
Tidak lama kemudian Krish masuk ke dalam ruangan Elvan. Elvan sudah berusaha untuk menahan emosinya walaupun sebenarnya ada rasa takut dan juga marah kepada Kevin.
Elvan marah karena Kevin pernah menyakiti Aneska yang saat itu sebagai adik kesayangannya dan membuat Aneska menangis sampai terpuruk.
Namun Elvan juga merasa takut jika nantinya Aneska akan berpaling dan memilih bersama Kevin di bandingkan dirinya.
“Maaf tuan, nyonya, saya ingin menjelaskan kepada kalian kalau saya bukanlah Kevin, nama saya Krish dan anda bisa memeriksa kartu identitas saya.” Ucap Krish sambil mengeluarkan dompetnya.
Setelah mengeluarkan dompetnya, Krish segera mengeluarkan kartu identitasnya dan juga foto copy kartu keluarga yang selalu dia bawa jika terjadi sesuatu seperti saat itu.
“Ini silahkan di lihat tuan.” Ucap Krish sambil memberikan kartu tersebut kepada Elvan.
Dengan segera Elvan mengambil kartu tersebut dan menelitinya dengan baik-baik, Elvan juga memperhatikan dengan hati-hati wajah Krish yang ada di foto dan juga di kartu identitas.
“Tapi pasti kamu ada hubungannya dengan Kevin karena wajahmu sangat mirip dengannya!” tegas Elvan.
Aneska hanya terdiam karena dia tidak ingin memancing amarah suaminya kembali seperti tadi. Tetapi sejak tadi Aneska tetap memperhatikan wajah Krish yang memang tidak terlalu mirip dengan Kevin yang dia kenal jika di
lihat secara teliti.
“Mas sudahlah, wajah mereka memang tidak terlalu mirip jika di perhatikan baik-baik kok..” ucap Aneska yang akhirnya buka suara.
“Engga! Pasti kamu ada hubungannya sama Kevin kan? Jangan-jangan kamu saudaranya ya!?” ucap Elvan.
“Tuan bisa lihat sendiri kalau saya hanya memiliki adik perempuan tuan, saya adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga itu.” Ucap Krish.
Mendengar ucapan Krish membuat Elvan kembali melihat kartu keluarga Krish dan membacanya dengan benar-benar.
“Sudah mas jangan di perpanjang, maaf Krish karena sudah membuat kamu tidak nyaman, silahkan ambil kembali kartu identitas dan kartu keluargamu.” Ucap Aneska yang langsung mengambil kartu Krish dari tangan Elvan dan memberikannya kepada Krish.
“Tidak apa-apa, mungkin tuan Elvan memiliki masalah pribadi dengan orang yang bernama Kevin, mungkin saya hanya bernasib sial karena memiliki wajah yang sama dengan orang itu.” Ucap Krish.
__ADS_1
“Jangan bicara seperti itu Krish, itu tidak baik! Aku berjanji kalau suamiku tidak akan mengubah penilaian hanya karena kesalah pahaman tadi.” Ucap Aneska dengan senyum ramahnya.
Sedangkan Elvan hanya diam melihat ke arah Krish, dan Aneska yang melihat suaminya segera menyenggol perut suaminya itu dengan sikut tangannya.
“Eh iya maaf karena sudah salah paham kepadamu Krish, aku tidak akan merubah penilaian terhadapmu hanya karena kesalah pahaman ini.” Ucap Elvan.
Setelah kesalah pahaman itu selesai, Krish segera keluar dari ruangan Elvan karena sesi wawancara akan segera di mulai.
Satu per satu peserta di wawancarai dengan baik oleh Elvan dan juga Aneska yang ikut andil dalam memberikan pertanyaan kepada calon pegawai mereka.
Namun tidak ada satu orang pun yang sesuai dengan keinginan Elvan selain Krish yang ternyata memiliki kemampuan akademik yang bagus dan memiliki publick speaking yang sangat baik sehingga membuat Elvan merasa puas dengan wawancaranya.
“Jadi, kamu akan memilih Krish?” tanya Aneska kepada sang suami.
“Sepertinya iya, tapi apa kamu tidak masalah dengan hal ini?” tanya Elvan.
“Kenapa kamu bertanya kepadaku? Emang kenapa kalau kamu memilih Krish untuk menjadi asisten pribadimu?” tanya Aneska.
“Aku takut kalau kamu berpaling dariku karena wajah Krish yang hampir mirip dengan Kevin.” Jawab Elvan yang membuat Aneska tertawa mendengarnya.
“Maaf sayang, aku kan cuma takut aja..” ucap Elvan.
“Udah ga usah mikir yang aneh-aneh lagi! Sekarang mas Elvan lebih baik segera mengumumkan kepada semua orang tentang hasil pemilihan asisten kamu mas..” ucap Aneska yang di balas anggukan kepala oleh Elvan.
Akhirnya setelah memastikan siapa yang mau dipilih, Elvan segera menyuruh sekretarisnya untuk memanggil Krish dan mengumumkan jika dia di pilih untuk menjadi asisten pribadi Elvan.
Krish yang mendapatkan berita seperti itu langsung bahagia mendengarnya dan langsung masuk ke dalam ruanga Elvan untuk berterimakasih kepadanya.
“Tuan, nyonya, terimakasih banyak karena sudah percaya dengan saya untuk menjadikan saya sebagai asisten priadi tuan Elvan..” ucap Krish.
“Tidak perlu berterimakasih, karena memang kemampuan kamu sangat bagus dan nilai-nilai kuliahmu juga sangat bagus.” Ucap Elvan.
__ADS_1
“Mulai besok kamu bisa langsung bekerja dengan suamiku ya Krish, kamu juga akan di bombing oleh kak Daniel lebih dulu.” Jelas Aneska yang di balas anggukan oleh Krish.
Elvan segera menghela nafas lega karena dia sudah berhasil mendapatkan asisten pribadi yang sesuai dengan keinginannya.
Setelah selesai memilih asisten priadinya, Elvan segera mengajak Aneska untuk pulang ke rumah mereka karena Elvan khawatir jika Aneska akan kelelahan.
“Kamu tunggu di sini dulu ya sayang, aku akan menyiapkan kursi mobil biar kamu bisa istirahat di mobil, jangan kemana-mana sebelum aku menyusulmu!” tegas Elvan.
Namun tiba-tiba Aneska yang memang tidak mau suaminya bolak-balik segera menyebrang untuk ke mobil suaminya dan hampir tertabrak mobil yang mau melewatinya dan itu membuat Aneska terkejut dan perutnya menjadi tegang dan kesakitan.
“Aaa!!” teriak Aneska.
Elvan yang saat itu sedang menyiapkan kursi untuk Aneska agar bisa duduk dengan nyaman langsung menoleh saat mendengar suara teriakan.
“Aneska!!” teriak Elvan yang langsung berlari ke arah istrinya.
Elvan tidak memperdulikan mobilnya lagi, dia segera berlari menghampiri sang istri, sedangkan mobil yang hampir menabrak Aneska segera melajukan mobilnya untuk kabur.
Elvan tidak perduli dengan mobil yang kabur tersebut karena perhatiannya hanya kepada Aneska yang saat ini sedang merintih kesakitan.
“Sayang, Aneska sayang tarik nafas sayang oke tenang ya aku akan segera membawamu ke rumah sakit.” Ucap Elvan yang langsung mengangkat tubuh Aneska dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Elvan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, Elvan melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.
“Dokter! Dokter!” teriak Elvan yang sudah sampai di rumah sakit.
Para dokter yang mendengar Elvan berteriak segera menghampirinya sambil mendorong tempat tidur untuk Aneska.
Elvan tetap berada di sebelah Aneska sambil menggenggam tangan Aneska dengan erat untuk menguatkan Aneska.
“Maaf pak, bapak tunggu di depan dulu karena kami akan memeriksa istri anda.” Ucap salah satu perawat yang menghalangi Elvan masuk ke ruang pemeriksaan.
__ADS_1
Elvan yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa menuruti ucapan perawat tersebut dan menunggu di kursi yang ada di depan ruang pemeriksaan sambil berdoa agar istri dan anak-anaknya akan selamat.
“Tolong ya Allah, jangan biarkan istri dan anak-anakku kenapa-kenapa..” gumam Elvan yang saat itu sudah meneteskan air mata.