MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 35


__ADS_3

Semenjak perjodohan antara Elvan, Clair, Evano dan Clara, dua wanita itu sering sekali berkunjung ke rumah Bagas hanya untuk menyapa dan bertemu dengan Elvan dan Evano. Sedangkan Aneska dan Kevin menjadi lebih dekat satu sama lain.


“Kak, semenjak kak Clair dan kak Clara kemari, entah kenapa aku merasa tidak nyaman dan tidak memiliki banyak waktu untuk berkumpul seperti biasanya.” Ucap Aneisha yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.


Aneska yang sedang duduk di depan cermin sambil memakai riasan wajahnya itu langsung menoleh ke arah adiknya.


“Bagaimanapun juga kamu harus terbiasa Nei, jika kak Elvan dan Evano jadi menikah dengan Clara dan kak Clair maka mereka juga akan menjadi anggota keluarga ini.” Aneska mencoba untuk menjelaskan kepada sang adik.


“Kak, kakak menikah saja dengan kak Kevin, dia laki-laki yang baik, mapan dan tampan, kurang apa lagi coba kak.” Ucap Aneisha.


“Apa?! Gila kamu Nei! Aku dan tuan Kevin baru saja mengenal sekitar satu minggu, bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang baru saja aku kenal!” ketus Aneska yang terkejut mendengar ucapan adiknya.


”Aku masih waras kak!” tegas Aneisha.


“Sudahlah aku mau berangkat bekerja dulu, lebih baik kamu tidak membahas hal-hal seperti ini lagi oke?!” tegas Aneska.


Mendengar perintah dari kakaknya hanya membuat Aneisha menganggukkan kepalanya dengan terpaksa.


“Kamu ga kuliah?”


“Nanti siang kak, hari ini aku tidak ada jam pagi.”


“Baiklah kalau begitu aku berangkat, kalau berangkan kuliah hati-hati dan harus segera pulang kalau sudah selesai oke!?”


“Iya bawel!” ketus Aneisha.


Aneska segera meninggalkan adiknya sendirian di kamar, saat keluar kamar Aneska bertemu dengan Elvan yang juga ingin berangkat bekerja.


“Hai kak.” Sapa Aneska.


“Hai Nes, sudah siap? Yuk kita berangkat sekarang.” Ajak Elvan yang di balas anggukan oleh Aneska.


Saat Aneska ingin membuka pintu depan mobil, tiba-tiba saja ada suara wanita yang menyapa dirinya.


“Hai Nes, kamu mau berangkat kerja ya?” tanya Clair yang keluar dari dalam rumah.


“Eh kak Clair sejak kapan kakak ada di rumah?” tanya Aneska.

__ADS_1


“Sejak tadi, tante Cherry mengundangku untuk memilihkan pakaian yang akan di pakai di pesta penyambutanku di perusahaan, kamu datang juga kan Nes?” tanya Clair.


“Eh, i-iya nanti aku akan datang nanti kak.”


“Bagus! Oh iya, aku juga mau ikut ke perusahaan Elvan hari ini jadi aku naik di depan ya Nes.”


Ucapan Clair sejenak membuat Aneska terkejut, dia tidak cemburu hanya saja biasanya dialah yang duduk di depan, tapi kali ini dia di usir karena ada orang lain yang akan menggantikan tempat duduknya.


“Tentu saja kak Clair harus duduk di depan, aku akan duduk di kursi belakang.” Ucap Aneska yang sekalian membukakan pintu untuk Clair.


Melihat hal itu membuat Elvan merasa tidak enak kepada Aneska, sebenarnya dia tau kalau ini adalah ulah tantenya yang ingin membuat Clair dan dirinya dekat, hanya saja jika sampai membuat Aneska merasa tersisihkan rasanya hal ini sudah salah.


“Clair, kamu kenapa masuk ke dalam mobil? Kamu mau sekalian kita antar pulang?” tanya Elvan yang berpura-pura tidak tau.


“Kok pulang? Aku mau ikut kamu ke perusahaan Elvan.”


“Kenapa? Emang kamu ga ke perusahaan papamu? Nanti malam kamu ada penyambutan harusnya sekarang kamu sudah berada di perusahaan bukan?”


“Papa bilang aku boleh berpergian sebelum pesta penyambutanku, jadi tidak masalah kalau aku ke perusahaanmu hari ini.” ucap Clair dengan semangat.


Aneska yang berada di kursi belakang hanya terdiam mendengar perbincangan Elvan dan Clair, sedangkan Elvan yang sadar kalau Aneska sudah mulai merasa tidak nyaman segera melajukan mobilnya menuju perusahaan.


Sesampainya di perusahaan, Aneska berpamitan untuk masuk ke dalam perusahaan lebih dulu, sedangkan Clair terus saja merangkul lengan Elvan hingga membuat Elvan merasa tidak nyaman.


“Clair, ini perusahaan! Tolong jaga sikapmu.” Tegas Elvan.


“Kenapa Elvan? Kita akan mengumumkan pertunangan kita nanti malam jadi tidak masalah bukan kalau kita seperti ini?”


Elvan terkejut mendengar ucapan Clair, dia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Clair, dia segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Clair.


“Apa maksudnya? Pertunangan apa yang kamu maksud? Bukankah nanti malam adalah pesta penyambutanmu?” tanya Elvan yang tidak tau apa-apa.


“Loh kamu ga tau? Setelah pesta penyambutanku, papaku akan mengumumkan kapan pesta pertunangan kita di adakan.” Jelas Clair.


“Keputusan siapa? Siapa yang membuat keputusan seperti itu!?” tanya Elvan sambil menepis tangan Clair dari lengannya karena kesal mendengar ucapan Clair.


“Elvan, kenapa kamu kesal? Bukankah kita di jodohkan memang untuk bertunangan lalu menikah?” Clair berusaha untuk meraih tangan Elvan kembali namun Elvan justru menjauh.

__ADS_1


“E-Elvan..”


“Lebih baik kamu pulang Clair, aku harus memikirkan tentang hal ini lebih dulu! Kenapa semua orang membuat keputusan tanpa mendengar pendapatku!?”


“Elvan, mereka juga mungkin lupa memberitaumu.”


“Pulang Clair, aku akan memesankan taxi untukmu!” tegas Elvan yang membuat Clair tidak bisa berbuat apa-apa.


Akhirnya Clair berbalik dan berjalan keluar dari perusahaan, sedangkan Elvan segera menuju ruangannya dengan wajah yang kesal, bahkan dia tidak membalas sapaan karyawannya yang menyapa.


Brakk!! Elvan membanting pintu ruangannya dengan kencang hingga Aneska yang kebetulan memang mau ke ruangan Elvan merasa ada sesuatu yang salah terjadi hingga membuat Elvan kesal seperti itu.


Aneska berusaha untuk mengetuk pintu ruangan Elvan namun tidak di gubris, akhirnya Aneska memutuskan untuk membuka pintu ruangan tersebut.


“Kak Elvan..” ucap Aneska sambil membuka pintu ruangan Elvan.


Betapa terkejutnya Aneska saat melihat ruangan Elvan yang sudah berantakan, dan Elvan sedang berada di ujung ruangan sambil menelfon seseorang.


“Kenapa kalian selalu membuat keputusan seenaknya? Kalian tidak pernah mau mendengar keputusan Elvan!” teriak Elvan yang langsung mematikan telfonnya.


“Kak Elvan, kenapa kak Elvan marah-marah gitu?” tanya Aneska yang perlahan mendekati Elvan.


“Jangan mendekat Aneska, aku tidak mau kamu melihatku seperti ini.” ucap Elvan.


“Jangan seperti ini kak, sebenarnya ada apa? Kak Elvan tidak pernah seperti ini.” ucap Aneska.


“Aku kesal Nes, orang tuaku tidak pernah perduli dengan perasaanku.”


“Memangnya ada apa kak?”


“Mereka mau mengumumkan acara pertunanganku dengan Clair nanti setelah acara penyambutannya.” Jelas Elvan.


“Secepat itu kak? Bukankah kalian baru mengenal?” tanya Aneska.


“Itulah yang aku fikirkan! Aku dan dia baru saja kenal, bahkan kami belum dekat dan mengenal lebih jauh, tapi mereka sudah mau mengumumkan acara pertunangan kepada semua orang!”


“Sudah jangan marah kak, bicaralah perlahan agar papa dan mama mengerti kak, kalau kakak marah seperti ini mereka akan sedih dan merasa bersalah padahal mereka hanya ingin kak Elvan segera menikah dan memiliki keluarga kak Elvan sendiri.” Jelas Aneska.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Aneska, Elvan lebih bisa meredakan emosinya dan dia mulai berusaha untuk berfikir dengan kepala dingin.


__ADS_2