
"Apa kamu bilang Nes!? Menikah?" Tanya Mala yang terkejut saat Aneska memberitahu tentang lamaran Kevin kepadanya.
"Iya ma, kak Kevin melamarku dan aku sudah menerimanya, dia mengatakan akan menikahiku bulan depan, besok dia akan kemari untuk berbicara langsung kepada kalian." jelas Aneska.
Semua orang tentu saja terkejut dengan kabar pernikahan Aneska yang mendadak itu, begitu juga dengan Aneisha, adik kandungnya sendiri.
"Nes, kamu yakin? Kamu dan Kevin baru mengenal beberapa bulan yang lalu, menurut mama ini adalah waktu yang sangat singkat."
Aneska tersenyum ke arah Mala dengan penuh keyakinan.
"Anes yakin ma, Anes yakin kalau kak Kevin bisa bertanggung jawab atas Anes dan keluarga kecil kita nantinya."
Elvan sedari tadi hanya diam mendengarkan ucapan Aneska, jujur saja dia sangat menyayangi Aneska, tapi dia tidak mau perasaannya membuat Aneska merasa tidak nyaman dan menjauhinya, itulah kenapa dia memutuskan untuk memendam perasaannya sendiri.
Namun ternyata sakit saat mengetahui kalau wanita yang dia sayangi akan menikah dengan laki-laki pilihannya.
"Mama masih ga percaya? Kak Elvan, bantu aku meyakinkan mama kalau kak Kevin adalah orang baik." rengek Aneska meminta pertolongan Elvan.
"Anes benar ma, Kevin orang yang baik dan bertanggung jawab kok, Elvan yakin dia bisa menjaga Aneska dengan baik." sahut Elvan.
Bagas yang dari tadi melihat Aneisha hanya terdiam dan melamun itu merasa aneh, karena biasanya Aneisha lah yang paling heboh dengan berita pernikahan kakaknya.
"Nei, kenapa kamu diam saja?" Tanya Bagas membuat Aneisha tersadar dan menoleh ke arah Bagas.
"Tuh kan! Aneisha aja sampe syok mendengar kabar pernikahan kakaknya yang tiba-tiba ini!" sambung Mala.
"Bukan karena itu ma! Aneisha seneng kok kak Anes akan menikah, tapi Aneisha sedih karena kabar kak Anes lebih mengejutkan dari kabar yang akan aku berikan kepada kalian." ucap Aneisha.
"Hah? Memang kamu mau memberikan kabar apa Nei?" Tanya Aneska.
"Sebenarnya, Aneisha mendapat tawaran untuk menjadi artis!" ucap Aneisha.
"Oh,,, jadi artis toh.." jawab semuanya dengan kompak.
Lalu...
"APA!! Artis!?" teriak semua orang bersamaan.
"Bukan model tapi artis?" Tanya Aneska meyakinkan.
Aneisha mengangguk berkali-kali untuk meyakinkan sang kakak.
"Wah, aku harus secepatnya meminta tanda tanganmu dulu Nei!" sahut Evano.
"Apaan sih kak! Aku akan memberikan fansign setiap hari buat kak Evano!" jawab Aneisha.
__ADS_1
"Nei, kamu serius? Kenapa bisa menjadi artis?" Tanya Mala.
"Anei juga ga tau ma, tadi setelah pemotretan Aneisha di panggil manager terus bilang kalau ada sutradara yang mau mengontrak Aneisha." jelas Aneisha.
"Kartu nama! Apa dia memberikan kartu nama?" Tanya Elvan.
"Ah iya kak, dia memberi kartu namanya, dia bilang suruh menghubunginya setelah aku membuat keputusan."
Aneisha memberikan kartu nama yang tadi di berikan oleh Dio. Dengan segera Elvan mengambil kartu tersebut dan membacanya, begitu juga Evano yang ikut membaca kartu nama tersebut.
"Dio prasetyo? Dipra management? Ini kan perusahaan temanku!" ucap Evano.
"Hah benarkah? Dia temanmu?" Tanya Elvan.
"Iya kak, Dio adalah sutradara sukses termuda! Dia berhasil membangun management Artis sendiri walaupun baru memiliki beberapa artis di perusahaannya, tapi semua artis di bawah naungannya memiliki nama di industri hiburan!" jelas Evano.
"Benarkah itu? Berarti Aneisha tidak di tipu kan?" Tanya Aneska.
"Tidak! Dia tidak akan menipu seseorang!" ucap Evano.
"Nei, segera hubungi dia dan bilang kalau kamu menerima tawarannya, besok saat dia mengajak bertemu untuk tanda tangan kontrak, aku akan mengantarmu dan membuatnya terkejut." ucap Evano.
"Bagus kalau begitu! Aneisha akan segera menjadi terkenal! Mama bangga padamu nak!" puji Mala.
"Oh iya, kalau Dio adalah temanmu, bukankah seharusnya dia juga mengenal Aneska?" Tanya Elvan.
"Aneska hanya mengenal beberapa orang di kampus, dia tidak pandai bergaul sepertiku!" lanjutnya.
Aneska yang kesal berusaha untuk menahan amarahnya, dia tidak ingin menghancurkan kesenangan yang sedang di rasakan oleh adik kesayangannya.
"Kalau begitu, segera masuk ke kamar hubungi Dio dan bersiap untuk bertemu dengannya besok." ucap Evano.
"Tunggu! Nei, hari ini kamu tidur di kamar sendiri ya, aku janji menginap di apartment Kanaya." ucap Aneska yang di balas anggukan oleh Aneisha.
"Untung saja tidak ada mami, kalau ada mami kamu ngomongin Kanaya bakan ngomel dia!" ucap Evano.
"Lagian kenapa sih mami kamu sampe segitunya tidak suka sama Kanaya?"
"Entahlah! Padahal aku menyukainya."
"Cih! Sayangnya dia tidak menyukaimu!"
"Sudahlah Anes berangkat dulu ya pa, ma, kak Elvan, byee.. jangan lupa besok Kevin kemari ya.." pamit Aneska sambil melambaikan tangannya dengan bahagia.
"Anak itu! Apa dia tau kalau pernikahan bukan asal nyaman lalu menikah?" ucap Mala.
"Sudahlah ma, lihatlah wajahnya berseri-seri saat bercerita tentang Kevin tadi." jawab Bagas.
__ADS_1
"Elvan ke atas dulu pa, ma." pamit Elvan yan langsung meninggalkan ruang keluarga.
"Kak Elvan ikut!" sahut Aneisha.
Evano juga berpamitan kepada Bagas dan Mala lalu menyusul Elvan dan Aneisha.
"Pa, apa menurutmu Elvan memiliki perasaan kepada Aneska?" Tanya Mala.
"Hus! Jangan ngarang kamu, Elvan sudah bertunangan, Aneska juga sudah mau menikah!" ucap Bagas.
"Tapi mama tidak akan menolak kalau mereka ternyata berjodoh loh pa!" ucap Mala.
Bagas hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan istrinya, dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamarnya.
***
"Hai Naya.." sapa Aneska sambil membuka pintu apartment sahabatnya itu.
"Ciye yang mau nikah! Selamat ya Nes,, aku ikut senang mendengarnya." ucap Kanaya dengan tatapan senang.
"Loh, kamu kok sudah tau? Padahal aku mau ngasih kejutan!"
"Yaelah, adikmu itu langsung menghubungiku dan memberitahu kabar itu tau!"
"Ah dasar tuh anak mulutnya emang ga bisa di rem!" ketus Aneska.
"Oh iya! Tadi Aneisha senang banget loh karena dia di tawarin main film!"
"Iya, semua orang kaget banget denger kabar dari Aneisha tadi."
"Setelah pengkhianatan dan kesedihan yang kalian dapat selama ini, akhirnya kalian berdua mendapatkan kebahagiaan satu per satu!" ucap Kanaya.
"Iya kamu benar Nay! Allah emang ga pernah tidur, dia memberikan kebahagiaan setelah penderitaan yang aku terima."
"Uluh uluh tayang, cini peyuk!" ucap Kanaya dengan manjanya sambil membuka kedua tangannya.
Dengan segera Aneska memeluk Kanaya dengan erat, mereka berdua merayakan kebahagiaan Aneska dengan banyak sekali cemilan.
"Oh iya, aku ga liat Gavin dari tadi, kemana dia?" Tanya Aneska.
"Dia nginep di rumah temennya, biasalah kalau kamu menginap di sini dia pasti kabur soalnya pusing denger suara kita yang heboh ini!"
"Dulu Gavin sering banget jemput Aneisha, akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat Gavin bersama Aneisha lagi."
"Gavin sibuk akhir-akhir ini, dia sedang menyusun skripsi, lagian Gavin bilang kalau dia masih sering chatan sama Aneisha."
__ADS_1
Aneska hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Kanaya tentang hubungan Gavin dan adiknya.