
Malam itu suasana di rumah keluarga Bagas sangatlah hangat dan juga penuh dengan kebahagiaan karena kembalinya Aneska dan juga kabar tentang kehamilannya.
Itu adalah cucu pertama keluarga Bagaskara, tentu saja semuanya sangat menyambut kehadirannya termasuk Evano yang sangat bahagia menyambut kehadiran keponakannya.
“Aneska sayang,, kamu jangan kelelahan mulai sekarang, mama akan selalu mengawasi setiap kegiatanmu dan apapun yang kamu makan mulai sekarang.” Ucap Mala kepada Aneska.
“Yaampun ma, sepertinya tidak perlu seperti itu deh.. Aneska baik-baik saja kok dan dokter bilang kalau kandungan Aneska sangat sehat.” Jelas Elsa.
“Tidak bisa begitu! Aku akan selalu mengawasimu titik!” tegas Mala.
Aneska yang tidak bisa membantah lagi hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Aneska akhirnya mengalah karena dia tau kalau mustahil untuk menang melawan Mala.
“Oh iya Nes, apa jenis kelamin keponakanku? Aku sangat ingin memiliki keponakan laki-laki.” Ucap Evano dengan antusias.
“Aku tidak tau karena memang belum terlihat jelas,, aku hanya berharap semoga anak-anakku ada yang laki-laki dan perempuan.” Ucap Aneska yang membuat semua orang menatap heran kepadanya.
“Maksudnya anak-anak apa? Laki-laki dan perempuan bagaimana maksudnya kak?” tanya Aneisha.
“Ah iya aku belum bilang pada kalian, kalau anakku kembar 3.” Ucap Aneska.
Semua orang kembali bersorak dan mengucap syukur saat mendengar ucapan Aneska, bagaimana tidak? Di keluarga mereka akan hadir tiga malaikat-malaikat menggemaskan sebentar lagi.
“Yaampun Anes,, kenapa kamu tidak mengatakan kepada kami sejak awal? Kami akan semakin memperketat penjagaan untukmu.” Ucap Mala.
“Iya, kemanapun kamu pergi papa akan menyuruh penjaga untuk mengikutimu, kamu juga tidak boleh membawa mobil sendiri.” Timpal Bagas.
“Iya benar, Elvan yang akan selalu mengantarmu kemanapun.” Ucap Mala namun tidak ada respon sama sekali.
“Dimana kak Elvan?” tanya Aneisha.
“Aku cari dulu ya..” ucap Aneska.
“Tidak Nes, biar aku saja yang mencarinya.” Ucap Evano.
Akhirnya Aneska mengangguk dan membiarkan Evano mencari keberadaan Elvan.
Evano berjalan mencari Elvan di dalam kamarnya, namun dia tidak melihatnya di sana. Akhirnya Evano memutuskan untuk mencari Elvan di halaman belakang, dan benar saja! Elvan sedang berada di sana sedang menelfon seseorang.
Evano berjalan mendekati Elvan dan berusaha untuk mendengarkan dengan siapa Elvan menelfon.
“Benarkah? Berarti anak itu benar anakku? Apa mungkin? Aku dan dia hanya melakukannya sekali saja.” Ucap Elvan dengan berbisik.
“Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak..” ucap Elvan lagi lalu segera menutup telfonnya.
Evano yang sejak tadi mendengar pembicaraan Elvan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.
BRUGH!!
__ADS_1
Tiba-tiba saja Evano meluncurkan tinjunya ke wajah Elvan yang baru saja memasukkan hpnya ke dalam saku celananya.
“Aw! Apa-apaan kamu Evano!?” ucap Elvan sambil memegang pipi sebelah kirinya.
“Kamu meragukan kehamilan Aneska?! Beraninya! Kamu sudah menghacurkannya dan sekarang kamu meragukannya?!” ketus Evano.
“Kamu mendengar pembicaraanku?”
“Iya kenapa?! Jangan sampai kamu menyesal setelah kehilangannya untuk kedua kalinya kak! Jika kamu kehilangannya untuk kedua kalinya, aku yang akan merebutnya darimu!” ancam Evano.
“Apa maksudmu!? Kamu mau merebut istri kakak sepupumu sendiri!?” ketus Elvan.
“Iya, kenapa?!”
“Aku ingatkan sekali lagi! Jika kamu meragukan anakmu lagi maka aku yang akan mengakui anak itu!” tegas Evano yang langsung meninggalkan Elvan yang masih terpaku di tempatnya.
Elvan terdiam sambil menatap kepergian Evano yang sudah menjauh, Elvan benar-benar merasa kesal dengan ucapan sepupunya itu.
“Aku tidak akan membiarkanmu merebut Aneska dariku!” gumam Elvan sambil mengepalkan kedua tangannya.
Elvan masih memegangi pipinya yang masih terasa sakit karena tinju dari Evano. Setelah di rasa rasa sakitnyamenghilang, Elvan segera berjalan menuju ruang tamu untuk berkumpul dengan yang lainnya.
“Elvan, kamu dari mana aja?” tanya Mala saat melihat anaknya sudah kembali.
“Maaf ma, tadi Elvan lagi telfonan sama temen Elvan.”
“Apa? 3? Benarkah itu?” tanya Elvan tidak percaya.
“Iya kak, aku juga kaget pas dokter bilang kalau anakku kembar 3..” ucap Aneska.
“Terimakasih Aneska, terimakasih karena kamu sudah mau memaafkan aku dan kamu juga sudah mau mempertahankan bayi kita.” Ucap Elvan dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Evano yang mendengar ucapan Elvan dan melihat senyumannya hanya bisa tersenyum sinis sambil melirik ke arahnya.
“Cih! Tadi saja di ragukan, sekarang bilang bayi kita!” gumam Evano yang masih bisa di dengar oleh Aneisha.
“Hah? Barusan kak Evano bilang apa?” tanya Aneska.
“Eh? Engga kok, aku ga bilang apa-apa Nei..” jawab Evano berbohong.
Aneisha hanya mengerutkan keningnya lalu kembali melihat Aneska yang sedang di tanya-tanya oleh Mala.
“Kak, besok kamu mulai bekerja lagi?” tanya Aneisha.
“Hm,, maunya sih begitu.. Aku sudah sangat merindukan teman-teman kantorku.” Ucap Aneska.
“Tidak! Kamu tidak boleh bekerja Anes,, kamu nanti akan kelelahan dan itu tidak baik untuk kandunganmu.” Ucap Mala.
__ADS_1
“Mama,, Anes akan menuruti semua permintaan mama, tapi ijinkan Anes bekerja ya.. Kan ada kak Elvan dan Evano yang menjaga Anes di perusahaan,, ada kak Daniel juga.” Ucap Aneska memohon.
“Iya ma,, Elvan akan menjaga Aneska dengan baik.. Mama tenang saja ya.” Sahut Elvan.
Mala terdiam sejenak untuk memikirkan permintaan kedua anaknya itu, lalu akhirnya Mala mengalah dan mengijinkan Aneska untuk bekerja kembali di perusahaan.
“Baiklah,, tapi ingat! Jangan sampai kelelahan!” Tegas Mala.
“Siap bos!!” tegas Elvan dan Aneska secara bersamaan.
Evano terus saja menatap tidak suka ke arah Elvan, dia merasa kecewa dengan kakak sepupunya itu setelah mendengar pembicaraannya di telfon itu.
“Kak,, kak Evano masih suka sama kak Anes?” bisik Aneisha.
“Hah? Engga..” ucap Evano.
“Terus kenapa ngeliatin kak Elvan sampe kayak begitu?” tanya Aneisha.
“Ngeliatin kayak gimana? Biasa aja kali..”
“Oh iya Nei,, menurutmu apakah kak Elvan menyukai Aneska?” tanya Evano kembali.
“Hem,, entahlah.. Kenapa kak Evano nanya begitu?”
“Bagaimana kalau kita coba tes perasaan kak Elvan sama Aneska.”
“Hah? Gimana caranya?”
“Buat kak Elvan cemburu.” Ucap Evano dengan senyum liciknya.
Mendengar ide dari Evano justru membuat Aneisha terawa hingga membuat Evano harus menutup mulut Aneisha agar tidak terdengar oleh yang lainnya.
“Kenapa kamu ketawa?” bisik Evano.
“Habisnya kak Evano ada-ada aja deh! Siapa yang mau buat kak Elvan cemburu? Kakak?” tanya Aneisha.
“Memangnya kenapa kalau aku?” tanya Evano.
“Ya kayaknya kak Elvan ga akan cemburu sama sepupunya sendiri deh.”
“Tapi bagaimana kalau sepupunya adalah mantan kekasih istrinya?” ucap Evano.
Mendengar ucapan Evano mengingatkan Aneisha tentang hubungan Evano dan kakaknya saat masa kuliah.
“Ah iya! Benar juga, kak Evano adalah pacar pertama dan terakhirnya kak Anes, kemungkinan kak Elvan akan cemburu jika kak Evano mendekati kakak.” Ucap Aneisha.
Aneisha setuju dengan rencana Evano, dia juga ingin tau apakah Elvan benar-benar menyukai Aneska dan akan cemburu jika Aneska di dekati laki-laki lain atau tidak.
__ADS_1
Akhirnya Aneisha dan Evano setuju dan saling bersalaman untuk melancarkan aksi mereka.