Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Robot Emas...


__ADS_3

Aisyah mulai sibuk mengetikkan kata sandi pada papan tuts yang ada di meja kereta gulali roller coaster.


Dia mengganti beberapa kata sandi berulangkali karena salah dan setiap kata yang dia ketikkan selalu tidak cocok. Dan sistem tidak membacanya dengan jelas.


Aisyah kembali memasukkan kata ke dalam subyek kalimat lalu merangkainya sehingga membentuk jawaban dari pertanyaan.


"ANJING BERLARI MENGGONGGONG PERGI"


Aisyah membaca kalimat yang dia susun menjadi rangkaian kata dan dia mendapatkan kalimat tersusun demikian pada layar monitor kereta gulali roller coaster.


"Apa maksudnya ? Dan bagaimana caranya aku mendapatkan seekor anjing yang menggonggong di ruang hampa udara ini ?", kata Aisyah kebingungan.


"Anda bisa menciptakan suara dari anjing itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Hah !? Bagaimana caranya aku mendapatkan suara anjing menyalak itu sedangkan kita tahu jika kita berada di sebuah ruangan hampa udara pintu kelima !? Dan aku sama sekali tidak melihat makhluk hidup lainnya di tempat ini ?", kata Aisyah sembari mengusap wajahnya.


Aisyah beranjak dari depan layar monitor sistem lalu berjalan mondar-mandir di dalam ruangan kereta gulali roller coaster.


Dia terlihat sangat panik serta gelisah mengetahui kesulitan yang kini dihadapinya.


"Anda bisa membuat suara dari sistem itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib. "Ayolah, jangan menyerah seperti itu, bersemangatlah, Nona Aisyah !", bujuknya pada gadis muda itu.


"Bagaimana caranya coba ? Aku sendiri tidak dapat menjalankan sistem itu karena sistem telah berjalan secara otomatis dan aku tidak dapat mengubahnya sekehendakku", kata Aisyah putus asa.


"Celaka !? Ini benar-benar celaka ! Bagaimana kita menyelesaikan semuanya kalau terhalang masalah pelik seperti ini !?", ucap cermin ajaib.


Aisyah kembali melihat ke arah layar monitor yang ada di depannya dan membacanya lagi kalimat tersebut.


"ANJING BERLARI MENGGONGGONG PERGI !", ucapnya.


"Mungkin kita disuruh membuat suara mirip seekor anjing, yang menggonggong, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Suara anjing menggonggong ? Bagaimana caranya, ataukah mungkin kamu dapat melakukannya wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Meniru suara anjing... Tapi bagaimana ?Hamba tidak mengerti, karena hamba tidak pernah melihat seekor anjing bahkan suaranya saja hamba tidak tahu, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.


"Hmmm, kamu bisa melihatnya di dalam cermin milikmu arti dari suara menggonggong", kata Aisyah.


"Baiklah, hamba akan mencari suara menggonggong dalam cermin ini, mungkin hamba dapat menemukannya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Cepatlah, agar kita dapat menyelesaikan tugas kita pada pintu kelima ini. Ayo, ayo, cepatlah !", kata Aisyah.


Muncul seberkas cahaya terang menyilaukan dari dalam cermin kristal ajaib yang memancarkan cahaya pelangi.


Terdengar suara mirip anjing dari dalam badan cermin ajaib, suara gonggongan yang sangat kerasnya keluar dari badan cermin kristal ajaib.


"GUK... GUK... GUK... !"


"Hai ! Itu baru benar sekali, dan sangat cocok untuk suara tiruan seekor anjing, kamu hebat sekali, wahai cermin ajaib", kata Aisyah dengan mata berbinar-binar.


"GUK... GUK... GUK..."


Cermin kristal ajaib bergerak pelan ke arah jendela kereta gulali roller coaster dan mulai bersuara keras.


"GUK... GUK... GUK..."


Aisyah mencoba memperhatikan robot emas dari balik jendela kereta gulali tetapi dia hanya dapat melihat sedikit keadaan diluar jendela.


Robot emas itu hanya diam mematung dan tidak bereaksi terhadap suara gonggongan yang keluar dari cermin ajaib meski suara terdengar sangat kerasnya.


"Kenapa tidak ada reaksi yang terjadi pada robot emas itu !? Apakah mungkin sistem itu salah menjelaskannya atau jawabannya bukan itu !?", tanya Aisyah penasaran.


"GUK... GUK... GUK... !"

__ADS_1


"Ehk !? Apakah kamu tidak dapat berbicara lagi seperti semula ?", tanya Aisyah.


"Tidak, hamba masih bisa bicara bahasa manusia, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Syukurlah, aku kira suaramu karena terprogram menjadi suara anjing menggonggong menyebabkan kamu tidak dapat berbicara lagi", kata Aisyah.


"Apa yang ingin anda tanyakan ?", tanya cermin ajaib.


"Emm, aku hanya heran saja meski kamu sudah mengubah suaramu mirip gonggongan anjing tetapi tidak berpengaruh pada robot emas itu", sahut Aisyah. "Kenapa, ya ?"


"Mungkin kita kurang mendekat saja kepada robot emas itu dan hamba sarankan sebaiknya anda mendekatkan kereta ini atau salah satu dari kita yang mendekati robot emas itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Menghampiri robot emas itu, caranya bagaimana kita kesana ?", tanya Aisyah gamang. "Jika aku yang turun kesana maka akan segera ketahuan", sambungnya.


"Bagaimana jika hamba saja yang pergi mendekat ke arah robot emas itu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Kamu ?", tanya Aisyah balik.


"Iya, hamba, lalu siapa lagi yang akan turun kesana kalau bukan hamba, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Tidak mungkin aku atau anemon laut yang turun mendekati robot emas itu dan hanya kamu saja yang telah terprogram suara anjing serta tubuhmu yang kecil dan kamu ajaib maka kamulah yang sebaiknya kesana saja", kata Aisyah.


"Anda benar-benar mengumpankan hamba, Nona Aisyah... Hiks...", ucap cermin ajaib.


"Sudahlah dan jangan bersedih karena jasamu akan kami kenang selalu jika kamu berhasil menghadapi robot emas itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah seraya tersenyum lebar.


"Hiks... Hiks... Semoga Tuhan melindungiku dan selalu bersamaku selamanya...", ucap cermin ajaib.


"Amien...", kata Aisyah.


"Oh Tuhanku...", ucap cermin kristal ajaib.


"Jika kamu telah sampai di dekat robot emas berilah sinyal kepadaku agar aku dapat bersiap-siap dengan hal yang akan terjadi nanti sehingga aku dapat segera mengambil suatu tindakan tepat untuk menghadapinya", kata Aisyah.


"Baiklah, hamba akan memberikan sinyal berupa kilauan cahaya ke arah kereta gulali roller coaster agar anda dapat menangkap tanda bahwa telah mendekati robot emas itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, Nona Aisyah... Hamba mengerti tugas hamba ini...", sahut cermin ajaib. "Semoga hamba selamat, Nona Aisyah !"


"Amien..., dan semoga Tuhan berserta denganmu, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah.


"Oh Tuhanku...", ucap cermin ajaib.


Cermin kristal ajaib terbang mendekat ke arah pintu keluar kereta gulali roller coaster dan melayang memandangi Aisyah serta anemon laut.


"Selamat tinggal, Nona Aisyah ! Dan jaga diri anda serta anemon laut baik-baik, doakan hamba selamat !", ucap cermin ajaib.


"Haish !? Apa yang kamu katakan itu ? Jangan berbicara sembarangan dan mengada-ada seperti itu, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah kaget lalu mengusap badan cermin kristal yang terbuat dari emas murni.


Aisyah lalu mendorong tubuh cermin kristal ajaib keluar dari kereta gulali roller coaster dan melambaikan tangannya kepada cermin ajaib yang terbang melayang-layang.


"Hati-hatilah !", ucap Aisyah berbisik pelan kepada cermin ajaib.


Cermin ajaib terlihat cemberut dan bergegas pergi menuju ke arah robot emas yang tengah berdiri mematung di tempatnya.


Ukuran cermin kristal sangat tepat untuk tugas tersebut karena mungil. Dan cermin ajaib itu mampu mengubah dirinya membesar maupun mengecil sehingga memudahkan cermin ajaib itu mengemban tugas mengecoh robot emas.


Aisyah memantau keadaan cermin ajaib dari layar monitor, dia melihat cermin kristal itu telah sampai disekitar robot emas yang berdiri itu.


Gadis berparas bening itu lalu mengetikkan pertanyaan kepada sistem mengenai langkah selanjutnya.


BAGAIMANA CARA MENGHADAPI ROBOT EMAS SETELAH ANJING BERLARI MENGGONGGONG PERGI...


Ketik Aisyah pada papan tuts layar monitor kereta gulali roller coaster.

__ADS_1


Terdengar suara "BEP" dari sistem yang aktif setelah program sistem kabut awan putih yang masuk kepada jaringan komputer paralel kereta gulali roller coaster, membaca pertanyaan yang diajukan oleh gadis muda itu.


"ARAHKAN ANEMON LAUT KEPADA ROBOT EMAS ! DAPAT MENGHENTIKAN LAJU ROBOT EMAS ! LALU PERGILAH SECEPATNYA ARAHKAN TUAS KE SAMPING KANAN ! MISI SELESAI !"


"Panjang sekali perintahnya dan bagaimana caranya anemon laut yang seukuran tiga kaki ini akan melawan robot emas sebesar itu ?", kata Aisyah bertanya-tanya.


Aisyah mengamati layar monitor kereta gulali roller coaster dan terdiam lama sambil berpikir keras.


"Oh iya, bukankah cermin ajaib sangatlah hebat dan memiliki kemampuan yang luar biasa sekali, mungkin saja dia dapat mengembalikan ukuran anemon laut pada ukurannya yang besar itu", kata Aisyah.


Aisyah menoleh ke arah anemon laut dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu dia kembali memperhatikan ke arah layar monitor dengan tatapan serius.


Seberkas sinar berkilauan mengarah ke kereta gulali roller coaster seperti memberikan sinyal khusus kepada Aisyah jika cermin kristal ajaib itu telah sampai di dekat robot emas.


Terdengar suara gonggongan anjing yang menggema keras di sekitar robot emas dan mengagetkan robot itu.


GUK... GUK... GUK... GUK...


Robot emas lalu menolehkan kepalanya yang besar serta terbuat dari batangan emas murni utuh. Dan pada saat robot emas mencari suara tersebut, terlihat sekali robot emas itu kebingungan dan sangat panik.


GUK... GUK... GUK...


Kembali terdengar suara gonggongan anjing disekitar robot emas sehingga membuat robot itu bergerak aneh ke kanan dan ke kiri tak menentu.


Robot emas itu lalu mengarahkan tangannya seakan-akan ingin menangkap suara tersebut karena robot itu tidak berhasil melakukannya maka robot emas menjadi sangat kesal.


Benda yang asal mulanya dari sebuah pintu emas kemudian berubah menjadi sebuah robot emas berukuran besar terlihat memutar tubuhnya dan bergerak kembali ke arah kereta gulali roller coaster.


"Oh tidak ! Robot emas itu menuju kemari, sebaiknya aku segera mengeluarkan anemon laut dari kereta gulali untuk menghentikan laju robot emas", kata Aisyah.


Aisyah lalu bergerak ke anemon laut lalu berbicafa pada hewan laut itu.


"Maafkan aku anemon laut peliharaanku, bukan maksud aku menjadikan mu umpan untuk menghentikan robot emas itu tetapi ini untuk keselamatan kita semuanya", kata Aisyah.


"Tidak apa-apa, aku rela jika harus mengorbankan diriku untuk kebaikan dan aku senang jika dapat membantumu", sahut anemon laut.


"Aku harap kamu selamat dalam misi ini dan aku doakan kamu kembali padaku, anemon laut", kata Aisyah.


"Terimakasih atas doa keselamatan untukku, aku akan pergi menghadang robot itu", ucap anemon laut.


"Lalu bagaimana cara mu menghadapi robot emas itu dengan tubuh berdiameter tiga kaki, anemon laut ?", kata Aisyah dengan raut mengiba.


"Aku dapat mengubah tubuhku kembali menjadi berukuran besar meski tanpa bantuan cermin itu, dan percayalah padaku !", sahut anemon laut.


"Hmmm... Baiklah..., dan berhati-hatilah menghadapi robot emas itu, serta ku doakan kamu selamat peliharaanku...", kata Aisyah dengan tatapan sendu.


Anemon laut lalu terbang keluar kereta gulali menuju ke arah robot emas itu. Dan langsung berubah menjadi berukuran besar.


Makhluk laut itu menempel lekat ke badan robot emas, keluar udara hitam dari tubuh anemon laut yang mengelilingi robot emas.


Udara hitam menyebabkan hawa dingin disekitar robot emas, dan semakin membuat badan robot emas itu membeku kaku sehingga robot itu tidak dapat menggerakkan badannya.


Laju robot emas langsung terhenti dan tidak dapat bergerak lagi karena pengaruh udara hitam yang keluar dari tubuh anemon laut, sepertinya sendi pada robot emas langsung berkarat.


Aisyah dengan cepat menarik tuas pengungkit ke arah samping kanan ketika robot emas itu berhenti bergerak.


Kereta gulali roller coaster bergerak pelan, maju ke depan melewati robot emas yang terjerat anemon laut.


Aisyah sangat sedih sekali ketika melihat peliharaan kesayangannya harus dia relakan bersama robot emas itu tertinggal di tempat itu.


"Selamat tinggal anemon laut... Terimakasih atas bantuanmu dan pengorbananmu untuk keselamatan kami... Semoga Tuhan menjagamu untukku...", kata Aisyah muram.


Cermin ajaib yang terbang melayang di depan kereta gulali lalu melesat cepat menuju kereta itu, dengan sigapnya Aisyah membukakan pintu kereta gulali roller coaster untuk cermin kristal ajaib.

__ADS_1


Keduanya lalu berkumpul kembali dan terpaksa merelakan hewan laut itu serta meninggalkan anemon laut yang melekat erat di badan robot emas yang berhenti bergerak.


Kereta gulali roller coaster melesat cepat maju ke depan untuk melanjutkan perjalanan di dalam pintu kelima, menyelesaikan tugas misi sistem istana awan putih selanjutnya.


__ADS_2