MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 78


__ADS_3

Hari ini pertama kalinya Elvan dan Aneska kembali bekerja di perusahaan sebagai CEO dan sekretaris pribadi.


"Bagaimana? Gugup?" Tanya Elvan kepada Aneska.


"Sedikit." ucap Aneska sambil tersenyum kepada Elvan.


Keduanya akhirnya tidur di kamar yang sama untuk pertama kalinya, karena selama tinggal di apartment juga mereka tidur di kamar berbeda.


Ini adalah pertama kalinya Elvan dan Aneska tidur bersama tanpa adanya paksaan dan itu membuat keduanya salah tingkah hingga pagi harinya.


"Tenanglah,, jangan gugup.." ucap Elvan.


"Ayo kita turun.." lanjutnya.


"Aku masih mau ganti baju, kak Elvan duluan aja." ucap Aneska.


Elvan hanya menganggukkan kepalanya lalu segera turun ke bawah untuk menemui keluarganya.


Semua orang melihat Aneska yang saat itu menggunakan baju ketat dan rok jeans span.



"Selamat pagi semuanya.." sapa Aneska kepada semua orang.


"Yaampun Anes, kenapa kamu memakai pakaian ketat? Kamu lagi hamil sayang, jangan memakai pakaian yang ketat.." ucap Mala.


"Kenapa ma? Anes nyaman kok memakai pakaian ini, perut Anei juga baik-baik saja." ucap Aneska.


"Tidak, pokoknya tidak boleh! Ayo kamu ganti pakaianmu."


"Ma,, kali ini aja ya.. Perut Anes masih belum besar kok masih baik-baik aja." ucap Aneska.


"Ma sudahlah, yang ngerasain nyaman apa engga kan Anes, biarkan dia memakai pakaian itu selama perutnya belum besar.. Lagian Anes masih belum punya pakaian yang longgar, nanti pulang kerja Elvan bawa Anes beli pakaian." jelas Elvan.


"Hmm,, baiklah kalau begitu.. Ingat, lain kali jangan memakai pakaian yang bisa membahayakan anak-anakmu!" tegas Mala yang di balas anggukan oleh Aneska.


Semua keluarga Bagaskara berkumpul untuk sarapan bersama hari itu.


"Bagaimana keadaan perusahaan Evano?" Tanya Elvan di tengah-tengah sarapan mereka.


"Apa kamu pernah melihat aku gagal mengurus perusahaan kak?" Evano justru kembali bertanya kepada Elvan.


"Baguslah, setidaknya kamu tau bagaimana bertanggung jawab atas sesuatu."


"Tentu saja! Aku tidak sepertimu yang tidak tau apa tanggung jawabmu." sindir Evano.


"Diamlah kalian berdua! Jangan bicarakan tentang perusahaan saat sedang di meja makan!" tegas Bagas.


Akhirnya keduanya terdiam dan hanya saling menatap tajam satu sama lain.


"Nei, hari ini kamu ga ada jadwal syuting kan? Lalu kenapa kamu sudah rapih begini?" Tanya Aneska.

__ADS_1


"Aku ada meeting.."


"Meeting? Dengan siapa? Kamu di temenin managermu kan?"


"Tidak perlu manager, ini meeting pribadi karena saran dari kakak!" ketus Aneisha.


"Kenapa jadi aku? Memangnya ada apa?"


"Aku mau membicarakan tentang pelatihan traumaku dengan Jody, aku juga akan membawanya ke rumah sakit menemui dokterku biar dia tau apa yang boleh dan tidak aku lakukan." ucap Aneisha.


"Yaampun, itu namanya meeting?" Tanya Aneska.


"Hm,, itu meeting pribadi." ucap Aneisha dengan santainya.


Aneska hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan adiknya itu.


Setelah selesai sarapan, semuanya berpamitan kepada Bagas dan Mala dan segera pergi ke tempat kerja mereka masing-masing.


Seperti biasa, Elvan dan Aneska masuk ke dalam perusahaan dengan professional. Walaupun semua karyawan mengetahui tentang pernikahan mereka, tetapi mereka tetap berusaha untuk professional sebagai atasan dan bawahan.


Banyak sekali karyawan yang menyapa Aneska dan menanyakan kemana Aneska dan Elvan selama ini.


"Nes, kami sangat merindukanmu.. Kamu dan tuan Elvan kemana saja sih? Sudah beberapa bulan ini ga ada kabar." Tanya salah satu staff perusahaan.


"Aku.." Aneska bingung harus mengatakan apa kepada staff perusahaan itu.


"Aku dan tuan Elvan ada perintah ke luar kota selama beberapa bulan ini, jadi kami tidak pernah berada di perusahaan." jelas Aneska berbohong.


"Kalau begitu aku ke atas dulu ya, tuan Elvan pasti sudah menunggu." pamit Aneska.


"Hai Aneska,, welcome back." sapa Daniel saat melihat Aneska keluar dari lift.


"Hai kak Daniel,, terimakasih sambutannya.." balas Aneska.


Aneska segera masuk ke dalam ruangan Elvan bersama Daniel di belakangnya.


"Bagaimana Van? Butuh penjelasan tentang pekerjaan sepupumu?" Tanya Daniel kepada Elvan.


"Biarkan dia sendiri yang menjelaskan kepadaku, aku percaya padanya kok.. Kemana dia sekarang?" Tanya Elvan.


"Tadi setelah sampai perusahaan, dia langsung pergi ke ruangannya.. Aku panggilkan dulu." ucap Aneska yang di balas anggukan oleh Elvan.


Setelah Aneska keluar ruangan, Elvan segera mengatakan sesuatu kepada Daniel.


"Daniel, pastikan kamu membawa makan siang yang sehat ke ruangan Aneska. Pastikan dia makan dengan baik, belikan susu untuk ibu hamil untuknya juga." ucap Elvan.


"Hah? Kenapa? Emang Aneska hamil?" Tanya Daniel.


"Iya, Aneska hamil anakku dan aku mau kamu siapkan semuanya jangan sampai terlewat dan jangan terlalu memberinya banyak pekerjaan!" tegas Elvan.


Mendengar hal itu membuat Daniel terkejut, pasalnya dia tau betul kalau pernikahan kedua orang itu tidak di dasari cinta.

__ADS_1


"Wah, congratulations Elvan! Sebentar lagi perusahaan ini akan memiliki bos kecil."


"Tiga Daniel! Tiga bos kecil."


"What!? Oh my god!!" teriak Daniel tidak percaya.


***


Aneisha sudah berada di restaurant tempat janjiannya dengan Jody, sudah beberapa menit Aneisha menunggu namun Jody tidak terlihat batang hidungnya.


"Kemana laki-laki itu!? Jangan bilang dia tidak datang dan membiarkan aku menunggu di sini!?" ketus Aneisha.


Aneisha terus saja melihat hpnya, dia tidak ingin menghubungi laki-laki lebih dulu. Akhirnya Aneisha memutuskan untuk memesan makanan lebih dahulu tanpa menunggu Jody.


"Wah, kamu Aneisha kan? Benar bukan?" Tanya salah satu pelanggan yang ada di sana.


Aneisha terkejut mendengar pertanyaan pelanggan itu, dia lupa kalau dirinya sekarang tidak bisa keluar seenaknya tanpa menggunakan penutup wajah.


Aneisha tidak mungkin mengatakan kalau dirinya bukan Aneisha di saat jelas-jelas orang itu mengenalnya.


Jadi Aneisha hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan perlahan.


"Wah!!! Bisakah kita berfoto denganmu!? Ayo foto-foto." ucap pelanggan tersebut dengan heboh.


Aneisha hanya bisa menuruti permintaan fansnya itu dan berfoto dengannya walaupun sebenarnya Aneisha benar-benar tidak nyaman dengan hal itu.


Tiba-tiba saja ada suara laki-laki yang datang untuk menjatuhkan Aneisha dengan fansnya itu.


"Minggir! Kalian berdua ga bisa minggir ya? Kalian ga bisa menghargai privasi orang ya!?" ketus Jody yanhmg baru saja datang dan langsung menghampiri Aneisha.


"Ck! Kamu siapa sih!?" ketus pelanggan tersebut.


"Aku? Aku managernya! Gimana? Mau di masukkan ke dalam penjara?" Tanya Jody.


Mendengar ucapan Jody membuat para pelanggan sekaligus fans Aneisha itu langsung ketakutan dan pergi dari meja Aneisha dan Jody.


Setelah kepergian pelanggan tersebut, Aneisha langsung menatap Jody dengan tatapan tajam.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Jody.


"Apa kamu tidak bisa melihat sekarang jam berapa!?" ketus Aneisha.


"Jam 10."


"Kamu membuat janji denganku jam 9 dan sekarang kamu datang jam 10? Sejam aku menunggumu di sini!" ketus Aneisha.


"Maaf, tadi jalanan macet dan aku bangun kesiangan." jelas Jody.


"Tidak ada alasan! Aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu!" ketus Aneisha.


"Aku ini anak dari atasanmu.." ucap Jody mengingatkan Aneisha.

__ADS_1


"Walaupun kamu anak presiden sekalipun kamu tidak berhak seenaknya membuat janji dan mengingkarinya begitu saja!" ketus Aneisha dengan tatapan tajamnya.


Jujur saja, itu adalah pertama kalinya ada wanita yang memarahinya dan sama sekali tidak tertarik dengan dirinya.


__ADS_2