
Akhirnya sampailah Aneska, Kanaya dan Alisa di ruangan Jody. Dengan segera Aneska mengetuk pintu kamar Jody lalu membuka pintunya.
“Hai kalian…” sapa Aneska sambil membuka pintu.
Saat itu Aneisha sedang duduk di sofa sambil membaca novel, sedangkan Jody tetap berada di atas tempat tidurnya sambil menatap Aneisha yang sedang fokus membaca.
Saat Aneska mengetuk dan membuka pintu ruangan Jody, kedua orang yang sedang sibuk sendiri itu langsung menoleh ke arah pintu.
“Kakak!!” sapa Aneisha yang terlihat bahagia melihat sang kakak.
Sedangkan Jody hanya tersenyum lalu kedua matanya melihat ke arah Kanaya dan Alisa yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
“Hai kak Anes.” Sapa Jody.
“Hai Jo, gimana keadaan kamu? Anei ga nyusahin kan di sini?” tanya Aneska kepada Jody.
“Baik kok kak, keadaanku semakin membaik dan mungkin besok aku sudah di ijinkan pulang.” Jelas Jody.
“Benarkah? Syukurlah kalau begitu, kalian berdua belum makan siang kan? Ini aku bawain makan siang buat kalian.” Ucap Aneska.
Aneisha menyadari jika sejak tadi Jody hanya melihat ke arah Kanaya dan Alisa.
“Kak, sepertinya kamu harus mengenalkan kak Naya kepada kak Jody karena dia sejak tadi melihat kak Naya dan wanita cantik yang ada di belakangnya.” Ucap Aneisha kepada sang kakak.
Aneska yang baru tersadar segera menepuk keningnya lalu mulai mengenalkan Kanaya dan Alisa kepada Jody.
“Kan aku lupa mau mengenalkan mereka kepada kamu Jo.” Ucap Aneska.
“Kenalkan Jo, ini adalah kakaknya Gavin namanya Kanaya, sedangkan yang di belakangnya mungkin Aneisha juga belum mengenalnya, namanya Alisa dan dia adalah korbannya Gavin, dia tanpa sengaja nyerempet Alisa kemarin dan sekarang dia akan tinggal bersama Gavin dan Kanaya.” Jelas Aneska.
Mendengar jika Alisa akan tinggal dengan Gavin membuat Aneisha terkejut dan juga merasa ada sesuatu yang membuat perutnya terasa tidak enak, entah karena cemburu atau apa tapi saat ini rasanya Aneisha hanya bisa menarik nafas dalam agar bisa mengatur nafasnya kembali.
Sedangkan Jody yang mendengar hal itu tersenyum senang karena kemungkinan Gavin akan menyukai Alisa jika keduanya sering bertemu, namun seketika wajah senang Jody berubah karena melihat Aneisha yang terlihat memberikan senyuman yang terpaksa karena mendengar penjelasan Aneska.
__ADS_1
Di sisi lain, Alisa yang baru pertama kali melihat Aneisha hanya bisa terpaku karena kecantikan Aneisha terutama saat Aneisha tersenyum dengan manis.
“Wah, kakak dan adik sama-sama cantik sekali ya.. Sepertinya mereka adalah keturunan bidadari, pantas saja laki-laki itu menyukainya..” gumam Alisa di dalam hatinya.
“Kak Gavin tadi pagi kemari kak, dia menemaniku sarapan.” Ucap Aneisha.
“Hah? Gavin kesini? Kapan? Kenapa aku ga tau, kayaknya dia ga masuk ke ruanganku.” Ucap Jody yang tidak mengetahui jika Gavin berada di rumah sakit.
“Kak Gavin hanya menemaniku sarapan kak, dia ga mau masuk tapi dia nitip salam buat kak Jody, aku lupa soalnya tadi masuk langsung ngasih kakak teh hangat terus langsung mandi.” Jelas Aneisha.
Jody hanya menganggukkan kepala, padahal hatinya terasa sesak karena dia kira Gavin tidak akan ke rumah sakit dan menemui Aneisha.
“Heh! Kenapa bengong begitu Jo? Udah nih makan, kamu bosen kan makan makanan rumah sakit?” ucap Aneska sambil membukakan box nasi untuk Jody dan juga Aneisha.
Akhirnya Aneisha dan juga Jody memakan makanan yang di belikan oleh Aneska, sedangkan Aneska, Kanaya dan Alisa hanya duduk di sofa sambil berbincang-bincang lebih dulu.
“Oh iya, kok tumben kakak sama kak Naya?” tanya Aneisha.
“Iya kebetulah kami juga mau ke mall untuk membeli peralatan sekolahnya Alisa.” Jawab Kanaya.
“Eh,, kalo aku ikut gimana sama kak Jody coba.” Ucap Aneisha dengan nada sedikit kecewa dan juga menoleh ke arah Jody yang masih makan.
Sebenarnya Aneisha sudah sangat bosan berada di rumah sakit dan ingin sekali pergi melihat-lihat, Jody yang ternyata peka segera tersenyum.
“Kamu kalo mau ikut ya ikut aja Nei, lagian papi, dan mamiku akan datang kemari, kamu pasti akan merasa canggung, jadi kamu ikut pergi saja.” Ucap Jody.
“Benarkah kak? Aku boleh ikut kak Anes dan kak Naya?” tanya Aneisha dengan antusias.
“Hmm, lagian aku juga sudah mulai pulih dan bisa melakukan apa-apa sendiri kok.” Ucap Jody.
Aneisha yang mendengar ucapan Jody segera berseru karena terlalu senang bisa keluar dari rumah sakit.
“Kamu segitu bosennya jagain aku di sini Nei sampe seneng banget gitu di bolehin keluar.” Ucap Jody dengan tatapan sinis.
Aneisha hanya memamerkan gigi putihnya kepada Jody sebelum akhirnya menjawab ucapannya.
__ADS_1
“Aku ga bosen kok kak, tapi kalo di suruh milih ya aku lebih milih keluar aja hehe.” Jawab Aneisha dengan polosnya hingga membuat semuanya tertawa.
“Kalo gitu kami tunggu sampai orang tua kamu datang aja baru keluar ya Jo, kan ga enak kalo kamu di tinggal sendirian di sini.” Ucap Aneska.
“Duh ga usah kak, aku baik-baik saja kok beneran deh, takutnya papi dan mami lama jadi mendingan kakak berangkat sekarang aja biar ga kesorean.” Ucap Jody.
“Kalo gitu, kamu hubungi papi kamu biar aku minta ijin dulu.” Ucap Aneska yang langsung di balas anggukan oleh Jody.
Aneisha segera membantu Jody untuk mengambilkan hpnya di meja yang berada di sebelah kasur Jody dan memberikannya kepada Jody.
Alisa yang melihat hal itu langsung menarik-narik baju Kanaya untuk bertanya sesuatu.
“Kak, mereka itu pacaran ya?” tanya Alisa sambil berbisik.
“Hah? Bukan Al, ceritanya panjang kenapa Aneisha menjaga Jody di sini, intinya mereka tidak pacaran, atau lebih tepatnya belum.” Balas Kanaya.
Alisa yang mendengar jawaban dari Kanaya hanya bisa menganggukkan kepala dan kembali melihat kedepan.
Setelah menghubungi papi Jody, mereka semua akhirnya segera pergi dan meninggalkan Jody di rumah sakit karena orang tuanya sebentar lagi akan segera tiba.
“Kak, sabar ya aku cuma jalan-jalan bentar aja kok, kak Jody mau titip apa? Biar Anei beliin nanti.” Tawar Aneisha.
“Apa aja yang kamu beliin aku suka kok Nei hehe..” balas Jody.
Mendengar hal itu membuat kedua mata Aneisha melotot sedangkan Aneska dan Kanaya hanya menahan tawa karena menurut mereka perkataan Jody terkesan terlalu berlebihan.
Sedangkan Alisa yang tidak pernah berpacaran bahkan belum ada laki-laki yang dia sukai karena kurangnya pergaulan, hanya bisa tersenyum karena merasa Jody dan Aneisha so sweet sekali dan ada rasa ingin memiliki kekasih saat melihat hal itu.
“Apaan sih kak, ga malu apa di liatin sama kak Anes, kak Naya sama Alisa juga? Alisa masih kecil tau!” ketus Aneisha.
“Emang kamu udah besar?” tanya Kanaya.
“Kak Naya…” seru Aneisha yang di balas tawa oleh semuanya.
Jujur saja, Alisa yang melihat kejadian di hadapannya hanya bisa tersenyum tipis karena baru pertama kali ini dia merasa kehangatan di antara keluarga dan itu membuatnya merindukan kedua orang tuanya yang meninggalkannya sebatang kara di tengah-tengah neraka menurutnya.
__ADS_1