MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI

MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI
BAB 104


__ADS_3

“Mama,, mama udah siap?” tanya Aneisha yang saat itu sudah rapih.


“Udah sayang, papa dan mama sudah selesai dan kita bisa langsung berangkat.” Ucap Mala.


“Sini biar tas kak Anes aku yang bawa ma, pasti ini berat banget.” Ucap Aneisha sambil mengambil tas yang ada di tangan sang papa.


Setelah semuanya siap, Bagas, Mala dan Aneisha segera berangkat menuju rumah sakit untuk menghampiri Aneska yang akan melahirkan.


Keduanya berlari terburu-buru menuju ruang operasi dan menghampiri Elvan yang saat itu masih duduk di kursi tunggu sambil menundukkan kepalanya.


“Kak Elvan..” panggil Aneisha yang sudah berada di dekat Elvan.


Elvan yang mendengar panggilan dari Aneisha segera berdiri dan memeluk tubuh adik iparnya itu dengan erat.


“Maaf Nei, maaf karena kakak tidak bisa menjaga kak Aneska dengan baik Nei..” ucap Elvan yang menyalahkan dirinya sendiri.


Aneisha melepaskan tubuhnya dari pelukan Elvan lalu memegang bahu kakak iparnya itu.


“Kakak jangan mengatakan hal itu! Kak Elvan tidak salah, jadi jangan menyalahkan diri sendiri.” Ucap Aneisha.


“Aneisha benar, dari pada kamu menyalahkan diri sendiri sebaiknya kamu berdoa agar Aneska dan anak-anakmu akan baik-baik saja.” Sahut Mala.


"Iya ma Elvan dari tadi berdoa kok ma.."


Selama ber jam-jam operasi di lakukan sampai semua yang menunggu di depan ruang operasi mengantuk.


"Kenapa lama sekali sih ma? Dokter ngapain aja sih di dalam?" tanya Elvan yang merasa khawatir.


"Sabar dong Elvan, semuanya itu butuh proses sabar.." ucap Mala menenangkan.


"Anei ke kantin dulu beli minuman sama roti ya ma, kalian belum makan dari tadi." pamit Aneisha.


"Baiklah, hati-hati ya Nei.. Kalo ada cowok godain kamu langsung telfon papa!" tegas Bagas.


"Yaampun papa, di saat seperti ini masih aja bercanda!" ketus Mala sambil memukul pundak Bagas pelan.


Sedangkan Aneisha yang melihat sikap kedua orang tua angkatnya itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Aneisha kembali berbalik dan meluruskan niatnya untuk pergi ke kantin membeli beberapa roti dan juga minuman untuk keluarganya.


BRAKK!! Aneisha tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang sedang berlari tanpa melihat-lihat hingga membuatnya terjatuh.


"Aw!!" teriak Aneisha sambil memegang tangannya yang terasa sakit karena menahan tubuhnya saat terjatuh tadi.

__ADS_1


"Eh! M-maaf maaf ga sengaja mbak!" ucap seseorang sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Aneisha berdiri.


Aneisha yang sedang membersihkan celananya yang sedikit kotor langsung menoleh ke atas dan terkejut saat melihat orang yang ada di hadapannya.


"K-kak Gavin?" ucap Aneisha yang langsung berdiri tanpa menggubris uluran tangan Gavin.


"Aneisha? Hai, apa kabar?" tanya Gavin seperti tidak ada apa-apa.


"Apa kabar? Apa kabar katamu!?" Ketus Aneisha dengan tatapan tajamnya.


"Apa aku salah mengatakan hal itu?" tanya Gavin kembali.


Plakk!!! Aneisha menampar wajah Gavin dengan kencang membuat Gavin terkejut, bahkan semua orang yang ada di sana ikut terkejut dan melihat ke arah mereka.


"Salah? Kamu nanya kayak gitu seolah-olah ga punya salah ya kak! Kamu pergi gitu aja tanpa kabar sedikitpun, berkali-kali aku liat hp buat cek kamu ngabarin aku apa engga tapi ternyata kamu ga perduli sama sekali!" ketus Aneisha.


Aneisha terus memukul dada bidang Gavin sambil mengata-ngatai Gavin. Namun Gavin hanya diam lalu memeluk tubuh Aneisha dengan erat.


"Maaf, maafkan aku Nei.. Aku sedang bekerja keras untuk memantaskan diri menjadi pendampingmu nanti.." ucap Gavin yang begitu jelas terdengar dari telinga Aneisha dan membuatnya mematung seketika.


"A-apaa tadi kata kamu kak?" tanya Aneisha yang langsung melepaskan pelukan Gavin.


"Kenapa? Emang aku mengatakan sesuatu?" tanya Gavin berpura-pura.


"Aku sedang memantaskan diri untuk menjadi pendamping artis papan atas yang cantik ini.." ucap Gavin dengan senyum di wajahnya.


"Kenapa kak Gavin ngomong kayak gitu? Maksudnya apa!?" tanya Aneisha.


"Loh, kamu nangkepnya gimana Nei?"


"Kak Gavin kan lagi deket sama Alisa, kenapa malah ngomong gitu sama aku?" tanya Aneisha.


"Deket sama Alisa gimana? Ya deket lah dia udah aku anggep adikku sendiri Nei."


"Kenapa kak Gavin ngomong kayak gitu? Jangan-jangan kak Gavin belum tau kalo Alisa menyukainya?" batin Aneisha sambil menatap wajah Elvan.


FLASHBACK


Hari itu, Aneisha yang baru bangun dari tidurnya langsung mendapat kabar dari Aneska kalau Gavin akan pergi ke luar kota untuk membantu perusahaan papanya.


"Apa? Kakak bohong kan? Kak Gavin ga perna cerita apa-apa sama Anei.." ucap Aneisha tidak percaya.


"Bahkan ke kakak aja dia ga pamit Nei, tapi Kanaya bilang kalo Gavin emang mau pergi." balas Aneska.

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat Aneisha segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera berlari ke luar rumah menaiki mobilnya sendiri menuju ke apartment Kanaya dan Gavin.


Sepanjang jalan, Aneisha terus menghubungi Gavin namun tidak ada jawaban dan membuat Aneisha khawatir.


"Kemana sih kak Gavin? Masa iya dia ga ngasih kabar apapun kepadaku!" gumam Aneisha yang masih fokus menyetir mobilnya.


Sesampainya di apartement Gavin, Aneisha langsung menekan bel pintunya dan juga mengetuk pintunya dengan kencang.


"Kak, kak Gavin!!" teriak Aneisha.


Ceklek!! Suara pintu terbuka dan membuat Aneisha tersenyum karena mengira Gavin masih berada di apartementnya.


Namun senyum di wajah Aneisha menghilang saat melihat Alisa yang membuka pintu apartementnya.


"Al? Di mana kak Gavin? Kenapa kamu yang membuka pintu?" tanya Aneisha sambil menoleh ke dalam apartment Gavin.


"Aku lagi beres-beresin barang kak, aku kan mau ikut kak Naya sama kak Gavin kak, mereka sudah berangkat semalam dan aku akan di jemput orang suruhan kak Gavin." jelas Alisa.


"Apa!? Kenapa mereka pergi tanpa berpamitan? Kapan mereka akan kembali?" tanya Aneisha.


"Ga tau kak, mungkin kak Gavin ga akan kembali kalau dia nyaman dengan pekerjaannya di sana." ucap Alisa.


"Kalau begitu Alisa pergi dulu ya kak.." sambung Alisa.


"Hmm, hati-hati di jalan Al." ucap Aneisha yang sudah pasrah jika dirinya tidak akan bertemu lagi dengan Gavin.


Alisa yang sudah berjalan beberapa langkah melewati Aneisha tiba-tiba berhenti dan berbalik.


"Tapi kak, aku juga mau membuat pengakuan sama kak Anei." ucap Alisa.


"Pengakuan? Pengakuan apa?" tanya Alisa.


"Aku ingin memberitahu kak Anei kalau aku menyukai kak Gavin dan selama kak Anei dan kak Gavin tidak bersama, aku akan berusaha untuk mendapatkan kak Gavin." ucap Alisa dengan berani.


"Apa?" Aneisha benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat itu, kenapa tiba-tiba Alisa mengatakan hal seperti itu kepadanya.


"Kenapa kamu mengatakan hal itu Alisa?" tanya Aneisha.


"Gaada kak, aku cuma mau mengungkapkan perasaanku saja." ucap Alisa dengan senyum di wajahnya.


Sedangkan Aneisha hanya bisa diam tidak melakukan apapun setelah mendengar ucapan Alisa yang sudah berjalan menjauh dari pandangannya.


FLASHBACK END

__ADS_1


__ADS_2