MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 33


__ADS_3

Pagi yang cerah di dalam keluarga Bagaskara, mereka semua sedang menikmati sarapan bersama dengan tenang dan hening sebelum akhirnya Cherry membuka pembicaraan yang membuat semua orang menghentikan aktifitasnya.


“Aku akan menjodohkan Elvan dan Evano dengan seseorang yang sangat aku kenal.”


Ucap Cherry yang secara tiba-tiba hingga membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Bahkan Elvan dan Evano yang mendengarnya langsung tersedak dan membuatnya batuk-batuk.


“Aunty!”


“Mami!”


Elvan dan Evano berteriak ke arah Cherry secara bersamaan, semua orang menatap ke arah Elvan dan Evano secara bersamaan.


“Apa? Kenapa kalian berteriak kepadaku? Aku sudah meminta persetujuan papi Evano dan juga kak Bagas kok.” Ucap Cherry.


“Mam, bukankah aku sudah bilang kalau aku memiliki orang yang aku suka!” ucap Evano.


“Kamu menyukai semua wanita Evano, jadi mami tidak akan mempan dengan omonganmu itu!”


“Aunty, Elvan tidak perlu di jodohkan..”


“Yap, kamu harus wajib di jodohkan karena kalau kamu tidak menikah lebih dulu, Evano tidak akan menikah juga sayang.” ucap Cherry.


“Sudah! Kalian berdua tidak perlu membantah lagi karena mereka berdua akan segera kemari sebentar lagi.” Lanjutnya.


“Apa!? Tapi kita harus bekerja aunty.”


“Tidak ada bekerja, semua akan di urus oleh asisten pribadimu untuk hari ini Elvan.”


Elvan dan Evano saling menatap satu sama lain dan menghela nafas panjang, mereka hanya bisa pasrah karena Cherry akan selalu menang.


Bahkan kedua orang tua Elvan hanya bisa terdiam dan setuju saja dengan usulah Cherry untuk menjodohkan mereka.


“Om, tante, kenapa kalian berdua diam saja? Keponakan kalian yang tampan ini akan di jodohkan.” Rengek Evano.


“Sudahlah terima saja! Toh hanya bertemu sayang, siapa tau kalian berjodoh.” Ucap Mala.


Cherry tersenyum penuh kemenangan karena kedua bujangan di keluarganya akan segera mendapatkan pasangan hidupnya masing-masing.


“Aneska, apa kamu juga mau tante carikan jodoh? Anak teman tante ada banyak sekali yang tampan dan juga pengusaha sukses, tante tidak mungkin mengenalkan kepada Aneisha karena dia masih kecil.” Ucap Cherry kepada Aneska.


“No!!” teriak Elvan dan Evano secara bersamaan.


Entah kenapa hari itu mereka sangat kompak sekali, berbeda dari hari biasanya yang selalu memperdebatkan hal kecil sekalipun.

__ADS_1


“Kalian berdua ini kenapa kompak sekali? Aneska saja tidak menolak.”


“Aku tidak mau kalau Aneska menjadi korban mami! Cukup kami yang di jodohkan mi, karena ada pengusaha sukses yang menyukainya.” Ucap Evano.


Bagas dan Mala terkejut mendengar hal itu, mereka tidak tau kalau ada seseorang yang menyukai Aneska.


“Benarkah itu? Siapa dia?” tanya Mala.


“Siapa yang kalian maksud? Siapa yang menyukaiku?” tanya Aneska yang juga kebingungan.


“Kevin, yang dia maksud adalah Kevin! Pengusaha baru yang bekerja sama dengan perusahaan kita.” Ucap Elvan.


“Benarkah? Wah, dia adalah orang yang hebatin kali ajaklah dia makan bersama di rumah kita.” Ucap Bagas.


“Tidak perlu pa, kak Elvan dan Evano hanya mengarang, Anes bahkan tidak terlalu dekat dengannya.” Ucap Aneska.


“Semua butuh proses sayang, lama kelamaan kamu akan terbiasa dan menyukainya.” Ucap Cherry.


Sedangkan Mala sedikit tidak suka dengan kabar itu, karena sampai hari ini pun dia tetap menginginkan Aneska yang akan menjadi pendamping anak laki-lakinya.


Setelah sarapan, semua orang berkumpul di ruang tamu untuk menyambut kedatangan tamu yang di maksud oleh Cherry, tidak lama kemudian, di tengah-tengan perbincangan mereka semua, ada suara klakson mobil yang sangat keras membuat semua orang tertuju ke arah pintu masuk.


“Sepertinya mereka datang!” ucap Cherry dengan semangat sedangakan Elvan dan Evano enggan sekali untuk tersenyum.


“Kak, kakak tidak ikut keluar?” tanya Aneisha kepada Evano yang ada di sebelahnya.


“Tidak perlu! Sejak awal aku tidak menginginkan hal ini.” ketus Evano.


“Nes, apa kamu tidak bisa menghubungi temanmu dan menyuruhnya kemari?” tanya Evano kepada Aneska.


“Untuk apa?”


“Untuk membatalkan perjodohanku!”


“Gila! Aku kan sudah bilang kalau aku tidak setuju jika sahabatku menjadi kekasih buaya buntung sepertimu!” ketus Aneska.


Drrtt,, drrtt..


Hp Aneska berbunyi, tapi Aneska tidak mendengarnya karena dia sibuk berdebat dengan Evano hingga Aneisha yang penasaran langsung mengambil hp dari saku kakaknya dan mengangkat telfonnya.


“Halo.” Ucap Aneisha yang membuat semua perhatian mengarah padanya.


“Itu kan hpku? Kenapa kamu mengangkat telfonku Anei!?” tanya Aneska.

__ADS_1


“Ah kak Kevin? Maaf kak semua orang tidak bekerja hari ini karena hari ini ada acara perjodohan di rumah jadi semua orang tidak bekerja.” Ucap Aneisha.


Belum Kevin bertanya tentang perjodohan siapa, dia sudah mematikan telfonnya membuat Aneisha menatap hp kakaknya dengan aneh.


“Kevin? Kamu mengangkat telfon dari Kevin?” tanya Aneska.


“Hm, dia ada di perusahaan tapi tidak menemukan kalian jadi aku bilang kalau kalian sedang libur karena perjodohan lalu dia mematikan telfonnya begitu saja.” jelas Aneisha.


“Hah, dasar orang aneh!” ketus Aneska yang sudah mengambil kembali hpnya dari tangan adiknya.


Bagas, Cherry, Mala dan tamu mereka masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh Aneska dan juga Aneisha dengan ramah.


Di sana terlihat dua orang wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat berkelas, ya mereka berdua sangat cocok untuk Elvan dan Evano.


“Hai kalian semua, perkenalkan mereka adalah anak-anak dari temanku, mereka berdua adalah kakak beradik, cantik bukan?” ucap Cherry mengenalkan satu sama lain.


Elvan dan Evano tidak menjawab apa-apa, dia hanya menatap kedua wanita itu dengan tatapan yang aneh dan sinis.


Aneisha berjalan mendekat sedikit demi sedikit ke arah kakaknya dan membisikkan sesuatu kepadanya.


“Kak, kenapa mereka berdua melihat seperti itu ke arah kita?” bisik Aneisha.


“Kenapa memangnya Anei?”


“Mereka sepertinya tidak menyukai kita.”


“Stt,, tidak boleh berburuk sangka!”


“Ah iya, kenalkan mereka berdua adalah anak-anak perempuan tante namanya Aneska dan Aneisha.” Ucap Mala yang mengetahui ketidaknyamanan Aneska dan Aneisha.


“Ah, salam kenal, aku Clair dan ini adiku Clara.” Ucap Clair.


“Salam kenal juga, semoga kedepannya kita akan lebih dekat satu sama lain.” Ucap Aneska.


Semua orang duduk di sofa ruang tamu dan berbincang-bincang, sepertinya Clair dan Clara menyukai Elvan dan Evano karena mereka berdua selalu menatap kedua laki-laki itu sambil tersenyum manis.


“Cih, lihatlah senyum mereka berdua kak.” Bisik Aneisha.


“Sstt,, Anei jangan bicara yang tidak-tidak!” balas Aneska.


Semua orang berbicara mengenai bisnis, sedangkan Aneisha tidak mengerti sama sekali tentang bisnis yang mereka bicarakan.


“Kak, aku bosan dan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.” Bisik Aneisha kembali.

__ADS_1


“Kalau begitu pamitlah kepada yang lainnya, bilang kalau kamu mau pergi ke taman sebentar.” Ucap Aneska yang di balas anggukan oleh Aneisha.


__ADS_2