan persetujuan dari semua orang akhirnya Aneska beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju halaman belakang.
\*\*\*
Di halaman belakang, Gavin dan Aneisha sedang duduk di bangku panjang yang ada di halaman belakang dan berbincang-bincang.
“Kamu beneran ga apa-apa Aneisha?” tanya Gavin yang masih memastikan keadaan Aneisha.
“Aku baik-baik saja kak, bahkan dokter saja sudah menyuruhku untuk pulang, jadi itu berarti kalau aku sudah baik-baik saja.” jelas Aneisha yang berusaha untuk menenangkan Gavin.
“Kenapa sih kamu bandel banget ga mau nunggu aku aja tadi!” tegas Gavin.
__ADS_1
“Aku ga mau ngerepotin kak Gavin, lagipula butuh waktu lama menunggu kak Gavin selesai kuliah sedangkan aku ingin cepat-cepat memberikan kejutan untuk kak Anes dan kak Elvan.” Jelas Aneisha.
“Lain kali jangan pernah pergi sendirian lagi oke? Aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi!” tegas Gavin.
“Iya kak, lain kali aku tidak akan pergi sendirian lagi deh.” Ucap Aneisha pasrah.
Tiba-tiba saja Aneska datang dan mengejutkan mereka berdua yang sedang serius berbicara.
“Dor!!” teriak Aneska yang membuat Aneisha dan Gavin terkejut hingga berteriak.
“Aaa!!!” teriak Aneisha dan Gavin terkejut mendengar teriakan Aneska.
“Hahahaha, kalian ini serius amat sih sampe ga sadar akan kedatanganku.” Ucap Aneska yang tertawa puas melihat Aneisha dan Gavin terkejut karena dirinya.
“Puas kak, puas!!? Seneng banget emang bikin adeknya jantungan!” ketus Aneisha yang kesal karena kakaknya.
“Ye biasa aja kali ga usah marah-marah gitu ntar cepet tua.” Ucap Aneska yang ikut duduk di bangku yang berada di hadapan Aneisha dan Gavin.
“Hai Gavin, kamu apa kabar?” tanya Aneska yang menyapa Gavin.
“Hai kak, aku baik-baik saja kok.” Jawab Gavin.
“Kamu pasti sendirian ya di apartment? Kapan Kanaya pulang?” tanya Aneska.
“Benarkah? tapi Kanaya tidak mengatakan apapun kepadaku.” Ucap Aneska.
“Jadwalnya ga tentu kak makanya dia ga ngabarin kak Anes, lagipula aku juga menunggu kak Naya chat dulu baru aku jemput dia ke bandara.” Jelas Gavin.
“Ah begitu, entahlah sampai kapan Kanaya akan bekerja menjadi pramugari yang tidak pasti kapan dia akan pulang.” Ucap Aneska sambil menatap ke arah Gavin.
“Entahlah kak, aku juga tidak mengerti apa yang membuat kak Naya sangat menyukai pekerjaannya itu.” Balas Gavin.
“Ih kenapa jadi kalian berdua ngobrol sendiri sih, sedangkan aku di kacangin.” Protes Aneisha.
“Kenapa? Kamu cemburu?” ejek Aneska.
“Ih siapa juga yang cemburu, ga jelas banget deh kak Anes ini!” ketus Aneisha.
Aneska, Aneisha dan Gavin terlalu asik berbincang-bincang hingga tidak sadar kalau hari sudah semakin gelap.
“Eh kak, aku pulang dulu ya mau siap-siap siapa tau kak Naya akan pulang hari ini.” ucap Gavin sambil berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
“Kenapa buru-buru sekali? kenapa ga makan malam di sini aja dulu kak Gavin?” tanya Aneisha.
“Tidak usah Nei, aku harus segera pulang, aku takut tiba-tiba kak Naya minta jemput.” Ucap Gavin.
Akhirnya Gavin kembali masuk ke dalam rumah untuk berpamitan kepada papa Bagas, mama Mala, dan Elvan di ikuti oleh Aneska dan Aneisha.
“Om, tante, kak Elvan, Gavin pamit pulang dulu ya.” ucap Gavin.
“Loh kenapa buru-buru sekali? ayo kita makan malam bersama lebih dulu.” Ucap mama Mala.
“Iya Gavin, sebaiknya kamu makan dulu di sini bersama kita.” Sambung Elvan.
“Engga deh tante, kak Elvan, Gavin harus pulang takutnya kak Kanaya meminta Gavin untuk menjemputnya di bandara.” Ucap Gavin.
Akhirnya semua orang mengijinkan Gavin untuk pulang ke apartmentnya karena Gavin tidak mau makan bersama di rumah bersama mereka.
“Hati-hati ya kak Gavin, jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai di apartment.” Ucap Aneisha.
“Kalau Kanaya benar-benar pulang hari ini, segera hubungi aku karena aku ingin ikut menjemputnya.” Sambung Aneska.
Gavin hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Aneska dan Aneisha. Setelah berpamitan, Gavin langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya keluar dari halaman rumah keluarga Bagaskara.
“Sudahlah ayo masuk.” Ajak Aneska yang melihat adik perempuannya masih melihat kepergian Gavin.
“Aku khawatir sama kak Gavin kak, dia dari tadi terlalu mengkhawatirkanku sampai aku pun tidak tau apakah dia sudah makan atau belum.” Ucap Aneisha.
“Aku tau kamu mengkhawatirkan Gavin, tapi kamu juga harus sadar kalau Gavin sudah dewasa tidak sepertimu, jadi aku yakin kalau dia tau apa yang terbaik untuknya.” Ucap Aneska.
Mendengar ucapan kakaknya, Aneisha hanya menundukkan kepalanya dan mengikuti kakaknya masuk ke dalam rumah.
“Gavin sudah pulang?” tanya papa Bagas.
“Iya pa, Gavin sudah pulang kok.” Jawab Aneska.
“Lalu kenapa adikmu wajahnya seperti itu?” tanya papa Bagas.
“Entahlah, dia sepertinya sangat tidak ingin berada jauh dari Gavin sampe kayak gitu.” Ucap Aneska.
“Ih apaan sih kak!” ketus Aneisha.
“Sudahlah, kalian ini sudah besar masih saja suka berantem.” Ucap mama Mala.
“Emang cuma Elvan aja yang dewasa di sini.” Ucap Elvan dengan bangga.
__ADS_1
Mendengar ucapan Elvan, semua orang yang ada di ruang tamu langsung menatap tajam ke arah Elvan sambil menggelengkan kepala mereka.