
“Entahlah, mungkin clientnya temannya sendiri makanya dia ga bilang sama kamu.” Ucap Mala yang di balas anggukan oleh Aneska.
Walaupun menganggukkan kepala, namun Aneska masih merasa kalau ada sesuatu yang aneh akhirnya Aneska memutuskan untuk menghubungi Elvan sendiri.
“Kamu mau kemana Nes?” tanya Mala saat melihat Aneska berjalan ke arah pintu.
“Em,, Aneska mau ke kamar dulu sebentar ma, mau hubungin Kanaya dan mengundangnya untuk ikut ke pesta.” Jawab Aneska.
“Baiklah kalau begitu, mama akan siapkan beberapa gaun dan kamu tinggal pilih salah satu ya.” ucap Mala yang di balas anggukan oleh Aneska.
Aneska segera pergi ke kamarnya dan mengambil hp yang ada di atas meja kerjanya, dia segera mencari nomer telfon Elvan dan menelfonnya tapi tidak di angkat.
“Duh kenapa ga di angkat sih? Ga mungkin kak Elvan kabur kan? Apa aku cari aja ya?” gumam Aneska yang sedikit khawatir.
Aneska khawatir kalau Elvan akan kabur dari pertunangannya karena Elvan sangat marah kepada kedua orang tuanya saat mengetahui tentang pertunangan ini.
“Bagaimana ini, aku mau cari di mana? Ah iya, Vano! Dia pasti tau tempat yang biasa kak Elvan kunjungi.” Gumam Aneska yang langsung pergi ke kamar Evano.
Tok,,tok,,tok.. Aneska terus-terusan mengetuk pintu kamar Evano hingga membuat Evano yang berada di dalam kamar sangat terganggu.
“Apaan sih berisik banget!” teriak Evano sambil membuka pintu kamar dengan handuk yang terlilit di pinggangnya.
“Aaaaa!!!” teriak Aneska yang membuat Evano terkejut dan menutup mulut Aneska dengan tangannya.
“Kamu ngapain teriak sih Nes!” ketus Evano.
“Kamu kenapa ga pake baju! Di sini ada dua orang anak perempuan yang masih polos, dan kamu membuat kepolosanku tercemar!” ketus Aneska yang sudah membuka paksa tangan Evano dari mulutnya.
“Biasa aja kali! Aku juga ga akan tergoda denganmu!”
“Dih, aku juga ga akan tergoda denganmu!” ketus Aneska.
“Udah jangan berdebat! Kamu ada apa ngetok pintu udah kayak mau ngeroyok orang?” tanya Evano.
“Ah iya sampe lupa! Aku ingin bertanya kemana biasanya kak Elvan pergi?” tanya Aneska.
“Kak Elvan? Kenapa?”
“Mama Mala bilang kalau kak Elvan ada meeting dengan clientnya, tapi kak Elvan tidak pernah ada jadwal meeting malam hari hari ini.”
“Lalu? Mungkin saja mendadak.”
__ADS_1
“Helo! Semendadak apapun juga, aku ini sekretaris pribadinya jadi dia harus mengatakannya kepadaku dan aku tidak mungkin tidak tau.”
“Kenapa kamu tidak tanya ke Daniel? Dia kan asistennya, jika tidak bicara padamu pasti dia bicara pada Daniel.”
“Ah benar! Aku akan menghubunginya, kamu cepetan pake baju sana!” ketus Aneska yang langsung meninggalkan kamar Evano.
Aneska berjalan kembali ke dalam kamarnya dan segera menghubungi Daniel untuk bertanya tentang keberadaan Elvan.
“Halo kak Daniel? Kak, apa hari ini kak Elvan ada jadwal meeting?” tanya Aneska.
“Iya Nes, hari ini tuan Elvan ada meeting dengan client mendadak dan kebetulan tadi aku masih berada di perusahaan jadi tuan Elvan langsung menghubungiku, ini kita sudah mau pulang.” Jelas Daniel.
Mendengar ucapan Daniel membuat Aneska sedikit lebih tenang karena Elvan memang sedang ada meeting dengan client.
“Baiklah kalau begitu, tadi aku menghubungi kak Elvan tidak di jawab jadi aku takut kalau ada apa-apa.” Ucap Aneska.
“Kamu tenang saja, tuan Elvan baik-baik saja kok!”
“Baiklah kalau begitu terimakasih banyak kak.” Ucap Aneska yang langsung mematikan telfonnya.
Setelah benar-benar mendapatan kabar tentang Elvan, akhirnya Aneska bisa tenang dan kembali ke kamar Mala untuk memilih gaun yang akan dia pakai.
“Hai kak, bagaimana penampilanku?” tanya Aneisha sambil menunjukkan gaun berwarna merah muda yang dia pakai.
“Nah, sekarang ini gaun untukmu, kamu pilih mana yang kamu suka dan cobalah! Mama dan Aneisha akan menilai penampilanmu.” Ucap Mala sambil memberikan beberapa warna gaun untuk di pakai Aneska.
Aneska memilih gaun yang berwarna sama dengan adiknya, merah muda! Dengan segera Aneska pergi ke walk in closet untuk mencoba gaun tersebut.
Saat keluar dari walk in closet, Mala dan Aneisha sama-sama terkejut melihat kecantikan dan keanggunan Aneska.
“Kenapa kalian ngeliatin aku kayak gitu? Jelek ya? Kalo gitu aku ganti yang lain aja deh.” Ucap Aneska yang mau masuk kembali untuk mengganti gaunnya.
“Jangan!!” teriak Mala dan Aneisha secara bersamaan hingga membuat Aneska terkejut.
“Yaampun kalian berdua kompak banget sih.”
“Kak, kak Anes akan menjadi wanita paling cantik di sana! Aku yakin 100% kalau kakak akan menjadi pusat perhatian!” seru Aneisha dengan semangat.
“Aneisha benar Nes! Kamu harus memakai gaun ini karena kamu sangat cocok memakai gaun ini.” ucap Mala.
“Benarkah? Kalau begitu aku akan memakai gaun ini, terimakasih ya ma.” Ucap Aneska.
__ADS_1
“Sama-sama sayang, kalian berdua adalah anak-anak perempuan mama yang mama sayangi.” Ucap Mala.
Aneska segera melepaskan gaun yang dia pakai, dan segera keluar dari walk in closet.
Mala mendekati Aneska yang baru keluar dan memeluk tubuhnya, sedangkan Aneisha yang melihatnya langsung ikut memeluk Aneska dan Mala dengan sangat erat.
Tidak mereka duga, di luar kamar sudah ada tiga laki-laki yang melihat mereka bertiga, Bagas, Elvan dan Evano.
Mereka bertiga sangat bahagia melihat kebersamaan Mala, Aneska dan Aneisha.
“Lihatlah kak, tante Mala sangat menyayangi Aneska dan Aneisha.” Ucap Evano.
“Hm kamu benar, aku yang sudah kelelahan karena habis meeting jadi ga capek lagi liat pemandangat kayak begini.” Ucap Elvan.
“Ehem!” Bagas berdehem hingga mengganggu kebahagiaan yang sedang ada di hadapan mereka.
“Papa!”
“Om Bagas!”
Elvan dan Evano bahkan sampai berteriak karena Bagas sudah mengganggu pemandangan yang mengharukan itu.
“Kenapa kalian kompak banget?” tanya Bagas.
“Loh, kalian semua kenapa ada di sini?” tanya Mala.
“Kak Elvan? Kenapa meeting ga bilang sama aku?” tanya Aneska.
“Aku ga bilang soalnya kamu udah di rumah jadi sebaiknya kamu isirahat saja, kebetulan ada Daniel di perusahaan jadi aku menghubunginya.” Jelas Elvan.
“Kalau begitu kak Elvan istirahat dulu sebentar sebelum berangkat ke pesta.” Ucap Aneisha.
“Siap bos kecil! Sebaiknya mama, Aneska dan Aneisha langsung ke salon saja, nanti kami akan menjemput kalian di sana.” Ucap Elvan.
“Kemana Cherry?” tanya Mala.
“Duh tante ngapain nanyain mami! Tau sendiri kan kalau mami akan menghabiskan waktu seharian di salon, jadi dia udah berangkat ke sana dari tadi.” ucap Evano.
“Ya kamu benar juga, tante lupa! Baiklah kalau begitu nanti kalian langsung berangkat ke salon ya.” ucap Mala.
“Em,, tapi kayaknya aku ga bareng kalian berangkatnya, kak Kevin bilang mau menjemputku jadi biar aku suruh kak Kevin jemput di salon.” Jelas Aneska.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, yang penting nanti kita bertemu di sana bersama oke?” ucap Mala yang di balas anggukan oleh yang lain.
Setelah selesai berbicara, para pria pergi ke kamarnya masing-masing, sedangkan para wanita langsung pergi ke salon dan membawa gaun mereka masing-masing.