Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...


__ADS_3

Aisyah terbangun dari tidur lelapnya, menguap pelan lalu merentangkan kedua tangannya ke atas, menolehkan kepalanya ke arah samping tempat duduknya.


Dia melihat kereta gulali roller coaster berhenti bergerak dan terdiam, meski terasa kereta masih bergoyang-goyang tetapi dia tahu kereta telah berhenti melaju.


"Wahai cermin ajaib, bangunlah, kita sepertinya sudah sampai tujuan, bangunlah !", bisik Aisyah pada cermin kristal ajaib yang terdiam di atas kursi penumpang.


Cermin ajaib tampak menggeliat pelan lalu bergerak seraya membuka kedua matanya yang bolak.


"Hoam... Apa kabar, Nona Aisyah !?", sapa cermin ajaib.


"Apa kabar juga !? Bangunlah, kita sudah sampai dan kereta telah berhenti", kata Aisyah.


"Kita sudah sampai... Benarkah ?", ucap cermin ajaib.


"Iya, dan coba kamu lihat, kereta gulali ini sudah berhenti. Apakah kamu tidak melihatnya ?", kata Aisyah bertanya.


"Emm... Benar, kereta gulali roller coaster ini telah berhenti...", seru cermin ajaib lalu terbang menuju ke arah jendela kereta.


"Ayo, kita segera turun dan melihat keadaan di luar kereta gulali roller coaster ini, serta mencari tahu yang terjadi di luar sana", kata Aisyah.


"Baiklah, karena hamba tidak dapat melihat keadaan di luar lewat jendela, tapi kita dapat melihat lewat cermin hamba. Bagaimana jika anda melihat pada cermin hamba, Nona Aisyah ?", ucap cermin kiristal ajaib.


"Aku pikir alangkah baiknya jika kita melihatnya sendiri meski kita dapat melihat lewat layar monitor yang ada di kereta tetapi lebih baik aku melihatnya sendiri keluar, biar nampak jelas", sahut Aisyah lalu membuka kunci pintu kereta disampingnya.


"Yah, baiklah, terserah anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


Aisyah turun dari dalam kereta gulali roller coaster dan berjalan menuju ke depan.


Dia melihat sebuah pintu dengan daun pintu ganda yang tertutup rapat terbuat dari emas murni yang terbentang di ruangan pintu kelima.


Aisyah terpana, saat melihat pintu tersebut. Dia menghampiri pintu itu dengan maksud membuka kedua daun pintu yang ada di hadapannya, ternyata pintu itu tidak dapat dibuka olehnya.


"Terkunci !", kata Aisyah.


"Kenapa, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Pintu ini tidak dapat aku buka dan terkunci rapat", sahut Aisyah.


"Artinya anda harus menemukan kunci untuk membukanya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, dan terjadi lagi, karena kita harus memecahkan kembali teka-teki di dalam ruangan pintu kelima ini, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah tertegun.


"Hmm, itu benar, tidak mudah untuk menemukan kunci pintu ini dan membutuhkan suatu trik untuk memecahkannya", ucap cermin ajaib.


"Trik ?", tanya Aisyah.


"Benar, kita butuh sebuah trik untuk memancing sesuatu di tempat ini agar memberitahukan pada kita, cara membuka pintu ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Trik sebagai pancingan... Bagaimana caranya agar sesuatu yang tersembunyi di pintu kelima ini memberitahukan kepada kita cara membuka pintu dari emas itu ?", tanya Aisyah.


"Benar, tanpa harus mencari-cari lagi kuncinya sehingga kita dengan mudah membuka pintu itu, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Tetapi bagaimana caranya !? Tanpa harus mencarinya sedangkan kita tidak tahu caranya !?", kata Aisyah.


"Lihat pintu itu, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Iya, aku melihatnya, lalu kenapa ?", kata Aisyah bertanya penasaran.


"Ada sebuah area yang menonjol pada pintu dari emas itu dan berbeda dari lainnya", ucap cermin ajaib.


"Benar, area itu berbentuk bulat dan mirip benda gulali ini", kata Aisyah lalu meraih benda gulali bulat lingkaran dari saku tuniknya dan mengamatinya seksama.


"Nah, anda sudah mengerti sekarang, kalau kunci bukan berarti kunci untuk membuka dengan kata lain apa yang kita lihat bukan berarti itu yang sebenarnya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Sebuah teka teki yang rumit", kata Aisyah.


"Itu adalah "TRIK" dan bukan teka-teki, memang dikemas seperti sebuah tebakan agar kita mencarinya tetapi itu hanya jebakan saja", ucap cermin ajaib.


"Hmmm..., rumit, benar-benar sesuatu yang rumit sekali, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.

__ADS_1


"Mari hamba tunjukkan "TRIK" itu, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


Cermin kristal ajaib lalu terbang tinggi mendekat ke arah pintu dari emas yang mengkilau dengan dua daun pintu terkunci rapat.


Tampak cermin kristal ajaib mengelilingi pintu emas itu mulai dari atas hingga bawah pintu.


Aneh, karena untuk membuka pintu tidak harus seteliti yang dilakukan oleh cermin kristal ajaib. Hanya memasukkan kunci pada lubang kunci pintu itu maka pintu akan terbuka, bukankah seperti itu cara kerja sebuah pintu.


Haruskah menggunakan "TRIK" khusus untuk membuka pintu.


Aisyah berpikir keras lalu memperhatikan tingkah laku cermin kristal ajaib yang bergerak naik turun mengamati pintu emas dengan cermatnya.


"Apakah kamu sudah menemukan trik itu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Sudah, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib mantap.


"Sudah !?", gumam Aisyah lirih.


"Coba hamba pinjam benda gulali bulat lingkaran yang anda pegang itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Benda ini ?", tanya Aisyah.


"Iya, benda gulali bulat lingkaran yang ada di tangan anda. Tolong bawa kemari, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Baiklah, aku akan memberikannya kepadamu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah seraya meletakkan benda gulali bulat itu di udara.


Benda gulali bulat berbentuk lingkaran yang dapat berputar melayang di udara mendekati cermin kristal ajaib.


Saat benda gulali berada di atas badan cermin, benda itu bergerak sendiri ke arah pintu terbuat dari emas.


Benda gulali bulat itu lalu menempel pada area yang menonjol secara bergantian.


TUT...


TUT...


TUT...


TUT...


"Wow !? Pintu emas itu berubah ! Dan bergerak sendiri, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah terpekik keras.


"Iya, benar, tetapi kenapa berubah bentuknya !? Apakah ini hanya "TRIK" ilusi ?", ucap cermin ajaib bingung.


"Ini yang kamu sebut TRIK itu ???", kata Aisyah.


Pintu yang terbuat dari emas lalu berubah bentuk menjadi seperti robot raksasa dan bukannya terbuka seperti yang mereka harapkan.


Robot terbuat dari emas yang mengkilat dan berkilauan itu mulai merubah kedua tangannya, kedua kakinya dan badannnya yang kotak-kotak serta terakhir muncul kepala pada badan robot emas itu.


DUM... DUM... DUM..


"A--apa itu, wahai cermin ajaib ? Apakah kamu akan membawa kita pada kematian yang cepat ?", teriak Aisyah sangat terkejut.


Gadis berparas bening itu membelalakkan kedua matanya lebar-lebar dan terlihat sangat panik sekali.


Aisyah lalu mundur dan membalikkan badannya seraya meraih cermin kristal ajaib dengan cepatnya kemudian dia berlari ke arah kereta gulali roller coaster untuk masuk.


"LARIII !", teriak Aisyah.


Robot emas menggerakkan kepalanya ke arah datangnya suara yang berasal dari bawah, robot itu juga memutar kedua bola matanya yang terbuat dari emas.


Hampir seluruh tubuh robot raksasa itu terbuat dari emas mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Tangan robot emas itu bergerak seperti hendak menangkap tubuh Aisyah yang berlari menuju kereta gulali roller coaster.


"Oh tidak ! Ayo, kita masuk ke dalam kereta gulali dan segera pergi dari sini !", kata Aisyah panik.


"Haish !? Kenapa pintu emas itu malah berubah bentuk menjadi robot emas !?", ucap cermin ajaib kebingungan.

__ADS_1


"Kita pikirkan jawabannya nanti saja setelah berada di dalam kereta gulali roller coaster itu, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.


Aisyah segera membuka pintu kereta gulali lalu masuk ke dalam dan menutupnya. Dia langsung menggerakkan alat yang ada di kedua sisi tuas pengungkit untuk memindahkan kereta gulali roller coaster.


Sebelum kereta gulali itu menghindar dari sana, kibasan tangan robot emas mengarah cepat ke arah kereta gulali.


WOSH... WOSH... WOSH...


Kibasan tangan robot emas membuat kereta gulali roller coaster bergoyang keras lalu terhempas melayang ke udara.


"Ada apa ini ? Kereta gulali ini bergoyang sangat kerasnya...", kata Aisyah di dalam kereta gulali.


"Sepertinya kereta ini terpental jauh karena ulah robot emas itu, Nona Aisyah !", sahut cermin ajaib.


"Haish... Kenapa bisa seperti ini... Inikah "TRIK" yang kamu katakan itu, wahai cermin ajaib !?", tanya Aisyah.


"Hamba pikir pintu emas memiliki trik khusus untuk terbuka tetapi berubah menjadi robot emas, hamba tidak mengerti dengan dunia di istana awan putih ini", ucap cermin ajaib semakin kebingungan.


"Astaga ! Kereta gulali roller coaster ini bisa hancur berkeping-keping jika terbentur keras. Apa yang harus kita lakukan sekarang ?", tanya Aisyah panik.


"Berdoa saja, Nona Aisyah ! Mungkin kita akan selamat, hamba kira itu cara terbaik saat ini", jawab cermin ajaib.


"Aduh, aku terlambat", kata Aisyah.


Aisyah lalu meraih alat yang ada di tuas pengungkit dan memutar alat itu dengan cepatnya.


Kereta gulali roller coaster yang terhempas ke udara lalu berhenti saat Aisyah menggerakkan alat pada tuas.


Ruangan di dalam pintu kelima yang hampa udara membantu cepat terhentinya kereta gulali roller coaster yang terpental keras itu. Alat itu hampir bekerja seperti rem yang mampu menghentikan laju kereta gulali roller coaster yang tidak terkendali.


Aisyah mengunci kereta gulali sehingga kereta itu kembali pada posisinya yang melayang di udara.


"Aku akan mencari jawaban pada sistem, untuk menghadapi robot emas itu, aku rasa kita dalam bahaya sekarang, wahai cermin ajaib.


"Aduh !? Maafkan hamba akan ketidaktahuan hamba, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib menyesal.


"Tenanglah, yang terpenting kita mencari solusinya untuk menghadapi robot emas itu", kata Aisyah.


"Seharusnya hamba lebih berhati-hati lagi dalam berpikir sehingga kita dapat menghadapi sesuatu yang tidak kita sangka itu dengan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Tidak apa-apa, kamu sudah bekerja sebaik mungkin dan tidak ada yang salah jika pada akhirnya kita tidak menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan atau masalah itu setidaknya kita sudah pernah mencobanya", kata Aisyah.


"Terima kasih atas pengertiannya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Baiklah, aku akan bertanya pada sistem, mungkin kita dapat mengetahui caranya untuk menghadapi robot emas itu", kata Aisyah.


Aisyah bergerak ke arah layar monitor dan mulai mengaktifkan kembali sistem istana awan putih di dalam layar monitor kereta gulali roller coaster.


Dia mengetikkan sesuatu pada papan tuts sebuah pertanyaan mengenai cara menghadapi robot emas itu.


Kali ini tertera beberapa petunjuk cara untuk menghadapi robot emas yang langsung muncul pada layar monitor secara cepat.


"PECAHKAN KODE SANDI PADA SISTEM AKAN ADA PETUNJUK BERUPA ANGKA UNTUK MEMASUKI SISTEM"


Aisyah membaca petunjuk yang ada pada layar monitor di depannya. Dan dia langsung melihat deretan kode sandi yang sangat rumit, berpikir keras untuk memecahkan kode sandi tersebut.


"Bagaimana, Nonan Aisyah ? Anda sudah menemukan solusinya karena hamba lihat robot emas itu berhenti dan diam mematung setelah menyerang kita", ucap cermin ajaib.


"Apa !? Ini unik sekali", kata Aisyah terkejut.


"Coba anda lihat pada badan cermin hamba, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Oh, iya, tunggu sebentar. Bisakah kamu mendekat ke depanku, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah.


"Bisa, hamba akan terbang ke depan anda, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


Cermin kristal ajaib lalu terbang rendah ke depan Aisyah dan terlihat pemandangan di luar kereta gulali roller coaster dengan sangat jelasnya.


Robot emas itu berdiri diam di tempatnya semula yaitu tepat berdiri pada lokasi dimana ketika robot emas itu pada awalnya masih berupa sebuah pintu emas. Dan kembali menghalangi jalan keluar kereta gulali roller coaster di dalam pintu kelima yang hendak melaju maju, meneruskan perjalanan untuk menyelesaikan tugas misi istana awan putih selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2