
“Kamu istirahat dulu Nes, aku akan menyiapkan kamar untukmu.” Ucap Elvan kepada Aneska.
“Tidak perlu kak, aku bias tidur di kamar Aneisha kok.” Jawab Aneska.
“Ih kakak! Aku sekarang udah gede tau, aku ini punya privasi! Lagian kak Anes dan kak Elvan suami istri, jadi kalian berdua harusnya tidur di satu kamar.” Ucap Aneisha.
Mendengar kata tidur bersama membuat Elvan dan Aneska saling menatap satu sama lain, lalu keduanya sama-sama memalingkan wajah karena malu. Aneisha yang melihat kedua kakaknya itu hanya bias tersenyum dan mengejeknya.
“Ciye malu-malu kucing nih ya… Udah ah jangan di sini, kalian ga malu sama anak kecil kayak aku ini? Sana pergi ke kamar.” Ucap Aneisha.
“Hah? Kamu anak kecil? Gedenya kayak gimana Nei?” ejek Aneska.
“Ih kak Anes kok ngomong kayak gitu sih? Anei kan masih kecil..” protes Aneisha.
“Lah kamu udah gede, badannya aja gede tuh liat perutnya.. Ga pernah olah raga sih..” ejek Aneisha.
“Kakak!!!” teriak Aneisha yang langsung berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Melihat tingkah lucu Aneisha membuat Elvan dan Aneska tertawa, lalu tanpa sengaja pandangan keduanya saling menatap satu sama lain hingga seketika di antara mereka menjadi canggung.
“Em,, tunggu di sini ya.. Aku mau merapihkan kamarku dulu, pasti sudah kotor karena aku jarang pulang.” Ucap Elvan.
“Kenapa jarang pulang kak?” Tanya Aneska.
“Karena aku sibuk mencari kamu.” Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Elvan hingga membuat Aneska yang mendengarnya tersipu malu.
“Tunggu di sini ya..” ucap Elvan kembali.
“Kak! Aku akan membantumu untuk merapihkan kamarmu, setidaknya aku juga harus membantu karena aku juga yang akan tidur di sana.” Ucap Aneska.
Mendengar hal itu memuat Elvan senang bukan main, setidaknya Aneska sudah mau melakukan hal-hal kecil bersamanya.
Akhirnya Elvan dan Aneska segera berjalan menuju kamar dan membersihkan kamar Elvan bersamaan.
Aneska melihat foto-foto pernikahan mereka yang tergantung di dinding kamar Elvan dengan rapih dan tersusun dengan baik.
__ADS_1
“Siapa yang menata foto-foto ini?” Tanya Aneska.
Elvan langsung menoleh ke arah Aneska dan mengalihkan pandangannya ke arah yang di lihat Aneska.
“Ah itu aku yang menatanya.. Kamu ga suka? Aku bisa turunin kok.” Ucap Elvan yang segera berjalan ke arah salah satu bingkai foto yang ada di sana.
“Tidak kak! Kenapa di turunin?” Tanya Aneska.
“Aku cuma nanya siapa yang menyusunnya bukan mengatakan kalau aku tidak menyukainya.” Lanjut Aneska.
“Ah begitu,, baiklah kalau kamu menyukainya.” Ucap Elvan dengan senyum di wajahnya.
“Tapi aku juga tidak mengatakan kalau aku menyukainya!” ketus Aneska yang langsung berjalan ke arah lemari pakaian untuk merapihkan pakaian Elvan dan pakaiannya.
Saat Aneska sedang mengeluarkan pakaian Elvan untuk di rapihkan kembali, tanpa sadar Aneska menarik salah satu pakaian yang tertimpa buku besar milik Elvan hingga membuat buku itu hampir terjatuh.
Elvan yang kebetulan sedang menoleh ke arah Aneska segera berlari dan menahan buku tersebut dengan cepat hingga membuat aneska terkejut karena kedatangan Elvan di sana.
Aneska segera membalikkan tubunya, namun dia semakin terkejut karena wajah Elvan berada sangat dekat dengan wajahnya hingga membuat suasana menjadi canggung dan pipi keduanya menjadi merona.
Di sisi lain, Aneisha yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya langsung melihat hp untuk menghubungi Bagas dan Mala.
“Halo ma,, kapan kalian berdua akan pulang? Anei punya hadiah spesial.” Ucap Aneisha.
“Hadiah? Kami sedang berada di luar kota, mungkin nanti malam kami baru pulang Nei.. Ada apa sayang?” Tanya Mala.
“Hadiah yang akan kalian sukai,, oh iya ma tadi ada kak Belvina, apa dia sudah keluar dari penjara?”
“Apa?! Belvina sudah keluar dari penjara?” ucap Mala yang terkejut mendengar kabar tentang kebebasan Belvina.
“Nei, suruh semua penjaga rumah untuk memperketat keamanan.. Bilang pada mereka jangan sampai wanita itu masuk kembali ke rumah!” tegas Bagas yang langsung mengambil hp istrinya untuk berbicara dengan Aneisha.
“Baiklah pa,, aku akan segera memberitahu semua penjaga di rumah.” Ucap Aneisha.
“Kalau begitu Anei matikan dulu ya,, cepat pulang untuk melihat hadiah kalian.” Lanjutnya sebelum akhirnya Aneisha mematikan telfonnya.
__ADS_1
Setelah mematikan telfonnya, Aneisha segera menaruh hpnya di meja riasnya lalu dia keluar dari kamar untuk memberitahu penjaga rumah untuk berjaga dengan ketat malam itu.
Saat Aneisha melewati kamar Elvan, dia langsung berhenti saat melihat pemandangan yang sangat mengejutkan, pemandangan Aneska yang sedang bersandar di lemari sambil menatap wajah Elvan yang sedang berada di hadapannya.
Sayangnya Aneisha tidak bisa memotret kejadian itu karena dirinya tidak membawa hp. Untungnya jarak antara kamar Elvan dan kamarnya tidak jauh, jadi Aneisha segera berlari ke dalam kamar untuk mengambil hpnya dan langsung kembali ke kamar Elvan.
Dengan segera Aneisha memotret kedua kakaknya dengan tawa yang tertahan di bibirnya. Setelah di rasa puas memotret kedua kakaknya, Aneisha langsung menggoda keduanya.
“Ciye,, menikmati banget kayaknya nih!!” goda Aneisha kepada keduanya.
Mendengar ucapan Aneisha membuat Elvan dan Aneska terkejut. Aneska segera mendorong tubuh Elvan agar menjauh darinya.
“Yah,, kok udahan sih? Ga seru ah!” ucap Aneisha saat melihat Elvan dan Aneska sudah tidak saling menatap lagi.
“Apaan sih Nei!” ketus Aneska.
“Hehehe,, kak makan yuk aku laper nih..” ajak Aneisha.
“Kamu belum makan?” Tanya Elvan.
“Tadi pagi aku sudah sarapan roti bakar, siang ini aku belum makan apapun.” Ucap Aneisha.
“Kalau begitu setelah membersihkan kamar aku akan langsung memasak untukmu, kamu tunggu saja di bawah ya.” Ucap Elvan.
“Jangan memanjakannya terus kak, dia juga harus belajar memasak untuk dirinya sendiri.” Ketus Aneska.
“Ih kak Anes, aku kan capek baru pulang.. Nanti aja deh belajar masaknya.” Ucap Aneisha.
“Sudah-sudah jangan ribut lagi, aku akan memasak untuk kalian berdua!” tegas Elvan.
Mendengar hal itu membuat Aneska menatap Aneisha dengan tajam, sedangkan Aneisha tersenyum senang sambil menjulurkan lidahnya ke arah Aneska lalu segera berlari sebelum Aneska memarahinya lagi.
“Dasar anak itu! Kak Elvan jangan memanjakannya terus!” ketus Aneska.
“Sudah jangan marah-marah terus Nes,, ayo cepat bereskan kamar ini agar aku bisa segera memasak untuk kalian.” Ucap Elvan.
__ADS_1
Aneska tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap kesal ke arah Elvan lalu segera melanjutkan pekerjaannya untuk membersihkan pakaian di dalam lemari.
Sedangkan Elvan yang melihat wajah penuh kekesalan Aneska hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Elvan terus membersihkan sarang laba-laba yang ada di dinding kamarnya dan di meja yang ada di dalam kamarnya.