Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
PENJAGA PINTU KELIMA


__ADS_3

Aisyah melihat kereta gulali roller coaster yang mereka naiki melewati lorong bercahaya emas itu dan keluar menuju ke sebuah tempat berupa ruangan dengan sebuah buku berukuran besar yang terpampang dihadapannya.


Sebuah buku yang terbuat dari emas batangan yang berukuran sangat besar berada lekat pada permukaan dinding ruangan berkabut emas itu.


"Tempat apakah ini ?", tanya Aisyah.


"Ini ruangan setelah melewati lorong panjang bercahaya emas itu, dan kita telah sampai di sini tanpa ada rintangan yang menghalangi", jawab cermin ajaib.


"Benar, ini tempat setelah kita melewati lorong itu tapi agak aneh", kata Aisyah.


"Memang agak berbeda apalagi ditambah dengan kabut yang tipis dari emas, hamba juga baru melihatnya", ucap cermin ajaib.


"Bagaimana kalau kita turun saja dari kereta gulali roller coaster ini dan mencari tahu sendiri situasi di ruangan ini, wahai cermin ajaib ?", saran Aisyah.


"Hamba rasa itu idea yang bagus dengan begitu kita segera mengetahui kebenaran tempat ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Baiklah...", ucap Aisyah.


Aisyah kembali memperhatikan ke arah layar monitor sistem dengan teliti dan dia tidak melihat tanda-tanda bahaya di area tempat itu.


Dia menyiapkan segala keperluannya untuk turun dengan memindai kembali sistem kepada benda harimau putih metalik miliknya kemudian berjalan keluar kereta gulali roller coster.


Diikuti cermin kristal ajaib yang terbang dari arah belakang Aisyah menuju keluar kereta gulali yang mereka naiki.


Aisyah menjejakkan kakinya ke atas permukaan lantai yang mengeluarkan asap serta membentuk awan putih sehingga Aisyah tidak dapat melihat kedua kakinya dengan jelas.


Dia mendongakkan pandangannya ke arah buku yang berdiri tegak menempel di dinding ruangan yang aneh ini.


"Buku apakah itu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah saat dia melihat sebuah buku.


"Sejujurnya hamba juga tidak mengetahui dengan pasti buku apakah itu yang berada didinding itu, Nona Aisyah !", sahut cermin ajaib.


"Buku yang luar biasa indahnya", kata Aisyah bergumam pelan.


Aisyah termenung sejenak kemudian melangkahkan kakinya menuju ke buku besar itu.


Buku berukuran raksasa itu memiliki lembaran-lembaran kertas yang mirip dengan sebuah buku seperti buku pada umumnya.


Terlihat angin menerpa lembut ke arah buku dinding itu dan membuat kertas yang ada di buku terbuka perlahan-lahan lalu kembali lagi pada posisi awal.


"Ternyata buku itu memiliki lembaran kertas, aku kira itu buku dinding yang biasa saja terbuat dari semen atau beton", kata Aisyah.


"Unik sekali dan hamba juga baru melihatnya ada buku yang menempel di dinding", ucap cermin ajaib.


"Benar, aku juga berpikiran sama denganmu, dan ini juga pertama kalinya aku melihat buku yang unik seperti ini", kata Aisyah.


"Pada intinya kita datang ke tempat ini adalah menyelesaikan misi kita untuk mengembalikan waktu agar berputar kembali, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, aku mengerti, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Bagaimana kalau kita selesaikan saja misi di ruangan pada loket kedua ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Benar ucapanmu karena kita tidak memiliki banyak waktu sekarang", sahut Aisyah.


"Hamba akan melihat petunjuk yang ada disekitar buku besar ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, lakukanlah sesuai keinginanmu dan semoga saja kita menemukan jawaban dari teka-teki ini secepatnya", kata Aisyah.


Cermin kristal ajaib lalu terbang melayang tinggi mendekati buku berukuran besar yang menempel di dinding ruangan itu.


Aisyah lalu memutar tubuhnya ke arah kereta gulali roller coaster dan memerintahkan kepada kereta itu untuk kembali ke wujudnya semula.


"Wahai kereta gulali roller coaster, aku perintahkan kepadamu untuk kembali semula pada bentukmu sebelumnya !", teriak lantang Aisyah kepada kereta gulali.


Cermin kristal ajaib yang mendengar seruan dari Aisyah terkejut dengan cepat dia membalikkan badan cerminnya ke arah Aisyah yang berdiri tegak di depan kereta gulali ajaib itu.


Tiba-tiba keluar kepulan asap berwarna-warni dari arah kereta gulali roller coaster, mengangkat kereta ke atas ruangan dan membuatnya berputar-putar cepat kemudian terlihat bentuk kereta gulali roller coaster perlahan-lahan mulai mengecil dan wujudnya kembali semula, pipih memanjang.


Benda ajaib berupa kereta roller coaster itu terbang melayang turun ke atas telapak tangan gadis berparas bening itu.

__ADS_1


Aisyah hanya tersenyum tipis saat kereta gulali roller coaster kembali ke wujudnya seperti sediakala.


"Hmm..., dengan begini akan lebih memudahkanku untuk bergerak leluasa di ruangan ini tanpa memikirkan lagi tentang kereta gulali roller coaster ini", kata Aisyah.


"Kenapa anda mengembalikan bentuk kereta gulali seperti semula, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Karena aku ingin merasa leluasa saja saat bergerak di ruangan ini, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.


"Hanya itu alasan anda tidak ada yang lainnya lagi, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Kenapa ?", kata Aisyah.


"Tidak apa-apa, hamba hanya heran saja, alangkah baiknya kalau kereta itu ada bersama kita sehingga kita dapat berlindung di dalam kereta itu", jawab cermin ajaib.


"Lebih baik seperti ini", kata Aisyah.


Aisyah bergegas menghampiri buku yang menempel dihadapannya lalu melihat ada sesuatu yang menonjol pada permukaan buku itu.


Dia lalu meraba buku di depannya, dan benar dugaannya kalau buku ini memiliki tulisan yang tidak terlihat oleh mata biasa sehingga tulisan itu tidak dapat terbaca karena tulisan itu hanya berupa garis timbul.


Aisyah mencoba mengarahkan benda ajaib berbentuk harimau putih metalik berukuran kecil seperti mainan gantungan kunci.


Tidak butuh waktu lama, buku yang menempel di dinding itu bergerak-gerak cepat dengan lembaran-lembarannya yang terus membuka dengan sendirinya.


Muncul deretan kalimat membentuk tulisan yang jelas dan Aisyah dapat melihatnya, hanya saja kendalanya sekarang adalah gadis muda itu tidak mengerti arti tulisan asing itu.


"Apa maksud dari tulisan ini dan aku tidak mengerti sama sekali artinya !?", ucap Aisyah.


Aisyah lalu berteriak kepada cermin kristal ajaib yang masih melamun karena Aisyah membuat kereta gulali roller coaster itu berubah kembali seperti semula.


"Wahai cermin ajaib, kemarilah cepat !", kata Aisyah.


"Iya, iya, sebentar Nona Aisyah", ucap cermin ajaib itu.


Cermin kristal ajaib itu terbang ke arah Aisyah cepat-cepat dan melayang dihadapan gadis muda itu.


"A--ada apa anda memanggil hamba, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib gugup.


Cermin ajaib itu lalu mendekat ke arah buku serta mengamati tulisan yang ada di permukaan kertas buku di depannya kemudian dia mengeluarkan batu membaca tiba-tiba batu itu memancarkan cahaya terang benderang serta menyilaukan mata.


Tulisan asing yang tadinya tidak dapat dibaca oleh Aisyah berubah menjadi tulisan yang sangat jelas dan kini dapat dimengerti oleh Aisyah.


Aisyah terkagum-kagum ketika melihat perubahan yang terjadi pada tulisan asing itu dan terpekik senang.


"Wow ! Ini sungguh luar biasa sekali dan aku hampir tidak mempercayainya ! Bagaimana tulisan itu dapat berubah demikian !?", ucap Aisyah bertanya-tanya.


"Itulah keajaiban, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Tapi ini sungguh keren sekali dan benar-benar fantastis, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Nah, sekarang anda dapat membaca tulisan itu, dan mengartikannya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Baiklah, baiklah, aku akan membacanya tapi darimana aku memulainya, karena banyak sekali halaman pada buku ini", kata Aisyah.


"Semua keputusan ada di tangan anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, karena menurutmu seperti itu maka aku akan memulai membaca pada halaman yang telah terbuka ini", kata Aisyah.


SELAMAT DATANG DI PINTU KELIMA...


SIAPA YANG DAPAT MEMASUKI PINTU INI...


MAKA...


AKAN BERTEMU DENGAN PENJAGA PINTU KELIMA...


BERNAMA...


BADAR...

__ADS_1


Pada saat mencapai kalimat BADAR tiba-tiba lembaran kertas pada halaman buku itu bergerak-gerak cepat dan bergetar hebat.


Dinding-dinding di samping buku besar itu mulai timbul retakan-retakan halus disekitar permukaan dinding yang semakin lama semakin meluas.


Guncangan terjadi sangat kuatnya sehingga mampu merobohkan seluruh dinding yang berdiri kokoh di ruangan berkabut emas itu.


Ruangan mulai bergetar hebat menyebabkan debu yang berasal dari dinding yang runtuh berterbangan tertiup angin dan meyebar ke seluruh ruangan itu.


Sebuah batu dari emas terbang ke arah Aisyah dan hampir mengenai tubuh gadis muda itu.


Muncul tangan berukuran raksasa dari emas bergerak cepat ke atas tubuh Aisyah yang berdiri sembari menutupi wajahnya dengan kedua lengannya.


Tangan raksasa itu menahan batu besar yang berasal dari dinding yang roboh setelah Aisyah berhasil membaca tulisan yang ada di halaman buku emas itu.


"Berhati-hatilah !", ucap suara yang terdengar menggema di ruangan berkabut emas.


Aisyah lalu menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara itu, dan dia tersentak kaget ketika melihat seorang pria yang badannya berukuran sangat besar sekali melebihi ukuran raksasa yang biasa dia temui. Dan seluruh tubuhnya terbuat dari emas yang bercahaya berkilauan indah.


Membuat seluruh ruangan berkabut emas ini menjadi terang benderang dan cahayanya sangat menyilaukan sekali.


Aisyah hampir tidak mampu memandang orang itu karena terlalu silau ketika dia melihatnya.


"Hati-hati, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib berseru keras.


"Ada apa !?", kata Aisyah.


"Pakailah ini Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib memberi saran.


Cermin kristal ajaib itu memberikan batu membaca yang mirip dikenakan oleh cermin ajaib tadi kepada Aisyah cepat-cepat.


Aisyah lantas mengenakan benda yang mirip alat membaca di kedua matanya, cara memakainya benda bernama batu membaca sangatlah unik karena hanya diletakkan di hidung saja.


Sekarang Aisyah sudah tidak merasakan silau lagi saat dia memakai batu membaca itu ketika dia memandang ke arah pria berambut panjang dengan surban terpasang di kepalanya yang seluruh badannya terbuat dari emas murni yang berkilauan.


Aisyah berjalan mendekati orang itu sembari menatapnya lurus ke arah pria aneh yang tengah duduk bersila.


"Siapa namamu ?", tanya Aisyah.


"Namaku Badar", sahut orang berbadan besar dari emas.


"Kenapa kamu sangat aneh !? Dan seluruh tubuhmu terbuat dari emas yang berkilauan sangat menyilaukan sekali", kata Aisyah bertanya dengan penasarannya.


"Aku adalah penjaga pintu kelima ini, karena itulah tubuhku terbuat dari emas yang menyilaukan", sahut Badar sang penjaga pintu kelima.


"Mmm, benarkah ? Tapi kamu sangat aneh sekali, Badar", kata Aisyah.


"Tentu saja aku berbeda dengan manusia karena aku berasal dari bangsa jin, nona", sahut Badar tertawa.


"Namaku Aisyah, apakah aku boleh tahu sesuatu ?", kata Aisyah seraya bertanya pada pria bertubuh emas itu.


"Boleh, silahkan kamu bertanya padaku, Nona Aisyah", sahut pria berbadan sangat besar.


Pandangan Badar selalu lurus ke depan, pria bertubuh dari emas yang tengah duduk bersila itu dengan salah satu tangannya memegang buku yang tadi berada menempel di dinding ruangan itu tidak pernah beranjak dari tempatnya duduk bersila.


"Bagaimana caranya aku dapat keluar dari tempat ini dan bagaimana caranya aku dapat mengembalikan waktu berputar seperti dulu lagi ?", tanya Aisyah.


Di dalam Al Quran surat Al-A'raf ayat 187 Allah SWT berfirman.


"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadinya?' Katakanlah, 'Sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia."


"Apakah ini termasuk tanda-tanda kiamat karena adanya waktu yang berhenti berputar ?", tanya Aisyah.


"Berhentinya waktu berputar termasuk kategori kiamat kecil, Nona Aisyah", sahut Badar.


"Katakanlah padaku supaya aku dapat keluar dari pintu kelima dan menyelesaikan tugas misi istana awan putih ini, Badar !", kata Aisyah.


"Istana awan putih merupakan salah satu tanda kemurahan Allah SWT kepada anda lewat istana ini anda menemukan banyak sekali pelajaran yang anda peroleh di istana awan putih yang berada di atas langit ini", kata Badar.


Badar lalu meraih tubuh Aisyah dan mengangkatnya ke atas telapak tangannya yang keemasan itu.

__ADS_1


"Ini adalah kuasa Yang Maha Kuasa dan kenalilah keajaibanNya tanpa keraguan di dalam hatimu. Yakinlah Allah SWT akan menolongmu memecahkan masalah yang kamu hadapi", kata Badar seraya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang terbuat dari emas yang menyilauakan mata.


__ADS_2