
Aneska yang sudah sampai di rumah langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah yang membuat Elvan khawatir dengan keadaan kandungannya.
"Jangan lari Anes.." teriak Elvan yang baru saja keluar dari mobilnya.
Aneska tidak menghiraukan ucapan Elvan, bahkan tidak mendengar teriakannya karena terlalu sibuk berlari masuk ke dalam.
"Aneisha!!" teriak Aneska.
Gavin yang melihat kehadiran Aneska di sana benar-benar terkejut, karena Gavin tidak tau selama ini Aneska berada di mana dan tidak tau kalau Aneska sudah kembali ke rumah.
"K-kak Anes? Kakak sudah kembali? Kakak baik-baik saja kan? Kemana aja selama ini kak?" Tanya Gavin bertubi-tubi.
"Pelan-pelan Gavin, aku akan menjelaskan semuanya tapi sekarang aku mau melihat keadaan Aneisha dulu ya." ucap Aneska dengan lembut.
Gavin hanya menganggukkan kepalanya dan menoleh ke arah Aneisha yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan wajah yang masih syok.
Mala dan Bagas juga ada di sana duduk di sebelah Aneisha sambil merangkulnya.
"Nei.." ucap Aneska.
Aneisha menoleh ke arah kakaknya dan langsung menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Hikss,, kak... Aku takut hikss.." ucap Aneisha.
Aneska langsung mendekat dan memeluk tubuh Aneisha dengan erat mencoba untuk menenangkannya.
"Tenang sayang, semuanya sudah selesai semua baik-baik saja." ucap Aneska.
"Hikss, Anei salah kak.. Anei udah buat kak Jody terluka hikss.."
"Terluka? Jody terluka?" Tanya Aneska yang langsung menoleh ke arah Gavin untuk meminta penjelasan.
"Dia terluka karena melindungi Anei dari binatang buas kak, aku sudah mengantarnya ke rumah sakit dan sudah di tangani." jelas Gavin.
"Apa kamu sudah menghubungi keluarganya?" Tanya Elvan.
"Kak ayo kita jenguk kak Jody, dia pasti kesakitan gara-gara Anei.." ajak Aneisha.
"Nei, kamu harus beristirahat.. Biarkan kami yang kesana dan berbicara dengan tuan Anthony." ucap Bagas.
"Engga pa, papa dan yang lain tidak salah apa-apa, Anei yang udah ngebuat kak Jody kayak gini jadi Anei yang harus ke rumah sakit dan meminta maaf secara langsung kepada kak Jody dan keluarganya." ucap Aneisha.
"Nei, jangan begini dong. Mereka juga pasti mengerti kalau kamu juga membutuhkan istirahat dan mereka juga pasti tau kalau kamu tidak sengaja kabur dan menyebabkan Jody seperti ini." jelas Elvan.
__ADS_1
"Tapi kak.."
"Hari ini kamu istirahat dulu ya... Besok kak Elvan akan mengantarmu ke rumah sakit dan meminta maaf secara langsung, oke?"
Aneisha menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Elvan menandakan kalau dia setuju dengan sarannya.
"Kalau begitu, Anes antar Anei ke kamar dulu ya.. Nanti Anes kembali ke sini." ucap Aneska.
"Gavin juga pamit pulang dulu ya.." ucap Gavin.
"Loh kok pulang Vin? Bukannya mau denger penjelasan kak Anes?" Tanya Aneska.
"Nanti aja deh kak, nanti malam Gavin ke sini lagi.. Sekarang biarin Anei dan yang lainnya istirahat dulu." ucap Gavin.
Aneisha hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu berjalan menaiki tangga sambil merangkul tubuh Aneisha dan mengantar ke kamarnya.
"Kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja.. Jody pasti mengerti kalau kamu tidak berniat untuk menyakitinya." ucap Aneska berusaha untuk menenangkan sang adik.
"Kak, apa aku akan selamanya trauma dengan hutan? Baru saja Anei bisa berjalan-jalan di hutan, tapi udah ada kejadian seperti ini." ucap Aneisha dengan nada sedih.
"Stt,, sudah jangan memikirkan hal yang tidak-tidak.. Kamu tidur aja sekarang ya.." ucap Aneska.
__ADS_1
Aneska membelai rambut Aneisha dengan lembut dan membuat Aneisha merasa tenang lalu akhirnya tertidur dengan pulas.