Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Mencari Dan Menemukan...


__ADS_3

Aisyah duduk di atas cermin berukuran besar yang sedang melayang melewati jalan di dalam dasar taman halus.


Menelusuri setiap permukaan tanah yang seluruhnya terbuat dari cokelat tua serta bebatuan yang juga dari manisan cokelat.


Memandang jauh ke depan dengan serius, berkonsentrasi penuh mengamati setiap sudut dasar taman halus yang ada dihadapannya.


Aisyah lantas berkata pada cermin ajaib besar yang nampak bercahaya itu.


"Apakah kau mendengarnya, wahai cermin ? Suara gemericik air itu ?", tanya Aisyah.


Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat di dasar taman halus.


"Hamba mendengarnya, Nona Aisyah, suara air yang gemericik itu tapi hanya suaranya saja", sahut cermin kristal.


"Hmm... Kau akhirnya mendengarnya bukan, dan percaya dengan yang aku katakan, wahai cermin", ucap Aisyah.


Cermin kristal berukuran besar serta bercahaya itu terbang meliuk-liuk di atas udara dengan lincahnya.


"Tidakkah kamu menyadarinya jika suara gemericik air itu sungguh misterius keberadaannya, ini sangat aneh sekali, bukan !?", kata Aisyah penasaran.


"Hmm... Benar yang anda katakan, nona, bahwa suara air yang gemericik itu sangatlah aneh sekali, bahkan kita tidak pernah tahu apakah itu benar-benar ada", jawab cermin kristal.


"Itulah sisi misterius dunia mimpi ini, tak satupun yang benar-benar nyata, terkadang hanya hiasan tapi terkadang juga bisa menjadi tak terlihat, hanya bayangan", kata Aisyah.


"Ini dunia mimpi ? Apakah kita berada di dunia mimpi, Nona Aisyah ?", tanya cermin kristal.


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya saat menjawab pertanyaan dari cermin kristal ajaib itu.


"Benar, kita sekarang berada di dunia mimpi, wahai cermin ajaib, dan sekarang kamu baru mengetahuinya", kata Aisyah lalu menjawab pertanyaan dari cermin ajaib itu.


"Dunia mimpi adalah dunia tanpa batas dalam pikiran tatkala kita tertidur lama atau saat keadaan tak sadarkan diri, seseorang mampu mengalami sebuah mimpi panjang dan tidak pernah terjaga jika ia sendiri tidak ingin keluar dari dunia tersebut, memasuki dunia mimpi tanpa batas sama halnya kita dalam keadaan lelap atau koma", kata cermin ajaib.


"Koma... sama halnya keadaan manusia yang tidak dapat terjaga karena suatu hal yang membuatnya tidak sadar...", kata Aisyah dengan tatapan kosongnya.


"Bagaimana anda dapat masuk ke dunia mimpi ini dan terjebak dalam dasar taman halus tak berujung ini, Nona Aisyah ?'', tanya cermin kristal ajaib.


Aisyah lalu tersadar dalam lamunannya kemudian menatap ke arah bawah dimana cermin kristal ajaib itu berada.


"Aku tidak tahu, wahai cermin ajaib, setahuku aku telah tersadar di dalam dunia mimpi ini, aku sendiri tidak mengerti itu", kata Aisyah lalu menjawab.


"Mengapa anda tidak tahu, nona ? Apakah anda sedang bertransmigrasi ke dunia lain ? Ataukah anda sedang koma ?'', tanya cermin kristal ajaib.


"Koma... Apakah aku koma !? Ataukah bertransmigrasi ke dunia mimpi ?'', tanya Aisyah pada dirinya sendiri.


"Benar, koma !? Apakah anda tidak mengingatnya, Nona Aisyah ?'', tanya cermin ajaib pada gadis muda itu.


"Aku... Aku tidak ingat apapun, yang terjadi padaku sehingga aku berada di dunia mimpi ini", kata Aisyah.

__ADS_1


"Oh Tuhan... Anda masih tidak mengingat apapun di kehidupan anda sebelumnya, nona, ini sungguh berbahaya sekali... Lantas bagaimanakah nasib dari jam antik kuno itu nantinya !?'', ucap cermin kristal ajaib khawatir.


Aisyah terdiam saat mendengar ucapan dari cermin kristal ajaib itu padanya tentang keadaannya yang tidak menentu dan ia tidak dapat menjawab perkataan cermin tersebut, ia hanya memandangi pantulan dirinya yang membayang di dalam cermin ajaib.


"Bagaimana anda dapat terjebak di dalam dasar taman halus ini ?", tanya cermin ajaib itu sambil terus bergerak melayang-layang di udara.


"Mmm... Masalah aku yang terjebak di dalam dasar sini itu cukup memalukan untuk aku ceritakan...", ucap Aisyah.


"Memalukan ? Mengapa ?'', tanya cermin ajaib heran.


"Karena aku terjatuh ke dasar sini ketika aku hendak mengambil buah yang berupa manisan serta permen di atas permukaan taman halus ini, dan menyebabkan aku terjebak jatuh sampai ke dasar sini sehingga aku tidak dapat keluar dari tempat ini", jawab Aisyah.


"Manisan ? Permen ? Apakah anda memakannya, Nona Aisyah ?'', tanya cermin kristal ajaib.


"Tidak, aku belum memakannya sedikitpun", jawab Aisyah.


"Syukurlah kalau begitu..., akan lebih baik jika anda tidak menyentuh apapun selama di dunia mimpi, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.


"Mengapa ? Apa alasannya melarang diriku untuk tidak menyentuh apapun di dunia mimpi atau memakannya ?'', kata Aisyah balik bertanya pada cermin tersebut


"Ini dunia mimpi, Nona Aisyah sedangkan anda tidak mengingat apapun lagi, hal itu sangat berbahaya bagi anda karena saat anda memakan sesuatu seperti permen di dalam mimpi maka anda akan semakin tenggelam dalam dunia mimpi ini dan anda semakin bermimpi terus-menerus tanpa anda mampu untuk terjaga lagi", jawab cermin ajaib itu.


Aisyah tersentak kaget saat mendengar penjelasan dari cermin kristal ajaib tentang dunia mimpi yang sebenarnya, dan ia baru menyadari jika dirinya telah terjebak di dunia mimpi tanpa batas ini.


"Tapi aku memakan buah dari pohon di taman halus ini dan buah itu berupa kue manis yang lezat", ucap Aisyah.


"Apakah aku terjebak dalam mimpi ini karena memakan makanan dari dunia ini, wahai cermin ajaib, coba kamu katakan padaku apa alasannya ada larangan untuk bersentuhan dengan segala sesuatu di dalam dunia mimpi ini !?", kata Aisyah.


"Bukan alasan, Nona Aisyah mengenai penjelasan hamba tentang dunia mimpi ini, itu bukan alasannya tapi tepatnya saran untuk setiap orang yang tengah bermimpi dan masuk semakin tenggelam ke dalam dunia mimpi ini untuk tidak menyentuh segala sesuatunya di dunia mimpi", kata cermin ajaib.


"Mengapa ?'', tanya Aisyah.


"Karena sesuatu yang ada di dalam dunia mimpi ini akan menjadi sesuatu yang berbalik kepada kita, di tambah lagi ketika anda kehilangan ingatan akan sangat berbahaya bagi diri nona, maka semua yang telah bersentuhan dengan anda pada saat ingatan anda telah kembali semula, akan anda lupakan dan berbalik seperti lawan", sahut cermin ajaib.


"Berbalik menjadi lawan ? Sebuah kebalikan ?'', tanya Aisyah tertegun.


"Benar sekali, karena itulah dunia mimpi yang sebenarnya, tidak nyata, kasat mata serta hanya sebuah bagian dalam ingatan di pikiran tapi terkadang akan tampak nyata sekali, lain halnya sesuatu yang berkenaan dengan keajaiban, itu sangat berbeda lagi", kata cermin kristal ajaib menjawabnya.


"Apakah hal yang aku temui akan menjadi musuhku, lawanku, berbalik menyerang diriku ?'', tanya Aisyah bersedih.


"Entahlah, nona, karena dunia mimpi asalnya dari ciptaan pikiran kita lain halnya anda berpetualang dan menemukan keajaiban tapi terkadang mimpi juga sebagai tanda akan sesuatu yang akan datang dalam kehidupan anda dan pada kenyaatannya mimpi anda terwujud pada hidup anda yang sebenarnya", kata cermin ajaib itu.


Penjelasan dari cermin kristal ajaib cukup membuat Aisyah mengerti meski ia sendiri harus berpikir sangat keras dan harus berupaya untuk memahaminya serta kembali mengingatnya lagi.


Terdengar suara gemericik air yang mulai dekat dari arah mereka, suaranya semakin jelas saat mereka memasuki sebuah area yang penuh tumpukan bebatuan yang tinggi menjulang ke atas langit-langit serta dengan dataran yang sangat tinggi di atas mereka.


Aisyah terpana ketika melihat dataran tinggi di hadapanya itu, tempat itu sangat berbeda dengan yang ada di dalam dasar taman halus yang semuanya terbuat dari lapisan manisan cokelat tua, karena dataran tinggi itu seluruhnya dari gulali yang mengkilat serta penuh warna bermacam-macam.

__ADS_1


"Apakah itu tempat asal suara gemericik air itu ?", tanya Aisyah terpana kagum.


"Hamba tidak tahu, nona, tapi mari kita pergi ke tempat itu dan melihatnya kesana, mungkin kita akan menemukan jawabannnya di atas sana, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Apakah kita akan naik ke atas dataran yang tinggi dari gulali itu ?'', tanya Aisyah.


"Ya, bagaimana kita tahu tempat apakah itu jika kita tidak melihatnya sendiri kesana ?'', kata cermin kristal ajaib.


"Bukankah kamu tadi mengatakan jika kita tidak boleh menyentuh apapun di dunia mimpi ini, lantas kenapa kita harus ke atas sana ?'', tanya Aisyah bingung.


"Tidak, kita sedang mencari jalan keluar, Nona Aisyah, bukan untuk memakan gulali itu", sahut cermin kristal.


"Bagaimana tanpa menyentuhnya karena kita harus melewatinya gulali-gulali itu !?'', tanya Aisyah.


"Percayalah pada hamba, Nona Aisyah, dan hamba menjamin bahwa anda akan selamat bersama dengan hamba. Percayalah !'', kata cermin kristal ajaib.


"Hmmm... Baiklah... Aku percaya padamu sepenuhnya, wahai cermin ajaib", jawab Aisyah lalu tersenyum lega.


"Bersiaplah, Nona Aisyah, dan berpeganganlah yang kuat, karena hamba akan mempercepat laju hamba ke atas sana !", kata cermin tersebut.


"Iya, aku siap, wahai cermin ajaib", kata Aisyah dengan mata berbinar-binar.


Cermin kristal ajaib terbang melesat ke atas menuju dataran tinggi dengan bebatuan yang menjulang ke atas langit-langit, dataran itu dipenuhi banyak gulali yang berwarna-warni yang sedang berputar-putar pada batang-batang bening.


Menimbulkan hembusan angin yang menyejukkan Aisyah saat berada di dataran tinggi, dan ketika mereka tiba di tempat itu, terlihat danau misteri yang mereka cari itu berada di antara deretan gulali-gulali yang tengah berputar mirip baling-baling, bermacam-macam warnanya dan sangat indah sekali.


"Tempat ini sangat mengagumkan sekali... Lihatlah ! Itu ada danau di sana, wahai cermin ajaib !'', ucap Aisyah.


Aisyah menunjuk pada sebuah danau yang berwarna seperti gulali dan disekitarnya terdapat air terjun yang berasal dari air putih yang bercampur butiran gula.


Danau itu tampak meletup-letup airnya dan terlihat sangat lengket menempel di dinding danau yang berisi gulali tapi cair layaknya air yang menggenang di dalam danau.


"Danau apakah ini, kenapa semuanya berasal dari gulali yang cair seperti genangan air mencair ?'', tanya Aisyah terpana dengan kagum.


"Hamba tidak tahu tempat apakah ini, Nona Aisyah, tapi karena ini adalah dunia mimpi penuh fantasi maka bisa disebut danau itu dengan sebutan danau fantasi dalam dunia mimpi, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Ah, iya, benar juga apa yang kamu katakan itu, wahai cermin ajaib, sebutan danau fantasi itu benar-benar sangat cocok sekali", kata Aisyah sambil tertawa pelan.


"Bukankah itu sangat cocok sekali, Nona Aisyah. Bagaimana jika kita melihat dari dekat danau fantasi dari gulali itu ?", ucap cermin ajaib kristal.


"Baiklah, wahai cermin ajaib. Mari kita melihatnya dan apakah danau fantasi itu bisa kita gunakan. Ayo, kita pergi mendekat ke danau itu !", sahut Aisyah.


"Iya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


Aisyah berpegangan pada tepi cermin saat benda ajaib kristal itu melaju ke arah depan dengan cepatnya.


Melambaikan kain panjang yang menutup kepala Aisyah serta membuat hembusan angin yang menerpa ke arah wajah Aisyah.

__ADS_1


Gadis berwajah bening itu tampak sangat bahagia sekali ketika mereka berada di atas dataran tinggi dan telah berhasil menemukan asal suara air yang bergemericik itu.


__ADS_2