MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 119


__ADS_3

“Lihat kan, Gavin ga dateng jemput kan? Kan aku udah bilang kalo dia pasti sedang sibuk.” Ucap Lita.


“Tapi kak…”


“Udah jangan tapi-tapian, ayo pulang sama aku aja.” Ajak Lita.


Akhirnya Aneisha hanya menganggukkan kepala dan segera berjalan mengikuti Lita sambil sesekali menoleh ke belakang melihat apakah Gavin datang menjemputnya atau tidak.


Dan benar saja, baru saja Aneisha membuka pintu mobil Lita, ada suara klakson mobil yang terdengar sangat keras membuat Aneisha menoleh ke belakang dan tersenyum lebar saat melihat mobil Gavin sudah ada di hadapannya.


“Kak Gavin!” panggil Aneisha yang membuat Lita menoleh ke arah Aneisha lalu menoleh ke arah mobil Gavin.


“Haah, akhirnya dia datang juga.” Ucap Lita sambil menghela nafas.


“Lihat kan kak, kak Gavin pasti dateng kok!” seru Aneisha dengan bangga.


Lita yang melihat kebahagiaan Aneisha hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Yaampun dia lucu sekali, baru di jemput kekasihnya sudah seneng-seneng banget.” Gumam Lita dengan gemas melihat Aneisha yang sudah berlari sambil memanggil-manggil Gavin.


Sedangkan Gavin yang baru saja turun dari mobilnya hanya bisa tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Aneisha yang sedang berlari.


Sampai akhirnya Aneisha memeluk tubuh Gavin dengan erat lalu memukuli dada bidang Gavin secara perlahan.


“Kenapa kak Gavin sangat terlambat? Kenapa kak Gavin membuatku menunggu lama?” ucap Aneisha yang masih memukuli Gavin.


Gavin hanya membiarkan Aneisha memukuli tubuhnya dan kembali memeluk tubuh Aneisha sampai dia tenang.


“Maaf sayang, aku salah karena sudah membuatmu menunggu lama.” Ucap Gavin sambil sesekali membelai rambut panjang Aneisha.


Lita yang melihat interaksi antara Gavin dan Aneisha langsung melebarkan kedua matanya, dia menoleh ke kanan, ke kiri, ke depan dan ke belakang memantau situasi.


Walaupun Gavin sudah terang-terangan memberikan sesuatu kepada Aneisha, namun belum banyak orang yang tau kalau Gavin dan Aneisha berkencan, terutama saat Aneisha baru saja terkenal dan banyak sekali orang yang tidak menyukainya, dia takut kalau ada orang yang menyebar fitnah tentang Aneisha dan juga Gavin.


Dengan segera Lita berlari ke arah Aneisha dan Gavin, lalu dia segera memisahkan keduanya dan membuat mereka terkejut.


“Aduh kak Lita kok dorong aku sama kak Gavin sih?” protes Aneisha.

__ADS_1


“Sorry Nei tapi kalo kalian mau peluk-pelukan jangan di sini deh, udah gelap-gelapan, kalo sampe ada yang foto terus bikin gossip yang engga-engga gimana coba?” tanya Lita.


Aneisha menoleh ke kanan dan ke kiri melihat apakah ada orang atau tidak di sana.


“Tapi ga ada siapa-siapa di sini kak..” ucap Aneisha.


“Duh namanya orang bisa aja ngumpet, udah Gavin tolong cepetan bawa dia masuk sebelum ada orang yang liat kalian.” Ucap Lita kepada Aneisha.


Akhirnya Gavin menganggukkan kepala lalu segera mengajak Aneisha untuk masuk ke dalam mobilnya.


“Thanks ya Lit udah nemenin Aneisha sampe gue dateng.” Ucap Gavin kepada Lita.


“Hm, santai aja, lagian kalo sampe Aneisha kenapa-kenapa bisa abis juga gue.” Balas Lita.


Akhirnya Gavin ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari lokasi syuting, begitu juga dengan Lita yang ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


Di dalam mobil Aneisha masih diam seribu bahasa dan Gavin yang melihatnya hanya bisa tersenyum tipis karena menurutnya ekspresi wajah Aneisha sangat menggemaskan.


“Jangan marah terus dong, maaf ya karena aku sudah terlambat menjemputmu.” Ucap Gavin.


“Aku kesel kita jadi ga bisa makan malam bareng karena udah malem.” Protes Aneisha.


“Apa? Kakak seriusan?” tanya Aneisha.


“Kenapa? Kamu ga suka ya? Ah iya aku lupa kalau sekarang kamu tidak bisa makan di tempat yang asal.” Ucap Gavin.


“Bukan masalah itu kak, tapi sekarang udah malem banget nanti aku gendut gimana?” ucap Aneisha.


“Yaampun Nei, makan malem sekali kayaknya ga akan bikin kamu gendut kok.” Balas Gavin.


“Tapi kak, engga ah kalo aku di suruh diet aduh tersiksa banget aku huhuhu..” rengek Aneisha.


Gavin hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah wanita yang sudah menjadi kekasihnya itu.


“Baiklah lain kali aku akan mengganti waktumu yang terbuang hari ini, kapan kamu libur syuting? Aku akan mengajakmu jalan-jalan seharian.” Ucap Gavin.


“Hemm, kapan ya? Ga tau deh nanti biar aku cek jadwal sama kak Lita ya kak.” Balas Aneisha.

__ADS_1


“Baiklah kalo gitu, setelah mengatur jadwalnya kamu hubungi aku dan kita akan pergi.” Ucap Gavin yang langsung di balas anggukan oleh Aneisha.


Setelah hampir satu jam berkendara, akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Bagaskara.


“Kalo gitu aku masuk dulu ya kak, makasih karena sudah mengantarku pulang.” Ucap Aneisha yang sudah keluar dari mobil.


“Sama-sama, maaf karena sudah membuatmu menunggu lama.” Balas Gavin.


Aneisha hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis, lalu setelah itu Aneisha segera berjalan masuk ke dalam rumah.


Melihat Aneisha yang sudah masuk ke dalam rumah, Gavin segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah keluarga Bagaskara.


Aneisha masuk ke dalam rumah dengan perlahan samil menjinjing sepatunya karena sudah tau kalau semua keluarganya pasti sudah tertidur saat itu dan Aneisha tidak mau mengganggu waktu istirahat keluarganya.


“Oeekk,, oeekk..” tiba-tiba saja Aneisha terkejut saat mendengar tangisan keponakannya yang sangat nyaring.


Aneisha akhirnya memutuskan untuk berjalan ke kamar keponakannya dulu dan melihat kakaknya masih menggendong Kalila dengan wajah yang sudah kelelahan.


“Kak, kakak belum tidur?” tanya Aneisha yang sudah masuk ke dalam kamar.


“Aneisha kamu baru pulang? Apa kamu sudah makan?” tanya Aneska.


“Aku udah makan kok kak jangan khawatir, aku bersih-bersih dulu ya habis itu biar aku yang menggendong Kalila.” Ucap Aneisha.


“Ga usah Nei, kamu pasti capek istirahat aja ya.” Ucap Aneska.


“No kak, aku ga capek sama sekali kok, kan kakak tau kalo aku sering syuting sampe pagi, jadi jam segini belum ngantuk kak.” Ucap Aneisha yang langsung berjalan keluar kamar keponakannya untuk membersihkan diri lebih


dulu.


Sedangkan Aneska hanya menatap Aneisha yang sudah menutup pintu, lalu Aneska kembali mencoba untuk menenangkan Kalila.


Entah kenapa malam itu anak perempuannya itu sangat rewel, yang biasanya dengan mudah menidurkan Kalila, malam itu Kalila sama sekali tidak bisa tidur dengan mudah.


Kebetulan tadi sore Elvan harus pergi ke luar kota bersama Bagas karena ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa di tunda.


Sedangkan Mala dari tadi sudah membantu Aneska menjaga ketiga anaknya dan saat semuanya sudah tertidur Aneska menyuruh mertuanya untuk tidur di kamar.

__ADS_1


Dan beberapa saat setelah Mala masuk ke kamarnya dan Aneska belum ke kamarnya sendiri, Kalila terbangun dan kembali menangis.


“Kenapa sayang? Kenapa kamu menangis terus?” tanya Aneska sambil menggendong anak perempuannya yang masih menangis.


__ADS_2