MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 108


__ADS_3

Jody dan Aneisha bersama-sama pergi ke lokasi syuting. Di sepanjang perjalanan, Aneisha terus saja terdiam melihat ke luar jendela seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Nei..” panggil Jody yang tidak di gubris oleh Aneisha.


“Nei..” panggil Jody kembali.


Jody yang kesal karena sapaannya tidak di dengarkan segera menarik rambut panjang Aneisha hingga membuat Aneisha terkejut.


“Aw! Kak Jody apaan sih, sakit tau..” ketus Aneisha.


“Habisnya kamu budeg sih! Aku ini manggil dari tadi tau!” ucap Jody.


“Ih aku kan lagi menikmati pemandangan!” ucap Aneish beralasan.


“Cih, apa yang di liat orang cuma ada gedung doang sepanjang jalan.”


“Ya gedung juga kan termasuk pemandangan tau!” ketus Aneisha.


“Bilang aja kalo mikirin si Gavin kan? Cintanya bersemi lagi kan? Ciyee..” Goda Jody kepada Aneisha.


“Apaan sih kak! Ngapain juga aku mikirin orang yang kayak setan ilang tiba-tiba!” ketus Aneisha.


Sampai akhirnya Jody dan Aneisha sampai di lokasi syuting dan tiba-tiba Aneisha mendapatkan pesan di hpnya.


Aneisha tersenyum dengan lebar saat membuka hpnya membuat Jody merasa curiga jika Aneisha mendapatkan pesan dari Gavin.


“Sampe segitunya banget dapet chat dari Gavin Nei..” goda Jody.


“Hah? Apaan sih kak! Ini loh mama kirim foto keponakan aku!” ucap Aneisha sambil menunjukkan foto yang baru dia dapat dari Mala.


Jody yang mendengar ucapan Aneisha langsung melihat foto yang di tunjukkan oleh Aneisha lalu ikut tersenyum.


“Wah lucu sekali!!” seru Jody yang langsung merebut hp Aneisha.


“Ih kok di ambil sih hpku…” rengek Aneisha.


Tiba-tiba saja Aneisha dan Jody di kagetkan dengan kedatangan Lita secara tiba-tiba.


“Hayo Aneisha kamu udah di tungguin dari tadi tuh!” ucap Lita kepada Aneisha.


“Yaampun kak Lita ngagetin aja deh, jantungan nih..” ucap Aneisha.

__ADS_1


“Kamu katanya ke rumah sakit, gimana keadaan kak Aneska? Apa keponakanmu sudah lahir?” tanya Lita kepada Aneisha.


“Sudah kak, lihatlah ini menggemaskan sekali bukan?” tanya Aneisha sambil menunjukkan foto ketiga bayi mungil Aneska.


“Wah gemas sekali…” ucap Lita sambil melihat foto yang ada di hp Aneisha.


“Eh iya kan sampe lupa aku! Kamu udah di tunguin malah asik ngobrol di sini.” Ucap Lita.


“Oh iya, yaudah ayo kita ke sana.” Balas Aneisha yang memasukkan kembali hpnya ke dalam tasnya.


Akhirnya Aneisha dan juga Lita segera berjalan ke tempat syuting, sedangkan Jody yang memang hanya mengantar Aneisha segera kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya kembali ke perusahaannya untuk bekerja.


“Hai om Anthony, maaf banget Anei terlambat ya tadi khawatir banget sama keadaan kakak.” Ucap Aneisha meminta maaf kepada Anthony yang sedang duduk di kursi sambil mengamati artisnya yang sedang take.


“Oh, hai Nei, bagaimana keadaan kakamu? Apa dia baik-baik saja?” tanya Anthony.


“Kakak harus di operasi sebelum waktunya melahirkan om, tapi syukurlah sekarang dia sudah baik-baik saja dan melahirkan tiga anak kembar yang sangat menggemaskan..” jelas Aneisha.


“Benarkah? Apa mereka setampan kakak iparmu?” tanya Anthony.


“Dua tampan dan satu cantik om! Mereka benar-benar memiliki visual yang tidak bisa di nalar.” Ucap Aneisha melebih-lebihkan.


“Hahaha dasar! Lalu kemana Jody? Dia ke rumah sakit kan?”


Anthony hanya menganggukkan kepala lalu segera menyuruh Aneisha berganti pakaian untuk syuting.


Di ruang ganti, Aneisha segera masuk ke dalam salah satu ruang ganti dengan bahagia karena memikirkan ketiga keponakannya yang sangat menggemaskan.


Namun saat Aneisha sudah selesai mengganti pakaiannya dan mau membuka pintu ruang gantinya tiba-tiba saja Aneisha mengurungkan niatnya saat mendengar suara seseorang masuk ke dalam ruang ganti.


“Cih lihatlah itu! Aneisha tidak di marahi walaupun ijin dan membuat semua staff menunggu..” bisik salah satu artis yang ada di sana.


“Iya, dia kan anak emasnya tuan Anthony, lihat saja dia tadi memanggil tuan Anthony om.” Balas yang lainnya.


“Dia juga deket sama anaknya tuan Anthony yang tampan itu, jangan-jangan dia pernah tidur dengannya lagi hahaha..” balas yang lain.


“Jangan bicara seperti itu, dia memiliki kakak dan kakak ipar yang kaya raya, mungkin karena mereka dia menjadi anak emas dan selalu mendapatkan peran yang bagus walaupun dia masih artis baru.” Balas yang lain.


“Udahlah kita harus segera keluar dan melakukan take.” Ajak yang lain.


Akhirnya kedua orang yang membicarakan Aneisha segera keluar dari ruang ganti, sedangkan Aneisha hanya bisa berdiam diri sambil menundukkan kepala karena merasa sedih dengan semua perkataan orang-orang yang ada di luar.

__ADS_1


Setelah merenung beberapa menit akhirnya Aneisha memutuskan untuk keluar dari ruang ganti dan mencoba untuk menahan emosinya.


***


“Ayolah Nay, kamu harus segera di operasi..” bujuk Roy agar Kanaya mau melakukan operasi.


“Sudahlah Roy jangan membujukku terus, aku masih memikirkan matang-matang tentang operasi ini.” Ucap Kanaya.


Ting!! Notifikasi hp Kanaya tiba-tiba saja berbunyi, dia segera membukanya dan melihat isi pesan dari Elvan yang mengirimkan foto ketiga anaknyakepada Kanaya.


“Oh my god! Very cute…” teria Kanaya tiba-tiba.


“Apa yang cute?” tanya Roy kepada Kanaya.


“Aku udah jadi aunty sekarang…” ucap Kanaya sambil menunjukkan hpnya.


Roy melihat foto ketiga bayi Aneska lalu tersenyum ke arah Kanaya.


“Menggemaskan sekali,, syukurlah mereka terlihat sangat sehat.” Ucap Roy.


“Hmm,, anter aku ke rumah sakit sekarang!” ucap Kanaya dengan semangat.


“Sekarang? Tapi kita baru dari sana Nay..”


“Ayo cepetan! Lagian kamu cuma mau ngasih hasil pemeriksaanku aja kan? Ayo ke rumah sakit sekarang.” Ucap Kanaya.


“Ya, ya baiklah kalau begitu ayo kita kembali ke rumah sakit.” Ucap Roy.


Kanaya dan Roy akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah Roy dan masuk ke dalam mobil untuk kembali ke rumah sakit.


Sedangkan di sisi lain, seseorang terus sajamenatap rumah Roy sampai keduanya akhirnya keluar dari rumah.


“Mereka keluar! Ngumpet kak Daniel!” ucap Evano kepada Daniel yang berada di sebelahnya.


“Mau sampe kapan kita di sini? Bukannya kamu bilang kita harus kembali ke perusahaan? Terus kepada kita ke sini?” tanya Daniel.


“Duh jangan berisik lah kak, aku ini lagi menjadi mata-mata tau! Kanaya itu sahabatnya Aneska, kalo sampe dokter itu macem-macem sama Kanaya bisa di marahin aku sama Aneska.” Ucap Evano mencari alasan.


“Cih, alasan! Aku tau kamu sangat menyukai Kanaya sampe kayak begini kan?” ucap Daniel.


“Suka? Hahaha, aku ga suka sama orang yang pergi tanpa memberi kabar begitu saja.” Ucap Evano.

__ADS_1


“Kalau begitu ayo kita kembali ke perusahaan, kita sudah melihat mereka tidak melakukan apapun, bahkan mereka sudah keluar dari rumah jadi ayo kita pergi dari sini sebelum kita di teriakin maling sama orang-orang.” Ajak Daniel.


Evano menatap wajah Daniel dengan serius dan juga melihat ke arah rumah Roy yang sudah sepi, lalu segera menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Daniel yang mengajaknya pergi.


__ADS_2