MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 60


__ADS_3

Drrtt,, drrtt..


Telfon Aneisha berdering berkali-kali, namun sayangnya Aneisha tidak mengangkatnya karena dia sedang meeting untuk membahas peran yang akan dia mainkan di dramanya.


"Nei, dari tadi hp kamu bergetar nih, sepertinya ada yang menelfon." Bisik Lita managernya yang berada di belakangnya.


"Biarkan saja, paling juga keluargaku.. Nanti aku akan menghubunginya kembali." balas Aneisha.


Akhirnya Lita hanya diam dan mengiyakan ucapan Aneisha, lalu Lita mematikan hp Aneisha agar tidak bergetar kembali.


Setelah beberapa jam meeting dengan para produser dan pemain yang lain, akhirnya meeting pun selesai dan Aneisha langsung berdiri sambil menundukkan kepalanya memberi salam kepada seniornya.


"Mohon bimbingannya kakak-kakak semuanya,, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik " ucap Aneisha dengan sopan.


"Kamu ini sopan sekali, cantik lagi! Jangan terlalu sungkan pada kami karena aku tau


Esok harinya, Aneska sedang bersiap untuk berangkat ke kota lain. Keputusannya sudah bulat untuk pergi dan menenangkan diri.


Aneisha hanya tersenyum mendengar ucapan para seniornya yang mengatakan kalau dirinya terlalu sopan.



"Kalau begitu aku pulang duluan ya kakak-kakak,, selamat beraktifitas." ucap Aneisha yang di balas anggukan dan senyuman oleh semuanya.


Aneisha memang sangat baik sekali, wajar jika para senior menyukainya. Aneisha juga terpilih menjadi second lead di drama pertamanya.

__ADS_1


Namun dramanya benar-benar menampilkan dia yang sangat berbeda dari sifat aslinya.


Aneisha yang asli adalah Aneisha yang periang, sedangkan di dalam dramanya Aneisha akan berperan sebagai wanita yang lemah dan menyedihkan.


"Aku tidak menyangka kalau aku akan berperan sebagai pemeran kedua yang sifatnya benar-benar berbeda dariku." ucap Aneisha kepada sang manager.


"Tapi saat audisi kamu benar-benar tampil dengan baik Nei! Aku yakin kamu pasti akan menjadi artis yang sukses!" seru Lita.


Aneisha tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu memeluk Lita dengan erat hingga membuat Lita terkejut.


"Yaampun Nei apaan sih?" Tanya Lita sambil berusaha melepaskan dirinya.


"Aku bersyukur karena memilikimu sebagai managerku Lita.." ucap Aneisha.


"Jangan lebay deh! Sudah ayo pulang, aku juga sudah mulai lelah tau!" ucap Lita.


"Oh iya, tadi telfon dari siapa Lit?" Tanya Aneisha.


"Ah iya aku hampir lupa kan! Nih hp kamu, tadi geter mulu jadi aku matiin deh, coba aja nyalain dulu." ucap Lita.


"Baiklah kalau begitu, aku pulang sendiri ya kak Gavin jemput di depan jadi kamu langsung pulang aja ga usah mengantarku." ucap Aneisha.


"Okey! Hati-hati ya, ingat besok kamu sudah mulai syuting."


"Siap bu bos!" tegas Aneisha yang langsung berjalan dan masuk ke dalam mobil Gavin.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam mobil, Aneisha langsung menyalakan hpnya dan melihat ada banyak sekali telfon dari sang kakak.


"Kak Anes tumben banget nelfon aku jam segini." gumam Aneisha.


Semua keluarga Aneisha belum ada yang mengetahui tentang kejadian malam itu. Elvan tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada keluarganya.


Terutama Aneisha, adik yang sangat dia sayangi itu akan sangat kecewa padanya karena sudah melakukan hal yang membuat kakak kesayangannya pergi.


"Kamu sibuk sama hp terus sih Nei! Ada apa?" Tanya Gavin memecah lamunan Aneisha.


"Engga, ini kak Anes tadi telfon terus tapi aku ga angkat soalnya lagi meeting." jelas Aneisha.


"Coba kamu telfon balik aja, kalo ga bisa lihat pesan, siapa tau dia meninggalkan pesan." ucap Gavin sambil tetap fokus menatap ke jalan yang ada di depannya.


Mendengar ucapan Gavin, dengan segera Aneisha mengecek pesan di hpnya. Dan benar saja, ternyata Aneska memang meninggalkan pesan untuknya. Dengan segera Aneisha membuka pesan tersebut.


*Adikku sayang, kamu sepertinya sibuk sekali karena tidak bisa mengangkat telfon kakakmu ini... Tidak apa! Kakak yakin kamu akan menjadi artis yang sukses!..


Aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri, jangan bilang siapapun terutama kak Elvan karena dia tidak tau aku pergi.


Jangan mengkhawatirkan aku, fokus saja pada karirmu, jika hatiku sudah tenang, aku akan kembali jadi kamu tidak perlu khawatir.


Ingatlah satu hal, jadilah wanita yang kuat dan mandiri, aku menyayangimu adikku!*


Itulah pesan yang di kirimkan Aneska kepada adiknya, dengan perasaan terkejut Aneisha langsung mencoba untuk menghubungi Aneska berkali-kali, namun hasilnya nihil! Tidak ada jawaban dari telfon kakaknya itu.

__ADS_1


Entah apa yang membuat kakaknya pergi, Aneisha tidak mengetahui apapun. Aneisha hanya bisa menggenggam hpnya dengan erat sambil menyembunyikan perasaan khawatirnya.


__ADS_2