MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 54


__ADS_3

"Selamat pagi!!" sapa Daniel yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Kak Daniel? Kakak ngapain di sini?" Tanya Aneska.


"Aku memanggilnya untuk membantu kita pindahan Nes.." ucap Elvan.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua ya! Kemarin suasananya sangat canggung jadi aku tidak bisa mengucapkan selamat langsung pada kalian." jelas Daniel.


"Tidak masalah kak, yang penting kemarin kak Daniel datang." balas Aneska.


"Sarapan dulu Daniel, yuk bareng kita." ajak Mala.


Daniel mengangguk dan berjalan untuk bergabung sarapan bersama keluarga Bagaskara.


"Bagaimana pekerjaan Elvan di perusahaan Daniel?" Tanya Bagas.


"Papa masih mantau aku?!" Tanya Elvan kesal.


"Ta papa kan cuma mau tau keadaan kamu di perusahaan Elvan.." ucap Bagas.


"Elvan baik sekali om, dia bertanggung jawab dan mengerjakan semua proyek dengan serius.. Ada banyak juga karyawan kantor yang memuji kinerja Elvan selama ini." jelas Daniel.


Bagas hanya menganggukkan kepalanya dan langsung melirik ke arah Elvan yang fokus menyantap sarapannya.


Setelah menghabiskan sarapannya, Elvan segera beranjak dari kursi makannya.


"Daniel, Aneska, ayo kita bersiap untuk pindah." ajak Elvan.


Daniel dan Aneska menganggukkan kepala secara bersamaan dan langsung mengikuti Elvan dari belakang.


"Kamu bawa barang-barang Aneska aja, aku membawa barangku sendiri." ucap Elvan.


"Tidak usah kak, biar aku saja yang membawa barangku kak, terimakasih ya.." ucap Aneska.


"Kalian berdua ini bagaimana sih, aku di sini mau bantuin kalian pindah, kalo kalian bawa barang masing-masing terus buat apa aku di sini?" Tanya Daniel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hehehe iya juga ya kak! Kalau begitu minta tolong bawain kadrus yang di sana kak, isinya buku jadi sedikit berat." ucap Aneska sambil memamerkan gigi putihnya.


Daniel mengangguk sambil tersenyum ke arah Aneska, lalu dengan segera Daniel mengangkat kardus yang di maksud Aneska.


Semua barang sudah di masukkan ke dalam mobil. Bagas, Mala, Aneisha dan Evano juga berada di depan rumah untuk mengantar kepergian Aneska dan Elvan.


Begitu juga dengan Kanaya dan Gavin yang sengaja datang ke rumah keluarga Bagas untuk membantu keindahan sahabatnya.

__ADS_1


"Nay, makasih banyak ya sudah mau membantuku.." ucap Aneska.


"Yaampun Nes kamu tuh ngapain bilang makasih sih! Kayak sama siapa aja deh!" ucap Kanaya.


"Kak Aneska... Kakak tega banget ninggalin Aneisha!!" ketus Aneisha sambil memeluk tubuh kakaknya.


"Maaf ya sayang,, kak Aneska dan kak Elvan akan sering datang kemari kok.." ucap Aneska.


"Kamu harus fokus dengan karirmu ya.. Sebentar lagi kamu akan segera syuting drama pertamamu, jadi kamu harus fokus menghafal naskahmu." sambung Elvan sambil mengelus rambut Aneisha.


"Baiklah, aku tidak akan marah dan fokus pada karirku, tapi kak Anes sama kak Elvan segera bikin adik bayi ya terus taro sini buat temen Aneisha." ucap Aneisha.


Mendengar hal itu membuat semua orang tertawa karena ucapan Aneisha. Sedangkan Elvan dan Aneska hanya saling menatap satu sama lain dan tersenyum terpaksa.


"Kalau begitu kami berangkat dulu ya.." pamit Elvan.


Setelah kepergian Elvan dan Aneska, Kanaya dan Gavin pun ikut berpamitan kepada semua orang.


"Kanaya sama Gavin pulang dulu ya om tante.." ucap Kanaya.


"Terimakasih sudah membantu ya Nay, Gavin.. Kamu hati-hati di jalan." ucap Mala.


"Kanaya aku antar pulang ya.." ucap Evano.


Hari itu Kanaya bisa leluasa datang ke rumah Bagas dan tidak perlu mendengar ocehan Cherry yang selalu heboh saat melihat Kanaya.


Cherry sudah pulang ke negaranya tepat setelah pernikahan Elvan dan Aneska. Awalnya Cherry lah yang paling menentang pernikahan mereka karena melihat kesedihan Clair. Cherry merasa tidak enak kepada orang tua Clair dan Clara karena harus membatalkan pertunangan Elvan dan Clair.


Namun Bagas sudah kekeh dengan keputusannya, jadi mau tidak mau Cherry pun menurut kepada kakaknya, dan setelah pernikahan selesai, hari itu juga dia kembali ke negara tempat suaminya berasal.


Di sepanjang perjalanan, Elvan dan Aneska hanya diam tidak bersuara sama sekali, Daniel yang menyetir mobil hanya bisa menatap aneh dari kaca spion.


"Kalian berdua betah banget sih diem-dieman begitu! Kalian ini baru menikah, jadi bersikaplah seperti pasangan yang sudah menikah!" ucap Daniel.


"Kamu ini tau apa Daniel! Kami lelah tentu saja kami tidak bicara, aku dan Aneska tidak sepertimu yang ga pernah capek buat bicara!" ketus Elvan.


Mendengar ucapan Elvan membuat Aneska dan Daniel terkekeh geli.


Elvan menoleh ke arah Aneska yang berada di sampingnya. Elvan tersenyum melihat Aneska yang tertawa karena dirinya.


"Melihatmu tertawa saja sudah membuatku sangat bahagia Aneska." batin Elvan dengan senyum bahagianya.


Setelah beberapa menit berada di dalam mobil, mereka bertiga akhirnya sampai di apartment milik Elvan.

__ADS_1


Daniel membantu mengangkat barang-barang Aneska dan Elvan, dan membawanya ke lantai apartment Elvan.


"Van! Kamu emang harus banget punya apart di lantai atas begini?" tanya Daniel.


"Emang kenapa? Semakin atas pemandangan semakin indah tau!"


"Iya, tapi nyiksa yang bawa barang tau!"


"Tapi kan ada lift! Kecuali aku menyuruhmu mengangkat kardus ini naik tangga baru boleh ngeluh!" ketus Elvan.


"Duh, udahlah kak Elvan sama kak Daniel jangan debat terus, lama-lama stress nih aku." sambung Aneska.


Mendengar peringatan Aneska membuat Elvan dan Daniel diam tidak mengatakan apapun lagi.


"Terimakasih banyak ya kak sudah mau membantu pindahan kami." ucap Aneska setelah Daniel selesai menaruh semua barang di apartment Elvan.


"Sama-sama Nes, ga sekalian aku Bantu beres-beres juga?" Tanya Daniel.


"Ga perlu kak, kalo masalah bersih-bersih aku sama kak Elvan juga bisa kok." ucap Aneska.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya.."


"Eh, kak Daniel masuk dulu makan dulu minum dulu di sini."


"Gimana mau makan sama minum Nes, Kita kan belum punya apa-apa." sahut Elvan dari Dalam apartment.


"Oh iya ya lupa aku.." ucap Aneska dengan polosnya.


Daniel hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Aneska, lalu memutuskan untuk pulang.


Setelah Daniel pulang, Aneska dan Elvan memulai merapihkan barang-barang mereka di tempatnya masing-masing.


"Kenapa ga ada barang sama sekali di sini kak?" Tanya Aneska.


"Aku jarang kemari, jadi di sini cuma ada TV, kursi, tempat tidur.. Bahkan kulkas aja kosong karena emang ga pernah makan di sini." jelas Elvan.


"Kasihan sekali bujangan hehehe.." ejek Aneska.


"Kan sekarang bukan bujangan lagi, jadi ga akan kosong lagi apartmentnya." balas Elvan.


Mendengar ucapan Elvan membuat Aneska memerah dan malu dengan kata-katanya.


"Apaan sih kak Elvan, aku Kan jadi malu." gumam Aneska yang masih menunduk untuk menutupi wajahnya yang memerah.

__ADS_1


__ADS_2