
Kanaya yang sudah sampai di bar X sedikit ragu untuk masuk ke dalam karena dia tidak pernah masuk ke dalam tempat seperti ini.
Namun pada akhirnya dia memantapkan diri untuk turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam bar mencari keberadaan Evano.
Namun dia tidak melihat keberadaan Evano sama sekali di sana dan membuatnya bingung karena ada banyak sekali orang dan bau yang menyengat, bau asap rokok yang sudah tercampur dengan bau alkohol membuat Kanaya merasa mual.
“Kemana sih dia, di sini banyak banget orang, mana remang-remang lagi ga keliatan orangnya!” gumam Kanaya dengan kesal.
Tidak jarang dia di goda oleh para laki-laki yang melihatnya karena Kanaya yang sangat cantik dan memiliki tubuh yang bagus.
“Duh sumpah kalo ga inget Anes udah gue tinggal tuh orang!” ketus Kanaya.
Sampai di mana Kanaya melihat seseorang yang sangat di kenalnya sedang duduk di meja bar sambil memegangi tubuh wanita-wanita sexy berpakaian kurang bahan.
“Yaampun, dia sengaja menyuruhku ke sini untuk memperlihatkan hal ini?” gumam Kanaya dengan kesal berjalan mendekati Evano.
Kanaya dengan santainya menyingkirkan para wanita sexy itu agar dirinya bisa mendekat ke arah Evano, namun para wanita itu mendorong Kanaya menjauh begitu saja.
“Beraninya kamu nyerobot! Budayakan antri!” ketus salah satu wanita sexy tersebut dengan sinis.
“Dih ga waras nih cewek!” ketus Kanaya yang kembali berjalan mendekati Evano.
“Apaan sih kamu jangan kebelet gitu sama tuan Evano! Kita dari tadi di sini jadi kamu tunggu giliran!” ketus yang lain.
Kanaya kesal, harusnya saat ini dia sudah berada di tempat tidur kesayangannya, tapi karena Evano dia harus tetap terjaga dan hampir membuat masalah dengan para wanita sexy tersebut.
“Kalian semua tidak akan mendapatkan apapun saat ini karena laki-laki yang ada di hadapan kalian ini sangat menyukaiku, sudah beberapa kali aku menolaknya tapi dia masih mengejarku, jadi kalian semua tidak ada harapan
untuk mendekatinya!” ketus Kanaya.
Semua wanita yang tadinya fokus kepada Evano seketika menoleh ke arah Kanaya yang berbicara seperti itu, semuanya menatap Kanaya dengan tatapan tajam seperti mau memangsa membuat Kanaya menelan salvilanya.
“Yang aku ucapkan bener kok ga ada yang salah jadi jangan takut Naya!” batin Kanaya di dalam hatinya.
Saat para wanita sexy tersebut menoleh ke arah Kanaya, barulah Evano bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang sangat dia sukai itu.
“Oh! Kanayaku!” teriak Evano yang membuat semua wanita tersebut terkejut begitu juga dengan Kanaya.
“Wah udah gila nih orang!” gumam Kanaya.
Dengan kaki yang tertatih Evano beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Kanaya lalu memeluknya tiba-tiba.
Evano terus saja berjalan tertatih lalu tiba-tiba Evano tergelincir dan terjatuh di pelukan Kanaya.
__ADS_1
“Duh kamu tuh berat! Bisa-bisanya kamu jatoh di badan aku!” ketus Kanaya.
Melihat Evano yang jatuh di pelukan Kanaya membuat para wanita sexy tersebut menatap tajam ke arah Kanaya lalu pergi tanpa memperdulikan Evano yang sedang mabuk.
“Evano ayo cepetan bangun! Aku ga bisa gendong kamu tau!” ketus Kanaya sambil mendorong Evano dengan susah payah.
Kanaya benar-benar pegal menahan tubuh Evano di pelukannya, sampai akhirnya ada seorang pelayan yang sedang tidak membawa minuman.
“Mas, tolong dong bantu saya bawa temen saya ke mobil.” Ucap Kanaya meminta tolong dengan putus asa.
Dengan segera pelayan tersebut menganggukkan kepala dan segera membantu Kanaya membopong Evano sampai ke mobil.
“Terimakasih mas, ini ambil buat masnya.” Ucap Kanaya sambil memberikan selembaran uang seratus ribu.
“Terimakasih nona, terimakasih banyak.” Ucap pelayan tersebut sambil membungkukan badannya beberapa kali.
Setelah pelayan tersebut masuk kedalam bar kembali, Kanaya segera melajukan mobilnya menuju ke rumah keluarga Bagaskara.
Sesampainya di depan rumah, Kanaya turun dan berbicara dengan satpam yang ada di sana.
“Loh non Kanaya, ada apa malem-malem begini non?” tanya satpam tersebut.
“Ini pak saya nganter Evano, dia lagi mabuk, tolong buka gerbangnya ya pak.” Jawab Kanaya.
Satpam tersebut menoleh melihat ke dalam mobil sebentar lalu segera membuka gerbang dan membiarkan Kanaya masuk ke dalam rumah.
Akhirnya Evano di bopong oleh satpam dan Kanaya membawakan tas kerja Evano, Kanaya menekan bel terus menerus sampai akhirnya Aneisha yang memang belum tertidur segera membuka pintu.
“Kak Nay?” sapa Aneisha lalu terkejut saat melihat ke belakang Kanaya.
“Yaampun kak Evan!” ucap Aneisha yang langsung membuka lebar pintu rumahnya.
“Kak kenapa kak Evan sampe mabuk begitu?” tanya Aneisha.
“Ga tau tuh, dia tiba-tiba telfon aku bla bla bla dan akhirnya aku menghampirinya di bar X.” jelas Kanaya.
“Yaampun, aku sama kak Anes ngira kak Evan ikut papa dan kak Elvan loh padahal.” Jelas Aneisha.
“Ga tau deh,, kalo gitu aku anter sampe sini aja ya aku pamit pulang dulu Nei.” Pamit Kanaya.
“Loh ga mau mampir dulu kak? Mau aku panggilin kak Anes?” tanya Aneisha.
“Engga deh biar Aneska istirahat pasti capek banget habis ngurus si kembar, lagian udah malem banget juga aku mau langsung pulang aja, salam sama tante Mala dan Aneska ya Nei.” Ucap Kanaya yang di balas anggukan oleh
__ADS_1
Aneisha.
Setelah berpamitan, Kanaya segera menaiki mobilnya dan pergi dari rumah keluarga Bagaskara.
“Non, ini mau di taro mana tuan Evanonya?” tanya satpam yang dari tadi berdiri menunggu pembicaraan antara Aneisha dan Kanaya selesai.
“Eh yaampun pak maaf Anei lupa, taro di sofa aja deh pak tidurin di sana capek bapak nanti kalo sampe kamar.” Ucap Aneisha.
“Loh nanti badannya sakit semua non.”
“Biarin aja pak biar kapok kak Evan biar ga mabuk terus.” Ucap Aneisha.
“Yaudah kalo gitu bapak taro sini aja ya non, bapak mau kerja lagi.” Ucap satpam tersebut yang di balas anggukan oleh Aneisha.
“Terimakasih banyak ya pak, maaf kak Evan ngerepotin.” Ucap Aneisha.
Di sisi lain, Kanaya yang baru sampai di apartmentnya langsung terkejut saat melihat Gavin yang sudah menunggunya di depan pintu apartmentnya dengan wajah kesal.
“Gavin? Kamu kok belum tidur?” tanya Kanaya.
Mendengar suara kakaknya membuat Gavin segera menoleh dan segera menghampiri kakaknya dengan tatapan tajam.
“Wow Gavin apaan sih jangan bikin takut deh!” ketus Kanaya.
“Kakak kemana aja? Dari dua jam yang lalu loh kakak chat kalo udah di jalan mau pulang, terus kenapa baru sampe jam segini hah?!” ketus Gavin dengan wajah marah.
“Duh adekku sayang sabar ya jangan marah-marah dong.” Ucap Kanaya dengan lembut.
“Mendingan kita masuk aja yuk ngomong baik-baik di dalem yuk.” Lanjutnya sambil menuntun Gavin masuk ke dalam apartment.
“Jadi, jelaskan apa yang terjadi? Kemana aja kakak?” tanya Gavin mengintrogasi.
“Yaelah bener-bener nih anak, kakaknya ga di kasih kesempatan buat minum dulu kek ganti baju dulu kek.” Gumam Kanaya.
“Jawab!!” tegas Gavin kembali.
“Aku habis dari bar X jemput Evano terus nganter ke rumah Aneska.” Jawab Kanaya singkat.
“Apa!? Ke bar? Sendirian? Malem-malem?” tanya Gavin.
“Ya iyalah malem Vin, mana ada bar buka tengah hari bolong!” ucap Kanaya.
“Kamu kayak ga pernah ke bar aja deh!” ketus Kanaya kembali.
__ADS_1
“Ya pernah, tapi kakak kan cewek, berani banget sendirian malem-malem ke bar, kakak ga tau kalo di bar itu banyak laki-laki hidung belang...” Ucap Gavin panjang lebar.
Kanaya hanya bisa diam mendengar ocehan sang adik yang sedang mengkhawatirkannya.